HPN Provinsi Riau 2015, Bupati Inhil Banggakan Potensi Kelapa

1_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan ekspos persoalan dan potensi perkelapaan pada kesempatan acara ramah tamah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau dan PWI Kabupaten Inhil serta Wartawan se-Inhil di kediamannya, Jum’at (20/3/2015) malam.

Dalam pemaparannya, Bupati memperkenalkan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa potensi kelapa di Inhil ini dinilai sangat luar biasa. Sebab, dari luas 3 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Indonesia, 11 persennya menurut Bupati ada di Kabupaten Inhil.

“400 hektar lebih lahan perkebunan kepala yang kita miliki saat ini menjadi kebanggaan tersendiri, lahan perkebunan inilah yang terus diupayakan pengembangannya serta menjadikan Inhil tempat kelapa,” kata Wardan.

Ditambahkan, untuk mengetahui apakah masyarakat Inhil sedang sejahtera atau tidak, bisa diketahui dari perkembangan harga kelapa, karena kelapa ini merupakan denyut nadi masyarakat Inhil. Artinya, jika harga kelapa mahal maka masyarakatpun akan sejahtera, namun jika sebaliknya harga kelapa anjlok, maka kesejahteraanpun juga akan anjlok.

Hingga hari ini, ia masih sangat menyayangkan keseriusan masyarakat memelihara perkebunan, dicontohkannya seperti mengelola trio tata air yang dinilainnya masih asal-asalan. Padahal kata Wardan, trio tata air pada perkebunan kelapa itu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen.

Namun demikian, ia tetap membanggakan, apalagi Inhil telah memiliki 5 Produk yang siap mengelola hasil panen kelapa. Berdasarkan catatan yang dirangkum, disampaikan Bupati bahwa hasil prodak dari 5 perusahaan di Inhil ini mencapai 6 sampai 7 juta butir kelapa perharinya.

“Itu baru hasil kelapa yang dijual ke perusahaan lokal, belum lagi bagi masyarakat yang menjual langsung ke luar negeri seperti ke Malaysia,” tuturnya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengungkapkan bagaimana jika masyarakat Inhil lebih serius mengelola trio tata air, mungkin katanya akan lebih tinggi lagi hasil produksi kelapa tersebut.

Untuk diketahui, Bupati yang dikenal agamis ini mengingatkan bahwa bermulanya kelapa Inhil ini berkembang sejak hijrahnya alm tuan guru Syeh Abdurrahman Sidik di kecamatan Kuala Indragiri, meski bermula di Kuindra, namun kini katanya lahan perkebunan terluas dari 20 kecamatan se-Inhil ada di kecamatan Mandah.

“Yang paling sedikit ada di Kecamatan Kemuning, tapi tetap saja diseluruh kecamatan di sini ada perkebunan kelapanya,” pungkas Wardan.(mirwan/adv)




Komisi III DPRD Janji Desak PLN Segera Tuntaskan Pemasalahan Listrik di Tembilahan

Foto: Adi
Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri berjanji bahwa pihaknya akan terus mendesak managemen PLN, untuk segera menuntaskan berbagai permasalahan kelistrikan di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

“Kita minta pihak PLN secepatnya menyelesaikan kondisi pemadaman listrik bergilir, yang semakin parah melanda Tembilahan saat ini,” tutur Zulbahri kepada awak media, kemarin.

Untuk diketahui, rencana PLN Rayon Tembilahan untuk mengakhiri pemadaman bergilir di Kota Tembilahan dan sekitarnya pada awal bulan April mendatang sepertinya tidak akan bisa diwujudkan. Pasalnya, sarana dan prasarana yang diperuntukkan untuk itu masih tidak jelas sejauh ini.

“Mesin sewa baru yang dijanjikan entah dimana keberadaannya, begitu juga lokasi penempatan mesin tersebut yang belum selesai dibangun, sehingga harapan kita terbebas dari pemadaman bergilir masih kabur,” terang Zulbahri.

Selain itu, lanjut politisi dari Partai Nasdem Inhil ini, pihaknya juga telah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak PLN Wilayah Riau, dimana keputusannya sejauh ini juga tidak jelas.

“Tidak ada kepastian yang bisa disampaikan pihak PLN sampai hari ini,” tambahnya.

Lebih jauh Zulbahri mengatakan bahwa pihaknya juga sangat menyayangkan pembagunan gedung baru yang direncanakan untuk mesin sewa baru tersebut, karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Bangunan pondasi tempat mesin kita nilai dibuat asal jadi dan sangat rapuh untuk dijadikan pondasi sebuah mesin ugm besar, saat ini saja sudah banyak yang pecah dan retak,” imbuhnya.(adi/adv)




Tenang, Harga Elpiji 3 Kg Tidak Akan Dinaikkan

1542743_20140224032538Jakarta – Pemerintah menepis anggapan bahwa ada kelangkaan elpiji 3 kilogram di beberapa daerah. Pemerintah pun menekankan dua hal terkait isu kelangkaan elpiji 3 kg.

“Di beberapa lokasi ada situasi di mana elpiji 3 kg mungkin sulit didapat, yang sulit itu kasuistis, yang sangat terbatas seolah-olah menjadi isu besar. Malam ini kami mengklarifikasi apa yang terjadi. Ada dua hal yang ditekankan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dalam konferensi pers di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Jakarta, Kamis malam 26 Februari 2015.

Yang pertama, tidak ada isu kenaikan harga elpiji 3 kg. Sudirman mengatakan, bahwa pemerintah tidak menaikkan harga elpiji bersubsidi. “Tidak beralasan kalau harga elpiji 3 akan naik,” kata dia.

Yang kedua, permintaan elpiji bersubsidi ini aman. “Masyarakat dipermainkan spekulasi,” kata mantan dirut PT Pindad (Persero) itu.

Pelaksana Tugas Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja, mengatakan bahwa ada sembilan lokasi yang terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, yaitu Binjai, Subang, Sumedang, Depok, Bogor, Bekasi, Jepara, Tebing Tinggi, dan Karet, Jakarta, selama beberapa hari ini. Tapi, setelah dicek, ditemui kejanggalan.

“Setelah dicek, daerah yang kesulitan memperoleh elpiji 3 kg, tapi tidak langka,” kata dia.

Kemudian, lanjut Wiratmaja, pemerintah dan Pertamina pun melakukan tiga langkah untuk menyelesaikan isu kelangkaan elpiji ini. Yang pertama, Pertamina menambah pasokan.

Di Depok, perusahaan pelat merah itu menambah pasokan 93 ribu tabung dan Bogor 260 ribu tabung. Kemudian, mereka juga menambah 50 persen pasokan di Majalengka, Cirebon, Kuningan, Cianjur, dan Garut. “Artinya, supply di masyarakat sangat cukup dan lebih dari cukup,” kata dia.

Yang kedua, Pertamina juga melakukan operasi pasar di Sukmajaya, Cinere, Cibinong, Cikarang, Depok, dan Bogor.

Yang ketiga, BUMN energi ini juga menyediakan elpiji 3 kg di SPBU Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Harganya Rp16 ribu per tabung dan pembeliannya dibatasi maksimal 3 kg.

“Untuk masyarakat semua, kami menyediakan call center. Kalau ada kesulitan, tolong telepon (021) 500 000. Kami akan bergerak cepat kalau ada kesulitan elpiji 3 kg,” kata dia.(vivanews)

 




Bupati Inhil Fokus Benahi Infrastruktur Jalan Penghubung

1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan nyatakan bahwa dalam masa kepemimpinannya sebagai Bupati Inhil akan memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan penghubung.

“Dalam satu, dua dan tiga tahun kedepan saya masih menitik beratkan pembangunan infrastruktur jalan penghubung desa ke desa dan desa ke kecamatan,” Ujar Bupati saat menyambut kunjungan kerja (kuker) anggota DPRD Provinsi Riau dari Komisi D, serta sekaligus melakukan dialog bersama di aula lantai 5 Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (3/2/2015).

Menurut Bupati, Kabupaten Inhil ini merupakan daerah yang rentan dengan banjir, sebab Inhil ini merupakan daerah dataran rendah dan rawa. Oleh sebab itu, ia menginginkan pembangunan jalan di Bumi Sri Gemilang ini harus memiliki kualitas yang tinggi.

“Artinya, tidak lagi kita mengutamakan aspal atau hotmix, karena rawan dan rentan sekali dengan kondisi alam di daerah ini. Belum lagi ketika musim air pasang besar, sebagian ruas jalan yang ada di daerah kita tergenang air, makanya kita usulkan dengan rigit,” tutur Bupati Wardan.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Riau, Erizal Muluk menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk meminta masukan dari Pemda setempat, khususnya tentang apa saja yang menjadi keinginan dan diperlukan dalam pembangunan daerah, sehingga bisa dibantu dari dana APBD Provinsi Riau.

“Tadi kita sudah mendengar banyak sekali permintaan dari Pemkab Inhil, terutama jalan, jembatan, listrik dan air bersih. Semua ini akan kami bawa ke provinsi dan akan kami pelajari, untuk dipilah mana saja yang bisa dibantu sesuai dengan alokasi dana yang disediakan oleh Pemprov bagi kabupaten dan kota se-Riau,” terang Erizal.

Jika tidak bisa dibantu seluruhnya oleh APBD Riau, lanjut Erizal, pihaknya akan berusaha meminta bantuan melalui dana APBN. Apalagi kalau dilihat kebutuhan untuk pembangunan di Kabupaten Inhil ini sangat besar.

“Jadi, kita perlu sharing dana dari APBD kabupaten, provinsi dan kalau perlu minta bantuan dana dari APBN. Yang jelas, kita pilih dulu mana yang menjadi prioritas untuk Inhil di tahun anggaran 2015 dan 2016 nanti,” imbuhnya.(mirwan/adi/adv pemkab inhil)

 




Taj Mahal dibangun karena rasa bersalah?

140626032556_taj_mahal_india_512x288_bbc_nocreditdetikriau.org – Istana marmer putih Taj Mahal kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia.

Bangunan itu didirikan oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan.

Tetapi sebuah drama yang baru saja dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembangunan Taj Mahal.

Mungkinkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?

“Konflik adalah pendorong dalam naskah saya,” kata Dilip Hiro, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, kepada BBC.

Dalam kisah Taj Mahal, Hiro mengeksplorasi “konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai sebuah kisah populer.”

“Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan untuk Mumtaz.

“Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, drama ini adalah bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar.”

Hiro pertama kali menulis naskah drama Taj Mahal dalam bahasa Inggris pada 1970-an dengan judul Tale of Taj.

Drama ini pertama kali dipentaskan untuk pertama kalinya dalam bahasa Urdu, sebuah bahasa yang digunakan rakyat India di masa pemerintahan Shah Jahan dan masih digunakan oleh banyak orang India saat ini.

Pecatur hebat

Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda.

Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.

“Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam,” kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot’s Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.

Kejutan dari drama ini berpusat pada permainan catur dengan taruhan tinggi.

Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.

Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.

Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?

Drama ini tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi penonton pergi dengan membawa satu kecurigaan, bahwa mungkin Kaisar Shah Jahan berperan dalam kematiannya.

Jadi, apakah Taj Mahal benar monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?(BBC)