Dinkes Gencar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

17Bagansiapiapi (detikriau.org) -Daerah pesisir pantai di Kabupaten Rokan Hilir ternyata sangat rawan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS. Menyikapi persoalan tersebut, penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya penularan virus inipun terus dilakukan secara intensif. 

”Secara geografis, daerah pesisir pantai memang sangat rawan terhadap penularan virus HIV/AIDS. Karena, sebagian besar daerah pesisir pantai itu merupakan daerah transit,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr HM Junaidi Saleh Mkes ketika ditemui kemarin di Bagansiapiapi.

Semua petugas yang ada di Puskesmas yang berada di daerah persisir pantai dihimbau untuk mengintensifkan sosialisasi maupun penyuluhan tentang kesehatan. Sehingga masyarakat yang berada di daerah pesisir pantai bisa mengerti dan memahami tentang masalah kesehatan. ”Sosialisasi tentang kesehatan perlu terus diintensifkan,” kata Junaidi.

Sementara itu, daerah pesisir pantai di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang rawan penularan virus HIV/AIDS tersebut diantaranya, Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi Kecamatan Sinaboi, Bagansiapiapi Kecamatan Bangko,  Pulau Halang Kecamatan Kubu Babussalam. Selain petugas kesehatan, sosialisasi tentang HIV/AIDS turut dilakukan oleh unsur lainya seperti pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Rokan Hilir.

Selain itu, dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan di daerah pesisir, pihak Dinas Kesehatan melalui program Nusantara Sehat mengusulkan penempatan petugas kesehatan antara 5 sampai 10 orang dari pusat. ”Untuk program Nusantara Sehat ini, semuanya nanti pemerintah pusat yang mengaturnya. Dengan program Nusantara Sehat ini, masalah kesehatan dapat lebih dioptimalkan,” kata Junaidi. [tris]




Wabup Tinjau Pelaksanaan UN SMA Sederajat

13aBagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda.SE Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) Di SMU N 1 Bangko, MAN Negeri Bagansiapiapi, Perguruan Methodist, Muhammadiyah Bangko, Perguruan Wahidin dan SMU N 2 Bangko dan SMK Negeri 1 Bangko.

Pada peninjauan itu,Wabup Erianda Didampingi Plt.Sekda Drs.H.Surya Arfan.Msi,Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM,Kandepag H.Agustiar.Sag dan Kapolsek Bangko Kompol.Nurhadi.

Erianda mengaku dirinya mendapat laporan bahwa ada beberapa siswa/siswi yang tidak mengikuti ujian.”Ada Beberapa alasan mereka tidak ikut,yang lebih tahu itu pihak sekolah.alhamdulillah lancar tadi saya lihat cuma ada 1-2 orang saja yang tidak ikut ujian,mungkin karna sakit atau apa,kita tak tahu,” ujarnya.

Erinada juga meminta dan berharap kepada seluruh siswa/siswi yang sedang melaksanakan ujian nasional untuk tidak keluar pada malam hari.”Belajarlah yang tekun,rajin dan yang paling utama hindari narkoba itu yang kami harapkan,jangan sampai terjadi hal itu,” pinta Wabup.

Ditempat sama, Kadisdik Rohil, H.Amiruddin mengatakan Ujian Nasional Tahun 2015 tingkat SMA, Madrasah Aliyah dan SMK diikuti lebih kurang 7830 Siswa/siswi. “Itu seluruh kecamatan yang ada di Rohil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari pihak sekolah tentang kekurangan soal maupun kesalahan dalam memberi materi jawaban.

Terkait adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti ujian, Amiruddin menjelaskan, kalau namanya sudah terdaftar didaftar UN, tapi tidak bisa mengikuti akan ada ujian susulan.”Mungkin mereka sedang sakit,” kata Mantan Kadisdukcapil Ini.

Dalam peninjauan UN, terdapat 2 orang siswa SMA N 1 Bangko tidak mengikuti ujian dan 2 orang di SMK N 1 Bangko. “Di sekolah lain belum ada,” tambahnya.

Untuk pegawas ujian, menurut Amiruddin, seluruh guru yang ada di kabupaten Rokan Hilir dilibatkan dalam pengawasan, sesuai intruksi dari mementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Tapi sistem pengawsannya sistem silang, contohnya guru SMA 1 mengawas di SMA 2,” imbuhnya.

Sambungnya, untuk mata pelajaran hari pertama ujian, Amiruddin menerangkan bahwa tergantung dengan jurusan.”Bermacam-macam, kalau jurusan IPA, Bahasa Indonesia dan Kimia. Kalau jurusan IPS Bahasa Indonesia dan Geografi, sedangkan jurusan Bahasa, Bahasa Indoensia dan Sastra,” terangnya.

Tambahnya lagi, Ujian Nasional ini tidak menentukan kelulusan sekolah,ini hanya untuk pemetaan oleh Kemendikbud terhadap kemampuan anak didik pada ujian ini. “Dari situ bisa memetakan kemampuan anak didik dari daerah timur, barat dan tengah. UN ini hanya sebagai pemetaan dan persyaratan masuk ke Perguruan Tinggi,” katanya. [tris/adv]




Bupati Rohil: APBD Rohil 2015 Sudah Berjalan

7Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir H.Suyatno.Amp mengatakan bahwa Anggaran Pembelanjaan Biaya Daerah (APBD) Rokan Hilir Tahun Anggaran 2015 sudah mulai berjalan.

Hal Itu dikatakannya dalam sambutanya sebelum membuka Musrenbang secara resmi di gedung Serbaguna, Bagansiapiapi, Selasa (07/04/15) kemaren.

“Tadi saya sudah meneken Uang Persediaan (UP), APBD sudah mulai dan sudah bisa dijalankan,” ujar Bupati dihadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir pada Musrenbang.

Untuk itu tambah Suyatno, semuanya segera menjalankan program yang telah direncanakan.”Sekarang sudah agak terlambat, karena sudah masuk April,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan beberapa program yang harus digesa pembangunannya, seperti pembangunan Jalan Lintas Pesisir. Tahun ini saja, pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan dana sebesar 62 milyar, dana itu untuk membangun Jalan dari Tugu Ayam Putih Pungguk Kecamatan Tanah Putih Sampai keTugu Petani Rimba Melintang.

“Sedangkan anggaran dari Pemerintah pusat sebesar 80 milyar, Itu untuk membangun Jalan dari Teluk Bano 1 menuju Bandara,” jelas Bupati.

Mengenai Pendapatan Asli daerah ( PAD ), tambah bupati mengatakan ada didepan mata.”Harus diangkat dan di gali sehingga tidak bergantung pada dana perimbangan dari pusat yang berasal dari DBH,” Imbuhnya.

Harapnya, Dinas Pendapatan Daerah harus terus menggenjot PAD.”Apabila diharuskan di buat Perda, kita akan kerjasama dengan DPRD,” pungkasnya.

Mengeai Alokasi Dana Desa (ADD) yang dianggarkan melalui Bapemas,diharapkan terus dilakukan pembinaan baik untuk penghulu maupun lurah.

“Karena hal yang bersangkutan dengan keuangan terkadang terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Suyatno. [tris/adv]




Bupati: Guru Jangan Gegabah Putuskan Untuk Melakukan Pinjaman Kredit.

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno meminta kepada guru baik guru PNS maupun guru honorer tidak gegabah dalam memutuskan untuk melakukan pinjaman kredit. Apalgi hanya kebutuhan yang dinilai kurang mendesak.

”Siapa yang tidak butuh uang. Saya saja pernah mengajukan kredit pinjaman dengan menggadaikan SK. Namun apa akibatnya, ketika saya mencalonkan diri untuk menjadi Bupati pada tahun 2006, saya kewalahan mencari dana,” kata Bupati Rokan Hilir, Suyatno, A.Mp saat menghadiri acara seminar guru, Kamis (3/4/2015) di Gedung Serba Guna Bagansiapiapi.

Ketika terjadi persaingan dalam hidup, kata Suyatno, orang akan berlomba -lomba mencari prestise agar bisa diterima di lingkungan sosialnya. Digambarkan Bupati, dahulu anak SMP jika ke sekolah kebanyakan berjalan kaki atau paling banter menggunakan sepeda. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kebiasaan itu diganti dengan menggunakan sepeda motor.

Bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, tentu tidak aka ada persoalan. Tapi bagi yang ekonominya pas-pasan dan ingin mengikuti gaya ini bagi kebutuhan anaknya, tentulah harus mengajukan kredit motor.

Menurut Suyaatno, memang ada MoU antara PGRI dengan Bank Mandiri dalam pemberian fasilitas kredit pinjaman dengan persyaratan yang lunak . Namun, dari pihak PGRI sendiri, juga harus memberikan keyakinan kepada pihak bank agar tidak lagi meminjam kepada lembaga keuangan informal yang nyata-nyata akan memberatkan guru itu sendiri ketika mencicil kredit bunga pinjaman setiap bulannya.

”Kita tidak bisa pungkiri, selama ini guru meminjam uang kepada lembaga keuangan informal lainnya. Untuk itu, butuh kepercayaan penuh kepada bank agar seluruh guru tidak lagi meminjam di lembaga informal itu. Cukup di Bank Mandiri. Untuk itu, perlu peran PGRI untuk mengakomodir seluruh anggotanya,” tutup Suyatno.( tris/adv/*)




Rencana Pembangunan Bandar Udara Teluk Bano Masuki Tahap Akhir Pembebasan Lahan

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Rohil, Suyatno menilai persiapan pembangunan bandar udara Teluk Bano I, di Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir merupakan program strategis jangka panjang, pelaksanaanya kini sedang dalam tahap akhir ganti rugi lahan.

Menurut Bupati, rencana pembangunan bandara ini sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan. Dalam mata anggaran tahun 2015 pemerintah daerah masih memprogramkan ganti rugi lahan. Lamanya progres tersebut karena dilakukan secara bertahap.

“Programnya jalan terus dan sekarang tahap akhir pembebasan lahannya,” ujar Bupati Rohil, H Suyatno, belum lama ini di Bagansiapiapi.

Menurutnya, lamanya progres tersebut, karena dilakukan secara bertahap. “Ya secara bertahaplah. Kan tidak mungkin sekaligus mulai dari penyiapan rencana, rekomendasi pusat hingga proses ganti rugi. Ini membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Keberadaan bandar udara itu sendiri, kata Suyatno, sangat menguntungkan bagi daerah tempatnya beroperasi, salah satunya dari sisi investasi, perkembangan kemajuan daerah serta akses tranportasi tanpa batas.

“Saya pikir sangat besar keuntungan bagi daerah yang memiliki bandar udara, karena secara otomatis banyak investor akan berinvestasi, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan bertambahnya minat penduduk bertempat tinggal di Rohil,” tegas bupati.

Kemudian dari akses transportasi, tambah bupati, dapat mempersingkat jarak tempuh menuju Ibukota Bagansiapiapi. Kalau biasanya jarak tempuh normal Pekanbaru-Rokan Hilir sekitar 7 jam, maka dengan adanya bandara bisa hanya butuh beberapa menit. (tris/adv)




Bupati Rohil Instruksikan Bawahannya Untuk Tidak Tertutup Dengan Wartawan

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno Amp instruksikan seluruh SKPD agar tidak tertutup dengan media massa.

Bupati Rohil, Suyatno meminta jangan pernah alergi dengan awak media massa. Wartawan bukan minta dilayani apalagi terbersit bahwa wartawan meminta sesuatu dari dinas terkait. Jurnalis hanya menginginkan Informasi sejalan dengan keperluan publikasi pemberitaan yang berimbang kepada kemasyarakat (publik) .

“Saya intruksikan kepada seluruh kepala Dinas, Badan dan Kantor untuk tidak tertutup dengan media massa, “Mereka ini bukan minta dilayani melainkan hanya ingin mendapatkan informasi yang transparan dari kita,” ujar Bupati disela acara satu tahun kepemimpinannya Senin, (23/3) kemaren.

Sudah semestinya ditambahkan Bupati, awak media massa tidak untuk ditakuti, mereka ingin bersahabat dengan kita (Pemkab Rohil). “mungkin dengan kedekatan kita dengan media, maka kita dengan mudah menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat, contohnya tentang pelaksanaan APBD termasuk Program apapun yang dicanangkan pemerintah,” tandasnya. (tris/adv)