Ini Puluhan Nama Korban Terdampak Angin Ribut di Mandah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 25 unit rumah warga Kecamatan Mandah diterjang badai, Rabu (24/8/2016) kemarin sekitar pukul 02.30 WIB.

Dari 25 tersebut, 4 diantaranya belum terdata secara akurat karena lokasinya belum bisa terjangkau di Desa Batangsari dikarenakan faktor geografis.

“Yang terdata itu di desa Belaras, sebanyak 21 unit, ada yang rusak ringan dan ada juga yang berat,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas Ipda Heriman Putra.

21 korban tersebut adalah Raja Alfin, Mila, Rasid, Jahse, Andi Masinau, Muhari, Dengkang, Rusli, Manaf dan Salmah mengalami rusak berat pada atap Seng.

Mukhtar, Boy, Sudirman, SDN 005 Belaras dan Majelis taklim mengalami rusak ringan pada atap seng.

Selanjutnya Amirudin, Tukia, Atong, Jainudin dan Marka mengalami rusak ringan di bagian atap terbuat dari daun. Terakhir, Marhamah, rumahnya mengalami rusak parah pada atap daun.

“21 korban ini rumahnya berada di pinggir sungai, dan mayoritas bangunannya terbuat dari kayu rata-rata bangunan lama,” paparnya.

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, tidak ada korban jiwa sebab pada umumnya para korban mengetahui dan segera berpindah kerumah keluarganya.

“Untuk kerugian materi, hingga saat ini belum bisa ditaksir,” tutup Paur Humas./Mirwan

 




Badai Kembali Hantam Sejumlah Kecamatan di Inhil

IMG-20160824-WA0001_1472005553805Tembilahan (detikriau.org) – Tiupan angin kencang kembali menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir. Badai disertai hujan lebat yang terjadi sekira pukul 01.30 Wib dinihari ini menyebabkan sejumlah kerusakan perumahan pendudukan dan fasilitas umum. Kamis ( 24/8/2016)

Di Kecamatan Pelangiran Badai memporakporandakan Pelabuhan kantor Camat setempat.

“Tadi malam tiupan angin sangat kuat disertai turunnya hujan lebat,” sampaikan salah seorang honorer kantor Camat Pelangiran, Adiansyah kepada detikriau.org melalui sambungan seluler. Kamis (24/8/2016)

Sementara itu Camat Mandah, Umar Hamdi melalui sambungan Blackberry kepada wartawan menyampaikan di Kecamatan yang dipimpinnya kencangnya tiupan angin menyebabkan sejumlah kerusakan.

Dirincinya, di Desa Pulau cawan 1 gudang rusak  berat, Desa Batang Sari perumahan penduduk terdata 4 rusak berat  3 rusak sedang dan 9 unit rusak ringan, Desa Belaras 8 unit rusak berat  3 rusak sedang  dan 7 rusak ringan 7, Disa Bidari Tanjung Datuk 1 unit bangunan masjid mengalami rusa sedang dan 8 perumahan penduduk rusak ringan.

“untuk Desa Bekawan kita belum mendapatkan data,” Terangnya./ Mirwan




Angin Kencang Terjang Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu

“Sejumlah  fasilitas umum dan rumah warga rusak”

Petugas PLN sedang melakukan perbaikan tiang penyangga kabel listrik yang tumbang
Petugas PLN sedang melakukan perbaikan tiang penyangga kabel listrik yang tumbang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Angin kencang yang menerpa kota Tembilahan dan sekitarnya menyebakan sejumlah kerusakan. Tidak hanya menyebabkan rubuhnya pepohonan, tiupan angin yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wib dinihari itu juga menyebabkan terputusnya secara total pasokan listrik ke kota Tembilahan. Ahad (14/8)

Berdasarkan pengakuan salah seorang warga, Kanik, sejumlah pohon disepanjang jalan Nasional di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu tumbang. Bahkan sejumlah patahan pepohonan peneduh itu juga ada yang menimpa rumah warga dan juga menyebabkan tiang penyangga listrik milik PLN miring.

“cukup banyak pohon tumbang dan patah. Sebagaian bahkan ada yang menimpa rumah warga dan menyebabkan terputusnya pasokan listrik karena menimpa tiang penyangga,” Ujar sopir angkutan perdesaan ini melalui sambungan selularnya.

Akibat kejadian ini arus tranportasi juga sempat terganggu.” Kita harus hati-hati karena banyak patahan pohon yang berserakan dijalanan,” ditambahkan Kanik

Foto: Syaiful Hanan
Foto: Syaiful Hanan

Tumbangnya pepohonan juga terjadi di Parit 6 Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu. Dilokasi ini, dua batang tiang penyangga milik PLN juga sempat miring dan menyebabkan terputusnya pasokan litrik secara total ke kota Tembilahan.

“Akibat badai tersebut, sejumlah pohon-pohon besar tumbang dan mengenai jaringan express feder,” terang manajer PLN Rayon Tembilahan, Syaiful Hanan.

Untuk melakukan perbaikan segera disejumlah titik gangguan, pihak PLN juga mengaku terpaksa meminta bantuan satu unit mobil Kren dari PLN Rengat.

“Kita juga harus mengerahkan seluruh petugas.” Lagi kata Syaiful

Kejadian angin ribut yang disertai hujan deras ini juga berdampak pada sejumlah perumahan penduduk. Meski tidak mengalami kerusakan berat, namun menyebabkan sebagian atap dan bagian rumah lainnya milik warga terpaksa harus dilakukan perbaikan.

“Tiupan angin menyebabkan atap seng rumah saya terbang. Sebagian rumah menjadi basah akibat curah hujan,” Ujar indik warga kayu jati Tembilahan Hulu.

“pagar seng rumah saya juga rubuh. Tiang penyangga kayu tempat bedirinya pagar pembatas itu tidak mampu menahan kuatnya tiupan angin,” Ujar Hendra warga kayu jati lainnya.

Pantauan lapangan, kerusakan bukan hanya dialami oleh warga Tembilahan hulu, sebagian pepohonan dan beberapa bagian rumah milik warga di Tembilahan juga tidak luput dari kerusakan. Bahkan kencangnya angin ini juga menerpa rumah kediaman dinas Bupati Inhil. Bagian atap ruang parkir juga terbuka dan melayang kebadan jalan. / Mirwan




Diterjang Badai Angin, 5 Unit Rumah Warga di Pengalihan Ambruk

Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net
Gambar ilustrasi rumah ambruk akibat terjangan angin kencang. foto ilustrasi, net

ENOK (detikriau.org) – Sedikitnya 5 unit rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan badai angin, Selasa (24/5/2016) malam.

Insiden tersebut terjadi di Desa Pengalihan Kecamatan Enok sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, kondisi cuaca setempat sedang hujan lebat.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBO Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Ipda Heriman Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Malam kejadiannya, tetapi tidak ada korban jiwa,” kata Heriman, Rabu (25/5/2016).

Kini, pemerintah desa setempat bersama kepolisian serta masyarakat sudah bertindak dengan bergotong royong untuk memperbaiki sejumlah bangunan yang rusak. Sedangkan korban, untuk sementara ditempatkan di rumah warga sekitar./ Mirwan