Selama Tahun 2012, Inhil Terima Bantuan Rehab 400 Rumbel dari Dana APBN

Progres Blockgrant Tahap Awal Capai 98 Persen

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Progres blocgrant Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni tahun 2012, yang diperutukkan bagi rehap 300 ruang kelas belajar dari 54 sekolah di Inhil, capai 98 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendididkan Inhil, H Fauzar. Menurut dia dengan demikian berarti seluruh pekerjaan tahap pertama sudah bisa dikatakan finising dan tidak ada masalah. Sehingga, sudah bisa dilakukan pemeriksaan dari pemerintah pusat.

“Sudah selesai 98 pesen. Kalaupun ada pemeriksaan dari pusat, saya rasa sudah tidak masalah lagi,” jelasnya.

Selain dilakukan pengawasan oleh pemerintah pusat, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil itu, pemerintah kabupaten dalam hal ini Disdik juga tetap melakukan pengawasan secara berkesinambungan.  Semua bertujuan agar tidak terdapat kelemahan-kelemahan yang dapat membuat kegagalan.

Pihaknya saat ini telah menyampaiakn laporan secara administrasi. Bahkan diakuinya pada tahun sebelumnya Inhil juga mendapat dana blockgrant, namun jumlahnya tidak sebesar pada tahun 2012. “ Kalau untuk tahun sebelumnya, saya tidak tahu persis berapa besaranya.

Jjika ditotal muali dari APBN Murni hingga APBN-P tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Inhil setidaknya sudah mendapat bantuan sebanyak 400 unit rehab ruang belajar.(dro/*1)




AJI Kirim Anggota Pelatihan ke Medan dan Padang

Pekanbaru(www.detikriau.org) — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru terus mengesa peningkatan kemampuan sumber daya para anggotanya. Selama dua pekan ini AJI telah mengirimkan 4 anggota untuk mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan di bidang peliputan di Medan dan Padang.
“Produk karya jurnalistik berkualitas dan bisa bersaing hanya akan tercapai, jika si jurnalis juga berkualitas. Itulah alasan yang kuat sampai kita mengirimkan anggota ke Medan dan Padang mengikuti workshop,” ujar Ketua AJI Pekanbaru Ilham Muhammad Yasir, Akhir pekanlalu di pekanbaru.
Menurut Ilham, pada 9 Juni lalu, AJI telah mengirimkan 1 orang anggota atas nama Uut Winahyu Dwiutami (Beritaterkini) mengikuti workshop teknik peliputan terhadap isu-isu strategis tentang perempuan di Medan. Sedangkan pada 14-15 Juni, AJI kembali mengirim 3 anggota masing-masing Susanto (Metro Riau), Nolpitos Hendri (Tribun Pekanbaru) dan Idham Firmantara (Freelance/Dokumenter).
‘’Khusus untuk di Padang, ketiga anggota kita mengikuti workshop tentang teknik peliputan transparansi anggaran. Materi workshop ini sangat penting, supaya jurnalis memahami bagaimana anggaran APBN dan APBD disusun. Yang terpenting lagi mengawasi celah-celah terjadinya korupsi,’’ imbuh Ilham.
Selain mengirimkan anggota mengikuti workshop ke luar daerah, AJI dalam waktu dekat ini juga akan berencana mengadakan workshop sendiri di Pekanbaru dengan mengandeng beberapa mitra. Menurut Ilham sejumlah kasus konflik sosial antar masyarakat dan perusahaan, antar mahasiswa dengan mahasiswa yang baru saja terjadi di Riau menjadi kajian yang menarik untuk disikapi oleh AJI. Apalagi, kejadian yang terbaru sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasaan pada saat melaksanakan peliputan.
“Belajar dari itu, fokus kita bagaimana rekan-rekan jurnalis bisa meliput konflik sosial dengan baik. Berita disajikan secara berimbang, tidak berpihak, dan keselamatan jurnalis yang meliput pun terjamin.” Pungkas Ilham. (***)