Asyiknya Bermain dan Mandi di Sungai Indragiri

Sebagai daerah perairan, sungai banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas keseharian. Di Kabupaten Inhil, anak-anak, memanfaatkan aliran sungai sebagai salah satu sarana bermain. Sebagaimana misalnya yang dilakukan oleh anak-anak kota Tembilahan ini.




Tampar Siswa SD, Pria Ini Diamankan Polisi

ilustrasi penamparan anak-anak. Foto: net
ilustrasi penamparan anak-anak. Foto: net

TEMPULING (detikriau.org) – Ri, warga kelurahan Sungai Salak kecamatan Tempuling diamankan polisi karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap siswa salah satu SD di Tempuling, Md (11). Tindakan tidak pantas ini dilakukan Ri pada selasa (26/5/2015) pekan kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui Kanit Reskrim Polsek Tempuling Ipda Syamsul Kamar, Rabu (3/6/2015) bahwa pelaku penganiayaan tersebut merupakan orang tua teman korban disekolah.

dipaparkan, awalnya, pada saat jam istirahat sekitar pukul 15.00 WIB korban bersama anak pelaku sedang bermain di halaman sekolah. Ditengah bermain, keduanya saling mengejek. Disaat pulang ke rumah, anak pelaku ini mengadu bahwa ia diejek teman sekolahnya Md kepada ayahnya dan sang ayah-pun tak terima dan langsung mendatangi sekolah.

Sesampaikan di sekolah, korban digiring pelaku ke ruang Perpustakaan, dalam perbincangan antara keduanya ini, pelaku terpancing emosi dan langsung menampar korban dibagian pipi 1 kali.

Padahal, lanjut Syamsul, saat itu korban sempat meminta maaf berulang kali namun tidak membuahkan ampunan dari pelaku.

Setelah kejadian itu, orang tua korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tempuling. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Tempuling . (mirwan)




Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)




Taliban Afghanistan Kecam Pembantaian Peshawar

Ratusan anak-anak tewas, sisanya meringkuk di rumah sakit: Pakistan berkabung seusai pembantaian di Peshawar. Aksi biadab itu bahkan mengundang kecaman dari sayap Taliban di Afghanistan.

0,,18135907_303,00Seratus tiga puluh dua bocah berusia antara 12 hingga 16 tahun – sebagian besar mati dengan tembakan di kepala. Seorang guru tewas dibakar hidup-hidup di depan muridnya sendiri. Lebih dari seratus lainnya mengalami luka tembakan dan dirawat di rumah sakit.

Bahkan buat Taliban Afghanistan yang kenyang perang sekalipun, kebiadaban yang dikobarkan kelompok Tahrik-i-Taliban Pakistan (TTP) di Peshawar terlalu brutal. “Pembunuhan berencana terhadap perempuan dan anak-anak melanggar dasar-dasar Syariat Islam,” kata Sabihullah Mujahid, Jurubicara Taliban di Afghanistan.

Kedua organisasi berbagi nama dan tujuan, tapi berbeda dalam strukturnya. Pembantaian di Peshawar dimaksudkan sebagai tindakan balas dendam atas operasi militer Pakistan. “Kami ingin mereka merasakan sakit yang kami derita,” kata jurubicara TTP Muhammad Khorasani.

Army Public School and Colleges di Peshawar yang dijadikan sasaran serangan, banyak menampung anak-anak perwira militer. Setelah serangan, gedung sekolah berada dalam kondisi mengenaskan. Darah berceceran di lantai dan tangga, potongan pakaian dan sepatu murid berserakan di sana sini. Beberapa ruang menghitam diselimuti jelaga.

Aula utama yang pada siang laknat itu dijadikan ruang buat ujian sekolah, sesak oleh seratus jenazah murid yang tewas ditembak. Di antara puing-puing kamar mandi, polisi menemukan potongan tubuh Tahira Qazi, sang kepala sekolah yang hancur oleh granat.

“Ini bukan tindakan manusia. Ini adalah tragedi nasional,” kata Mayor Jendral Asim Bajwa, Jurubicara militer.

Derita Orangtua Korban

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif sendiri memerintahkan tiga hari berkabung untuk mengenang korban pembantaian di Peshawar. Pemerintah Pakistan juga mencabut moratorium hukuman mati.

“Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini,” kata Sharif dalam pertemuan tingkat tinggi di Peshawar. “Bagaimana mereka meninggalkan lubang tembakan di tubuh anak-anak tak berdosa itu, bagaimana mereka menghancurkan wajah-wajah kecil itu dengan peluru.”

Ucapan belasungkawa juga datang dari Indonesia. “Pembantaian itu adalah tindakan tidak manusiawi,” yang tidak bisa ditolerir, tulis Kementrian Luar Negeri di Jakarta kepada kantor berita Antara. Pemerintah juga menyuarakan dukungan moral buat keluarga korban.

Sebagian jenazah korban segera dikuburkan pada malam hari seusai tragedi. Namun sebagian lain baru akan dimakamkan Rabu (17/12). “Dalam beberapa menit mereka menghancurkan apa yang menjadi alasan hidup saya,” kata Akhtra Hussain yang kehilangan putranya yang berusia 14 tahun.

Hussain adalah buruh konstruksi. Ia membanting tulang di Dubai selama bertahun-tahun untuk membiayai pendidikan anaknya. “Dia yang tak berdosa menghilang di balik kubur dan saya tidak sabar bergabung dengannya. Saya tidak punya alasan lagi untuk hidup,” kata Hussain sembari memukuli kepalanya sendiri.

sumber: dw.de/rnz/vlz (ap,rtr, dpa, nytimes, dawn, the nation)




Anak-Anak di Inggris dilatih Menabung Agar Tak Terlilit Hutang

ajari-anak-menabungdetikriau.org – apa yang kini dilatihkan kepada anak-anak pelajar setingkat sekolah dasar di Inggris patutlah dijadikan contoh. Melalui komunitas keagamaan di Negara setempat, anak-anak dilatih untuk dibiasakan menabung sejak usia dini.

Dikutip dari laman BBC , di Negara itu, anak-anak berumur mulai dari empat tahun sudah bisa bergabung dengan sejumlah klub menabung guna mencegah terlilit utang di kemudian hari.

Komunitas keagamaan juga mengusulkan terbentuknya jaringan sejumlah klub, yang dijalankan oleh serikat kredit di sekolah-sekolah dasar untuk membantu meningkatkan kesadaran keuangan di kalangan anak-anak.

Berdasarkan sejumlah rencana, anak-anak tersebut dapat menabung dari jumlah uang terkecil secara teratur.

Mereka juga dapat mengambil bagian untuk menjalankan sejumlah kelompok, seperti bekerja sebagai kasir junior atau manajer bank.

Para orang tua dan staf sekolah juga bisa mendaftar ke klub itu, para ibu dan ayah dapat mengatur rekening untuk menghemat biaya-biaya tertentu, seperti perjalanan dan seragam sekolah. Pembelajaran praktis ini akan diperkuat dengan sejumlah bahan pengajaran di kelas.

Pelajaran amal

Sumber-sumber pengajaran yang diusulkan akan mencakup bidang-bidang seperti memahami peran uang dalam hidup kita, bagaimana mengelola uang dan mengelola risiko dan emosi yang terkait dengan uang.

Materi pelajaran akan dilengkapi dengan ide-ide praktis bagi sekolah untuk mempromosikan nilai-nilai seperti kedermawanan, termasuk sumbangan amal dan penggalangan dana.(dro)




Bunda Paut Inhil Komitmen Dorong Anak Usia Dini Tetap Bersekolah

DSC_7864 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah Wardan berkomitmen untuk mengembangkan lembaga pendidikan PAUD sekaligus mendorong anak-anak usia dini  tetap bersekolah.

“Pada intinya kami bertekad bagaimana bisa mendukung penuh program-program pemerintah, dalam hal Pendidikan Anak Usia Dini,”ujar Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, Selasa (7/10).

Program pemerintah yang sangat sentral khusus bidang PAUD adalah pengentasan satu desa satu PAUD pada akhir tahun 2015 mendatang serta pencapaian target angka partisipasi kasar (APK) yang sudah ditargetkan pemerintah pusat.

“Secara Nasional, APK PAUD 75 persen. Sedangkan APK PAUD Inhil saat ini baru mencapai 40 persen. Dengan sisa waktu yang ada kita akan mengejar ketertinggalan itu, terutama melalui program yang sudah dibuat pemerintah daerah,”paparnya.

Masih menurut Ikha, sapaan akrab Zulaikhah, secara khusus pihaknya bertekat untuk dapat melayani anak-anak usia dini agar dapat mengenyam bangku pendidikan. Hal itu sangat sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.(dro/*1/adv pemkab inhil)