Inilah Nomor Darurat untuk Menghubungi Allah

Perkembangan teknologi semakin mempermudah manusia dalam urusan berkomunikasi. Berbicara jarak jauh ini bisa saja membahas mengenai profesi, kegiatan sehari-hari, bahkan urusan pribadi. Manusia hanya tinggal tekan nomor saja agar bisa terhubung satu sama lain.

Berbagai permasalahan kehidupan seolah sudah ada nomornya masing-masing. Namun tetap saja, mereka yang kita hubungi lewat nomor darurat ini adalah manusia yang tidak sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Sayangnya diantara kita jarang terbesit untuk menghubungi Allah? Padahal Dia memiliki nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi. Nomor ini tidak pernah berganti, dan menjadi jalan keluar bagi manusia yang memiliki permasalahan duniawi. Berapa saja nomornya?

Nomor-nomor ini bisa anda cari di dalam Alquran. Di sana Allah menjelaskan bagaimana mengatasi persoalan yang kerap kali dialami manusia. Sayangnya, manusia kerap kali memilih sesamanya untuk berbagi dibanding Sang Pencipta.

Padahal, tidak jarang mengadu kepada manusia justru akan menimbulkan persoalan baru. Berikut ini nomor yang bisa anda hubungi sesuai kondisi kehidupan yang anda alami.

1. Jika Sedang Sedih Hubungi 2:286
Nomor pertama yang bisa anda hubungi adalah 2: 286, yang artinya Surah ke dua dalam Alquran ayat 25. Nomor ini merujuk pada surat Albaqarah ayat ke-286. Anda bisa menghubungi Allah melalui surat ini ketika sedang bersedih hati.

Ayolah, jangan lagi mengadu kepada teman, sahabat atau saudara ketika hati sedang sedih. Karena tidak jarang apa yang kita ceritakan justru membebani dan membuat hati mereka pedih.

Hubungi saja Allah dengan membaca surat ini. Dalami maknanya, dan ketika hatimu bergetar artinya saat itu kita sedang terhubung dengan Allah. Surat ini memiliki arti sebagai berikut:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286).

Bagaimana? Bukankah Dia yang memberikan kesedihan itu? Sehingga kita tidak perlu untuk berlarut-larut untuk bersedih. Karena sesuai janji-Nya, Allah hanya memberikan ujian sesuai kesanggupan hamba-Nya.
Boleh juga untuk menambahkan nomor lainnya ketika sedih itu datang. Yakni pada nomor 2:216 yang berarti dalam Surat Albaqarah ayat 216 yang artinya

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

2. Jika Mencari Teman Hubungi Nomor 9:129
Kita kerap kali merasa kesepian dalam kehidupan. Tidak jarang hal ini justru membuat frustasi dan kehilangan arah. Namun tenang saja, Allah juga menyediakan nomor darurat untuk dihubungi. Angka ini merujuk pada Surat At Taubah ayat 129 yang artinya

“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

3. Jika Hati Tidak Tentram Hubungi Nomor 13:28
Nomor ini merujuk pada surat Al-Ra’d ayat 28. Ini menjadi jawaban untuk manusia yang tidak tentram dalam menjalani kehidupannya. Lihatlah bagaimana Allah memberi jawaban untuk mereka yang hatinya tidak tentram. Surat tersebut memiliki arti:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Al Ra`d:28).

4. Jika Merasa Tidak Dihargai Hubungi nomor 79:22
Ketika merasa tidak dihargai orang, kita biasanya akan marah-marah sendiri, menceritakan kekesalan yang dialami kepada orang lain dan tindakan negatif lainnya. Bersabarlah cobalah bercerita dengan Allah dengan menghubungi nomor 79:22 berikut ini. Nomor ini merujuk pada surat Al-Insan Ayat 22 yang artinya:

“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS. 79:22)

Nah lihatlah bahwa ternyata apa yang kita dapatkan merupakan balasan atas perlakuan kita sendiri. Boleh jadi hari ini kita berlaku baik, namun apa kita ingat kalau mungkin saja bertahun-tahun lalu kita juga pernah tidak menghargai orang lain. Sehingga balasannya baru diterima hari ini.

5. Jika Merasa dalam Kesulitan Hubungi Nomor 94-5-6
Dalam hidup kita sering kali mengalami kesulitan. Dalam berbagai aspek, rasanya ujian tidak henti-henti menghampiri dan membuat kita berputus asa.  Jika merasa hidup sulit, maka jangan langsung menghubungi orang lain. Karena mengadu kepada Allah ternyata lebih menenangkan hati. Silakan hubungi 94-5-6 yang merujuk pada surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang artinya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Lihatlah bagaimana Sang Pemberi Kesulitan ini menjanjikan kemudahan kepada kita. Jawaban ini tentu tidak diberikan oleh manusia jika kita mengadu kepada mereka. Manusia tidak bisa menjamin kemudahan dibalik kesulitan itu, layaknya Allah SWT.

Semoga nomor-nomor ini bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang membutuhkan pertolongan. Bacalah, jika hati bergetar artinya kita sedang terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan.

sumber: infoyunik




Lima Tanda Allah Menginginkan Kebaikan Bagi Seseorang

Lima Tanda Allah Menginginkan Kebaikan Bagi SeseorangManusia terlahir dengan berbagai karakter. Pribadinya terbentuk melalui didikan orang tua serta lingkungan yang ada di sekitarnya. Jika mendapat ajaran dan lingkungan yang baik, tentu Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang baik pula. Namun ini berlaku jika berada dalam kondisi sebaliknya.

Seseorang bisa sangat jauh dari Tuhan sehingga selalu membuat kerusakan bagi diri dan sosialnya. Kehidupan yang dipikirkan hanya seputar dunia tanpa mengingat mati. Namun Allah maha mengetahui hamba-hamba-Nya.

Jika Allah berkehendak, maka sangat mudah bagi-Nya untuk membolak-balikan hati. Dia akan menunjukan kasih sayang kepada manusia pilihan-Nya. Jika sekarang kita merasakan lima hal ini, maka bisa jadi itu tanda Allah menginginkan kebaikan bagi kita. Apa saja tandanya?

1. Dibukanya Pintu Amal Sebelum Kematian Menjelang
Pertanda pertama orang yang diinginkan kebaikannya oleh Allah SWT akan dibukakan pintu amalnya sebelum kematian menjelang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).

Dalam hadist di atas, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa orang yang Allah inginkan kebaikan kepada dia, ketika mendekati ajalnya, maka ia beramal shaleh dan bertaubat kepada Allah SWT. Sering kita jumpai orang semasa hidupnya banyak berbuat dosa, namun di akhir hayatnya ia bertaubat kepada Allah dan melakukan banyak amalan shaleh.

2. Dipercepat Sanksinya di Dunia
Selain dibukakan pintu amalnya sebelum kematian menjelang, ternyata jika Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba maka Dia akan mempercepat sanksi bagi orang tersebut sewaktu di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).

Akan tetapi, meskipun demikian kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia. Hal ini dikarenakan, belum tentu manusia yang menginginkannya akan mampu menghadapi sanksi tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim).

3. Diberikan Cobaan
Tenyata cobaan menjadi salah satu pertanda bahwa Allah menginginkan kebaikan dari seorang hamba. Oleh karenanya, hadapilah cobaan dengan ikhlas dan penuh ketakwaan kepada Allah. Jangan jadikan cobaan sebagai pelemah keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).

Selain sebagai pertanda diinginkan kebaikan oleh Allah SWT, ternyata cobaan juga bisa untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat manusia itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).

4. Difaqihkan dalam Agama
Di antara pertanda Allah inginkan kebaikan dari makhluk-Nya adalah difaqihkan dalam agama. Kefaqihan merupakan pemahaman yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).

5. Diberikan Kesabaran
Orang terakhir yang diinginkan kebaikan oleh Allah SWT adalah mereka yang diberikan kesabaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Untuk menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, selain keimanan juga sangat membutuhkan kesabaran bagi yang melakukannya. Hal ini dikarenakan iblis dan balatentaranya tidak akan pernah menyerah untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.

“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).

Demikianlah infomasi mengenai lima pertanda orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah SWT. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang sudah disebutkan serta dijauhkan dari segala keburukan.

sumber: infoyunik




Ketahui Empat Bekal untuk Menuju Surga

Ketahui Empat Bekal untuk Menuju SurgaMenjadikan diri sebagai penghuni surga bukanlah suatu perkara mudah. Ada persyaratan yang harus dijalankan agar bisa memasuki tempat terindah tersebut. Syaratnya, manusia wajib  melaksanakan amalan kebaikan dan menjauhkan diri dari dosa.

Namun, ada banyak sekali godaan dari syaitan dan kawanannya yang dilancarkan agar manusia tergelincir dalam kemaksiatan ketika berada di dunia. Karena hal inilah banyak manusia yang akhirnya terjerumus dalam lembah dosa karena kurangnya ilmu dan ajaran agama.

Oleh sebab itu, jika ingin menjadi penghuni surga saat di akhirat kelak kita harus membekali diri dengan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah. Tidak hanya itu, ternyata ada juga empat bekal untuk menuju surga. Apa saja? Berikut informasi selengkapnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani, Abu Darda berkata, “Rasulullah SAW telah memberi wasiat kepadaku agar aku melihat kepada orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskan hubungan denganku, berkata atas nama Allah dan tidak takut dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah, tidak meminta apa pun dari orang lain, dan memperbanyak bacaan hawqalah. Sesungguhnya semua itu adalah bekal menuju surga.”

1. Tak Tergoda Kenikmatan Dunia
Hal pertama yang harus dimiliki kaum muslimin untuk bekal menuju surga kelak adalah tidak tergoda dengan kenikmatan dunia. Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja, banyak orang yang kemudian terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan karena menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.

Oleh karenanya kita tidak boleh diperbudaj nafsu syaitan untuk mengejar kenikmatan dunia semata. Ketahuilah bahwa kepuasan yang sesungguhnya itu bukan berasal dari kelimpahan harta benda, akan tetapi lebih kepada keberhasilan orang tersebut dalam mensyukuri nikmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” (HR Abu Ya’la).

2. Meningkatkan Ibadah Sosial
Selain tidak tergoda pada kenikmatan dunia, kita juga dituntut untuk meningkatkan ibadah sosial agar bisa menjadi bekal menuju surga kelak. Tentu di perjalanan hidup ini kita membutuhkan orang lain dan begitu pula sebaliknya.

Pandangan yang seperti ini akan membawa hikmah berupa kesadaran akan kondisi kehidupan manusia yang harus saling tolong menolong. Ada banyak cara untuk meningkatkan ibadah sosial, seperti menolong kaum miskin, serta menjalin silaturahim antar kaum muslim.

Tentu hal tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan berjiwa besar serta penih kasih sayang terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari Muslim).

3. Berjuang di Jalan Allah
Bekal yang ketiga yaitu berjuang menegakkan kebenaran di jalan Allah SWT. Berjihad di jalan Allah merupakan salah satu perbuatan yang sangat muliah. Orang yang senantiasa melakukan ini tentu akan meyakini akan adanya pertolongan dari Allah. Serta ia tidak akan mundur dalam memperjuangkan kebenaran. Bahkan orang yang melakukan ini akan mendapatkan puncak kebahagiaannya karena berhasil memperjuangkan kebenaran dan mengalahkan kebatilan.

Allah berfirman, “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dan janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu terhadap kebenaran itu.” (QS. 2:147).

4. Hidup Mandiri dan Tidak Bergantung Kepada Orang Lain

Bekal untuk menuju surga yang terakhir adalah hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Hal ini berarti bahwa setiap orang diperintahkan agar berusaha dan bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alangkah lebih baik apabila ia hidup sederhana dengan hasil kerja kerasnya sendiri dibandingkan hidup berlimpah tetapi dari pemberian orang lain. Tentu saja rasa kenikmatannya tersebut akan berbeda.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sekali-kali seseorang itu makan makanan lebih baik daripada apa yang dimakannya dari hasil jerih payahnya sendiri. Dan Nabi Daud AS itu makan dari hasil jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari).

Demikianlah informasi mengenai empat bekal yang harus dimiliki manusia untuk menuju surga. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita memperhatikan keempat hal di atas, agar Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hidup di dunia serta limpahan karunia berupa surga saat di akhirat kelak.

Sumber: infoyunik

 




Inilah Lima Hal yang Pasti Ditanyakan Saat di Akhirat

Ternyata, Inilah Lima Hal yang Pasti Ditanyakan Saat di AkhiratKehidupan di dunia merupakan hal sementara, sedangkan kehidupan kekal akan di jalani saat di akhirat kelak. Kiamat menjadi suatu peristiwa yang pasti terjadi dan tidak bisa dielakkan oleh siapapun. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat tersebut kecuali Allah SWT.

Di akhirat kelak, umat manusia akan di timbang amalan kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan di dunia. Barang siapa yang berat timbangannya akan menjadi penghuni surga dan mereka yang menghabiskan kehidupannya dengan maksiat maka bersiaplah menahan panasnya api neraka.

Di hari kiamat kelak, dua kaki manusia tidak akan beranjak sedikit pun sebelum mendapatkan pertanyaan dan menyampaikan jawabannya. Lalu apa sajakah hal-hal yang akan ditanyakan saat di akhirat kelak? Berikut informasi selengkapnya.

1. Umur
Umur menjadi hal yang sudah pasti akan ditanyakan saat di akhirat nanti. Tentu saja pertanyaan tersebut berkaitan dnegan untuk apa saja umur tersebut kita pergunakan? Apakah untuk melakukan kesibukan duniawi saja atau mengimbanginya dengan kesibukan akhirat?

Banyak di antara kita yang lalai dengan perkara umur ini. Bahkan tidak jarang kita jumpai orang-orang yang bukan melaksanakan perintah Allah, namun justru menghabiskan separuh kehidupannya untuk berbuat maksiat dan dosa. Orang-orang yang demikian inilah yang kelak akan terjerumus ke dalam pedihnya siksa neraka karena menjadi dunia sebagai orientasi hidupnya.

Sebaliknya, mereka yang mempergunakan umurnya untuk menyibukkan diri dengan dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, membayar zakat, membantu sesama dan amalan kebaikan lainnya akan diberi keindahan surga. Oleh karenanya, janganlah menghabiskan waktu untuk berfoya-foya dan terlena dengan kenikmatan duniawi yang hanya sementara.

2. Ilmu
Perkara selanjutnya yang juga akan ditanyakan saat kiamat nanti adalah mengenai ilmu. Bagaimanakah cara kita memperoleh dan mempergunakan ilmu menjadi suatu hal yang sangat penting. Apakah kita menggunakan setiap lembar ilmu yang diperoleh untuk kebaikan atau justru menggunakannya untuk berbuat maksiat.

3. Masa Muda
Masa muda menjadi waktu yang sebenarnya harus dipergunakan untuk mendulang pahala yang sebanyak-banyaknya dari Allah SWT. Namun, pada kenyataannya saat ini banyak orang yang menghabiskan masa mudanya dengan sibuk belanja, mengikuti mode, bercampur baur dengan lawan jenis yang bukan muhrim.

Semua kegiatan tersebut ternyata menjadi ladang untuk mengumpulkan dosa. Maka beruntunglah bagi mereka yang menggunakan masa mudanya untuk menuntut ilmu akhirat dengan tidak melupakan ilmu dunia. Rajin mendatangi majelis taklim dan bertemu dengan orang-orang shaleh, menjaga diri dari perbuatan zina serta tidak suka melakukan perbuatan sia-sia lainnya.

4. Harta (Cara Mendapatkannya)
Pertanyaan yang tidak kalah penting akan ditanyakan saat kiamat kelak adalah perkara harta. Ada dua pertanyaan terkait harta ini, yang pertama mengenai bagaimana cara kita memperolehnya. Apakah kita mendapatkan harta dengan cara menipu, mencuri, melakukan korupsi atau perbuatan dosa lainnya. Ataukah kita mendapatkan harta tersebut dengan cara yang baik, berkah dan halal. Tentu saja cara kedua inilah yang mampu bermanfaat di dunia dan akhirat.

5. Harta (Cara Memanfaatkannya)
Pertanyaan selanjutnya mengenai perkara harta adalah cara memanfaatkannya. Apabila kita mendapatkan harta dengan cara yang buruk, maka kemungkinan besar harta itu juga akan digunakan untuk keburukan. Misalnya mendapatkan harta dari hasil korupsi, bisa jadi digunakan untuk zina, hura-hura dan sejenisnya.

Namun tidak semua orang yang mendapatkan harta dengan cara buruk mempergunakanya untuk keburukan juga. Harta tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti bersedekah dengan hasil uang curian. Namun perlu diketahui bahwa Allah tidak akan menerima kebaikan kecuali dengan cara dan sumber yang baik pula.

Ada pula orang yang mendapatkan harta dengan cara yang baik namun menggunakannya untuk keburukan. Misalnya ia mencari harta dengan menjadi seorang kuli bangunan, akan tetapi mempergunakan harta tersebut untuk berjudi, ikut pesta minuman keras dan maksiat lainnya.

Cara memanfaatkan harta yang terakhir adalah mendapatkan dengan baik dan mempergunakannya di jalan kebaikan. Orang yang demikian ini adalah orang yang beruntung sebab mereka menjemput rezeki dengan cara yang baik dan memanfaatkanya di jalan Allah.

Demikianlah informasi mengenai lima hal yang sudah pasti ditanyakan saat hari kiamat kelak. Sebagai kaum muslim kita harus mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melaksanakan dengan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya agar mendapatkan indahnya surga seperti yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang beriman.

sumber: infoyunik

 




Dosen Ini Tawarkan Batu Berlafaskan Allah Rp 2 M

Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan
Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang Dosen disalah satu Universitas ternama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jamaluddin Harisman menawarkan batu cincin senilai Rp 2 miliyar saat pameran di lantai 3 Dayang Suri Tembilahan, Rabu (8/4/2015).

Menurutnya, penawaran harga batu yang sangat tinggi ini dikarenakan di batu itu terdapat ukiran warna hitam berlafaskan Allah.

“Baru kali ini saya menawarkan, nama batu ini Belimbing Aceh dengan berat kurang lebih 35 krat,” katanya

Ia menerangkan, batu akik berlafaskan Allah miliknya itu berasal dari Aceh. Dimana, sebelumnya sekitar seminggu yang lalu batu tersebut masih berbentuk batu bongkahan dengan berat setengah kilo gram.

Waktu itu juga, pensiunan pejabat Inhil ini langsung mengolahnya menjadi batu cincin. Dan secara murni tampak lafaz Allah tersebut.

“Selain adanya lafaz Allah, yang menjadi pertimbangan kualitas batunya juga bagus. Saya tau batu ini bagus karena setidaknya saya sudah 40 tahunan menjadi kolektor batu cincin,” Tandas Jamal. (mirwan)




Usai Gugatan BG Dikabulkan, SBY: Ya Allah, Tolonglah Kami

JAKARTA — Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (16/2) menilai penetapan status tersangka Komjen Budi Gunawan (BG) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sah.

Usai keluarkan keputusan yang dibuat oleh Hakim Sarpin Rizaldi itu mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun berkicau di Twitter.

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, Pemimpin, bangsa dan negara kami tengah Engkau uji sekarang ini. Tolonglah kami,” kicau SBY lewat akun Twitternya @SBYudhoyono.

“Ya Allah, beri pencerahan batin & kekuatan akal sehat kpd para elite & pemimpin bangsa, agar dpt mengambil pilihan yg tepat & bijak”.

“Ya Allah, kami malu mengatakan, di balik prahara ini, ternyata banyak kisah & drama yg berkaitan dgn nafsu utk meraih kekuasaan”.

Apakah kicauan SBY tersebut ditujukan untuk Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin bangsa? Entahlah. Yang pasti SBY berkicau cukup lama di ranah Twitter.

“HambaMu memohon,  tuntunlah para pemimpin kami agar mengutamakan kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi masing-masing”.

SBY berharap kemelut politik yang tengah menyelimuti Indonesia segera berakhir. Pun, suami Ani Yudhoyono ini memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa.

“Dgn kekuasaanMu pula ya Allah, semoga kemelut politik ini segera berakhir. Masih banyak tugas negara & pemimpin utk rakyat Indonesia”. (republika)