Sambut Ramadhan, Diskes Gelar Halal bi Halal

“Bersegeralah memohon ampunan kepada Allah SWT, karena hal itu menjadi kunci memasuki Bulan Suci Ramadhan”

Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan
Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Halal bi Halal menyambut tibanya Bulan Suci Ramadhan 1436 H, di aula Wijaya Kusuma Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, Selasa (16/6/2015).

Perhelatan religius yang menghadirkan Al Ustadz Rukhiyat ini, dihadiri oleh Sekretaris Diskes, Ridwan Mkes, pejabat eselon III dan IV di lingkungan Diskes dan Puskesmas di Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu, para PNS dan honorer, serta Dharma Wanita di lingkungan Diskes Inhil.

Jajaran PNS di lingkungan Diskes Inhil sedang emndengarkan tausiyah agama
Jajaran PNS di lingkungan Diskes Inhil sedang emndengarkan tausiyah agama

Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan dalam sambutannya berharap agar momentum tersebut dapat dijadikan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturrahmi dan saling bermaafan antar sesama menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan.

“Semoga kita semua dapat mempersiapkan diri dengan baik saat menyambut datangnya bulan puasa yang penuh berkah ini, serta tetap mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan maksimal,” tutur Ridwan.

Sementara itu, Al Ustadz Rukhiyat dalam tausiyahnya mengajak seluruh yang hadir, untuk melaksanakan ibadah puasa dengan baik dan benar selama hampair satu bulan guna memperoleh keberkahan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini termasuk dalam salah satu kemuliaan Ramadhan,” terangnya.

Selanjutnya, Al Ustadz Rukhiyat berpesan agar seluruh umat Islam dapat melakukan berbagai persiapan menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan ini yaitu dengan bersegera memohon ampunan kepada Allah SWT, karena hal itu menjadi kunci memasuki Bulan Suci Ramadhan. (adi/adv)

“Ada 3 kelompok manusia yang tidak diterima amal ibadahnya di Bulan Ramadhan, yakni anak yang durhaka kepada orang tua, tetangga yang jahat kepada tetangganya, suami yang zalim kepada isteri ataupun sebaliknya. Untuk itu, jika kita termasuk dalam salah satu golongan ini, maka bersegeralah memohon ampunan kepada Allah SWT dan saling memaafkan antar sesama,” imbuhnya.(adi/adv)




Allah Pun Rindu

Oleh: Ustaz Yusuf Mansur

gbr ilutrasi rolTak ada yang sulit atau susah bagi Allah SWT. Semuanya sangat mudah. Hanya kita saja malas, enggan meminta kepada Allah.

Begitu pelitnya, sampai-sampai masalah yang kita hadapi pun, tak mau kita bagi dengan Allah. Kita selalu berusaha menyelesaikan semua masalah sendirian, dan tidak mau berbagi dengan-Nya.

Ketika kita punya banyak kesempatan dan peluang, kita pun berusaha sendirian mengejar ‘mimpi’. Karena kita merasa mampu dan kuasa. Seakan kita tidak membutuhkan pertolongan Allah. Kalaupun butuh, hanya seperlunya saja.

Pada kondisi inilah, akhirnya Allah “menyapa” kita. Allah rindu sama kita. Allah kemudian menghidangkan ujian dan beragam kebutuhan untuk kita. Ujian dan kebutuhan itu dihidangkan, agar kita ingat dan semakin dekat serta meminta pertolongan kepada-Nya. Tapi, begitulah manusia. Entah di tengah-tengah musibah atau keperluan, kita lalai dan lupa.

Saya beri beberapa contoh. Seorang pengusaha, membutuhkan proyek agar usahanya tetap berjalan dan bisa menggaji karyawannya. Dengan itu, seharusnya dia ingat kepada Allah, karena Allah-lah yang telah menghadirkan semua kebutuhan itu.

Namun, pengetahuan kita terhadap Allah begitu lemah dan tipis. Apalagi keyakinan kita. Karena itu, kita tidak segera berlari menuju Allah. Sebaliknya, kita malah mendatangi manusia, relasi, pelanggan, dan lain sebagainya untuk memaksimalkan semua pemasarannya. Sementara yang inti, yakni Allah, malah tak diingat kecuali sedikit.

Sampai-sampai, ketika seseorang lapar, juga tak menyadari bahwa yang memberi rasa lapar itu adalah Allah. Mestinya dengan lapar, yang pertama kali kita ingat adalah Allah. Kita menyebut nama-Nya. Tapi apa daya, kita lebih ingat nasi goreng, nasi padang, nasi warteg, sehingga demikian itu yang kita sebut dan kita cari.

Dengan sangat cerdas, kita tahu di mana orang yang menjual makanan yang kita inginkan itu. Setelah itu kita bergegas ke sana. Tapi Allah? Kita kayak nggak tahu, nggak kenal. Sebab kita nggak mendatangi dan menyebut nama-Nya. Bahkan ketika Allah memanggil kita dengan panggilan “wakil-wakil-Nya” di dunia ini, yakni muazin, kita tak bersegera mendatangi-Nya.

Saudaraku, segala masalah dan kebutuhan pasti akan selalu ada. Sebab itu Allah juga ada. Bila kita mengingat Allah dalam setiap masalah dan keperluan, bersegeralah mendekat pada-Nya. Kenali Allah lebih dekat lagi.

Saya suka berkata kepada diri sendiri. Ketika Allah menguji kita, menghadiahkan berbagai persoalan hidup, sebenarnya Allah rindu dengan kita. Kita diminta menyebut nama-Nya dengan sepenuh hati, bahwa hanya Dia yang bisa memberi pertolongan dan menyelesaikan semua masalah dan keperluan.

Bayangkan, bila Allah menutup semua pintu penyelesaian? Kita tidak punya solusinya. Ke mana kita akan mencari jawabannya? Walau punya uang hingga miliaran dan triliunan, tapi semua itu tak mampu menyelesaikan semua masalah. Kekayaan itu pun tak berarti apa-apa.

Karena itu, mari bersegera mengingat Allah, mari lebih mendekat lagi kepada-Nya. Adukan semua permasalahan dan kebutuhan, baik di kala suka maupun duka. Karena, hanya Dia yang bisa, Sang Mahapenyelesai Masalah dan kebutuhan kita. Sungguh, Allah sangat rindu kepada kita semua.(rol)




Pemkab Inhil Peringati Isra’ dan Mi’raj

Tembilahan (www.detikriau.org) — Kamis, 12 Juli 2012 bertempat di halaman kantor Bupati Inhil, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo menghadiri acara Peringatan Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus dilaksanakan kegiatan Silaturrahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan 1433  H / 2012 M di Lingkungan Pemkab Inhil. Kegiatan ini di ditaja oleh KORPRI Kab.Inhil.

Dalam sambutannya, Wabup mengatakan sungguh merupakan nikmat yang tiada terkira bagi diri pribadinya dan Pemkab Inhil,karena pada kesempatan itu dapat hadir bersama-sama untuk memperingati Isra’ Mikraj sekaligus Silaturrahmi menyambut Bulan Suci Ramadhan.

“Dalam kesempatan ini kita tentunya memohonkan  keselamatan dunia dan akhirat, sekaligus berma’af-ma’afan untuk membersihkan diri di bulan yang penuh berkah,bulan yang penuh kasih sayang , penuh ampunan, serta merupakan bulan yang menjadi kesempatan emas bagi kita semua yang beriman untuk beribadah dan berlomba-lomba mengumpulkan pahala.”Pesan Wabub

Lebih lanjut wabup menyampaikan pada kesempatan yang penuh khidmat dan rahmat ini atas nama pribadi,keluarga dan Pemkab Inhil, ia  memohon ma’af sedalam-dalamnya jika dalam kebersamaan    baik di lingkungan pekerjaan, bermasyarakat, dan berorganisasi terdapat kekhilafan, kesalahan yang  sadari ataupun yang tidak  diketahui. Wabub berharap adanya ketulusan untuk mema’afkan. “Insya Allah melalui kegiatan seperti ini akan semakin memantapkan niat dan  tekad kita untuk menyempurnakan dan melaksanakan Ibadah puasa.”Imbuh Wabub

Acara ini menghadirkan Penceramah Al- Ustadz Masriadi,Lc, MA yang juga Dosen UIN Pekanbaru. Dalam Tausiyahnya ia menguraikan tentang Keutaman Ibadah shalat Wajib Lima waktu. lebih lanjut ia mengatakan dalam menyambut bulan suci ramadhan yang harus kita lakukan antara lain, mensyukuri karena masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci tersebut.” gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya, perlihatkan kebaikan kita kepada Allah SWT dengan cara bertaubat dengan segala dosa yang pernah dilakukan, jaga baik hubungan sesama manusia dan  masuki bulan Ramadhan dengan hati yang suci.” Pesan Ustadz

Acara ini dihadiri oleh Unsur MUSPIDA, para pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serata para PNS dan honorer. (Wai/Humas Pemkab Inhil)




LOMBA RANGKAI BUNGA IBU-IBU SEBERANG TEMBILAHAN

Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mewarnai peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, kaum Ibu-ibu Kelurahan Seberang Tembilahan, Minggu (5/2) mengadakan lomba merangkai bunga. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Muslimin NU Indragiri Hilir (Inhil), Hj Sri Mulyani beserta pengurus organisasi wanita lainya yang melakukan penilaian lomba merangkai bunga.

Pada kesempatan tersebut Ketua Muslimin NU Kab. Inhil, Sri Mulyani, mengatakan bahwa kaum wanita harus mampu memainkan peran dalam berbagai bidang pembangunan, sebagaimana yang sudah diperjuangkan oleh Rasulullah SAW, yakni memperjuangkan tingkat derajad wanita.
“Pada masa silam Rasul kita Nabi Muhammad SAW dengan penuh ke imanan dan ketaqwaanya memperjuangkan derajat kaum ibu atau perempuan,” kata Sri Mulyani, sambilmengatakan Fakta sejarah menunjukkan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW telah menebarkan sinar pada dunia yang telah diselimuti kabut kegelapan, Islam telah mampu bergerak membawa peradaban yang cemerlang.
Oleh sebab itu, lanjutnya, peranan wanita sangat besar dan wanita harus membekali diri dengan aneka ragam keterampilan serta turut meningkatkan kulitas diri dengan bersekolah formal maupun non formal. “ Dengan semakin ketatnya persaingan hidup dimasa sekarang dan masa mendatang, maka kita harus lebih aktif meningkatkan kemampuan diri agar tidak tergilas dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu Ustad Fahrudin dari Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi pada kesempatan yang sama meminta warga untuk menauladani prilaku Nabi besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-sehari. Karena menurutnya, tauladan Nabi Muhammad akan mengantarkan umat ke jalan yang di ridoi Allah SWT.
“Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Kita jadikan Muhammad suri tauladan dalam kehidupan,” ajaknya. Dalam perjalanan kehidupan, umat Islam harus memiliki tujuan kebaikan
bagi semua makhluk dengan tidak melupakan harmonisasi kehidupan antarumat beragama. Dengan peringatan Maulid Nabi bisa mengingatkan kita untuk selalu membaca shalawat ( doa keselamatan untuk Nabi ) karena membaca shalawat mengandung manfaat dan keutamaan.  Maulid ini juga merupakan langkah kita untuk membangkitkan kecintaan kepada beliau sekaligus mengenang jasa-jasa beliau sebagai suri teladan,” katanya. (dra)