Eggi Sudjana Bantah Aksi Bela Tauhid Ditunggangi Politik

Massa Berunjuk Rasa Soal Pembakaran Bendera HTI ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )

Jakarta – Perwakilan dari masa aksi bela Tauhid Eggi Sudjana membantah aksi massa ditunggangi kepentingan politik. Apalagi saat ini sedang kampanye menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Apa kepentingan politik yang disampaikan? Kan enggak ada. Enggak ada teriak-teriak ganti presiden. Ini murni membela kalimat Tauhid. Ini salah sasaran,” kata Eggi seusai menemui Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto, di Kemko polhukam, Jakarta, Jumat (2/11).

Ia menyebut, tuduhan itu sebagai fitnah terhadap aksi bela Tauhid. Karena massa yang ikut demonstrasi bukan massa dari calon presiden (capres) tertentu.

Sebagaimana diketahui, Eggi sendiri sebagai anggota tim sukses dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Eggi menjelaskan, yang dituntut oleh peserta aksi adalah adanya pengakuan dari pemerintah bahwa bendera yang dibakar bukan bendera dari organisasi HTI, tetapi bendera Tauhid. Pasalnya, dalam bendera yang dibakar, tidak ada simbol atau tulisan HTI. Bendera itu murni bertuliskan kata-kata Tauhid.

“Yang paling krusial itu menentukan yang dibakar itu bendera apa. Menurut keterangan Wakapolri dari Banser yang bakar dianggap bendera HTI. Sementara HTI sendiri menyatakan eggak ada bendera. Tapi tadi di-update katanya ada. Sementara kita berpendapat itu bendera Tauhid karena yang dibakar eggak ada tulisan HTI,” tutur Eggi.

sumber: suarapembaruan/beritasatu.com




Selesaikan Polemik Pembakaran Bendera Berlafaz Tauhid, Menkopolhukam Akan Kumpulkan Seluruh Ormas Islam

pertemuan wiranto dengan perwakilan massa aksi bela tauhid di kantor menkopolhukam (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)

Jakarta — Menkopolhukam Wiranto akan kumpulkan seluruh ormas islam untuk menyelesaikan polemik pembakaran bendera berlafaz tauhid.

“Saya akan lakukan satu langkah untuk menginisiasi pertemuan antar umat Islam, antar ormas yang mempunyai kepedulian masalah kebangsaan, terutama masalah ini,” kata Wiranto dalam pertemuan dengan perwakilan massa aksi bela tauhid jilid II di Kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (2/11) dilansir melalui kumparan.com

Dalam pertemuan itu, Wiranto mengatakan akan mengumpulkan seluruh ormas umat Islam untuk menyelesaikan polemik pembakar bendera berlafal tauhid.

menurutnya, polemik pembakaran bendera ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Masalah ini, merupakan masalah umat Islam sehingga harus diselesaikan oleh umat Islam.

“Karena ini tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Tidak bisa satu kelompok menjustifikasi merasa benar, tidak bisa. Ini masalah umat Islam yang harus diselesaikan umat Islam,” tuturnya.

Selain itu, Wiranto juga meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Sebab, ia bersama dengan perwakilan ormas sudah melakukan pembicaraan secara kekeluargaan dan penuh tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kita sama-sama bersikap ini jangan sampai menyebabkan tidak akur, jangan sampai merugikan bangsa. Saya akan sampaikan pertemuan ini kepada Presiden RI Pak Jokowi,” pungkasnya./*

 




Wiranto Ajak Dialog 11 Perwakilan Massa Aksi Bela Tauhid

Menko Polhukam Wiranto menerima langsung 11 orang perwakilan massa Aksi Bela Tauhid Jilid II yang sejak siang menggelar demo di Jalan Medan Merdeka, Jakarta. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menerima langsung beberapa orang perwakilan massa Aksi Bela Tauhid Jilid II yang sejak siang menggelar demo di sekitar Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Wiranto turut didampingi Sekretaris Menko Polhukam Mayjen Agus Surya Bakti serta Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto yang turut hadir di Kantor Kemenko Polhukam.

Tampak 11 orang perwakilan aksi memasuki kantor Kemenko Polhukam sekitar pukul 14.50 WIB.

Dari beberapa perwakilan massa aksi itu, tampak Ketua PA 212 Slamet Maarif, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththat, Eggi Sudjana, Hanif Alatas dan Asep Syarifuddin.

Perwakilan itu terlihat menggunakan pakaian muslim serba putih dan beberapa terlihat mengenakan ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid berwarna hitam.

Media massa sama sekali tidak bisa meliput langsung pertemuan tersebut karena berlangsung secara tertutup.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung secara tertutup.

Wiranto di Kompleks Istana Bogor sebelumnya menganggap Aksi Bela Tauhid hari ini sebagai gerakan yang sia-sia. Wiranto menganggap permasalahan yang berawal dari pembakaran bendera bertuliskan Tauhid ini sudah selesai.

Pelaku, kata Wiranto, sudah meminta maaf. Organisasi induknya yakni Banser juga sudah meminta maaf dan menyesalkan aksi itu. Tak hanya itu, permasalahan ini juga sudah diproses hukum.

“Apakah perlu lagi? Mubazir dengan apa perlu sama, bahasanya sama. Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan,” kata Wiranto.

Aksi Bela Tauhid digelar sebagai bentuk protes pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh Banser NU. GP Ansor menegaskan bendera yang dibakar oleh anggota Banser di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia.

Pembakar bendera telah diamankan polisi dan diproses hukum. Polda Jawa Barat yang menangani kasus telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Garut.

CNN Indonesia




Aksi Bela Tauhid jilid II, Ribuan Umat Islam Bergerak Menuju Istana

Jakarta – Ribuan umat Islam yang tergabung dalam Aksi Bela Tauhid jilid II bergerak menuju Istana Negara Jakarta di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/11).

Peserta Aksi Bela Tauhid II mayoritas menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat itu secara bertahap menyiapkan barisan di depan Masjid Istiqlal, tepatnya di pintu gerbang, seberang Gereja Katedral.

Kibarkan bendera bertuliskan kalimat tauhid sambil long march menuju Istana Negara, peserta aksi mengumandangkan yel-yel, “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah”.

“Saudara-saudaraku jangan sampai bendera Tauhid menyentuh tanah,” pesan salah satu orator melalui pengeras suara dilansir melaui rmol.co

Jumlah peserta yang mengikuti aksi kali ini jauh lebih banyak dari Aksi Bela Tauhid I yang digelar pekan lalu. Hampir seluruh peserta membawa bendera Tauhid berbagai ukuran.

Mereka akan terus mendesak dalang pembakaran bendera Tauhid pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut dihukum berat.

“Hidup dan mati kami hanya untuk tangkap dan penjarakan lelaki dan pihak yang menyuruh melakukan pembakaran bendera Tauhid umat Islam,” bunyi pesan yang ditulis di sisi atas dan bawah bendera Tauhid

Akses Ke Istana Ditutup, Massa Aksi Bela Tauhid Tertahan Di Patung Kuda

Aparat keamanan menutup Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat terkait dengan adanya Aksi Bela Tauhid jilid II.

Dengan penutupan itu, peserta aksi tertahan di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, persis di depan pintu Tugu Monas sisi barat.

Mereka tidak bisa menyampaikan aspirasi di depan kantor Kemenko Polhukam dan Istana Negara Jakarta.

Jalan ditutup dengan kawat berduri dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Di belakang kawat, berdiri personel keamanan dari kepolisian.

Dari atas mobil komando, seorang orator meminta beberapa pentolan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan aktivis Islam untuk maju mendekat.

“Kepada para delegasi yang akan menemui Presiden di Istana, kami harapkan maju ke depan mobil komando, dekat jembatan penyeberangan,” serunya

Dia pun memanggil para ulama maupun aktivis Islam satu persatu. Mereka adalah KH Ahmad Mihdan, KH Nasir Zein, Eggy Sudjana, Ustaz Slamet Ma’arif, Habib Hanif Alatas, KH Sobri Lubis, KH Kurtubi, KH Abdurrasyid Asyafii, KH Muhammad Al-Khattath, Hj Neno Warisman.

“Nanti akan dipimpin oleh Ustaz A Mashuri untuk menuju ke Istana dengan mobil,” pungkasnya.

Namun dikabarkan, saat ini Presiden Joko Widodo sedang tak ada di Istana Negara. Dia sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar Istana.

Editor: Faisal

Sumber: rmol