Polisi Minta Kapitra Tunda Aksi Tandingan 212

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Foto: SINDOnews/Ari Sandita

Jakarta – Pihak Intelijen tidak menyarankan kubu Kapitra Ampera menggelar aksi Kontemplasi 212 atau aksi tandingan Reuni 212 di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018 mendatang.

Polisi menyarankan agar aksi Kontemplasi 212 itu ditunda atau tidak bersamaan dengan aksi Reuni 212.

“Kami sarankan untuk ditunda,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (30/11/2018). dilansir dari sindonews.com

Menurut dia, surat pemberitahuan akan adanya aksi tandingan 212 yang digagas oleh caleg PDIP Kapitra Ampera, sudah diterima oleh Polda Metro Jaya. Aksi tersebut rencananya digelar di tempat yang sama dengan lokasi Reuni 212, dan dengan waktu yang sama.

“Namun, setelah ada surat dari Intelijen yang melihat seperti apa, dari Intelijen menyarankan pada panitia untuk ditunda pelaksanaannya,” tuturnya.

Maka itu, polisi sekali lagi menyarankan agar aksi tandingan tersebut ditunda pelaksanaannya. Atau aksi tandingan itu disarankan tidak digelar bersamaan dengan Reuni 212 di Monas, pada 2 Desember 2018 mendatang.




Persiapan Reuni Aksi 212 Sudah 95 Persen

Foto: kbr.id

Jakarta — Panitia penyelenggara mengklaim persiapan acara Reuni Aksi 212 pada 2 Desember mendatang hampir rampung. Sesuai rencana, aksi tetap sesuai rencana dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

“Persiapan sudah 95 persen,” kata Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi saat dihubungi, Kamis (29/11) dilansir CNN Indonesia

Maman yang bertindak sebagai koordinator keamanan Reuni 212 mengatakan aksi akan diselenggarakan secara damai. Para peserta dipastikan tidak terprovokasi dengan segala bentuk aksi lainnya, termasuk kabar rencana aksi tandingan yang digagas Kapitra Ampera.

Menurutnya, massa aksi 212 sudah cukup dewasa menunjukkan bahwa umat Muslim bisa menyampaikan aksi dengan santun. Koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov DKI, kata Maman, sudah intensif dilakukan.

“Satu juta bendera kalimat tauhid siap dikibarkan,” kata Maman.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 sekaligus penanggung jawab acara reuni itu, Slamet Maarif, mengatakan hal tersebut diputuskan demi menunjukkan aksi itu tak disusupi salah satu kandidat Pilpres 2019.

“Ini bukanlah ajang politik praktis atau kampanye pasangan calon tertentu. Malah kami melarang peserta mengenakan atribut politik. Cukuplah pakai pakaian putih-putih, atribut tauhid: boleh kaos, boleh bendera, boleh topi,” kata Slamet dalam jumpa pers di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (28/11).

Sementara itu, Ketua Divisi Acara Reuni 212, Neno Warisman mengatakan Dewan Pembina Tunggal Persaudaraan Alumni 212 Rizieq Shihab bakal hadir di acara.

“Insyaallah kita bisa menghadirkan bukan hanya suara, tapi juga wajah Habib Rizieq Shihab,” kata Neno.

Rizieq dijadwalkan untuk memberikan tausyiah kepada peserta aksi. Selain itu, akan ada penghargaan bagi anak-anak penghafal Alquran.

Panitia juga akan melakukan telekonferensi dengan jemaah di luar Jakarta untuk mengakomodasi antusiasme mereka.

“Spirit ini bukan cuma milik orang Jakarta, tapi milik dunia dan kami video conference dengan muslim Amerika, Australia. Kita bisa lakukan video conference,” kata Neno.