Perhatikan ! , Wasiat Rasulullah SAW Untuk Kaum Muslimin di Akhir Zaman

Foto: Net

Dari Ma’qil bin Yasar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Beribadahlah pada waktu terjadi al Haraj (pembunuhan) seperti hijrah ke saya.” (HR Muslim, Turmudzi, dan Ibnu Majah)

Dari Zubair bin Adly bahwa ia melaporkan kepada Anas setelah perdebatan, lalu Ia (Anas) berkata, “ Bersabarlah kalian !, Susungguhnya, tidak akan datang pada kalian suatu zaman kecuali yang lebih jelek daripadanya hingga kalian menjumpai Tuhan kalian. Ini saya dengar dari Nabi SAW.” (HR Bukhari dan Turmudzi)

Dari Tsauban ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya yang paling aku takuti dari umatku adalah para pemimpin yang sesat. Jika meletakkan pedang pada umatku, ia tidak akan mengangkatnya sampai hari kiamat.” (HR Abu daud dan Ibnu Majah)

سنن ابن ماجه ٤٠٢٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (Sunan Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra bahwa Rasulullah SAW bersabda , “ Bagaimana denganmu jika kamu berada di tengah kekacauan, janji janji dan amanat mereka abaikan, kemudian mereka berselisih seperti ini ?” Lalu, beliau menyilangkan antara jari jari. Abdullah bin Amr bertanya,” Lalu , dengan apa engkau menyuruhku?” Beliau menjawab, “Jagalah rumah, keluargamu, lidahmu, dan lakukanlah apa yang kamu tahu dan tinggalkan yang mungkar, serta berhati hatilah dengan urusanmu sendiri, lalu tinggalkanlah perkara yang umum “ (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Dari Hudzaifah bin al Yaman ra bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah setelah kebaikan akan datang kejahatan?” Beliau menjawab, “ Ya, banyak penyeru yang mengajak ke pintu jahanam, maka, barangsiapa yang mengijabahnya (mengikutinya), mereka akan dilemparkan ke dalamnya.” Aku bertanya,”Sifatkanlah mereka itu kepada kita.” Beliau SAW berkata,”Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita,” Aku berkata,”Lalu, kau suruh apa ketika aku melihatnya?” Beliau SAW menjawab, “Lazimilah (berpeganglah) pada jamaah muslimun dan imam mereka.” Aku berkata,” Jika tidak ada jamaah dan Imam?” Beliau SAW menjawab,” Jauhilah semua kelompok itu meskipun akar pohon melilitmu hingga maut menjemputmu, dan engkau tetap seperti itu.” (HR Muslim)

Dari Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Wahai Abu Dzar, bagaimana kamu jika berada dalam kekacauan?” Lalu beliau SAW menyilangkan  jari jarinya. Abu Dzar berkata, “ Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, ya Rasulullah?” beliau menjawab,”Bersabarlah ! bersabarlah ! manusia akan berpura pura dengan akhlak dan perbuatan mereka.” (HR Hakim dan Baihaqi)

Sumber : eramuslim.com / mahir Ash Shufiy , Asyrath as Sa’ah al Alamat ash Shugra wa al Wustha

 




Kemunculan Dajjal dan Tanda Berakhirnya Dunia

Tiap hari, bulan dan tahun yang berlalu merupakan langkah-langkah kecil alam semesta ini menuju kebinasaannya. Sungguh kita lalai dalam memperhatikan hal ini, terlena dan pasrah oleh tipu daya dunia yang menjauhkan kita dari akhirat. Wahai umat akhir zaman, ingatlah kembali bahwa telah datang sebuah peringatan dari baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengenai tanda-tanda berakhirnya dunia.

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari bahwa Rasulullah bersabda


“Sekali-sekali kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat 10 tanda-tandanya; asap, Dajjal, binatang melata, matahari terbit dari barat, turunya Isa putra Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tenggelamnya 3 daratan (daratan timur, daratan barat dan daratan Jazirah Arab) dan keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke padang mahsyar mereka” (HR. Shahih Muslim)

Sementara dalam riwayat lain ditambahkan, “Dan yang kesepuluh adalah angin yang menerpa manusia di laut.” (HR. Shahih Muslim)

Peringatan ini diperkuat dalam riwayat Imam Muslim lainnya, dari Abu Hurairah secara marfu’, “Ada tiga hal manakala telah muncul, maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya; terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal dan binatang melata.”

Beberapa riwayat lainnya juga menyerukan peringatan yang serupa; datangnya Dajjal sebagai tanda kiamat besar. Namun, siapakah Dajjal? Bagaimana rupanya?

Dajjal ialah mahluk Allah yang diberikan kelebihan-kelebihan seperti menghidupkan orang yang mati, menumbuhkan tumbuhan di tanah yang gersang dan memerintahkan langit serta bumi untuk tundak pada perintahnya (hujan turun, keluar harta dari perut bumi dan sebagainya). Hal-hal ini dilakukan oleh Dajjal agar manusia berpaling dari Allah sehingga mereka hidup dalam kesesatan nyata di penghujung dunia.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda :

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui gerak-gerik kalian. Sesungguhnya Allah tidaklah buta sebelah mata-Nya, sedangkan Al-Masih Ad-Dajjal mata kanannya buta. Matanya mirip sebutir anggur yang mengapung (melotot keluar).” (HR. Shahih Bukhari dan Muslim)

Sementara dalam hadits lain, yang diriwayatkan oleh Anas secara marfu’,

“Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya perihal mahluk yang sebelah matanya buta lagi banyak dusta. Ketahuilah bahwa dia benar-benar buta, sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’.” (HR. Shahih Bukhari dan Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk berhati-hati terhadap segala kebohongan yang dibawa oleh Dajjal.

Dari Hudzaifah diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Dajjal itu mata kirinya buta, rambutnya lebat, dia membawa surga dan neraka. Maka yang kelihatan neraka sesungguhnya surga, sedangkan yang kelihatannya surga sesungguhnya neraka.” (HR. Shahih Muslim)

Tapi, janganlah gentar, wahai umat yang agung! Tiada daya dan upaya, kecuali atas kehendak Allah. Rasulullah tidak akan pernah melupakan umatnya dan akan terus menjaga kita hingga hari akhir nanti selama kita berpegang teguh pada sunnahnya.

Diriwayatan dari An-Nawwas bin Sam’an bahwa Rasulullah pernah bersabda,

“Jika ia (Dajjal) datang, sedang aku masih bersama kalian, niscaya aku akan menghadapinya sebagai pembela kalian. Namun jika dia datang, sedang aku sudah tiada, maka setiap orang menjadi pembela dirinya sendiri dan Allah Dzat pelindung bagi setiap muslim setelah kepergianku. Sesungguhnya Dajjal ialah seorang pemuda berambut keriting, matanya menojol keluar (melotot), menurutku dia mirip ‘Abdul ‘Uzza bin Qothon. Barang siapa  di antara kalian bertemu dengannya, maka bacalah ayat-ayat permulaan surat Al-Kahfi kepadanya, sebab ayat-ayat tersebut ialah pelindung kalian dari kejahatan fitnahnya. Sesungguhnya ia datang dari Khullah (menurut Ibnu Al-Atsir, sebuah jalan antara Syam dan Irak), kemudian ia akan berbuat kerusakan di kanan dan kirinya (sekitarnya). Oleh sebab itu, berteguh hatilah kalian, wahai hamba-hamba Allah!”

Wahai umat yang telah terbebas dari kebodohan iman, rapatkanlah barisan di penghujung zaman ini. Sungguh kejahatan semakin bersatu dalam misi menghancurkan kita. Berpegang teguhlah pada apa yang telah Rasulullah wasiatkan kepada kita; Al-Quran dan Al-Hadits, niscaya kita akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terpelihara dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

“Selama antara penciptaan Adam dan terjadinya hari kiamat, tak ada mahluk ciptaan Allah yang lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Wallahu’alam.

sumber: muslimahdaily.com