Bupati Yopi Lantik Alfian Rachmat Sebagai Direktur PDAM Tirta Indra

Rengat, detikriau.org – Bupati Inhu H Yopi Arianto melantik Alfian Rachmat SE sebagai Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indra, Kamis (18/8) di Aula Bappeda dan Litbang Inhu. Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Inhu Nomor 312/VIII/2016. Alfian Rachmat menggantikan Ir Ahmad Hafiz yang telah dua periode memimpin PDAM Tirta Indra Rengat.

Pelantikan Direktur PDAM Tirta Indra ini merupakan pergantian pejabat pertama di periode kedua kepemimpinan Bupati Inhu H Yopi Arianto. “Tidak terasa sudah lebih enam bulan saya menjabat sebagai Bupati di periode kedua ini. Sesuai aturan, saya sudah dapat melakukan proses untuk memilih “kabinet” yang akan membantu saya dalam bekerja,” ujar Bupati H Yopi Arianto.

Pada acara pelantikan tersebut, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direktur PDAM Tirta Indra sebelumnya atas kontribusi terbaik selama dua periode kepemimpinnya di PDAM Tirta Indra.

Selanjutnya Bupati berharap kepada Alfian Rachmat selaku Direktur PDAM Tirta Indra Rengat yang baru untuk mampu membuat terobosan-terobosan baru sehingga mampu membawa PDAM Tirta Indra kearah yang lebih baik, terutama dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Selama masih sesuai dengan aturan-aturan yang ada silahkan bentuk tim kerja baru di PDAM Tirta Indra dan saya selaku Bupati siap mendukung jika itu semua bertujuan kearah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati juga berharap PDAM Tirta Indra kedepan mampu meningkatkan PAD dan tidak lagi tergantung kepada pemerintah daerah.”Pelayanan program air bersih serta kerjasama dengan pihak-paihak lain juga diharapkan dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.

Tampak hadir pada pelantikan tersebut, Wakil Bupati Inhu H Khairizal, sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu, karyawan dan karyawati PDAM Tirta Indra Rengat serta tamu undangan lainnya. (Zal)




Terkait Kondisi PDAM TI, Pemkab Inhil Harus Bertindak Atasi Permasalahan Air Bersih

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat penyediaan air bersih bagi masyarakat adalah tugas Pemerintah, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk segera bertindak dan mencari solusi dalam upaya mengatasi permasalahan air bersih di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Inhil, M Sabit saat hearing atau rapat dengar pendapat bersama managemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI), di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Menurut pengakuan managemen PDAM TI, kondisi listrik yang hanya hidup selama 8 jam di Kota Tembilahan dan sekitarnya saat ini sangat berdampak pada suplai air bersih kepada para pelanggan. Pasalnya, PDAM TI tidak dapat menghidupkan mesin saat listrik mati.

Selain dikarenakan kondisi mesin yang sudah tua dan sering rusak, alasan lainnya adalah besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar, sehingga tidak dapat disediakan oleh pihak PDAM. Apalagi, tunggakan pelanggan yang saat ini sudah mencapai Rp 12 Milyar.

Oleh karena itulah, Sabit menilai bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan PDAM TI adalah dengan merahab totol seluruh unsur didalamnya.

“Dengan kondisi ini harus rehab total, baik manajemen maupun yang lainnya,” tegas Sabit.

Dijelaskan politisi dari Partai Demokrat Inhil ini, jika berbicara mengenai profit, dengan kondisi sekarang tentunya PDAM sudah bisa dikatakan tidak layak beroperasi lagi.

“Jadi, kalau kita berbicara profit ini harus ditutup, tapi karena pelayanan yang menjadi tanggung jawab, maka mau tidak mau harus tetap berjalan, meskipun dengan kondisi apa adanya,” imbuhnya.(adi/adv)




Warga Desa Sungai Iliran Mengeluh. Hibahkan tanah Untuk Waduk. Airnya Tak Dapat Dinikmati

Gbr: poskotanews
Gbr: poskotanews

GAS (detikriau.org) – Kepala Desa (Kades) Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Ahmad Sukri mengaku bahwa sebagian besar masyarakatnya tidak mendapatkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Padahal ketersediaan air bersih yang didistribusikan PDAM kepada para pelanggannya di Kecamatan GAS, khususnya di Kelurahan Teluk Pinang berasal dari air baku yang ada di waduk Parit 21 Desa Sungai Iliran.

Dijelaskan Sukri, selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan air dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Padahal kondisi air sungai tersebut tidak bersih dan tidak layak untuk digunakan, karena sudah tercemar oleh limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Oleh karena itu, dengan keberadaan waduk ini diharapkan setidaknya dapat memenuhi ketersediaan air bersih, yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

“Masyarakat kami sudah menyediakan lokasi atau tempat pembangunan waduk ini dengan hibah, yang diharapkan airnya dapat digunakan dan dirasakan oleh masyarakat,” tutur Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Namun, lanjut Sukri, setelah pembangunan waduknya selesai dan pipa sudah pula didirikan, distribusi air bersih dari waduk tersebut sebagian besar hanya diperuntukan dan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat yang ada di Ibukota Kecamatan saja, yakni Kelurahan Teluk Pinang.

“Jadi, kami harapkan pihak terkait dapat segera mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan ini, sehingga keberadaan waduk itu juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.(adi)




Eddywan Syasby : PDAM TI Dalam Kondisi Kronis

Kantor-PDAM-Tirta-Indragiri-680x365Tembilahan (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Kab Inhil yang menjadi tambatan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih kini berada dalam kondisi kronis. Hal ini diungkapkan oleh Plt Dirut PDAM TI, Eddywan Syasby, Selasa (10/6/2014).

“Jika diistilahkan, PDAM TI saat ini sudah kronis. Tahun 2012 lalu hasil temuan BPK, PDAM ini sudah sakit, sekarang sakitnya makin parah,” ujarnya

Menurut Eddywan, ada 4 aspek persoalan yang sedang terjadi di PDAM, yaitu aspek teknis, keuangan, manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Seperti aspek teknis, banyak peralatan kita yang rusak dan tidak lagi bisa diperbaiki sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, dari aspek keuangan, biaya operasional PDAM dibandingkan dengan pendapatan hasilnya minus sehingga perusahaan daerah ini terus menerus merugi.

“Kita memiliki 15 ribu sambungan ke rumah-rumah penduduk, termasuk yang di kecamatan, seharusnya pendapatan kita pertahun tidak kurang dari 11 Milyar (M), namun nyatanya pada tahun 2013 lalu pendapatan hanya sekitar 8,5 M,” tambah Eddywan.

Jika dibagi perbulan dari 8,5 M itu maka pendapatan PDAM hanya sekitar 700 juta sedangkan sedangkan biaya operasional diatas 900 juta.

“Ini bukan persoalan saya menjabat terus terjadi masalah. Saya baru 1 bulan disini jadi sifatnya masih melakukan konsilidasi internal termasuk mencoba mempelajari persoalan-persoalan mendasar yang saat ini ada pada PDAM,” jelas Staff Ahli Bupati ini.(Ahmad Tarmizi)




Malangnya Tembilahan, Listrik Bak Kunang-Kunang, Air PDAM-pun Ngadat

airTembilahan (detikriau.org) – Baru terhitung semingguan pasokan air PDAM Tirta Indragiri kembali mengalir setelah sempat mati total selama tiga hari, kondisi yang sama kini kembali berulang. Kali ini bukan persoalan ketiadaan tawas tetapi katanya kerusakan “breker listrik”.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tekhnisi lapangan yang enggan menyebutkan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (6/6/2014). Dikatakannya, akibat kerusakan peralatan ini, pasokan listrik untuk mesin pompa terputus, imbasnya distribusi air kepelanggan juga terhenti.

“Saya tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Suku cadang kita tidak ada dan harus didatangakan dari luar,” Ujarnya memberikan komfirmasi.

Terkait persoalan ketiadaan tawas yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu lalu, hari ini diakuinya sudah bisa diatasi. Meskipun pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan melalui proses lelang, namun untuk kebutuhan mendesak PDAM TI mengambil inisitif membeli enceran sesuai kebutuhan. “Tawas tidak ada masalah. Masalah kali ini, ya kerusakan breker listrik,” Tandasnya.

Kembali terputusnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan ini juga kembali menuai keluhan masyarakat. Sejak pagi, pasokan air terhenti secara total. Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih, mereka dengan terpaksa harus memasok dari sumber-sumber air bersih disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Entah apa yang terjadi dengan pelayanan public di Tembilahan dalam beberapa waktu belakangan ini, sudahlah pasokan air mati total, listrik PLN-pun senin-kamis. Kita minta pemerintah setempat kiranya dapat segera mengambil kebijakan terbaik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Sampaikan Herman, warga Jalan Batang Tuaka kepada detikriau.org. (dro)




Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Distamben Kembali Bangun 24 Titik Sumur Bor

Pemkab Bangun 24 Titik Sumur Bor

 

pengerjaan sumur bor
pengerjaan sumur bor

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali membangun 24 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kebutuhan air bersih, sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Inhil terutama bagi mereka yang berada di daerah pesisir. mendesaknya kebutuhan terhadap air bersih cendrung meningkat saat musim kemarau.

Dengan adanya sumur bor sebagai sumber air bersih, diharapkan  masyarakat bisa memanfaatkanya dengan baik.

 

Pemkab Inhil terus berupaya mengantisipasi terjadinya krisis air bersih dengan memberikan bantuan untuk membangun fasilitas tersebut. Krisis air bersih tentu dapat mempengaruhi kesehatan warga, karena air sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat.

 

“Tahun kemarin (2012, red) kita juga susah membangun sebanyak 11 titik sumur bor yang juga tersebar diberbagai daerah di Inhil. Kemudian tahun ini, karena kebutuhan lebih tinggi, kita kembali menganggarkan dengan jumlah yang lebih besar,”jelas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, H Encik Kamal Syahindra.(dro/*1)