9 Fakta Menakutkan Tentang AIDS yang Wajib Anda Ketahui

Ilustrasi (Foto: Everydayhealth)

AIDS adalah salah satu kata paling ditakutkan di dunia. Bagaimana tidak, penyakit ini masih merupakan yang paling berbahaya dengan obat yang masih belum ditemukan.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang dapat sepenuhnya menghancurkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit dengan cepat, dengan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Virus HIV biasanya ditularkan melalui air mani, cairan vagina atau darah, dan melakukan seks bebas dengan pasien pengidap penyakit ini. AIDS juga bisa menyebar dengan berbagi alat cukur, jarum, dan benda lain yang telah terinfeksi.

Meskipun AIDS dapat memengaruhi setiap aspek dari kesejahteraan manusia yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, ada beberapa gejala umum AIDS yang unik untuk Anda ketahui. Penyebabnya di antaranya adalah sakit perut, sakit tenggorokan, flu konstan, kehilangan nafsu makan, bisul di lidah, pembengkakan di daerah genital, diare konstan.
Berikut, 9 fakta menakutkan tentang AIDS yang harus disadari semua orang, dilansir okezone dari Boldsky, Sabtu (1/12/18):

1. Tidak ada obat untuk AIDS

Seperti yang banyak orang tahu bahwa belum ada obat yang ampuh untuk mengangkat tutas penyakit AIDS saat ini, meskipun, para peneliti medis dan perusahaan-perusahaan farmasi terus-menerus berusaha menemukan obat. Dikatakan bahwa lebih dari 100 obat sedang diuji pada AIDS sekarang, yang bertujuan menyerang sel yang terinfeksi dalam tubuh.
2. Melakukan seks bebas

Beberapa kasus AIDS yang paling awal adalah virus ini berasal dari Kinshasa, di Kongo (Afrika), selama tahun 1959. Kemudian, pada tahun 1960, AIDS menyebar ke Amerika Serikat, Eropa dan kemudian negara-negara Asia. Pada masa itu, selain dari seks tanpa kondom, berbagi jarum oleh orang-orang yang menggunakan obat-obatan terlarang merupakan faktor utama.

3. Menciptakan kesadaran

Menurut statistik dan penelitian, dikatakan bahwa lebih dari 40% orang di seluruh dunia, tidak menyadari bahwa mereka menderita AIDS, sampai terlambat. Orang-orang ini biasanya melewati gejala sebagai flu biasa atau penyakit ringan lainnya dan tidak mencari perawatan. Jadi, menciptakan kesadaran, terutama di daerah pedesaan sangat penting.

4. Kebersihan yang buruk dari alat-alat rumah sakit

AIDS juga dapat menyebar melalui instrumen bedah yang terkontaminasi di rumah sakit yang tidak higienis, terutama di daerah pedesaan, di mana instrumen bedah telah digunakan pada pasien AIDS dan tidak dibersihkan. Jadi, rumah sakit harus berhati-hati dalam hal kebersihan dan keamanan.

5. Ibu yang terinfeksi

AIDS juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang belum lahir selama kehamilan, melalui darah. Itu juga bisa menyebar ketika dia menyusui anaknya. Jadi, jika seorang wanita menderita AIDS, maka dia harus menahan diri agar tidak hamil.

7. Seks aman

Melakukan seks aman, memiliki pasangan seksual tunggal yang diuji untuk penyakit menular seksual, tidak berbagi jarum suntik dan pisau cukur, diuji untuk penyakit menular seksual secara teratur, adalah beberapa cara paling sederhana untuk memastikan bahwa Anda mencegah AIDS.

8. Anal seks

Meskipun AIDS dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, ras atau preferensi seksual, penelitian telah membuktikan bahwa orang yang sering menikmati anal seks, lebih berisiko terkena AIDS. Jadi, kondom harus selalu dipakai saat memanjakan diri dalam hubungan seks anal.

9. Transfusi darah

AIDS juga dapat ditularkan melalui transfusi darah di rumah sakit, jika orang yang terinfeksi telah menyumbangkan darah. Jadi, setiap orang yang mendonorkan darah harus diuji untuk HIV.




KPA Inhil Peringati Hari Aids se-Dunia Tahun 2017

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperingati hari Aids se-Dunia tahun 2017, Minggu (3/12/2017).

Dalam peringatan tersebut, KPA menggelar berbagai kegiatan diantaranya berupa Sosialisasi HIV/Aids, Senam Sehat serta Aksi Simpatik yang di laksanakan di simpang M Boya dan sekitarnya.

Antusias peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan ini sangat luar bisa, sebab dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti hampir mencapai 200 peserta mulai dari kalangan Instansi Kepemerintahan, Organisasi Masyarakat (Ormas), Mahasiswa/i, Pelajar dan Masyarakat sekitar.

KPA Kabupaten Inhil akan selalu bertekat menanggulangi penyakit HIV/Aids serta menyadarkan masyarakat bagai mana HIV/Aids itu sangat membunuh.

Pada prinsip nya KPA tetap mempererat hubungan silahturahmi kepada siapa saja, baik Pemerintah Daerah, Organisasi ke masyarakat, Insan Pers beserta masyarakat luas.

KPA menghimbau kepada masyarakat agar Cek Hiv/Aids, Serta tidak ada unsur paksaan untuk cek HIV/Aids dan obat-obatan yang ada di KPA Gratis untuk masyarakat, yang ingin Cek diri ke KPA.

“Bersyukur atas Pemerintah Daerah yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang di lakukan KPA selama ini, Alhamdulillah KPA masih berdiri, masih komitmen untuk menanggulangi HIV/Adis,” kata Sekretaris KPA Kabupaten Inhil, H Umar.

Ia menilai, sejak berdirinya pada tahun 2010 lalu, KPA Inhil sampai sekarang masih tetap eksis untuk bekerja mangangulangi HIV/Aids.

H Umar menjelaskan ada 204 Kasus HIV/Aids pada tahun 2017, tentunya jumlah ini sangat besar, sebab KPA selalu bekerja hingga timbullah jumlah yang tertera.

KPA berharap pada tahun 2018 nanti tidak ada lagi yang tertular penyakit Hiv/Aids. KPA Standbay 24 jam untuk bagi siapa saja yang ingin memeriksa apakah terkena HIV/Adis atau tidak.

Serta KPA sebagai koloborator program, serta banyak pendukung KPA di antaranya Instansi-Instansi, Organisasi Kemasyarakatan serta lain sebagainya.

Menurut data dari KPA Wilayah yang banyak tertular HIV/Aids, ialah wilayah Tembilahan, dan dari usia 20 tahun sampai 49 tahun, tapi yang paling tinggi tertular HIV/Aids umur 25 tahun sampai 40tahun serta secara jenis kelamin paling banyak laki-laki. /Mirwan




Tingkatkan Sosialisasi Bahaya HIV/Aids, KPA Inhil Launching Website

TEMBILAHAN, detikriau.org – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meluncurkan Website resmi dalam rangka menyebar luaskan informasi seputar HIV,/Aids.

“Kami sudah memiliki website resmi, semoga bermanfaat,” kata Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Inhil H Rosman Malomo dalam konferensi pers di Sekretariat KPA Inhil jalan Bunga II nomor 01 Tembilahan, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya, diluncurkannya situs tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan KPA Pusat. Dimana KPA Inhil menerima saran untuk membuat Website sebagai sarana informasi.

Tidak hanya seremonial, Website itu juga akan menampilkan berbagai perkembangan terkini terkait penularan penyakit mematikan. Mulai dari jumlah pengidap virus, gejala hingga keterangan-keterangan umum HIV/Aids.

“Jika masyarakat merasa dapat informasi simpang siur, maka Web ini bisa membantu memberikan pemahaman yang sebenarnya,” tambah Rosman yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Inhil.

Penting diketahui, alamat Website tersebut bisa dikunjungi www.kpakinhil.com. Dalam konferensi pers, Rosman tampak didampingi Sekretaris KPA Kabupaten Inhil H Umar Pulungan dan perwakilan Dinas Kesehatan Inhil dr Saut Pakpahan./ Mirwan/adv




Wabup Inhil Buka Sosialisasi Penanggulangan HIV/Aids

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo membuka secara resmi sosialisasi penanggulangan HIV/Aids di Terminal Laksamana Indragiri Tembilahan Hulu, Selasa (26/4/2016) kemaren.

Pembukaan itu turut dihadiri Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Inhil H Umar Pulungan, Kepala Dishubkominfo Inhil serta jajaran, Dinas Kesehatan dan sejumlah peserta sosialisasi.

Sosialisasi itu dilaksanakan selama sehari ditujukan kepada para supir angkutan darat dan laut yang berjumlah 100. Tujuannya, supaya pemahaman dan wawasan terhadap supir tentang HIV/Aids bisa lebih mapan, salah satunya dari sisi cara nenanggulangi sehingga bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat serta bisa meminimalisir kondisi  perkembangan penyakit menular tersebut.

“Dishubkominfo ini sangat penting karena ini merupakan pusat mobilisasi orang yang berasal dari luar dan dalam kota baik melalui darat, laut maupun udara. Sehingga melalui dinas ini mampu mengurangi angka penularan HIVAids,” kata Rosman.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Inhil, Wiryadi mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi itu sangat perlu diberikan kepada masyarakat khususnya agen dan Supir angkutan umum sebagai mitra untuk menyebarkan pengetahuan tentang penanggulanagn HIV dan Aids ini./ Mirwan/Adv




Wabup Hadiri Sosialisasi HIV/Aids Tanpa Napza di PT Pulau Sambu Sungai Guntung

KATEMAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo menghadiri kegiatan sosialisasi HIV/Aids tanpa Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) di PT Pulau Sambu Sungai Guntung Kecamatan Kateman, Selasa (1/3/2016) kemarin.

Selain Wabup, juga dihadiri Kepala Disnakertras Kabupaten Inhil Masdar, pengurus KPA Inhil, Upika dan Camat Kecamatan Kateman serta 200 perwakilan perusahaan sebagai peserta sosialisasi.

Sosialisasi itu berlangsung selama dua hari sampai tanggal 2 Maret yang bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan lajunya penularan HIV/Aids baik kepada masyarakat umum, kelompok pekerja, kelompok resiko tinggi tertular penyakit hingga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat penular.

Disamping itu juga bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan HIV AIDS kepada masyarakat termasuk resiko tinggi rentetan masyarakat umum serta menyediakan dan meningkatan pelayanan perawatan dukugan dan perawatan bermutu, terjangkau, bersahabat dan berkesinambungan bagi populasi yang telah terinveksi HIV AIDS.

“Persoalan HIV/Aids ini sudah sangat membahayakan yang melanda seluruh negara di dunia, saat ini pengurangan terus dilakukan tapi ironisnya semakin dilakukan pengurangan dan pencegahan, penyakit malah semakin bertambah,” ungkap Rosman.

Sesuai dengan ketentuan lanjutnya, sosialisasi akan terus ditingkatkan. Apabila ditemukan seseorang yang mengidap atau terjangkit penyakit tersebut, pihak perusahaan harus cepat tanggap dan langsung melakukan tindakan agar tidak terjadi penularan yang signifikan.

Ia juga menyampaikan apabila seorang pekerja yang positif terindikasi mengidap penyakit HIV/Aids tidak boleh ada diskriminasi dari perusahaan karena hal itu menyangkut hak sebagai pekerja dan juga HAM, maka perlu dilakukan sosialisasi serupa kegiatan tersebut. Mirwan/adv