Ini Penjelasan Humas Aneka Zone Terkait Penolakan Operasional dari Warga

Humas Aneka Zone, Adi
Humas Aneka Zone, Adi

Tembilahan, detikriau.org – Humas Aneka Zone, Adi menegaskan bahwa usaha yang mereka jalankan secara hukum legal. Hal itu dibuktikan dengan izin operasional yang telah mereka kantongi dari pemerintah setempat.

“Secara hukum operasional kita legal karena kita sudah mengantongi izin dari pemerintah setempat,” Jawab Adi mengawali komfirmasi kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, rabu (27/7/2016)

Menurut Adi, apapun alasan keberatan yang katanya mengatasnamakan warga setempat termasuk tudingan praktik perjudian selayaknya harus dibuktikan secara hukum bukan semata didasari atas “dugaan” dan “katanya”.

“Negara kita Negara hukum jika memang usaha yang kami jalankan dikategorikan judi, tunjukkan pembuktiaannya secara hukum. Jangan asal menuduh,” tambahkannya

Didalam perizinan yang diterima dari Pemerintah setempat menurutnya juga tertera dengan jelas aturan dan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi. Jika memang ada yang menilai operasional mereka menurut Adi melanggar dari ketentuan harusnya disampaikan kepada pihak yang berwenang bukan dengan memberikan ancaman akan melakukan tindakan tegas

“Dengan memiliki izin artinya usaha kami dilindungi secara hukum. Melarang dan melakukan penindakan juga harus didasari dengan hukum bukan semata didasari informasi yang belum jelas pembuktiannya,” pertegasnya

Terkait penyampaian keberatan persoalan izin lokasi permainan anak-anak menurut Adi, tidak benar. Izin usaha mereka merupakan izin tempat permainan, Bukan permainan anak-anak. Tandasnya./ dro




Saling Senggol, Pemicu Peristiwa Berdarah di Lorong Bengkel

“Paeng Membantah Lakukan Perencanaan Habisi Nyawa Adi”

“Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada”

PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum
PEtugas saat mengevakuasi jenajah korban ke RSUD PH untuk dilakukan visum

Tembilahan (detikriau.org) – Fakta dibalik rubuhnya Agus diujung belati teman sekerjanya, Paeng dalam peristiwa berdarah di Lorong Bengkel Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, awal pekan ini ternyata hanya dilatarbelakangi persoalan sepele, saling senggol.

“Tidak ada persoalan lain, hanya diawali dari ketidaksengajaan saling bersenggolan,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, rabu (30/9)

Berdasarkan keterangan tersangka, diterangkan Paur Humas, pemicu peristiwa naas tersebut terjadi beberapa jam sebelum ia nekad menancapkan belati dihulu hati teman sekerjanya Adi.

“pengakuannya, motif awalnya hanya itu. tidak ada yang sengaja. Namun waktu itu korban sempat marah-marah hingga mengeluarkan perkataan yang tidak wajar, karena itu pelaku ini geram dan saat itu sempat melawan tetapi dilerai bos tempat mereka bekerja,” terang Warno.

Beberapa jam berselang, lanjut Warno, perkelahian kembali terjadi hingga Adi rubuh bersimbah darah. Hasil visum, ditubuh korban ditemukan beberapa luka tusukan dibagian belakang dan satu tusukan dibagian tengah dada.

“Pisau itu bukan senjata bekas, tetapi baru dibeli pelaku. Namun sampai saat ini pelaku tidak mengaku kalau ia merencanakan pembunuhan, hanya membeli pisau saja, kilah pelaku”Tandas Warno. (mirwan)




Sehari Buron, Pelaku Pembunuhan di Lr Bengkel Tembilahan Serahkan Diri

paeng, pelaku penikaman adi
paeng, pelaku penikaman adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Inhil mengamankan Paeng (24) pelaku penikaman Suhaidi (25) dalam peristiwa berdarah yang terjadi di lorong Bengkel Jalan Jendral Sudirman, Tembilahan, Senin (28/9) kemaren.

Menurut keterangan pihak kepolisian, Paeng ditangkap setelah didapatnya informasi dari ipar pelaku, Yusuf bahwa Paeng bermaksud untuk menyerahkan diri.

“Berawal dari adanya informasi yang diterima dari abang ipar pelaku, Yusuf, Paeng berada di Parit 21 Tembilahan dan ingin menyerahkan diri. Selanjutnya petugas Polres Inhil langsung menjemput pelaku dan membawanya ke Mapolres Inhil,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman. Selasa (29/9)

Menrut Paur Humas, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh petugas.

Sebelumnya, senin (28/9) sekitar pukul 16.30 Wib warga jalan jendral sudirman lr bengkel heboh, sosok Adi (25) rubuh bersimbah darah dengan sebilah belati masih melekat dibagian dada setelah terlibat duel dengan paeng di dalam gudang milik Among tempat mereka sehari-harinya bekerja.

Menurut keterangan salah seorang petugas kepolisian saat itu dilokasi, antara pelaku dan korban merupakan teman kerja.

Usai menghabisi nyawa Adi, Paeng langsung melarikan diri. Jenajah korban dibawa petugas kepolisian ke RSUD Puri Husada untuk dilakukan otopsi. (mirwan)




Kabut Asap Makin Tebal, Masyarakat Disarankan Kurangi Aktifitas di Luar Rumah

Foto: Adi
Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah-daerah yang terkena paparan kabut asap disarankan  untuk mengurangi berbagai aktifitasnya di luar rumah.

Saran tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan, dengan kondisi kabut asap makin bertambah tebal, yang menyelimuti langit-langit Kota Tembilahan dan sekitarnya, Kamis (24/9/2015).

Dikatakan Saut, kalaupun harus melakukan berbagai aktifitas di luar rumah, hendaknya menggunakan masker, guna mencegah dan mengantisipasi terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh kabut asap, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Dengan kondisi kabut asap saat ini, sebaiknya kegiatan di luar rumah dikurangi, tapi jika harus juga, sebaiknya pakai masker,” tutur Saut saat berbincang dengan detikriau.org

Selain menggunakan masker, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat juga diimbau agar memperbanyak meengkonsumsi air putih, buah-buahan dan vitamin, untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya agar tetap fit.

“Kita harapkan masyarakat lebih peduli dengan kesehatan diri pribadi dan keluarganya, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi)

 




Masjid Jadi Tempat Istirahat Favorit Saat Puasa

Sejumlah jama'ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi
Sejumlah jama’ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selama Bulan Suci Ramadhan, masjid tidak hanya digunakan untuk tempat beribadah dan pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan saja, tetapi sering juga digunakan oleh para jama’ah sebagai tempat beristirahat favorit saat menjalankan ibadah puasa, sambil menunggu dan menghabiskan waktu menjelang petang.

Seperti pantauan detikriau.org di Masjid Agung Al Huda, Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Selasa (23/6/2015). Saat itu, terlihat puluhan jama’ah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak memanfaatkan keteduhan serta kenyamanan masjid kebanggaan masyarakat Kota Tembilahan tersebut untuk beristirahat seusai Shalat Dzuhur.

Ketika waktu istirahat tersebut, sebagian jama’ah ada yang tampak tertidur pulas, baik di pelataran maupun di dalam masjid. Namun, ada juga jama’ah yang mengisi waktu istirahatnya dengan melakukan berbagai amalan-amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Menurut Wais (24), salah seorang warga Kota Tembilahan, dirinya sering memanfaatkan ruangan besar Masjid Agung Al Huda Tembilahan untuk beristirahat, karena suasana di tempat tersebut sangat nyaman dan sejuk di siang hari, sehingga menjadi tempat pilihan ketika beristirahat sambil menunggu berlalunya waktu menjelang Ashar.

“Di saat Bulan Puasa seperti ini, memang paling enak beristirahat di Masjid. Ketika selesai Shalat Dzuhur, saya bisa tidur-tiduran sambil menunggu masuknya waktu Shalat Ashar,” tutur Wais.

Sementara itu, jama’ah Masjid Al Huda Tembilahan lainnya, Heri menjelaskan bahwa di bulan yang penuh berkah dan limpahan rahmat ini, ia selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan dan memperbanyak amal ibadahnya, yakni dengan mengaji.

“Karena saya ingin benar-benar memanfaatkan Bulan Ramadhan ini dengan beribadah, makanya sambil menghabiskan waktu istirahat saya isi dengan mengaji. Setelah selesai mengaji, barulah saya kembali melakukan aktifitas saya seperti biasanya,” imbuhnya. (adi)




DPRD Gelar Rapat Paripurna Milad Emas Inhil ke-50

Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Milad ke-50 Inhil. Foto: Adi
Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Milad ke-50 Inhil. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Milad Emas Kabupaten Inhil ke-50, Minggu (14/6/2015).

Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan di aula Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi para Wakil Ketua DPRD, yakni Feriyandi, Mariyanto dan Syahruddin.

Tampak hadir saat itu, Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov), Zaini Ismail, Bupati Inhil, HM Wardan, Unsur Forkopimda, para Pejabat Eselon dari kabupaten/kota tetangga, Pejabat Sipil, TNI dan Polri, Camat, Lurah dan Kepala Desa, perwakilan partai politik, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Inhil.

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam dalam arahannya berharap melalui peringatan Milad Inhil ini dapat semakin mempererat tali silaturrahmi antar sesama dalam upaya membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit di masa mendatang.

“Mudah-mudahan melalui momen ini dapat lebih meningkatkan pengabdian dan perjuangan kita sebagaimana yang telah diwariskan oleh para pejuang dan pendahulu kita,” tutur Dani.

Senada dengan itu, Bupati Wardan menjelaskan bahwa momentum Milad Emas Inhil ini hendaknya dapat dijadikan sebagai wadah untuk melakukan serangkaian evaluasi terhadap apa yang sudah dilaksanakan selama ini.

“Marilah bersama-sama kita bangun daerah ini, dengan memberikan kontribusi dalam perjalanan sejarah Kabupaten Inhil, serta meneguhkan komitmen, bersatu padu dan berkatya sesuai bidang dan kompetensi masing-masing,” kata Bupati Wardan.

Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini mengakui bahwa masih banyak terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan, namun akan terus dilakukan pembenahan sebagaimana spirit baru Inhil, yakni maeuju kabupaten yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah.

“Untuk menyukseskan berbagai program pembangunan daerah di masa kini dan mendatang, mari kita tingkatkan kebersamaan, saling mengingatkan dan memberikan dukungan penuh dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov, Zaini Ismail mengucapkan selamat hari jadi ke-50 bagi Kabupaten Inhil. Diharapkan di usianya yang memasuki setengah abad ini, Bumi Sri Gemilang dapat terus maju dan berkembang.

“Kami ucapkan selamat Milad Inhil ke-50, semoga kita dapat terus bekerjasama dan saling memberi dukungan, dalam upaya mewujudkan pembangunan dan kemajuan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)