Sekda Inhil Berikan Kuliah Umum Kepada 313 Mahasiswa Baru STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Said Syarifuddin memberikan Kuliah Umum Kepada 313 Mahasiswa/Siswi STAI Auliyaurrasidin Tahun 2016/2017, Senin (5/9/2016).

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Abdurrahman Siddiq di parit 6 Tembilahan Hulu sekaligus juga dilakukan penutupan  Orientasi Pengenalan Akademik & Kemahasiswaan (OPAK) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan tahun 2016.

Selain Sekda, terlihat hadir Ketua Yayasan, Ketua STAI Drs. Muhammad Ilyas, MA, Dr.Ir.H.Sahrudin,MM,  Drs.Helmi.D,M.Pd dan dosen-dosen, Mahasiswa, khususnya 313 Mahasiswa baru STAI Auliaurrasyidin.

Sekda menyampaikan kuliah umum Tentang  Perkembangan dan Tantangan Tantangan Ekonomi Syariah  Di Indonesia menyampaikan bahwa lembaga islam, pemaham tentang ekonomi syariah diperlukan bagi seluruh mahasiswa, baik program study ekonomi syariah maupun program study.

“Saya menghimbau kepada mahasiswa baru untuk belajar dengan baik, bagaimana menggali ilmu semaksimal mungkin dan berprilakulah sebagai mahasiswa islam yang selalu mengikuti ajaran-ajaran islam,” kata Said Syarifuddin.

Selain itu, Said Syarifuddin yang juga diminta oleh pihak STAI Auliaurrasyidin untuk mengajar beberapa mata kuliah yang ada di program study syariah tidak menolak permintaan tersebut. “Insyaallah saya akan mengajar disini kalau memang di butuhkan oleh STAI,” tambahnya.

Sedangkan Ketua STAI Auliyaurrasidin, Drs. Muhammad Ilyas, MA saat diwawancarai mengatakan tujuan pelaksanaan kuliah umum ini setiap tahun dan setiap mahasiswa baru adalah untuk mengantar mahasiswa untuk kuliah selajutnya

Ia juga mengaku sangat bersyukur kehadiran Sekda Kabupaten Inhil karena bersedia memberikan materi yang ada sangkut paudnya masalah ekonomi syari’ah.

Atas kesediaan Sekda yang menjadi dosen di STAI Auliaurrasyidin, Ilyas sangat senang dan menyambut bai kehadiran Sekda untuk mengajar disini kalau memang bersedia menjadi dosen.

Kemudian, untuk Ilyas juga berpesan kepada seluruh mahasiswa/i untuk serius dalam menimba ilmu di STAI Auliyaurrasidin.

“Jangan kecewakan orang tua yang telah berkorban untuk membiayai kalian untuk menimba ilmu disini. Wujudkan harapan mereka agar kalian bisa menjadi orang terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

STAI Auliaurrasyidin Tembilahan menyediakan 4 Prodi pendidikan bagi mahasiswanya, yakni Pendidikan Agama Islam (PA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah dan PGRA Pendidikan./Mirwan




Gunakan Jalur Darat ke Makam Tuan Guru Sapat? Nggak Usah Deh. Mending Gunakan Tranportasi Laut

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengaku was-was jika harus mempergunakan jalur darat untuk menjiarahi makam Tuan guru di kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra. Kondisi badan jalan dan sarana pendukung yang masih belum memadai menyebabkan hingga saat ini transportasi laut tetap menjadi pilihan.

“Sudah bisa melalui jalur darat. Tapi kondisinya masih sangat tidak memadai. Lebih aman melalui jalur laut,”Ujar salah seorang warga Tembilahan, Iyan kepada detikriau.org kemaren.

Mengawali perjalan darat dari Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir menuju makam Tuan Guru Abdurrahman Sidiq, sebahagian ruas jalan sudah beraspal hotmix namun kondisinya sudah mulai kembali hancur.

Semakin jauh meninggalkan kota Tembilahan, pejalan kaki harus melalui badan jalan selebaran beberapa meter yang kiri kanan jalannya ditutupi semak belukar. Belum cukup harus mempertaruhkan peruntungan menemui binatang liar dan berbisa, penziarah juga masih harus melewati tantangan menyeberangi jembatan kayu yang dibangun seadanya.

Di desa Teluk Dalam misalnya, ada dua jembatan yang lebarnya berukuran hanya semeteran dan kondisinya sudah mulai rapuh.

“Mengerikan lewat jembatan itu, jatuh ke parit, gagal tujuan hendak ke kubah tuan guru Abdurrahman Sidiq Hidayat Sapat,” kata Iyan lagi

Senada, warga lainnya, Amir  bahkan mengaku trauma jika harus bepergian ke Sapat menggunakan jalur darat.

“Sangat tidak memadai. Lebih baik gunakan speedboat, lebih menjanjikan keselamatan,” ujarnya.

Menurut warga, mereka mendapatkan informasi pemerintah setempat akan memperbaiki jalur darat menuju lokasi wisata religi itu. Tahun ini mulai akan dibangun dua buah jembatan permanen.

“Semoga saja informasi ini benar. Karena jika jalur darat ini bisa baik, masyarakat akan mudah untuk berjiarah,” Pungkasnya. / Mirwan