SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Raih Smart School of the Year dari Acer - Arbindonesia
Desember 16, 2022

SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Raih Smart School of the Year dari Acer

IMG-20221216-WA0099
Bagikan..

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Pekanbaru kembali menambah prestasi skala nasional. Kali ini, SMK 2 Muhammadiyah menerima predikat sebagai Smart School of the Year dari perusahaan internasional yakni Acer dalam kegiatan Acer Smart School Awards.

Kepala SMK 2 Muhammadiyah Pekanbaru, Paiman Sanen SAg MPdi saat dijumpai di sekolah, mengatakan rasa syukur karena sekolah yang dipimpinnya dapat meraih predikat itu. Dengan penghargaan itu, tentunya akan menambah motivasi dirinya bersama para guru untuk berbenah lebih baik lagi kedepannya.

“Alhamdulillah kita mendapat predikat Smart School of the Year dari kegiatan Acer Smart School Awards (ASSA) yang di selenggarakan oleh Acer. Tentunya ini menjadi motivasi kita untuk lebih baik lagi kedepannya,” papar Paiman

Paiman mengatakan, kegiatan ASSA, telah berlangsung sejak bulan Mei yang lalu. Mulai dari pendaftaran hingga akhirnya penilaian minggu kemarin. Lebih jelas, paiman mengatakan bahwa sejak bulan Mei yang lalu, setiap pekannya ada pertemuan.

“Setiap pekan kita melakukan pertemuan melalui online dan dilanjutkan pilaian sekolah yang mengikuti dari seluruh Indonesia. Setelah 7 bulan penilaian, kita menjadi 5 sekolah terbaik dalam penilaian, ” Papar Paiman

5 sekolah yang meraih predikat Smart School of the Year itu adalah SMK 1 Sukabumi, SMK Muhammadiyah Gondanglegi, SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, SMK Methodis Palembang, dan SMK PGRI 3 Malang.

“Setelah diumumkan 5 sekolah terbaik, akan kembali dilakukan penilaian untuk mencari yang terbaik dari yang terbaik,” ulas Paiman

Masih dikatakan Paiman, penilaian yang dilakukan meliputi beberapa aspek diantaranya adalah sekolah berbasis mutu, kreativitas, smart school dan lainnya.

“Alhamdulillah sekolah kita mempunyai kelas digital talent yang bekerjasama dengan perusahaan internasional dari LX yang berbasis di Korea Selatan. Selain itu penilaian juga meliputi lingkungan karena bagaimanapun selain pembelajaran ada pembinaan untuk memunculkan kreatifitas agar anak bisa menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri,” jelas Paiman. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *