Perkuat Pencegahan Karhutla, PT BNS lakukan Sosialisasi dan Koordinasi di 7 Desa Wilayah Operasional

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT Bhumireksa Nusasejati (BNS) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi bersama masyarakat di tujuh desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Pelangiran pada 5 September 2026, meliputi Desa Penjuru, Rotan Semelur, Hidayat dan Bunian. Sementara di Kecamatan Mandah, sosialisasi dilakukan pada 11 September 2026 di Desa Bente, Belaras dan Cahaya Baru.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi api atau titik panas di lingkungan sekitar.

PT BNS juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat guna mempercepat penyampaian informasi serta respons apabila terjadi kebakaran.

Area Controller Riau Selatan PT Bhumireksa Nusasejati, Afrijal, mengatakan pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla.

“Kami tidak ingin menunggu sampai api membesar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal melalui komunikasi, edukasi dan kesiapsiagaan bersama. Karena itu, kami terus membangun koordinasi dengan masyarakat dan desa-desa di sekitar wilayah operasional,” ujar Afrijal

Selain sosialisasi, PT BNS memasang spanduk imbauan karhutla di sejumlah lokasi yang mudah terlihat masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.

PT BNS menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi, koordinasi dan kesiapsiagaan bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga potensi karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. (Adv)