DPW PAN Riau Pinta Seluruh Calegnya Pasang Gambar Prabowo-Sandi Pada Alat Peraga Kampanye
Prabowo – Sandi. / Foto: Net
Pekanbaru – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau meminta kepada seluruh calon anggota legislatifnya untuk menyertakan foto pasangan capres cawapres no urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno pada alat peraga kampanye mereka.
“Kita komit memenangkan Prabowo-Sandi di Riau, kita juga minta para kader dan Caleg untuk memasang gambar Capres kita di balihonya,” kata Sekretaris DPW PAN Riau, T Zulmizan Assegaf, Rabu (2/1/2019) dilansir melalui cakaplah.com
Zulmizan menambahkan, tidak untuk tahun 2019 ini saja, komitmen PAN dalam menyosialisasikan Prabowo-Sandi tampak jelas pada saat tour yang dilakukan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan Cawapres Sandiaga Uno di Riau pada November 2018 lalu.
“Saat ini pak Zulkifli Hasan dan Sandiaga Uno keliling dari pagi hingga menjelang tengah malam. Kita juga demikian, membawa semangat itu untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Riau,” kata Zulmizan.
Disinggung mengenai hanya PAN yang terlihat ‘bergairah’ memenangkan Prabowo-Sandi, Zulmizan membantah, ia menilai partai koalisi lain seperti PKS dan Demokrat mempunyai cara sendiri untuk memenangkannya.
“Partai lain juga sama dengan PAN, mereka juga sosialisasikan Capres kita nomor urut 02,” tukasnya.
Editor: faisal
Malam Ini Gempa Kembali Terjadi, kali Ini di Dompu Berkekuatan 5,2 SR
detikriau.org – Baru saja, tepatnya rabu (2/1/2018) pukul 21:26 Wib, gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter mengguncang Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengabarkan, gempa berpusat 104 km Barat Daya Kabupaten Dompu atau pada titik koordinat 9.43 LS – 118.04 BT pada kedalaman 10 km.
“gempa tidak berpotensi tsunami,” terang BMKG melalui laman resminya.
KPK geledah tiga lokasi terkait kasus proyek SPAM
Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo, Budi Suharto (kursi roda), dan Direktur PT Wijaya Kusuma Emindo, Lily Sundarsih (kedua kiri), digiring petugas menuju mobil tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta – KPK menggeledah tiga lokasi dalam penyidikan kasus suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017-2018.
“Hari ini, dilakukan kembali penggeledahan tiga lokasi di rumah tiga orang tersangka baik dari pihak PUPR ataupun PT WKE, jadi baik tersangka pemberi dan tersangka penerima,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu.
Tiga rumah tersangka yang digeledah itu antara lain Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo, Budi Suharto, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar, dan Direktur PT PT Tashida Sejahtera Perkara, Yuliana Dibyo.
Sebelumnya, KPK juga menggeledah dua lokasi, Senin (31/12), yaitu di Kantor SPAM di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan kantor PT Wijaya Kusuma Emindo, di Pulogadung, Jakarta Timur.
“Ini lanjutan proses penggeledahan yang dilakukan kemarin di sejumlah lokasi. Kemarin kami melakukan penggeledehan di kantor SPAM dan PT WKE dari 31 Desember 2018 sekitar 14.00 WIB sampai dengan dini hari 1 Januari 2019,” ucap Diansyah.
Dari penggeledahan pada dua lokasi itu, lanjut dia, petugas menyita sejumlah dokumen yang terkait proyek SPAM di berbagai daerah.
“Jadi, cukup banyak proyek air minum yang dikerjakan PT WKE ataupun PT TSP di berbagai daerah yang kami identifikasi nilai proyeknya totalnya lebih dari Rp400 miliar. Jadi, dokumen-dokumen itu diamankan kemudian ada uang Rp800 juta juga yang diamankan dari kantor SPAM dan CCTV sebagai bagian dari barang bukti elektronik,” kata dia.
KPK total telah menetapkan para tersangka terkait kasus itu. Mereka di antaranya adalah Suharto, Dibyo, dan Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara, Irene Irma.
Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen SPAM Lampung, Anggiat Simaremare, PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah, Nazar, dan PPK SPAM Toba 1, Donny Arifin.
Panglima TNI dan kepala Kepolisian Indonesia kompak klarifikasi soal foto “dua jari”
“… selama kontestasi ini jangan menggunakan symbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi ….”
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, berbicara kepada pers soal “dua jari”, di Lampung, Selasa. (ANTARA News/Hanni Sofia)
Lampung Selatan – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, kompak mengklarifikasi soal foto keduanya yang bergaya dengan dua jari. Menunjukkan dua jari di foto kerap dianalogikan dengan simbol calon presiden tertentu.
Sejak beberapa bulan lalu, mereka berdua memang acap tampil berdua untuk urusan kedinasan.
Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka berbicara kepada wartawan saat mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja ke Lampung Selatan, Rabu. Foto itu mereka katakan diabadikan jauh sebelum pengambilan nomor urut calon presiden.
Pula, sangat jauh sebelum penentuan nomor urut calon presiden-wakil presiden di Indonesia untuk Pemilu 2019 ini terjadi, di seluruh dunia lazim dipahami bahwa sinyal V (jari telunjuk dan jari tengah sementara jari-jari lain mengatup) bermakna kemenangan alias victory.
“Beberapa hari ini, saya dengan Pak Kapolri sering mendapatkan kiriman foto terkait dengan kode tertentu yang digunakan lichting angkatan AKABRI, mulai lichting ’87, angkatan Pak Tito, ada juga lichting ’92, ada juga lichting saya Lemhanas angkatan ’20,” kata Tjahjanto, yang lulus Akademi TNI AU pada 1986 itu.
Ia mengatakan, kode dua jari itu menandakan soliditas antar-mereka. “Dan kode itu menandakan untuk soliditas, sinergi angkatan untuk mempersatukan dan digunakan sejak pangkat letnan dua dan Pak Tito lulus ’87; ’87 sudah menggunakan kode itu,” katanya.
Tjahjanto mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir foto mereka dengan dua jari tersebut beredar luas. Ia tidak ingin hal itu menimbulkan opini bahwa TNI-Kepolisian Indonesia tidak netral dalam kancah perpolitikan nasional.
“Dan akhir-akhir ini muncul kode-kode itu kembali yang nantinya akan menganggap bahwa TNI-Polri tidak netral,” katanya.
Ia menegaskan, TNI-Kepolisian Indonesia tetap memegang teguh netralitas seraya menunjukkan foto TNI dengan gaya dua jari telunjuk dan ibu jari seperti pistol.
“Saya sampaikan bahwa TNI-Polri tetap menjaga netralitas dan simbol-simbol yang digunakan lichting ’87, angkatan 92 dan Lemhanas angkatan ’20, itu adalah simbol untuk kebersamaan, tidak ada maksud lain dan diambil sebelum paslon mengambil nomor urut,” katanya.
Adapun Karnavian menegaskan, foto-foto yang viral dengan kode dua jari membentuk pistol itu diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon presiden.
“Ya saya juga sudah mengklarifikasi kepada teman-teman ’87 itu, foto-foto yang diunggah itu, yang kebetulan kodenya jarinya itu mirip dengan salah satu pasangan calon, itu fotonya diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon tadi,” katanya.
Ia menjelaskan angkatan ’87 adalah angkatan kelulusanya saat pendidikan di Akademi Kepolisian, dan memiliki kode jari sudah lama sebelumnya atau lebih dari 20 tahun. Tiap angkatan kelulusan –di TNI atau di Kepolisian Indonesia– lazim memiliki “simbol persatuan” seperti itu.
“Kode jari itu sudah lama sekali, sudah lebih dari 20 tahun. Kalau kita bertemu, kemudian dengan satu Polri kemudian teman-teman TNI, kita sodorkan kode jari itu yang manggap itu berarti adalah satu angkatan kita. Itu kode saja,” katanya.
Akan tetapi, waktu berjalan dan hal-hal seperti itu bisa menjadi issue sensitif bagi kalangan tertentu. Tjahjanto dan Karnavian kemudian sepakat mengintruksikan jajarannya agar sementara waktu tidak menggunakan kode dua jari itu, khawatir disalahtafsirkan.
“Kami dengan Pak Panglima sudah sepakat karena nanti akan disalahtafsirkan. Kami sudah mengimbau kepada teman-teman angkatan ’87, kemudian Lemhanas angkatan 20, angkatan ’92, selama kontestasi ini jangan menggunakan simbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi,” katanya.
Ia mengatakan telah mengimbau kepada jajarannya. “Kami sudah imbau kepada teman-teman, kami sudah kompak,” katanya.
Tjahjanto bahkan memastikan tidak akan ada jajarannya yang bandel. “Oh enggak mungkin, karena sudah ada perintah melalui radiogram,” kata dia.
Masa kini, menunjukkan jumlah jari bisa dibahas serius.
Sandi Disawer Pendukungnya di Surabaya Rp 6,1 Juta
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya – Cawapres Sandiaga Uno menghadiri pembukaan posko pemenangan Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Surabaya. Di acara ini, Sandi mendapat mendapat banyak ‘saweran’. Sandi mengaku saweran ini merupakan cara berpolitik zaman now.
Saat berkampanye, Sandi mengaku kerap mendapat saweran. Untuk total sawerannya kali ini, Sandi mendapat Rp 6.109.000.
“Di setiap pertemuan saya selalu disawer. Jadi bukan saya nyawer seperti politik zaman old, politik zaman now sekarang adalah kita malah disangoni dan ini jumlahnya Rp 6 juta 109 ribu, dari Pak Wawan ketua relawan di sini kita dapat juga Rp 98 ribu,” kata Sandi usai meresmikan posko Rumah Kemaslahatan di Jalan Darmokali, Rabu (2/1/2019) dilansir melalui detikcom
Sandi menambahkan dukungan dana dari para relawan selanjutnya dikumpulkan dalam satu rekening. Rekening itu disebutnya dana perjuangan yang dikelola Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.
“Semua ini dikumpulkan, dimasukkan ke rekening dana perjuangan di bawah Badan Pemenangan Nasional dan semuanya akan secara transparan dilaporkan, dicatat dan kita akan memiliki top ten list, top ten kontributor terbesar. Ini merupakan harapan mereka semua bahwa ingin berjuang bersama,” lanjut Sandi.
Saat ditanya berapa total dana yang ada di rekening tersebut, Sandi mengatakan ada Rp 120 juta untuk dana perjuangan. Sementara dana gala perjuangan bahkan mencapai Rp 3,5 Miliar. Sandi menambahkan total akumulasi dana selama ini mencapai Rp 56 miliar.
“Total untuk dana perjuangan Rp 120 juta. Untuk gala perjuangan Rp 3,5 miliar. Kita juga mendapatkan beberapa yang masih dalam komitmen, ini terus mengalir di setiap pertemuan kita. Jadi kami akan melaporkan setiap bulan, baru saja kami melaporkan minggu lalu dimana alhamdulillah sudah terkumpul total lebih dari Rp 56 miliar,” imbuhnya.
62 Hoax Pemilu 2019 Teridentifikasi Kominfo, Ini Daftarnya
ilustrasi: Net
Jakarta – Sebanyak 62 konten hoax terkait Pemilu 2019 diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) selama Agustus-Desember 2018. Hoax paling banyak teridentifikasi pada Desember 2018.
dikabarkan detikcom, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan hasil ini berdasarkan penelusuran dengan menggunakan mesin AIS oleh Subdirektorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika. Kementerian Kominfo merilis informasi mengenai klarifikasi dan konten yang terindikasi hoax melalui portal kominfo.go.id dan stophoax.id
Pada Agustus 2018, ada 11 konten hoax. Jumlah ini menurun pada September 2018, yaitu 8 konten hoax. Pada Oktober 2018, konten hoax yang teridentifikasi ada 12.
Sementara itu, 13 konten hoax teridentifikasi pada November 2018. Konten hoax paling banyak teridentifikasi pada Desember 2018, yaitu 18 konten.
“Kementerian Kominfo mengajak seluruh masyarakat melakukan pengecekan dan penyaringan dulu sebelum menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Ferdinandus dalam keterangan tertulisnya.
Berikut daftar konten hoax yang diidentifikasi Kominfo sepanjang Agustus-Desember 2018 (ditampilkan sesuai dengan tulisan dari Kominfo):
Laporan Isu Hoaks Bulan Agustus 2018:
Dian Sastro dengan tagar ganti presiden
Voting Online KPU
Cina minta Jokowi jual Pulau Jawa dan Sumatra
Banser resmi dukung Prabowo Sandi
Survei kemenangan Prabowo
Putusan gugatan MK pada Pilkada Kab. Sampang
Pernyataan Sandiaga tidak yakin Indonesia raih juara di Asian Games 2018
Dukungan KH Said Aqil terhadap paslon Prabowo Sandiaga
Badai pasir terjadi karena spanduk #2019gantipresiden
Statement Sri Mulyani tantang pembenci Jokowi
Megawati setuju PKI bangkit
Laporan Isu Hoaks Bulan September 2018:
Pelaku bom bunuh diri di Surabaya masih hidup dan dukung 2019 ganti presiden
Mahasiswa Baru UMM Bentuk Formasi “2019 Ganti Presiden”
Prabowo mempunyai utang sebesar Rp 17 triliun
TNI foto membentuk angka 2
PDIP Menerima Kunjungan PKI China
Jadi inilah sumber perpecahan di dalam gera’an tiganti
Akhirnya Najwa Shihab Dukung Prabowo-Sandi
Penambahan angka ‘0’ dalam nomor urut pasangan capres-cawapres dituding akan berpengaruh terhadap hasil penghitungan suara
Laporan Isu Hoaks Bulan Oktober 2018:
Dukungan GARBI kepada Jokowi
Ratna Sarumpaet Diancam Pemerintah
Presiden Pesta untuk menyambut para delegasi IMF di atas penderitaan korban bencana Palu
Rekening Gendut Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan
Tulisan tagar 2019 Ganti Presiden di Kaos yang di bawa oleh Khabib Nurmagomedov
Pemerintah akan segera mengesahkan UU LGBT
Berita gambar `Pegawai Kemenag Jember yang mengatakan bahwa PA 212 Muak dengan Prabowo
KH Ma’ruf Amin Mencium Pipi Wanita Bukan Muhrim
Surat pemanggilan KPK terhadap Kapolri Tito Karnavian
Kemendagri selundupkan 31 data pemilih baru
Timses Prabowo Sandi akan adakan CFD membiru pada 28 Oktober 2018
E-mail skenario Coklat
Laporan Isu Hoaks Bulan November 2018:
Broadcasting SMS/pesan WA Jokowi membagikan pulsa gratis
Kejamnya Rezim ini ( pernyataan Presiden Jokowi terhadap 5 Guru Honorer yang meninggal dunia di Istana saat demonstrasi )
PDIP minta seluruh pesantren ditutup
Cukong Cina Pendukung Jokowi
Hoaks Anak DN Aidit Melaporkan Pak Prabowo
Khofifah Indar Parawansa Masuk Timses Prabowo – Sandi
Foto seksi Grace Natalie
Fatwa Haram Memilih PSI untuk Warga Muhammadiyah
Foto Anggota Polri Siap Dukung Salah Satu Pasangan Capres-Cawapres
Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Terima Uang dari BIN untuk Tidak Mengkritisi dan Dukung Jokowi -Ma’ruf Amin
Jokowi dan Megawati Potong Tumpeng di atas Lambang PKI
Jika Menang, Jokowi Akan Ganti KH Ma’ruf Amin dengan Ahok
Atas Keinginan Jokowi, China Segera Kirim 3 juta Warganya ke Indonesia
Laporan Isu Hoaks Bulan Desember 2018:
Foto Prabowo di dinding pemimpin luar negeri
Puan Maharani buka posko logistik di reuni 212
“Nusron Wahid: “Kalau Peserta Aksi 212 Lebih dari Seribu Orang Ludahi Muka Saya”
Karni Ilyas Dipanggil Jokowi Karena TV One Siaran Langsung Reuni Akbar 212
Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019
Ma’ruf Amin sakit parah karena terjatuh
“JK selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI”
Bupati Cianjur Mengarahkan RT RW Dukung Jokowi
Ancaman Pembunuhan pada Anggota KPU Jika Tak Menangkan Jokowi di Pilpres 2019
Puan “Jika Negara Ingin Maju dan berkembang, Pendidikan Agama Islam harus dihapus”
… mari kita bersholawat kepada Nabi… (Dasar kamprettt..!!!)
Museum NU di Surabaya Menjadi Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi
Hoaks Simulasi Orang Gila Dibawa ke TPU
Hoaks PDIP bikin rusuh di yogyakarta
Jokowi bagi-bagi uang di Ngawi pada Desember 2018
Pendatang Cina diberi arahan KPU untuk mencoblos di TPS