Bupati Ajak Masyarakat Ikut Rawat dan Jaga Taman Kota

Bupati HM Wardan meninjau lokasi Taman Kota di Jalan Swarna Bumi Tembilahan tepatnya yang keberadaannya berseberangan dengan kantor Bupati Inhil.

Tembilahan,detikriau.org —   Bupati Inhil, HM Wardan imbau masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga dan merawat taman kota yang telah disediakan Pemerintah Daerah sebagai salah satu tempat rekreasi bagi masyarakat.

Ajakan ini disampaikan Bupati disela kehadirannya pada kegiatan festival kuliner yang disejalankan dengan kegiatan Car Free Day di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Ahad kemaren.

“Taman Kota ini kita siapkan untuk tempat rekreasi bagi Masyarakat. Untuk itu, mari bersama-sama kita menjaga dan memeliharanya dengan baik. Karena tanpa campur tangan masyarakat, keindahan taman tidak akan bertahan lama”. Pesankan Bupati

“Kalau kita merasa memiliki insyaallah akan bisa terawat dengan baik,” tambahkan Bupati.

Bupati juga menjanjikan bahwa Pemerintah Daerah kedepannya akan terus berupaya untuk mejadikan taman kota lebih asri dan lebih hijau sehingga betul-betul dapat menjadi tempat rekreasi bagi keluarga, khususnya di waktu hari libur.

Festival Kuliner tajaan Mahasiswa dan Pemuda Inhil ini dibuka langsung oleh Bupati.

Selain meninjau sejumlah Stand kuliner bersama unsur Forkopimda, Bupati juga menyempatkan untuk melihat lansung kondisi taman kota yang sudah dilengkapi sejumlah fasilitas permainan./adv/diskominfops_inhil/*/Ari Permana




Distribusi Air PDAM Tirta Indragiri Macet, Pelanggan Mengeluh

“Terputusnya pasokan ari bersih disebabkan pipa distribusi yang berada dibawah badan jalan Nasional pecah. Ini penjelasan PDAM Tirta Indragiri”

karikatur ilustrasi: Net

Tembilahan, detikriau.org – Pelanggan PDAM Tirta Indragiri mengeluhkan terhentinya distribusi air kerumah mereka. Kondisi terputusnya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah milik Pemkab Inhil itu menurut warga sudah dialami mereka lebih dari sepekan.

“setetespun tidak ada air yang mengalir. Terputusnya pasokan air bersih ini sudah lebih sepekan,” keluhkan salah seorang pelanggan PDAM TI, di jalan Batang Tuaka Tembilahan, Adi kepada detikriau.org, selasa (15/1/2019)

Selama ini menurutnya, seluruh kebutuhan air bersih dirumahnya bergantung kepada pasokan air dari PDAM TI. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, disamping mengandalkan air tadah hujan, Adi mengaku juga terpaksa harus memanfaatkan air sumur milik warga sekitar.

“kita berharap PDAM TI segera menormalkan pasokan air. Kondisi seperti ini pastinya akan merugikan kami sebagai pelanggan.” Harap Adi

 

Pipa Distribusi Pecah, PDAM TI Akui Pasokan Air Kesejumlah Rumah Pelanggan Terhenti

Kepala Bagian Produksi dan Distribusi PDAM Tirta Indragiri, Kamusni akui pasokan air bersih kepada sebagian pelanggan terhenti.

Kondisi ini menurutnya terjadi disebabkan pecahnya pipa distribusi induk yang berada dibawah badan jalan Nasional di Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Ada kebocoran pipa distribusi kita yang berada di bawah rigid beton badan jalan Nasional disekitar lokasi Jalan Telaga Biru sampai Ujung Jalan Sapta Marga. Makanya pasokan air terhenti,” Ujarnya menjawab komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selular, rabu (16/1/2019)

Usni mengaku saat ini pihak PDAM TI tidak bisa berbuat banyak. Jika harus melakukan perbaikan, artinya pihak PDAM menurutnya terpaksa harus melakukan pembobolan beton rigid jalan Nasional.

“disamping kita tidak memiliki alat untuk pemotong beton rigid, kita juga terbentur sejumlah kondisi yang harus kami patuhi. Jika dipaksakan, salah-salah PDAM dikenakan sanksi untuk mengganti kerusakan jalan akibat pekerjaan ini,” terangkan Usni.

Mengatasi persoalan ini, Usni mengaku, pihak PDAM TI pada senin 14 januri 2019 yang lalu sudah melakukan pertemuan khusus dengan Bupati Inhil. Dalam pertemuan saat itu yang juga dihadiri langsung oleh Sekda Inhil, Asisten, Sejumlah OPD terkait dan pihak rekanan pelaksana pekerjaan Jalan Nasional.

Bupati menurut Usni sudah memerintahkan sejumlah langkah untuk segera mengatasi persoalan ini.

“Kami terpaksa harus menunggu kelanjutan hasil pertemuan itu. Karena untuk hal satu ini, kami tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.” Tekankan Usni.

Ia juga mengaku pihak PDAM TI sangat berharap adanya kepastian kapan pekerjaan perbaikan bisa segera dilakukan agar pasokan air kerumah pelanggan dapat segera dinormalkan.

“Saat ini kami juga susah mau memberikan penjelasan kepada pelanggan karena kami sendiri tidak bisa menentukan kapan perbaikan bisa dilakukan.” Akhiri Usni.

Laporan: Amrul




Puji Kegiatan CFD, Bupati Juga Pesankan untuk Jaga Kebersihan dan Peduli Lingkungan

Bupati Inhil HM Wardan (baju biru bertopi) didampingi Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P SIK MH saat ikut hadiri CFD di jalan swarna bumi Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil Drs HM Wardan MP beri apresiasi kepada generasi muda Inhil yang dinilainya aktif dan inovatif. Hal tersebut diutarakannya saat menghadiri Car Free Day (CFD) dan Inhil Food Festival pada hari Minggu (13/1) lalu. 

“Tentunya atas nama Pemerintah Kabupaten Inhil saya merasa bangga, saya beri apresiasi sekaligus ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kegiatan hari ini yang digagas panitia yang terdiri dari para generasi muda Inhil,” ujarnya.

Menurut Bupati, remaja Inhil dewasa ini sudah mampu menampilkan dan membuat program yang baik. Dirinya menyebut bahwa CFD telah dilaksanakan sejak beberapa tahun belakangan, namun belum maksimal.

“Dengan ide yang dilaksanakan para generasi muda kita hari ini mudah-mudahan selanjutnya kegiatan-kegiatan serupa ini dapat terus berlangsung dengan baik dan semakin meriah,” harap Bupati

Selain itu Bupati juga menginstruksikan kepada OPD terkait untuk memfasilitasi kegiatan CFD setiap minggunya. “Dalam hal ini Pemkab Inhil melalui Disparporabud kita harap bisa memfasilitasi kegiatan ini setiap minggunya, untuk kawasan ini,” imbuhnya.

Tak lupa Bupati juga mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat dan pengunjung CFD untuk peduli terhadap lingkungan.

“Tapi saya harap mari kita jaga kebersihan lingkungan ini bersama-sama agar setiap kegiatan yang kita laksanakan ini tidak merusak lingkungan kita, kebersihan tetap terjaga,” ajaknya.

Pemimpin Negeri Seribu Parit ini juga mengajak kepada masyarakat peserta CFD untuk menjaga kebersihan dengan tidak membiarkan sampah berserakan. Untuk median jalan yang telah ditanami pohon serta bunga diharapkan juga dijaga dengan baik dengan tidak menginjak atau merusaknya.

“Kita budayakan hidup bersih, kita budayakan menjaga lingkungan kita yang hijau, menjaga lingkungan yang asri. Kepada para peserta CFD dan pengunjung tolong jangan injak-injak taman kita yang sudah ditanami pohon dan bunga khususnya di median jalan kita. Taman yang sudah bagus dan kita tata secara baik jangan sampai rusak karena kegiatan yang kita lakukan, tegasnya./adv/diskominfops_inhil/*/Ari Permana




Ini Peran 11 Tersangka Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola

Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Foto: Arif Satrio Nugroho/Republika

JAKARTA republika.co.id mengabarkan, hingga saat ini, Polri telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia. 11 tersangka terdiri dari unsur PSSI hingga perangkat pertandingan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pihak kepolisian menerima 338 laporan terkait dugaan pengaturan skor. Sebanyak 73 di antaranya sudah ditindaklanjuti sebanyak 73 laporan dan dikerucutkan menjadi empat perkara laporan yang sudah ditingkatkan ke taraf penyidikan.

Laporan polisi pertama dibuat mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani. Ditetapkan enam tersangka terkait pertandingan di Liga 3, antara Persibara Banjarnegara dengan PS Pasuruan. “Sekarang enam tersangka tersebut sudah ditahan,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/1).

Tersangka anggota Komisi Eksekutif PSS Johar Lin Eng berperan mengatur perangkat pertandingan antara tersebut. Kemudian, Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih berperan mengarahkan pertandingan agar dimenangkan Persibara Banjarnegara. Koordinator wasit berinisial ML kemudian menunjuk perangkat pertandingan tersebut.

Tersangka berikutnya, bekas Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik yang berprofesi wasit untuk membujuk manajer Persibara. Lalu, Wasit Nurul Safarid memimpin pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persibara 2 – 0 tersebut.

Selanjutnya, seluruh perangkat pertandingan ditetapkan tersangka. Ada empat tersangka yang ditetapkan, yakni CH (wasit cadangan), DS (pengawas pertandingan), P (asisten wasit 1), dan MR (asisten wasit 2) ditetapkan tersangka.

Laporan kedua adalah terkait proses promosi PS Mojokerto Putra dari Liga 3 ke Liga 2. Dalam kasus ini, bekas manajer PS Mojokerto Putra, Vigit Waluyo ditetapkan tersangka karena mengirim uang dengan total Rp 115 juta pada tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih.

“Ini laporan model A (tanpa pealpor), yang merupakan hasil temuan satgas dari pemeriksaan tersangka terdahulu,” kata Dedi menjelaskan.

Sementara Laporan Ketiga terkait masalah pertandingan Piala Suratin Oktober 2009 yang melibatkan Staf Ketua Umum PSSI saat ini, Iwan Budianto (IB). Dedi menyebut, sudah ada bukti transfer pelapor atas nama Imron Fatah. Sedangkan Iwan Budianto dan kawan kawan menjadi terlapor.

Dalam perkara ini, terlapor diduga menerima uang sebanyak Rp 140 juta terkait penyelenggaraan Piala Suratin di Jawa Timur pada tahun 2009 lalu. Namun, kata Dedi belum ada tersangka dalam kasus ini. “IB masih sebagai terlapor,” ucapnya.

Sedangkan perkara keempat dilaporkan oleh Januar Hermanto. Pelaporan ini terkait pertandingan antar PSS Sleman dan Madura yang melibatkan anggota Komisi Eksekutif PSSI berinisial H. Namun, dalam kasus ini belum ditetapkan tersangka.




Boko Haram Serang Pangkalan Militer, 10 Dilaporkan Meninggal

Militan Boko Haram

ABUJA –  Sepuluh orang tewas dan beberapa orang luka atas serangan kelompok militan Boko Haram di pangkalan militer Nigeria di negara bagian timur laut Borno.

Menurut laporan Daily Trust sebagimana dilansir republika.co.id, kelompok militan itu juga membakar rumah-rumah warga sipil. Serangan tersebut diikuti oleh bentrokan antara kelompok militan dan militer.

Seperti diketahui Nigeria telah memerangi pemberontakan dari militan Boko Haram sejak 2009 ketika kelompok itu membuat kerusuhan di kota-kota menyusul kematian mantan pemimpinnya Mohamed Yusuf dalam tahanan polisi.

Lebih dari 20 orang tewas atas klaim serangan Boko Haram. Sebagian besar adalah warga sipil. Sementara 2-3 juta telah mengungsi dari rumah mereka di wilayah Danau Chad.

Kini, Boko Haram diduga dibagi menjadi dua faksi yang dipimpin oleh Abubakar Shekau dan Abu Musab al-Barnawi.




Ahmad Yani : Banyak Perkara Hukum Tidak Sesuai Rasa Keadilan Masyarakat

detikriau.orgrmol mengabarkan, Sehari menjelang pelaksanaan debat capres dan cawapres, Kamis (17/01), banyak komentar dan catatan kritis tentang program Nawacita Jokowi-JK. Salah satu di sektor penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dr. Ahmad Yani, politisi Partai Bulan Bintang (PBB), adalah salah satu yang mengomentari program Nawacita Jokowi. Dalam banyak kesempatan politisi PBB ini menyoroti soal penegakan hukum dan penyelesaian perkara korupsi yang akan menjadi topik utama pada penyelenggaraan debat perdana.

“Rezim pemerintahan Jokowi masih menyisakan banyak sekali catatan negatif dalam bidang penegakan hokum,” ungkap Yani, sapaan akrabnya.

Menurut Yani, banyak sekali catatan kritis yang dapat dialamatkan terhadap rezim (petahana). Jika dilihat secara kasat mata, sektor penegakan Hukum, HAM, Korupsi serta persoalan terorisme masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas hingga hari ini.

Selain itu, ungkap caleg PBB untuk DPR RI ini, segudang janji dan harapan manis dari rezim saat ini, yang ada pada program Nawacita (2014-2019) rasanya masih menjadi angan dan wacana belaka.

“Masih banyak persoalan di bidang penegakan hukum yang belum terselesaikan secara tuntas” ujar Yani dalam perbicangannya bersama Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/01).

Dalam penilaiannya, peran aparatur penegak hukum saat ini seakan berjalan dalam format selera penguasa.

“Banyak perkara hukum yang tidak berjalan sesuai dengan rasa keadilan di masyarakat. Banyak perkara hukum konkrit yang seakan tebang pilih (parsial), tidak objektif, dan sesuai dengan kepentingan serta selera penguasa,” tegas politisi PBB ini.

Dia menjelaskan, dapat dilihat dalam perjalanan rezim pemerintahan saat ini, terkhusus dalam bidang penegakan hokum. Rasanya peran aparatur penegak hukum seakan menjadi pengintai penguasa, yang menjamin selera dan kepentingan politik rezim penguasa.

Kata Yani, banyak perkara hukum yang dirasakan oleh masyarakat sebagai bentuk ketidakadilan dan tebang pilih. Misalkan dalam perkara kriminalisasi ulama, yang menjerat beberapa nama ulama. Hal sebaliknya terhadap para pihak yang pro terhadap selera penguasa, yang justru mendapatkan perlakukan khusus dan istimewa dalam sektor penegakan hukum.

“Dalam perkara (kasus) Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar, Sukmawati, dan lainnya, yang hingga saat ini tidak berlanjut prosesnya” ungkap Yani yang saat ini maju dari daerah pemilihan DKI Jakarta I.

Di sisi lain, penegakan hukum dalam bidang korupsi, yang dilaksanakan oleh KPK, ujar Yani, saat ini belumlah menyentuh akar pokok permasalahan korupsi sesungguhnya.
“Sejatinya KPK harus membongkar kasus korupsi yang lebih besar (mega coruption), ataupun pada kejahatan koorporasi besar dan persekongkolan politik elit dalam menguras anggaran,” katanya.

Yani menegaskan, penegakan hukum dalam bidang korupsi yang dilakukan pada periodesasi rezim ini tidak membanggakan.

“Secara massif pemberantasan korupsi terlihat dalam berbagai agenda OTT KPK,  namun secara substantif pemberantasan korupsi belum menyentuh pada akar permasalahan sesungguhnya. Dapat dilihat bagaimana kasus korupsi besar yang sama sekali belum tuntas hingga saaat ini” ungkapnya.

Yani mempertanyakan kasus-kasus mega corruption yang belum tuntas hingga hari ini, diantaranya; KLBI/BLBI yang belum menyentuh obligor yg belum bayar sama sekali, Kasus Bank Century, Kasus SKK Migas, Kasus Suap Kementerian ESDM 2013, Kasus Proyek Hambalang, Kasus PON Riau 2012, Kasus Wisma Atlet Palembang, Kasus Korupsi Pesawat Garuda 2005-2014, Korupsi di sektor Perpajakan, Korupsi di sektor Migas dan Pertambangan, Kasus Reklamasi, Kasus Sumber Waras, Kasus Pemprov DKI membeli tanah miliknya sendiri, dan terkini kasus Meikarta serta beberapa kasus korupsi (besar) lainnya