Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu 2 Ribu Meter

Gunung Anak Krakatau. Foto dokumentasi dan bukan penampakan erupsi hari ini/Foto: Antara Foto/Weli Ayu Rejeki

Jakarta – Gunung Anak Krakatau erupsi lagi. Kolom abu imbas erupsi ini mencapai 2.000 meter dari puncak gunung.

Berdasarkan infomrasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, erupsi terjadi pukul 10.17 WIB, Kamis (3/1/2019).

“Tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 2.110 m di atas permukaan laut),” demikian keterangan dari pos pengamatan Gunungapi Anak Krakatau dilansir dari detikcom

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 2 menit 8 detik.

“Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi: masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah,” demikian bunyi keterangan itu.




Miris Pengakuan Zuhairi, Pukul Perempuan Salat Gegara Rp 15 Ribu

Zuhairi dibekuk di Kukar (Suriyatman/detikcom)

Jakarta – Polisi telah menangkap Muhammad Zuhairipria yang memukul perempuan yang sedang salat di masjid. Pengakuannya sungguh bikin miris, dia menghantam korban dengan balok hanya karena perlu uang Rp 15 ribu.

Pemukulan itu terjadi di Masjid Al-Istiqomah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (28/12) pukul 14.05 Wita.

dikabarkan detikcom, Video kejadian ini viral di media sosial. Seorang perempuan yang sedang melaksanakan salat seorang diri didekati oleh seorang pria. Si pria yang mendekat langsung memukul si perempuan menggunakan balok di bagian kepala belakang. Perempuan malang itu tersungkur, sedangkan si pria lari.

Polisi yang telah menerima laporan resmi langsung mengejar pelaku. Penangkapan dilakukan terhadap pelaku yang belakangan diketahui bernama Muhammad Zuhairi ini ditangkap di rumahnya, Kutai Kartanegara, Kaltim, pada Rabu (2/1/2018) kemarin.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono menyatakan kasus ini merupakan kriminal murni. “Jadi ini murni tindak pidana murni tidak ada kaitannya dengan keagamaan,” imbuhnya.

Polisi juga mengamankan satu buah balok yang sebelumnya digunakan untuk memukul korban. Kasus ini terungkap setelah video penganiayaan yang dilakukan pelaku viral di media sosial. Setelah videonya viral, Zuhairi mengaku ketakutan dan sengaja menyerahkan diri.

Pengakuan Zuhari sungguh bikin mengelus dada. Dia mengaku memukul korban dengan balok karena butuh uang.

“Saya sudah niat untuk menyerahkan diri, saya salah, saya bingung mau ke mana, saat itu saya hanya perlu makan. Jika berhasil pun, saya tidak akan ambil seluruh uang korban karena memang hanya butuh Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu,” kata Muhammad Zuhairi.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bapak 8 anak ini dikenai Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Korban orangnya ramah, entah kenapa saya nekat melakukan hal itu, tak tahu iblis apa, setan apa yang merasuki saya,” jelas Zuhairi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi kerja cepat aparat kepolisian. Penangkapan cepat ini penting agar tidak memicu merebaknya isu SARA ke arah yang negatif.

“MUI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah dengan cepat dapat menangkap si pelaku tindak kekerasan terhadap seorang wanita yang sedang salat,” kata Sekjen MUI Anwar lewat pesan singkat, Rabu (2/1).

Anwar Abbas berharap polisi bisa mengungkap hingga tuntas kasus tersebut. Dia menambahkan, jika pelaku tidak tertangkap, dikhawatirkan kasus tersebut memicu timbulnya isu yang bisa merusak persatuan bangsa.

“Hal ini tentu jelas sangat berarti bagi kita semua karena dengan demikian pihak kepolisian bisa mengungkap faktor-faktor yang menjadi latar belakang dari tindakan yang tidak terpuji tersebut dan kalau tidak tertangkap tentu berbagai spekulasi bisa saja muncul dan itu jelas tidak baik dan bisa merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah masyarakat dan bangsa,” bebernya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Bidang Infokom MUI Ketua KH Masduki Baidlowi. Masduki punya kekhawatiran yang sama dengan Anwar Abbas soal kemungkinan kasus tersebut bisa berkembang jadi isu negatif jika pelaku tak kunjung ditangkap.

“Kepada umat Islam, saya imbau tidak terpancing isu-isu karena tahun politik ini bisa berkembang macam-macam apabila tidak segera ditangani aparat. Kami terima kasih kepada aparat dalam melakukan tindakan cepat, tepat, dan tegas,” ucap Masduki ketika dimintai konfirmasi terpisah.




Angin Kencang Terjang Pemukiman Penduduk Desa Tanjung Lajau

Foto: Kesbangpol Inhil

Tanjung Lajau, detikriau.org – Angin kencang menerjang Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir Riau, rabu (2/1/2019).

Peristiwa yang dikabarkan terjadi sekira pukul 08.00 Wib itu menyebabkan kerusakan enam unit bangunan rumah penduduk yakni milik Aseng, Aleng, And Yatim, Hendi, Ardianto, dan Rajali

Warga setempat Bashori melalui group Whats App menuliskan bahwa angin yang bertiup saat itu sangat kencang dan memporakporandakan bagian atap rumah milik warga.

Saat kejadian pemilik bangunan terdampak dan warga sekitar berlarian keluar rumah berusaha menyelamatkan diri.

Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa bencana alam ini.

Laporan: Am




KPU Lapor Bareskrim soal Berita Bohong Surat Suara Tercoblos

KPU mengecek kabar surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. (Dwi Andayani/detikcom)

Jakarta – KPU memastikan kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kabar bohong. KPU mengatakan saat ini pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim melalui telepon.

“Sudah dilaporkan ke Bareskrim, sementara via telepon dulu,” ujar komisioner KPU Hasyim Asy’ari di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) malam dilansir melalui detikcom

Namun Hasyim mengatakan pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk kembali dilaporkan. Berdasarkan informasi yang diterima, pelaporan ini dilakukan KPU pada pukul 21.00 WIB, Rabu malam.

“Nanti konten-kontennya itu akan dikumpulkan dan dilaporkan,” tuturnya.

Ketua KPU Arief Budiman juga meminta agar penyebar berita bohong tersebut ditangkap. Serta meminta pihak kepolisian melacak penyebar berita bohong tersebut, di antaranya penyebar dan pembuat rekaman yang menyatakan adanya tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos.

“Jadi orang-orang jahat yang mengganggu pemilu kita, yang mendelegitimasi penyelenggara pemilu, harus ditangkap. Kami akan lawan itu. Jadi kami sangat berharap pelakunya segera ditangkap,” ujar Arief seusai sidak di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) malam.

“Saya ingin menyampaikan kepada pihak keamanan, pihak kepolisian, untuk melacak, untuk mencari, siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini,” tutupnya.




Dugaan Kerja Paksa di Taiwan, Kemlu Setop Rekrut Mahasiswa Magang

Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir ./Foto: Net

Jakarta – Kemlu RI akan menghentikan sementara pengiriman mahasiswa-magang dari Indonesia ke Taiwan. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kabar300 mahasiswa disuruh kerja paksa di Taiwan.

“Indonesia akan menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik,” ujar jubir Kemlu RI Arrmanatha Nasir dilansir detikcom, Rabu (2/1/2019).

Pria yang biasa disapa Tata ini mengatakan, saat ini terdapat 6.000 mahasiswa WNI yang ada di Taiwan. Dari 6.000, 1.000 di antaranya mengikuti skema kuliah-magang.

“Saat ini terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, dengan sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut dalam skema kuliah-magang di delapan universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018,” ucapnya.

Kemlu juga sudah koordinasi dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Pihaknya akan memperdalam kabar mahasiswa yang mengalami kerja paksa tersebut.

“KDEI Taipei juga telah meminta otoritas setempat untuk mengambil langkah, sesuai aturan setempat, yang diperlukan guna melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang,” tuturnya.

Kabar mahasiswa praktik kerja paksa itu diberitakan media lokal Taiwan News. Seorang anggota parlemen setempat bernama Ko Chih-en melakukan investigasi terkait dugaan praktik ‘kerja paksa’ yang melibatkan enam kampus.

Berdasarkan penyelidikan Ko, ada 300 mahasiswa RI yang dipaksa bekerja di sejumlah pabrik. Salah satu tempat mereka dipekerjakan adalah pabrik lensa kontak.




KPU pastikan informasi surat suara di Tanjung Priok hoaks

Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi Komisioner KPU dan Bawaslu menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (3/1/2019). Ketua KPU menegaskan kabar tersebut tidak benar dan akan memproses secara hukum pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos yang ditemukan di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1) bohong setelah pihaknya melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai setempat.

“Kami telah melakukan pengecekan isu surat suara dalam tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang infonya sudah dicoblos untuk nomor 01. KPU memastikan hal itu adalah berita bohong,” kata Ketua KPU Arief Budiman usai melakukan pertemuan dengan pihak Bea dan Cukai Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam.

KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak terkait lainnya langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi penemuan surat suara. Hasilnya mereka tidak menemukan apa yang telah menjadi pembicaraan masyarakat tersebut.

Arief menjelaskan untuk surat suara sendiri hingga saat ini belum dicetak karena masih menjalani beberapa tahapan. Untuk itu pihaknya sangat menyesalkan adanya infomasi terkait dengan penemuan tujuh kontainer surat suara dan informasinya bahkan sudah dicoblos untuk nomor 01.

Apa yang disampaikan oleh Arief Budiman dibenarkan oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari.  Menurut dia, proses pengadaan surat suara baru berjalan. Dengan demikian bisa dipastikan surat suara belum dicetak.

“Hari Jumat 4 Januari nanti ada undangan validasi kepada dua calon dan pengurus DPP partai politik untuk validasi surat suara. Artinya, pengadaan belum berjalan. Kalau sudah ada kabar barang cetakan itu mengesankan diam-diam siapa tahu KPU sudah mencetak. Kami pastikan KPU belum mencetak,” katanya saat dikonfirmasi.

COPYRIGHT © ANTARA 2019