Polisi tetapkan dua tersangka prostitusi daring artis

Penyidik membawa pelaku prostitusi yang diduga artis untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim di Surabaya, Sabtu. (ANTARA News/Willy Irawan)

Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua tersangka kasus prostitusi daring yang melibatkan artis Vanessa Angel dan satu foto model berinisial AS di Surabaya, Sabtu (5/1)

“Ada dua orang yang dijadikan tersangka berinisial ES (37) dan TN (28). Mereka berperan mendatangkan korban hingga bisa diakses, seperti tarif dan lain-lain,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu.

Barung menyebutkan dua orang tersangka itu merupakan mucikari yang berasal dari daerah Jakarta Selatan. Mereka saat ini tengah ditahan di Mapolda Jatim.

“Sementara dua artis itu wajib lapor. Dua tersangka sudah cukup lama, ada yang melapor, yang kedua memang hasil siber patrol,” katanya.

Sementara itu, Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan modus operandi yang dipakai dua mucikari itu adalah mempromosikan artis atau selebgram melalui media sosial Instagram.

Yusep mengatakan kedua mucikari mempromosikan artis di Instagram untuk melakukan jasa layanan prostitusi bagi oknum yang berminat dari selebgram yang ada.

“Selanjutnya, memfasilitasi komunikasi dan melakukan transaksi. Aturan mainnya 30 persen dibayar di muka melalui rekening,” katanya.

Pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman dan telah meminta bantuan PPATK terkait dengan “treasing” daripada transaksi keuangan.

Sumber: Antara




Tim Prabowo Bantah Arahkan Warga Acungkan Dua Jari ke Jokowi

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik menyebut merupakan hati nurani rakyat yang menyalamkan Jokowi dengan salam dua jari. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)

Jakarta — Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik membantah jika ada tim di kubu Prabowo-Sandi merekayasa masyarakat untuk sengaja mengacungkan dua jari ke calon presiden nomor urut satu Joko Widodo.

Hal tersebut menanggapi beredarnya foto dan video sekumpulan massa di salah satu daerah yang menyambut kehadiran Jokowi dengan acungan dua jari. Acungan dua jari sendiri saat ini identik dengan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

“Tidak ada settingan, itu kan aspirasi masyarakat. Emang maunya begitu. Ribet amat kami nyeting begitu,” kata Taufik di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu (6/1) dilansir melalui cnnindonesia.com

Taufik pun mengklaim, apa yang terjadi merupakan keinginan langsung dari masyarakat yang sesuai hati nuraninya sendiri. “Jadi itu langsung dari masyarakat, nuraninya sendiri yang ingin mereka sampaikan,” kata Taufik.

Taufik kembali mengklaim, bahwa fenomena tersebut tidak hanya di daerah tertentu. Di wilayah lain seperti Jawa Tengah, masyarakat sudah mulai berani untuk terang-terangan mendukung Prabowo-Sandi.

Dia mengatakan, hal ini terlihat sejak BPN membuka posko-posko di Jawa Tengah, di mana banyak masyarakat yang ingin daerahnya juga dibuat menjadi kantor pemenangan Prabowo-Sandi.

“Saya kira sekarang semua daerah bangkit. Apalagi di Jawa Tengah, sekarang udah ada keberanian muncul setelah kami siapkan kantor seknas. Muncullah di beberapa kabupaten yang ngusulin untuk dijadiin kantor pemenangan,” kata Taufik.

Sementara itu Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai soal beredarnya foto itu.

Aria pun menduga massa tersebut telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang.

“Walah, model beberapa kali itu,” ujar Aria melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Namun, Politikus PDI Perjuangan ini memaklumi aksi massa tersebut. Oleh sebab itu ia mengaku tak akan meresponsnya secara berlebihan.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.

Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.




Viral Video Jokowi Disambut Dua Jari Berujung Polemik

Presiden Joko Widodo (tengah) menyalami warga ketika meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Way Muli, Rajabasa Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta — Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai beredarnya foto dan video massa yang mengacungkan dua jari saat menyambut kedatangan Jokowi. Aria menduga massa telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang. 

Foto dan video itu disebut terjadi saat Jokowi berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (4/1) lalu.

Belakangan sejumlah kalangan menyebut foto dan video tersebut merupakan rekayasa karena peristiwanya terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda.

“Walah, model beberapa kali itu,” ujar Aria melalui pesan singkat yang dilansir melalui CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Acungan dua jari saat ini identik dengan dukungan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Adapun politikus PDIP ini memaklumi aksi massa yang mengacungkan dua jari tersebut. Ia mengaku tak akan menindak lebih lanjut aksi massa itu.

“Namanya juga kampanye,” katanya.

Sementara itu anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah jika acungan dua jari itu sengaja diatur tim Prabowo. Ia menyebut acungan dua jari itu merupakan bentuk spontan warga yang menginginkan ganti presiden pada 2019.

“Tidak mungkin itu setting-an. Itu gerakan rakyat, sekarang di mana pun kalau Pak Jokowi datang ada saja yang acungkan dua jari,” ucapnya.

Menurutnya, acungan dua jari itu tak hanya terjadi di Ponorogo. Dalam kunjungan kerja Jokowi ke sejumlah wilayah, capres nomor urut 01 itu kerap disambut dengan acungan dua jari dari warga.

“Di mana saja sekarang kalau Pak Jokowi datang sudah (acungkan) nomor 02. Di Medan juga begitu. Itu menunjukkan dukungan pada paslon 02 sudah seperti tsunami, bergelombang di mana-mana,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.

Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

sumber: CNNIndonesia  Editor: faisal




Himbaun Kebersihan




Gunung Anak Krakatau alami 24 kegempaan letusan

“masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 5 km dari kawah”

Foto: detiknews

Bandarlampung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan hingga Sabtu siang, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 24 kali kegempaan letusan, 4 kali kegempaan embusan dan terjadi tremor menerus.

Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan pada periode pengamatan 5 Januari 2019, pukul 06.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami Kegempaan Letusan sebanyak 24 kali, amplitudo 18-25 mm, durasi 52-114 detik.

Selain itu, gunung yang berada di Selat Sunda ini mengalami embusan 4 kali dengan amplitudo 18-22 mm dan durasi 46-110 detik. Kemudian Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-17 mm (dominan 7 mm).

Data diambil dari Stasiun Sertung di Selat Sunda, dekat dengan Gunung Anak Krakatau dan sepanjang pengamatan menunjukkan cuaca cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat daya-timur laut dengan suhu  udara mencapai 28-31 derajat Celsius dan kelembapan udara 56-70 persen.

Visual gunung jelas hingga kabut 0-III dengan asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-1.500 meter di atas puncak kawah. Tidak terdengar suara dentuman dan ombak laut terpantau tenang.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

Sebelumnya, PVMBG juga menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang Jumat (4/1), hingga Sabtu dini hari mengalami 82 kali kegempaan letusan.

Sementara itu, menurut staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Deny Mardiono, pada periode pengamatan 4 Januari 2019, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300-2.000 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk kegempaan letusan tercatat 82 kali, amplitudo 10-35 mm, durasi 29-187 detik, embusan 36 kali, amplitudo 6-22 mm, durasi 35-105 detik. Vulkanik dalam satu kali, amplitudo 17 mm, S-P 1,6 detik, durasi 11 detik dengan tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-21 mm (dominan tujuh milimeter).

Gunung api di dalam laut itu, kini ketinggiannya menyusut dari semula 338 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi 110 mdpl atau telah berkurang sebagian tubuhnya longsor ke laut, sehingga diduga memicu tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12).

sumber: Antara




Diguncang Puluhan Kali Gempa, Warga Halmahera Selatan Sempat Panik

Detikriau.org – Gempa 5,2 SR guncang kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara pukul 17:54 Wib

Keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat 78  km Barat Laut Halmahera Selatan atau pada titik koordinat -0.84 LS – 127.51 BT di kedalaman 10 km.

Sebelumnya kompas.com mengabarkan, dari pagi hingga pukul 15.44 WIT, Halmahera Selatan telah diguncang 21 kali gempa tektonik dengan magnitudo yang bervariasi, antara 3 hingga 4 magnitudo dengan kedalaman rata-rata 10 kilometer. Dari 21 gempa tektonik tersebut, tidak ada yang berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kerusakan yang ditimbulkan gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kepanikan ada dari warga, tapi pihak BMKG yang ada di Labuhan, Halmahera Selatan, telah menenangkan warga yang di sana,” katanya.