Jokowi Klaim Jadi Gubernur DKI Tanpa Biaya, BPN: Itu Bohong

Jakarta viva.co.id mewartakan, Calon presiden RI nomor urut 01, Joko Widodo, sempat menyatakan bahwa dirinya selama ini berpolitik tanpa biaya yang mahal. Hal itu dikatakan Jokowi dalam debat kandidat perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Kamis malam, 17 Januari 2019.

Namun, hal ini dibantah oleh Nicholay Aprilindo, sahabat Jokowi yang saat ini menjadi anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Nicho, sapaannya, geram atas pernyataan Jokowi yang mengatakan tidak mengeluarkan biaya politik saat jadi wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta.

Oleh karena itu, Nicho mengungkap semua proses perjalanan politik Jokowi saat menduduki jabatan wali kota Solo hingga menjadi gubernur DKI.

Nicho menceritakan, saat itu pada 2008, Jokowi mengundang Nicholay ke rumah dinas wali kota Solo, Loji Gandrung. Jokowi minta dikenalkan kepada adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Pada saat itu, Jokowi memaparkan kesuksesannya jadi wali kota Solo kepada Hashim dan meminta dibantu untuk jadi gubernur di DKI Jakarta

Hashim mulai tertarik dengan Jokowi, kemudian ingin menjadikan Jokowi gubernur Jawa Tengah kala itu. Namun, Jokowi bersikeras meminta untuk dijadikan gubernur DKI. Hashim akhirnya setuju dan mulai mempersiapkan untuk memenangkan Jokowi dalam Pilkada DKI 2012.

Menurut Nicho, saat itu Gerindra tak bisa mengusung sendiri, sehingga memilih berkoalisi dengan PDIP. Bahkan, kata Nicho, Prabowo yang membujuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri agar PDIP mendukung Jokowi sampai Mega akhirnya setuju bersama dengan Gerindra mengusung Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pak Prabowo datang ke Bu Mega meyakinkan bahwa Jokowi layak untuk menjadi gubernur. Setelah itu, Bu Mega setuju,” ujarnya di Media Center Prabowo-Sandi, Kamis malam, 17 Januari 2019.

Diungkapkannya, Megawati ketika itu ingin mendukung Fauzi Bowo. Tapi, akhirnya Mega setuju Jokowi. Kemudian, sejak itu Gerindra-PDIP mulai bekerja untuk memenangkan Jokowi.

Jokowi, kata Nicho, sering mengeluh kepada Hashim bahwa dirinya tak punya uang, namun ingin maju menjadi gubernur DKI. Karena percaya kepada Jokowi, akhirnya Hashim menanggung semua biaya politik Jokowi yang jumlahnya hingga ratusan miliar rupiah.

“Itu kalau dikalkulasi sampai ratusan miliar. Jadi dia katakan tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai kantong kresek lho ke rumah pemenangan, ke Jokowi langsung,” ujarnya.

Nicho begitu kesal dengan pernyataan Jokowi dalam debat yang diibaratkan seperti kacang lupa kulitnya. Nicho meyakinkan bahwa apa yang disampaikannya merupakan fakta, sebab dia selalu ikut dalam pertemuan antara Jokowi dan Hashim.

“Ini fakta yang saya sampaikan, setiap ada pertemuan saya ikut. Pak Hashim kecewa dong. Gimana sih dikhianati ketika sudah jadi gubernur dan presiden, tidak ada ucapan maaf, apresiasi pun tidak. Tidak ada minta izin atau minta maaf,” ujarnya.




Dinihari, Gempa 5.2 SR Guncang Morotai

detikriau.org – Pukul 01:51 Wib, sabtu, 19 januari 2019, wilayah Maluku Utara kembali diguncang gempa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa berkekuatan 5.2 SR ini berpusat 128 km Timur Laut Pulau Morotai atau tepatnya pada titik koordinat 3.45 LU – 128.80 BT pada kedalaman 10 km

“gempa tidak berpotensi tsunami,” Tulis BMKG melalui laman resminya.

Mengapa Indonesia Sering dilanda Gempa?

Dikutip dari laman bbc Indonesia, para ahli mengatakan bahwa wilayah Indonesia itu memang sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

“Dari tumbukan ini terimplikasi adanya sekitar enam tumbukan lempeng aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa kuat,” kata Dr Daryono kepala bidang informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Wilayah Indonesia juga sangat kaya dengan sebaran patahan aktif atau sesar aktif. Ada lebih dari 200 yang sudah terpetakan dengan baik dan masih banyak yang belum terpetakan sehingga tidak heran jika wilayah Indonesia itu dalam sehari itu lebih dari 10 gempa yang terjadi,” Daryono menambahkan.

Sejumlah patahan aktif tersebut adalah patahan besar Sumatra yang membelah Aceh sampai Lampung, sesar aktif di Jawa, Lembang, Jogjakarta, di utara Bali, Lombok, NTB, NTT, Sumbawa, di Sulawesi, Sorong, Memberamo, disamping di Kalimantan.

Posisi Indonesia juga dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah ‘tapal kuda’ sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

“Mungkin kalau kita melihat ke dunia, itu kelihatan bahwa Indonesia itu sangat merah dibandingkan dengan yang lain. Jepang, misalnya merah juga, Filipina saya pikir merah juga. California itu merah juga karena disitu ada zona San Andreas Fault yang besar dan bergerak sangat cepat,” kata Danny Hilman Natawidjaja, peneliti utama bagian geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Perbandingan Indonesia dengan bagian lain dunia dilakukan dengan menggunakan global seismic hazard  atau bahaya seismik global, Danny menjelaskan.

“Zonasi seismic hazard itu sudah, yang dia representasikan adalah potensi guncangan gempanya, yang direpresentasikan dengan nilai percepatan gravitasi, G, makin tinggi yah makin banyak guncangannya.

“Nilai G lebih dari 5 menjadi merah. Nilai G dengan 5, kuning. Yang ada di bawahnya hijau biru dan sebagainya. Itu kelihatan bahwa Indonesia itu sangat merah dibandingkan dengan yang lain,” Danny mengakhiri.

Laporan: Amrul   Editor: faisal




Batasan Memandang

 

detikriau.org — Interaksi perempuan dan laki-laki terjadi di mana saja, baik di tempat kerja, di jalan, maupun tempat- tempat publik. Saat berinteraksi dan menjalin komunikasi, memungkinkan mereka saling bertatap muka dan memandang.

Lalu, bagaimana batasan memandang bagi perempuan dalam interaksi sosial ini? Apa yang dimaksud dengan menahan pandangan?

Menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi, menahan pandangan yang diperintahkan dalam surah an-Nisa ayat 30-31 kepada perempuan juga laki-laki ini bukanlah memejamkan mata atau menundukkan kepala sehingga tak dapat melihat seseorang. Hal itu tak mungkin dapat dilakukan manusia, katanya

Arti dari menahan pandangan adalah membebaskan pandangan dari tempat-tempat fitnah yang merangsang. Dengan demikian, laki-laki diizinkan melihat perempuan dengan catatan tak melihat auratnya dan tak disertai syahwat.

Saat mereka melakukan hal itu, hukumnya haram. Hal yang sama juga berlaku bagi perempuan. Perempuan boleh memandang laki-laki secara beradab dan menahan pandangannya, juga tak melihat aurat laki-laki yang tentu saja diharamkan. Berhubungan dengan hal ini, al-Qaradhawi melalui bukunya, Fatwa-Fatwa Kontemporer, mendukung argumentasinya dengan hadis Nabi Muhammad.

Ia mengatakan, Imam Ahmad dan imam lainnya meriwayatkan hadis dari Aisyah, yang menjelaskan bahwa Aisyah memandang pada laki-laki. Menurut Aisyah, orang-orang Habsyi pernah bermain-bermain di sebelah rumah Rasulullah saat hari raya. Ia melihat mereka dari atas pundak Rasul.

Beliau merendahkan pundaknya karena saya. Saya melihat mereka dari pundak beliau sehingga saya puas kemudian saya berpaling, ujar Aisyah. Menurut al-Qaradhawi, sebagian golongan Syafiiyah berpandangan, laki-laki tak boleh memandang perempuan dan perempuan pun tak boleh memandang laki-laki.

Pandangan mereka bersandar pada hadis riwayat Tirmidzi yang berasal dari Ummu Salamah dan Maimunah, keduanya istri Nabi Muhammad. Dalam hadis itu, Rasulullah memerintahkan Ummu Salamah dan Maimunah berhijab dari Abdullah bin Ummi Maktum. Keduanya merespons, Bukankah dia tunanetra yang tak dapat melihat kami? Rasul balik bertanya kepada mereka, Apakah kamu berdua tunanetra? Bukankah kamu berdua dapat melihat?

Al-Qaradhawi mengungkapkan, hadis ini tak dapat menjadi dasar bagi mereka yang menegaskan bahwa perempuan tak boleh memandang laki-laki, demikian pula sebaliknya. Alasannya, hadis itu tak luput dari cela, yaitu dari sisi sanad dan dilalahnya. Hadis ini tak mencapai derajat seperti hadis-hadis yang diriwayatkan dalam Shahihain yang mengizinkan perempuan memandang laki-laki. Pada intinya, perempuan boleh memandang laki-laki, bukan pada bagian auratnya.

Mayoritas ahli fikih menetapkan aurat laki-laki itu adalah bagian antara pusar dan lutut. Sedangkan, ba gian lainnya, seperti wajah, rambut, lengan, bahu, be tis, dan bagian lainnya, boleh dipandang. Namun, te tap saja ada batasan yang harus dipatuhi perempuan, yaitu tak memandang laki-laki dengan disertai nafsu.

Jika seorang perempuan melihat laki-laki lalu timbul hasrat, mestinya perempuan itu menahan pandangannya. Jangan malah meneruskan keinginan nafsunya itu. Inilah yang dianggap sebagai pandang an yang menuntun pada perzinaan yang sebaiknya dihindarkan oleh perempuan.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyah dan al-Mundziri yang dikutip Haya binti Mubarok al-Barik dalam bukunya, Ensiklopedi Wanita Muslimah, menyatakan, perempuan yang menahan pandangan akan memetik sejumlah manfaat. Dengan menahan pandangan, perempuan telah mematuhi perintah Allah.

Selain itu, menahan pandangan pun akan menguat kan dan membuat hati bahagia. Sebaliknya, hati perempuan yang mengumbar pandangannya akan diserang kegelisahan, sebab hatinya tak dapat lepas dari syahwat. Pilihan menahan pandangan membuat perempuan mengosongkan hatinya dari kemaksiatan, ujar Haya.

Sumber: Ferry Kinsihadi | republika.co.id

 

 

 

 




Kisah Laksamana Muslim yang Taat

Cheng Ho

JAKARTA — Sebagai seorang Muslim taat, Ramadhan adalah bulan yang dinanti-natikan kedatangnya oleh Ceng Ho. Dalam sebuah catatan, pada 7 Desember 1411 M sesudah melakukan pelayarannya yang ketiga, Ceng Ho sempat mudik ke kampungnya, Kunyang untuk berziarah ke makam ayahnya. Saat Ramadhan tiba, Cheng Ho memilih berpuasa di kampungnya yang senantiasa semarak.

Dia pun tenggelam dalam kegiatan keagamaan sampai Idul Fitri tiba. Dalam kurun waktu 1405-1433, Cheng Ho memang sempat terdampar di kepulauan Nusantara selama tujuh kali. Ketika berkunjung ke Samudera Pasai, dia menghadiahi lonceng raksasa Cakradonya kepada Sultan Aceh.

Ia juga sempat mampir di Pelabuhan Bintang Mas kini Tanjung Priok. Tahun 1415 M mendarat di Muara Jati (Cirebon). Beberapa cindera mata khas Tiongkok dipersembahkan kepada Sultan Cirebon. Sebuah piring bertuliskan Ayat Kursi saat ini masih tersimpan baik di Kraton Kasepuhan Cirebon.

Ketika menyusuri Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada itu), sakit keras. Sauh segera dilempar di pantai Simongan, Semarang. Mereka tinggal di sebuah goa, sebagian lagi membuat pondokan. Wang yang kini dikenal dengan sebutan Kiai Jurumudi Dampo Awang, akhirnya menetap dan menjadi cikal bakal keberadaan warga Tionghoa di sana.

Wang juga mengabadikan Cheng Ho menjadi sebuah patung (disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong), serta membangun kelenteng Sam Po Kong atau Gedung Batu. Perjalanan dilanjutkan ke Tuban (Jawa Timur). Kepada warga pribumi, Cheng Ho mengajarkan tatacara pertanian, peternakan, pertukangan, dan perikanan. Hal yang sama juga dilakukan sewaktu singgah di Gresik.

Lawatan dilanjutkan ke Surabaya. Tepat di hari Jumat, dan Cheng Ho mendapat kehormatan menyampaikan khotbah di hadapan warga Surabaya yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Kunjungan dilanjutkan ke Mojokerto yang saat itu menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Di kraton, Raja Majapahit, Wikramawardhana, berkenan mengadakan audiensi dengan rombongan bahariwan Tiongkok ini.

Beberapa sejarawan meyakini bahwa petualang sejati ini sudah menunaikan ibadah haji. Memang tak ada catatan sejarah yang membuktikan itu, tapi pelaksanaan haji kemungkinan dilakukan saat ekspedisi terakhir (1431 M -1433 M). Saat itu rombongannya memang singgah di Jeddah. Menunaikan ibadah haji merupakan impian dan obsesinya. Sampai-sampai ia mengutus Ma Huan pergi ke Mekah agar melukiskan Ka’bah untuknya.

Sumber : Mozaik Republika



Keterbatasan Anggaran, Sejumlah Usulan Perbaikan Ruas Jalan Provinsi di Inhil Tidak Terakomodir di Tahun 2019

Anggota DPRD Riau Dapil Inhil M Arfah./Foto: Profile WhatApp

Pekanbaru, detikriau.org – Anggota DPRD Riau asal Dapil Inhil M Arfah terangkan bahwa sejumlah usulan perbaikan ruas jalan Provinsi di Inhil tidak terakomodir. Tertundanya pekerjaan perbaikan ruas jalan yang menjadi tanggungjawab pihak Provinsi Riau itu menurutnya disebabkan terus terjadinya penurunan APBD Riau dari tahun ke tahun.

“persoalannya karena APBD kita dari tahun ke tahun terus terjadi penurunan, makanya tidak seluruh usulan dari Kabupaten termasuk Inhil bisa diakomodir,” diterangkan M Arfah menjawab komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, jum’at (18/1/2019)

Diterangkan M Arfah, untuk sejumlah usulan perbaikan ruas jalan Provinsi yang berada di Inhil, sebagian diprogramkan melalui dana APBD Riau TA 2019 dan sebagian lainnya terpaksa masuk prioritas untuk diprogramkan kembali pada APBD Provinsi di TA 2020 mendatang.

Kondisi ini kata Arfah  juga sempat dikeluhkan oleh Komisi III DPRD Inhil yang disampaikan secara langsung dalam kunjungan mereka ke DPRD Riau baru-baru ini.

Meski memahami tidak seluruh usulan perbaikan ruas jalan Provinsi bisa di Akomodir, namun usulan perbaikan jalan yang dinilai lebih diprioritaskan menurut mereka disesalkan tidak diakomodir pada TA 2019.

“Kawan-kawan Komisi III DPRD Inhil pertanyakan perihal perbaikan jalan provinsi yang seharusnya lebih diprioritaskan tidak terakomodir,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Ruas jalan Provinsi yang dinilai lebih prioritas itu disampaikan Komisi III DPRD Inhil menurut  Arfah, seperti ruas jalan dari Kota Rengat Kab Inhu menuju Tembilahan Kab Inhil tepatnya di Desa Cinaku yang longsor akibat terjangan abrasi.

Dipaparkan lebih lanjut oleh Arfah, kedatangan sejumlah kawan-kawan dari Komisi III DPRD Inhil yang saat itu dipimpin oleh Ketuanya Iwan Taruna sebenarnya dengan tujuan ke Komisi IV yang membidangi masalah infrastruktur. Namun karena anggota Komisi IV sedang tidak berada di Tempat, sebagai legislator DPRD Riau asal Inhil, Arfah akui juga mengaku memiliki tanggungjawab untuk mewakili.

“Saya di Komisi III. Saya sendiri sebenarya tidak memahami secara menyeluruh persoalan ini. Penjelasan singkat hanya saya rangkum dari pemaparan staff ahli komisi,” kata Arfah

“”Apalagi saat pembahasan, itu dilakukan antara komisi IV dengan dinas terkait,” Tambahkan Arfah

Sepengetahuannya menurut Arfah, untuk ruas jalan provinsi di Inhil yang diakomodir dalam APBD Riau 2019 adalah ruas jalan Provinsi dari Tembilahan – Teluk Pinang, Selensen – Kota Baru, dan ruas jalan provinsi dari Tembilahan – Enok – Benteng.

“Sebenarnya kita memang ingin seluruh usulan bisa terakomodir, tapi karena dananya terbatas makanya hanya beberapa yang diakomodir.”

“Termasuk beberapa ruas jalan provinsi lainnya di inhil juga ada pekerjaan pemeliharaan, tapi saya sendiri kurang hapal yang mana saja ruas jalannya. Mungkin salah satunya ruas jalan di kelurahan sungai beringin itu.” Akhiri Arfah.

Reporter: Amrul    Editor: Faisal




Kapolda Sumsel: Eks Kapolres Empat Lawang Bisa Dipidana

Ilustrasi Narkotika jenis Sabu. Foto: Internet

PalembangCNN Indonesia mewartakan bahwa Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menegaskan tidak menutup kemungkinan akan menjerat AKBP AS dengan pidana usai positif menggunakan narkoba jenis sabu. Saat ini AS baru diberi sanksi administrasi, yakni dicopot sebagai Kapolres Empat Lawang.

Untuk itu, Zulkarnain menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap AS. Penyidik Propam Polda Sumsel akan menyelidiki hingga ke pengedar yang memberikan sabu dan narkoba kepada AS.

“Setelah AS ini dicopot, nanti dia akan kena sidang disiplin karena terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu dan ekstasi. Kalau ada barang bukti, nantinya AKBP AS bisa dijerat secara pidana,” ujar Zulkarnain saat sertijab Kapolres Empat Lawang di Prabumulih, Sumsel, Jumat (18/1).

Zulkarnain mengaku cukup mengenal AS sebagai juniornya. Dia menduga AS terjerumus pergaulan yang salah hingga berani mengonsumsi narkotika.

“Sekarang masih diperiksa, kita belum tahu di mana dan dengan siapa saja waktu dia mengonsumsi barang haram ini. Yang jelas, hasil tes urine positif dan begitu juga darahnya,” ujar dia.

Zulkarnain berujar, penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota polisi menjadi perhatian serius. Dia tidak akan memberi ampun kepada anggota polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba, apalagi anggota yang berpangkat perwira.

“Agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, makanya kami rutin cek urine. Hasilnya sekarang bisa ketahuan. Untuk yang lain jangan main-main, jangan coba-coba, saya sikat,” ucap dia.

Jabatan Kapolres Empat Lawang kini diemban oleh AKBP Eko Yudi Karyanto. Sebagai pejabat baru Eko akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Hal utama yang dilakukan pertama kali, kata dia, mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polres Empat Lawang terkait penyalahgunaan narkoba oleh mantan pejabat sebelumnya.

Tes Darah Positif

Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel juga melakukan tes darah terhadap AS, usai tes urine sebelumnya didapatkan positif mengandung amphetamine dan MDMA. Hasil tes darah pun positif mengandung dua kandungan narkotika tersebut.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumsel Kombes Didi Hayamansyah mengatakan, tes darah dilakukan untuk memastikan kesesuaian hasil tes urine sebelumnya. Hasilnya juga positif mengandung amphetamine yang merupakan kandungan di narkoba jenis sabu dan MDMA yang terkandung dalam ekstasi.

“Hasil tes urine dan darah sama positif. AS sudah resmi dicopot dari jabatannya mulai hari ini, telah disertijab oleh Kapolda,” kata Didi.

Jika darah sudah terpapar kandungan amphetamine, dapat disebut sebagai pemakai dalam jangka waktu yang lama. Hanya saja, Didi berujar, kesimpulan itu harus berdasarkan keterangan dokter melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau untuk berapa lama-nya [konsumsi narkoba] belum tahu, kita harus tanyakan ke dokter, itu belum ditanyakan,” ujarnya.