Bupati Inhil Resmikan Pemakaian Gedung PAUD Desa Pekan Kamis

Istri Bupati Inhil Hj Zulaikhah Wardan menggunting pita sebagai tanda diresmikannya pemakaian gedung PAUD. Foto: Diskominfops_inhil

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meresmikan pemakaian gedung PAUD Desa Pekan Kamis, Kecamatan Tembilahan Hulu, Rabu (9/1/2019) siang.

Kedatangan Bupati turut didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti dan disambut oleh Camat Tembilahan Hulu, Kepala Desa Pekan Kamis serta segenap masyarakat Desa Pekan Kamis.

Bupati mengatakan bahwa gedung yang dibangun oleh Pemerintah Desa Pekan Kamis dan baru saja diresmikan sudah sangat bagus jika dilihat secara fisik. Untuk itu, Bupati mengimbau agar bangunan yang sudah berdiri kokoh itu dapat dimanfaatkan secara baik dan maksimal dalam rangka penyelenggaraan pendidikan.

Bupati Inhil HM Wardan didampingi Wabup Inhil H Syamsuddin Uti membuka selubung papan nama saat peresmian PAUD di Desa Pekan Kamis. Foto: Diskominfops_inhil

Bupati pada kesempatan itu juga tampak sangat memperhatikan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, baik dari sisi kualitas maupun dari sisi kuantitas. Hal ini dapat dilihat dari imbauan yang Dia berikan kepada segenap masyarakat Desa Pekan Kamis agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga PAUD yang telah ada.

“Selain fokus pada penambahan jumlah anak didik, PAUD juga harus fokus pada kualitas tenaga pengajar sehingga dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Cari guru yang berkompeten,” tukas Bupati.

Tidak hanya sampai disitu, bentuk perhatian lainnya yang diberikan oleh Bupati terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, khususnya kepada lembaga PAUD Desa Pekan Kamis adalah melalui penyaluran bantuan dana Pemerintah Kabupaten yang direncanakan kedepannya.

“Urus izin Bangunan (yang baru saja diresmikan, red) agar bantuan Pemerintah Kabupaten Inhil dapat disalurkan,” imbau Bupati.

Tidak dapat dipungkiri, sejak digulirkannya Gerakan Paudisasi yang menjadi bagian dari program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di penghujung tahun 2103 silam, Bupati Kabupaten Inhil memang senantiasa berkonsentrasi terhadap tumbuhkembang lembaga PAUD.

Alhasil, berkat upaya keras dan konsistensi dalam pengembangan PAUD tersebut, pada tahun 2018 tercatat pertumbuhan lembaga PAUD di Kabupaten Inhil naik begitu signifikan dengan persentase kenaikan mencapai 200 persen dari yang sebelumnya 153 lembaga PAUD menjadi 474 lembaga PAUD.

Pada aspek jumlah peserta didik, Kabupaten Inhil pun pernah dikukuhkan sebagai salah satu yang terbaik secara nasional. Hal tersebut dapat diukur melalui Angka Partisipasi Kasar atau APK anak 0 sampai dengan 6 tahun yang mengenyam pendidikan di lembaga PAUD.

Tercatat, APK anak 0 sampai dengan 6 tahun PAUD di Kabupaten Inhil pada tahun 2013 hanya berada pada angka 53 persen. Pasca pelaksanaan Gerakan Paudisasi, angka tersebut melejit hingga menyentuh angka 92 persen dari target ideal Pemerintah Pusat sebesar 73 persen./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Bupati Inhil Melayat H Muslimin Mabbate Di RSUD Puri Husada Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan melayat kerumah duka Alm H Muslimin Mabbate, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Inhil yang wafat di RSUD Puri Husada Tembilahan, Rabu (9/1/2019).

Kedatangan Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan ke RSUD Puri Husada Tembilahan, didampingi oleh Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti beserta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Bupati tiba di RSUD sekitar pukul 21.00. Bupati tampak mengenakan baju biru putih dengan peci hitam. Di ruangan jenazah H Muslimin Mabbate cukup ramai pihak keluarga dan masyarakat yang hadir.

“Saya turut berduka cita dan mengucapkan belasungkawa atas wafatnya salah satu Putra Terbaik Inhil, H Muslimin Mabbate,” tutur Bupati.

Bupati mengatakan, H Muslimin Mabbate merupakan sosok yang baik serta ramah. Beliau, tambah Bupati, diketahui sebagai seorang yang pekerja keras.

“Tidak ada yang tahu rencana Allah SWT, seperti kapan kita akan dipanggil dan kembali ke sisi-Nya,” kata Bupati.

Bupati berharap agar pihak keluarga dapat senantiasa senantiasa tabah atas kehilangan sosok H Muslimin Mabbate.

“Semoga Allah SWT memberikan tempat yang layak di sisi-Nya dan kepada keluarga diberikan kesabaran,” pungkas Bupati yang tidak dapat menyembunyikan kesedihannya dari raut wajah yang tergambar.

Isak tangis pihak keluarga tak terbendung saat mereka harus mengikhlaskan kepergian H Muslimin Mabbate di ruang rawat RSUD Puri Husada Tembilahan malam itu.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Inhil periode 2009-2014 ini wafat pada pukul 20.00 WIB setelah dirawat beberapa waktu. Rencananya jenazah akan dibawa dan dikebumikan di kampung halamannya, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




Demokrasi Indonesia dan AS Masih Dalam Kategori Cacat

Oleh: Ian Burrows     sumber: ABC

(ABC News: Jarrod Frankhauser)

Divisi Intelligence Unit (EIU) dari majalah Inggris The Economist setiap tahun mengeluarkan daftar indeks demokrasi negara-negara di dunia.

Beberapa negara yang menggunakan nama demokrasi sebagai nama resmi negara mereka, namun dalam kehidupan politik sehari-hari negara-negara tersebut tidaklah sepenuhnya demokratis.

EIU menggolongkan 167 negara yang dinlai dalam beberapa kategori, yaitu demokrasi penuh, demokrasi cacat, rejim hibrid, dan otoriter.

Di kawasan Asia Pasifik Australia dan Selandia Baru menjadi dua negara yang masuk dalam kategori betul-betul demokrasi.

Indonesia masuk dalam kategori kedua, demokrasi yang masih cacat, masuk dalam kategori yang sama dengan Amerika Serikat, dan Jepang.

Ada delapan negara yang menggunakan nama demokratik yaitu Aljazair, Republik Demokratik Kongo, Timor Leste, Ethiopia, Korea Utara, Laos, Nepal dan Sri Lanka namun Korea Utara misalnya malah berada di peringkat paling bawah dan masuk kategori sebagai negara otoriter.

Untuk memberikan peringkat EIU memberikan angka dari nol sampai 10 untuk sejumlah kategori seperti partisipasi politik, dan fungsi pemerintah.

Indonesia berada di peringkat 65 dengan nilai 6,39, satu peringkat lebih baik dari Singapura dengan peringkat 66 dengan nilai 6,38.

Di Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina lebih tinggi peringkatnya dari Indonesia.

Malaysia di peringkat 52 dengan nilai 6,88 dan Filipina di peringkat 53 dengan nilai 6,71.




Wakil Bupati Inhil Hantarkan Jenazah H Muslimin Mabbate Menuju Peristirahatan Terakhir

Wakil Bupati Inhil saat menyampaikan sambutan.

Tembilahan, detikriau.org — Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Syamsuddin Uti menghantarkan jenazah H Muslimin Mabbate menuju peristirahatan terakhir di Pemakaman Umum, Jalan Taman Murni, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kamis (10/1/2019)

Almarhum H Muslimin Mabbate dikebumikan selepas dishalatkan di Masjid Jami’ Baiturrahman RW 03 Kuala Enok.

Kedatangan Wakil Bupati Inhil, H Syamsuddin Uti yang didampingi oleh Ketua Komisi I (Satu) DPRD Kabupaten Inhil, H Yusuf Said, Anggota DPRD Kabupaten Inhil, Taufik Hidayad dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil itu merupakan wujud simpatik atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Kehadiran Wakil Bupati ditengah keluarga yang dirundung duka itu juga berumtujuan untuk memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga agar dapat secara ikhlas melepas kepergian Almarhum H Muslimin Mabbate.

“Saya datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Beliau. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selalu kirim doa kepada almarhum,” ujar Mantan Ketua KONI Kabupaten Inhil itu seusai pemakaman.

Wakil Bupati menilai, selain sosok yang baik dan bersahaja, Almarhum H Muslimin Mabbate juga dikenal sebagai orang yang pernah menorehkan prestasi dengan sederet jabatan prestisius yang disandangnya.

“Sebuah kebanggan bagi Saya dapat hadir menghantarkan sosok yang telah malang-melintang dengan segudang prestasi di Kabupaten kita tercinta ini, Kabupaten Inhil,” pungkas Wakil Bupati.

Pihak keluarga dari Almarhum H Muslimin Mabbate mengucapkan terima kasih atas kesediaan Wakil Bupati Kabupaten Inhil menghantarkan sekaligus hadir ke pemakaman.

“Terimakasih kami ucapkan kepada Pak H Syamsuddin Uti karena sudah mau ikut mengantarkan orang tua kami hingga ketempat pemakaman terakhirnya,” ujar H Rasyid salah satu keluarga almarhum.

Untuk diinformasikan, semasa hidup, Almarhum H Muslimin Mabbate, Pria kelahiran 15 September 1967 di Parit Baso, Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil ini pernah memegang jabatan strategis dalam penyelenggaraan Daerah. Tak hanya itu, sejumlah jabatan prestisius organisasi non-pemerintahan pun turut mengisi daftar panjang prestasinya. Adapun beberapa jabatan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2009 – 2014
  2. Calon Wakil Bupati Inhil Periode 2013-2018
  3. Ketua Kwartir Ranting 10 Tanah Merah Tahun 2005-2019
  4. Calon Legislatif DPRD Riau 2019 Partai Perindo.

Almarhum H Muslimin Mabbate diketahui wafat pada Rabu malam Kamis, 9 Januari 2019 di RSUD Puri Husada Tembilahan. Alamat duka berada di Jalan Baiturrahman, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Almarhum H Muslimin Mabbate meninggalkan seorang istri bernama Hj Saidah dengan 3 (tiga) orang anak, masing – masing adalah Dian Yustika Putri berumur 23 tahun, Dini Dwi Arianti berumur 20 tahun dan Dalvia yang baru berusia 10 tahun./adv/diskominfops_inhil/Ari Permana




BPN Sebut selalu menjadi korban isu hoaks

Anggota BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman (kedua dari kiri) dalam diskusi di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis, (10/1/2019). (Rangga Jingga/ANTARA)

Jakarta – Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman merasa pihaknya selalu menjadi korban dalam isu hoaks yang berkembang di masyarakat. 

“Hoaks ini berkembang menjadi sebuah alat perang dalam konteks psikologi media sosial. Yang jelas kami selalu menjadi korban dan juga tentu masyarakat Indonesia. Kami sering dikaitkan dengan hoaks ini, itu,” ujar Habiburokhman dalam acara diskusi yang diselenggarakan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis.

Habiburokhman menyampaikan pihaknya banyak dikait-kaitkan dengan hoaks yang belakangan terjadi. Meskipun secara hukum tidak pernah terbukti, namun pembingkaian berita (framing) dengan mengait-ngaitkan itu sudah merugikan pihaknya.

“Ada ‘framing’ seolah kami kubu penyebar hoaks,” ujar Habiburokhman.

Dia mencontohkan seperti dalam kasus Saracen, seseorang ibu bernama Asma Dewi ditangkap dan dituding sebagai bendahara Saracen, namun kasus Saracen pada akhirnya tidak muncul dalam surat dakwaan.

Kemudian dalam kasus Ratna Sarumpaet, Habiburokhman menekankan pihaknya tidak pernah mengetahui seorang ibu bermuka lebam sebagai dampak dari proses operasi yang dilakukannya.

“Kami mana ngerti. Kemudian digiring segala macam bahwa ini kaitan dengan BPN dan seterusnya. Nyatanya kepolisian profesional, ‘framing’ itu tidak terbukti, namun kami sudah dirugikan,” jelas Habiburokhman.

Kasus teranyar soal hoaks yakni mengenai tujuh kontainer surat suara.

Habiburokhman mengatakan Andi Arief adalah korban dari peristiwa itu, sama halnya dengan masyarakat atau pihak lain yang juga menerima informasi itu.

“Apakah kejahatan jika kita mendapat informasi seperti itu di WA grup, kemudian mempertanyakannya,” ujar Habiburokhman.

Dia menekankan salah seorang pelaku penyebar hoaks tujuh kontainer surat suara dikabarkan berasal dari Kornas Prabowo.

Namun dia menegaskan sejak sebelum Pilpres, Gerindra secara internal telah menertibkan seluruh organisasi yang membawa nama Prabowo, sebagai antisipasi agar tidak disalahgunakan dalam pemilu.

“Bahkan ada yang namanya Garda Prabowo, kami tertibkan kemudian berubah nama menjadi Garda Perubahan. Jadi saya menilai ada ‘framing’ untuk ‘judge’ kami sebagai kubu penyebar hoaks,” terangnya.

sumber: Antara




Putra Arifin Ilham Geram Ayahnya Difitnah Usai Dijenguk Jokowi

Presiden Jokowi menjenguk Ustad Arifin Ilham di Paviliun Kencana RSCM, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Arifin diketahui dirawat di rumah sakit setelah putranya, Muhamad Alvin Aziz, mengunggah foto ayahnya ke akun media sosial dan meminta doa kesembuhan.Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta – Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk menjenguk Ustad Arifin Ilham menuai banyak komentar di masyarakat. Salah satunya komentar akun Instagram @chandrautama_ yang direspons oleh Muhammad Alvin Faiz, putra Arifin Ilham, karena dianggap tidak benar alias mengandung fitnah.

“Menjenguk orang yang dulunya menjelek-jelekkan beliau. Terbuat dari apa sih hati presiden kayak gini? heran,” tulis akun @chandrautama_, Rabu, 9 Januari 2019.

Melihat hal tersebut Alvin tidak tinggal diam, dia langsung menggunggah ulang unggahan tersebut dan meminta bukti dari perkataan akun tersebut. “Jelek-jelekin? Kapan? Saya minta buktinya dalam 24 jam, saya tunggu @chandrautama_,” ujar Alvin.

Alvin menjelaskan kedekatan ayahnya dengan Jokowi. Walau berbeda pilihan, mereka tetap berhubungan baik. Menurutnya, Jokowi juga sering mengkonsumsi Air Azzikra. Yaitu, air minum PH tinggi milik Arifin Ilham.

Saat menjenguk Arifin Ilham, Jokowi turut mendoakan kesembuhan untuk pengasuh majelis dzikir Az-Zikra itu. “Kami semua, masyarakat, mendoakan agar beliau cepat sembuh dan penyakitnya diangkat oleh Allah, dan beliau bisa berkegiatan kembali, berdakwah, syiar, dan berikan tausiah,” kata Jokowi saat itu.

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (kanan) menjenguk penceramah Ustad Arifin Ilham di RSCM. Twitter/@Prabowo

Sebelum Jokowi, sejumlah tokoh telah menjenguknya. Mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan sejumlah artis seperti Teuku Wisnu, dan Arie Untung.

Arifin Ilham dirawat di Paviliun Kartika, RSCM, Jakarta. Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menyebabkan Arifin Ilham harus masuk rumah sakit. Namun akhir tahun lalu, Arifin dikabarkan menderita kanker nasofaring dan getah bening. Saat itu Arifin Ilham mengatakan penyakit kankernya sudah sembuh.

sumber: Tempo.co