Investasi Virtual Gunakan Bitcoin Tipu Ratusan Warga Bangka Belitung

Mapolda Kepulauan Bangka Belitung.(KOMPAS.com/HERU DAHNUR)

PANGKAL PINANG – Ratusan warga di Kepulauan Bangka Belitung diduga menjadi korban penipuan transaksi internet BTC Panda yang menggunakan alat pembayaran Bitcoin. Dari 1.695 Bitcoin yang telah diinvestasikan, baru 200 yang dikembalikan pada anggota jaringan.

“Kami berharap kasus ini bisa diusut tuntas. Semua pembagian hasil tidak seperti yang dijanjikan,” kata Leader BTC Panda Bangka, Andre Efendy, di Mapolda Bangka Belitung, Kamis (10/1/2019).

Andre mendatangi Mapolda Kepulauan Bangka Belitung untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkan beberapa waktu sebelumnya.

Kasus itu awalnya dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya dalam LP bernomor: TBL/3388/VII/2016/PMJ/DIT Reskrimsus. Kemudian, kasus dilimpahkan ke Ditreskrium Polda Bangka Belitung. Dalam laporan itu nilai kerugian materi tertulis Rp 480 juta. “Kami telah sampaikan somasi terhadap pengelola BTC Panda di Malaysia.

Hasilnya dikembalikan 200 Bitcoin, sementara sisa yang lain belum ada hingga saat ini,” ujar Andre. Andre mengaku didesak sedikitnya 200 anggota jaringan agar meminta pengembalian Bitcoin yang telah dibayarkan.

Nilai materi Bitcoin kini diprediksi mencapai miliaran. Saat awal pembelian, harga satuan Bitcoin Rp 5 juta. Sementara saat ini mencapai Rp 53 juta untuk satu Bitcoin.

Dia mengungkapkan, jumlah 1.695 Bitcoin hanya untuk kasus yang berasal dari Bangka saja. Sementara, di Indonesia nilainya diperkirakan mencapai 5.000 Bitcoin.

“Kasus penipuan yang sama kembali muncul karena pelaku belum tertangkap. Bahkan, praktik yang sama seringkali dibuka di daerah lainnya,” sebut dia.

Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Bangka Belitung Kombes (Pol) Budi Hariyanto membenarkan adanya pelimpahan kasus terkait mata uang virtual Bitcoin.

“Kami masih penyelidikan. Awalnya di sana (Polda Metro) kan ditangani Krimsus karena terkait internet. Tapi, saat ini dilimpahkan ke Kriminal Umum,” kata Budi.

“Tergantung lidik juga apakah nanti kasus ini diteruskan ke Krimsus,” beber Budi, yang di dampingi Kasubdit II Krimum, AKBP Rully Tirta Lesmana.

Dia pun mewanti-wanti agar warga lebih selektif dalam memilih wahana investasi. “Gunakan yang jelas ada pengawasan OJK,” sebut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ratusan Warga di Bangka Tertipu Investasi Virtual Menggunakan Bitcoin”, https://regional.kompas.com/read/2019/01/10/21123061/ratusan-warga-di-bangka-tertipu-investasi-virtual-menggunakan-bitcoin.

 




Gunung Agung Bali Siaga, Warga Diminta Menjauh Radius 4 Km

Ilustrasi Gunung Agung di Bali erupsi. (Foto: dok. BNPB)

Jakarta – Gunung Agung di Bali kembali mengalami erupsi pada pukul 19.55 Wita. Warga sekitar Gunung Agung diminta menjauh dengan radius 4 km dan diminta tidak melakukan aktivitas di area gunung, seperti pendakian.

“Kolom abu tidak teramati dikarenakan kabut. Erupsi terjadi pada pukul 19.55 Wita,” tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/1/2019) dilansir detikcom

Badan Geologi PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Agung menyatakan status Gunung Agung masuk ke level Siaga. Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di zona bahaya. PVMBG menjelaskan erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 4 menit 26 detik.

“Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan diminta tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung. Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru,” tulis PVMBG.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta waspada. Sebab, ada potensi ancaman bahaya berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan. Area landaan aliran lahar hujan akan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.




11 Gempa Beruntun Guncang Selat Sunda, Tak Berpotensi Tsunami

Gunung Anak Krakatau. (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia)

Jakarta — Gempa bumi beruntun terjadi sebanyak 11 kali di wilayah Selat Sunda pada Kamis (10/1) sore namun tidak berpotensi tsunami. Demikian keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Aktivitas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan kenaikan muka air laut di sepanjang pantai Selat Sunda,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Antara.

BMKG mencatat terjadi 11 kali gempa bumi dengan magnitudo rata-rata 3,0 dan semakin menurun menjadi 2,8 dengan kedalaman hiposenter satu kilometer pada rentang waktu mulai 16.59 WIB 18.35 WIB. Aktivitas gempa ini berada dalam radius 36.5 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Rahmat mengatakan hasil monitoring BMKG melalui Tide Gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Water Level milik BMKG menunjukkan hingga pukul 18.35 WIB aktivitas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan ketinggian muka air laut atau tsunami.

Aktivitas gempa tersebut terdeteksi di tujuh stasiun seismik milik BMKG yakni di Tangerang, Serang, Cigeulis, Muara Dua, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Liwa.

Sejak terjadi tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 hingga Kamis 10 Januari 2019 hasil monitoring BMKG telah berhasil menentukan paramater 28 aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi atau berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG,” tegasnya.

sumber: cnnindonesia.com




Minta Bantu ke Presiden, Sopir SPAMT Pertamina Nekat Kubur Diri Didepan Istana.

Jakarta – Ratusan sopir yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SPAMT) Pertamina gelar aksi kubur diri di depan Istana Negara untuk meminta Presiden Jokowi menyelesaikan masalah mereka./rmol.co

https://youtu.be/znXw5hdgAGs




Teror Bom Pimpinan KPK, Kapolri: Ada Petunjuk Menarik

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Net

detikriau.org – Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan jajarannya untuk mengusut cepat teror bom dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada beberapa petunjuk yang menarik,” kata Tito di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (10/1).

Sayangnya, Tito tidak menjelaskan apa saja petunjuk menarik tersebut. Tito memastikan sudah memerintahkan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Densus 88 Antiteror tak lama setelah pemberitaan teror beredar di media.

“Mengupayakan secepat mungkin untuk diungkap kasus tersebut,” sambungnya.

Selain itu, dia juga telah memerintahkan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz untuk membuka peluang bekerjasama dengan KPK guna mengungkap teror ini secepat-cepatnya dan transparan.

“Kita berdoa ya mudah-mudahan cepat terungkap,” tutupnya.

Teror bom terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Rumah Agus di Jati Asih, Bekasi dikirimi benda mencurigakan mirip bom, sementara rumah Laode di Kalibata dilempar bom molotov.

sumber: rmol.co




Polres Inhil Kembali Ringkus Penyalahguna Narkotika. Kali ini di Selensen

Foto : Arsip Polres Inhil

Kemuning, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir kembali meringkus pelaku penyalahguna narkotika, rabu (9/1/2019) di Dusun Saka Jaya Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning Kab Inhil.

Penangkapan MZ (27) dan AL (30) yang keduanya merupakan warga Kelurahan Selensen ini merupakan pengungkapan kasus narkotika yang ketika kalinya pecan kedua diawal tahun 2019 ini.

Dari pelaku MZ, polisi menyita sebanyak 13 paket kecil dan 2 paket sedang narkotika jenis shabu dengan berat total 3,13 gram. Turut disita sebagai Barang Bukti uang tunai senilai Rp 750 ribu serta 1 unit handphone.

Sedangkan dari AL, polisi menyita 1 paket kecil shabu seberat 0,5 gram berikut uang tunai Rp 330 ribu dan 1 unit handphone.

Keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony P, SIK, M.H,. yang diinformasikan melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Lilik Surianto, S.ST, SH,. pada rabu petang yang lalu pihaknya telah memperoleh informasi dari seseorang (identitas dirahasiakan) yang mengatakan bahwa didekat tempat tinggalnya kerap terjadi peredaran narkotika yang dilakukan oleh para pelaku.

Kedua pelaku kemudian berhasil dibekuk saat sedang berada disebuah arena permainan billiard saat akan melakukan transaksi.

“Mereka sudah sering melakukan transaksi narkoba diwilayah ini dan masyarakat sudah merasa bosan melihat tingkah perbuatan mereka (para pelaku),” ujar Kapolsek, kamis (10/1/2019)

Saat ini, ditambahkan Kapolsek, Pelaku berikut BB hasil sitaan sudah diamankan dimapolsek Kemuning guna proses Penyidikan lebih lanjut.

Laporan: Amrul