Alumni 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo, Jalan Protokol Ditutup

Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2018. Acara itu membuat jalan protokol di kota itu ditutup. TEMPO/AHMAD RAFIQ

Jakarta – Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar acara tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2019. Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol di kota tersebut ditutup.Massa telah berdatangan di lokasi aksi sejak pukl 06.00 WIB. Mereka berkumpul di titik pusat aksi yang berada di sebelah barat monumen Patung Slamet Riyadi.

Jalan Slamet Riyadi terpaksa ditutup lantaran massa yang berkumpul mencapai seribuan orang. Mereka berdiri menghadap mobil komando yang digunakan untuk orasi.

Sedianya, mereka telah menyiapkan panggung untuk acara itu. “Tapi mobil pengangkut panggung tidak boleh masuk oleh petugas,” kata juru bicara aksi, Endro Sudarsono.

Menurutnya, panitia sebelumnya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian untuk acara tersebut. “Seharusnya tidak ada alasan untuk menghalang-halangi acara ini,” katanya.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Solo, Agus Sis mengakui pihaknya melarang truk pembawa panggung masuk lokasi. “Kegiatan ini belum berizin,” katanya.

Menurutnya, acara tabligh akbar Alumni 212 tersebut berpotensi mengganggu lalu lintas jalan raya. “Sehingga memang perlu izin,” katanya. Menurut Agus, pelarangan itu dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah tentang Lalu Lintas.

Meski demikian, kegiatan tersebut masih tetap berlangsung. Polisi memberi kesempatan kepada mereka untuk menggelar acara hingga pukul 09.30 WIB.

Sumber: Tempo.co




Etnis Muslim Uighur Sumbang Dana buat Korban Bencana di Indonesia

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk (kiri) menyerahkan bantuan USD 20 ribu dolar melalui Aksi Cepat Tanggap untuk korban tsunami Selat Sunda, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019. TEMPO/Rosseno Aji

Jakarta – Masyarakat etnis muslim Uighur menyumbang USD 50 ribu kepada korban bencana gempa dan tsunami yang belakangan menimpa kawasan di Indonesia. Sumbangan tersebut diserahkan oleh Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk, melalui dua organisasi kemanusiaan.

Salah satunya Aksi Cepat Tanggap sebanyak USD 20 ribu yang ditujukan bagi korban tsunami Selat Sunda. “Saya sampaikan belasungkawa, gempa dan tsunami di Indonesia,” kata Seyit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2018.

Seyit merupakan diaspora muslim Uighur yang selama ini tinggal di Turki. Muslim Uighur adalah komunitas minoritas muslim yang bermukim di Xinjiang, Cina. Belakangan ini pemerintah Cina mendapatkan banyak kritik internasional karena dianggap melakukan pelanggaran HAM kepada etnis tersebut, antara lain dengan menahan mereka di kamp-kamp khusus.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat tanpa proses pengadilan. Di sana mereka menjalani apa yang disebut program ‘reedukasi, atau ‘pendidikan ulang’. Sebuah program indoktrinasi kepada masyarakat Uighur yang dianggap ekstremis.

Seyit mengatakan bantuan yang mereka berikan merupakan bentuk terima kasih, karena masyarakat Indonesia telah memberi dukungan moral kepada etnis Uighur yang ditindas. Dia turut berduka atas bencana yang menimpa Indonesia dan ingin bertemu langsung dengan korban bencana. “Meskipun sedikit, saya bersama masyarakat Turkistan Timur memberikan bantuan USD 50 ribu dolar bagi yang mendapatkan musibah,” katanya.

Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi mengatakan bantuan dari muslim Uighur akan diserahkan lembaganya kepada korban tsunami Selat Sunda. Dia mengatakan, ACT punya rencana untuk membangun shelter pengungsian di Lampung, dan pemulihan kondisi para nelayan di Banten. “Kami mau ajak tim dari Uighur untuk ke Lampung,” katanya.

sumber: Tempo.co




Diksi Dajal Cerminan Gempa Kepanikan Kubu Petahana

foto ilustrasi: Net

detikriau.org – Pernyataan-pernyataan calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin yang dianggap kontraproduktif tak ubahnya sebagai lava yang keluar dari gunung dan menciptakan gelombang tsunami.

Begitu pandangan analis politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) Bayu Santoso menyikapi diksi Dajal yang dipakai Kiai Ma’ruf untuk menyamakan pembuat dan penyebar informasi bohong (hoax).

“Lava tersebut disinyalir berasal dari gempa kepanikan yang menghantam kubu petahana. Statement Ma’ruf baru-baru ini di Depok pertanda puncak kegelisahan yang amat mendalam,” ujarnya sebagaimana dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/1).

Bayu berpandangan, bila dicermati dari perspektif semiotika politik, ucapan adalah bukan cuma soal teks namun juga tanda di mana ada makna yang tidak teraba tapi terasa. Selain itu, jika dilihat dari sisi komunikasi pemasaran, sepertinya Kiai Ma’ruf tidak mengenal pasarnya sendiri.

“Dia menjual statement yang tidak dibutuhkan pasarnya sendiri alias dia tidak tahu produk apa yang akan dijual ke pasarnya,” paparnya./*




Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Detikriau.org – Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895.

Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. 

Kita masih harus menunggu peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi di tahun ini.

Sementara menunggu apa yang akan terjadi di tahun ini, tidak ada salahnya kita lirik sebentar berbagai peristiwa menarik di tahun 1895 yang tidak sedikit di antaranya masih memiliki dampak hingga kini. Ditilik dari peristiwa-peristiwa itu, tidak berlebihan bila tahun 1895 dianggap sebagai salah satu tahun paling menentukan dalam sejarah manusia modern.

Di bulan Januari 1895, tepatnya 13 Januari, terjadi pertempuran di Coatit antara tentara Italia melawan tentara Ethiopia. Dalam pertempuran yang berlangsung hingga 1896 itu Italia yang ingin menguasai wilayah Ethiopia dibantu oleh tentara Jerman dan Austria-Hungaria. Sementara Ethiopia dibantu oleh tentara Rusia dan Prancis.

Di akhir pertempuran, tentara Ethiopia mengalahkan pasukan Italia. Peristiwa ini dikenal sebagai Perang Italia-Ethiopia Pertama. Sekitar 15 ribu orang di pihak Italia dan 10 ribu orang di pihak Prancis tewas sebagai korban.

Perang di Ethiopia ini juga merupakan bagian dari upaya negara-negara Eropa membagi tanah jajahan di benua Afrika, dikenal dengan istilah Scramble for Africa yang diawali sebuah konferensi di Berlin setahun sebelumnya.

Pada 9 Februari cabang olahraga mintonette mulai diperkenalkan oleh “penemunya” William G. Morgan di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Mintonette adalah nama asli volleyball.

Dua hari kemudian, 11 Februari, tercatat sebagai hari dengan suhu udara terendah di Inggris. Pada hari itu, suhu udara di Braemar, Aberdeenshire, tercatat minus 27 Celcius atau minus 17 Fahrenheit. Suhu ini kembali terulang di tahun 1982 dan 1995.

Tanggal 25 Februari tercatat sebagai hari dimana pemberontakan pertama dalam sejarah Perang Kemerdekaan Kuba. Selama tiga tahun, rakyat Kuba berperang melawan Spanyol.

Tiga bulan terakhir sebelum peperang berakhir, Amerika Serikat memutuskan untuk ikut  dalam pertempuran melawan Spanyol. Tidak hanya di Kuba, tetapi juga di Puerto Rico dan Filipina.

Tak kurang dari 300 ribu orang Kuba tewas dalam peperangan yang berakhir dengan kemerdekaan Kuba dari Spanyol ini. Berdasarkan perjanjian di Paris pada tahun 1898, Spanyol angkat kaki dari Kuba. Sementara Puerto Rico, Filipina dan Guam diberikan kepada Amerika Serikat.

Tanggal 3 Maret, tentara Jepang merebut kota Liaoyang dan Taiwan dari China.

Gempa bumi yang cukup besar merusak kota Ljubljana, ibukota Carniola, kini Slovenia, pada 14 April. Episentrum gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter itu berada sekitar 16 kilometer, di kedalaman sekitar 16 kilometer. Getarannya terasa hingga radius 18 kilometer.

Saat itu, Ljubljana memiliki populasi sekitar 31 ribu jiwa dan sekitar 1.400 bangunan. Disebutkan, sekitar 10 persen dari bangunan di kota itu hancur.

Jepang dan China menandatangani Perjanjian Shimonoseki pada tanggal 17 April. Kekaisaran Qing sebagai pihak yang kalah dalam Perang China-Jepang Pertama itu setuju untuk mengundurkan diri dari Korea, dan menyerahkan Taiwan serta Kepulauan Pescadores kepada Jepang.

Pengakuan kekalahan ini diikuti protes besar pada 22 April, yang dikenal sebagai Gerakan Gongche Shangshu. Petisi menolak Perjanjian Shimonoseki ditandatangani oleh 603. Gerakan ini berlanjut hingga 2 Mei.

Sementara itu di Taiwan, perwira-perwira anti Jepang yang dipimpin Tang Jingsong mendeklarasikan Republik Formosa yang merdeka dari Dinasti Qing di China Daratan.

Pada 11 Juni, Inggris menduduki Tongaland di antara Zululand dan Mozambik. Sementara pada 20 Juni, tiga negara, Nicaragua, Honduras dan El Salvador menandatangani Perjanjian Amapala yang mempersatukan tiga negara itu. Perjanjian ini tidak berusia panjang. Pada tahun 1898 perjanjian ini berakhir.

Pada 10 dan 11 Juli, komunitas Doukhobors melakukan protes damai dengan membakar simbol-simbol Kaukasus Selatan.

Di hari terakhir bulan Juli, Partai Nasional Basque (Euzko Alderdi Jeltzalea-Partido Nacionalista Vasco) didirikan oleh pemimpin Basque, Henry Wood.

Tokoh pembebasan Sabah, Mat Salleh, memulai perlawanannya terhadap pemerintahan kolonial Inggris pada 29 Agustus. Peristiwa ini dikenal sebagai perlawanan Sandakan.

Mat Salleh tewas dalam pertempuran di Tambunan pada bulan Januari 1900, namun pemberontakan terhadap kolonial Inggris yang dimulai Mat Salleh berlangsung hingga 1905. Sebuah bangunan untuk mengenang Mat Salleh dan pemberontakan itu dibangun di Tambunan, Sabah. Namun bangunan itu dimusnahkan pada 2015 lalu.

Pada tanggal 3 September untuk pertama kali pertandingan profesional sepakbola ala Amerika digelar di Latrobe, Pennsylvania, antara Latrobe YMCA melawan Jeannette Atheltic Club. Pertandingan berakhir dengan skor 12-0 untuk Latrobe.

Pada bulan Oktober 1895, penulis Rudyard Kipling menerbitkan Mowgli Leaves the Jungle Forever. Juga di bulan itu London School of Economics (LSE) menggelar kelas pertamanya.

Pada 1 Oktober tentara Prancis merebut Antananarivo di Madagaskar. Sepekan kemudian, Ratu Korea Myeongseong dibunuh agen Jepang di dalam Istana Gyeongbokgung.

Pada tanggal 31 Oktober, Tainan menjadi kota terakhir Republik Formosa yang direbut tentara Jepang. Peristiwa ini juga menandakan berakhirnya Republik Formosa dan dimulainya era Jepang di Taiwan yang berakhir pada 1945 setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Pada tanggal 5 November George B. Selden mendapatkan paten mobil pertama di Amerika Serikat, sementara pada 8 November Wilhelm Rontgen menemukan X-rays.

Masih di bulan November, pada tanggal 27 November, Alfred Nobel menandatangani wasiat dimana salah satunya adalah memberikan sebagian kekayaannya untuk Hadiah Nobel.

Pada bulan Desember, Perang Anglo-Ashanti Keempat meledak. Ashanti berada di Ghana kini, berusaha untuk mengusir tentara Inggris yang ingin menduduki negeri itu.

Sementara itu, pada 7 Desember sebanyak 2.350 tentara Italia melantak tentara Abyssinia di Amba Alagi, di utara Ethiopia.

Tanggal 11 Desember tercatat sebagai hari dimana Svante Arrhenius menjadi ilmuwan pertama yang memperkenalkan efek rumah kaca.

Catatan di 1895 ditutup dengan peristiwa yang terjadi di tanggal 28 Desember. Kala itu Auguste Lumiere dan Louis Lumiere menampilkan untuk pertama kali gambar bergerak yang kemudian menjadi pondasi film yang kita kenal hingga hari ini. 

Sumber: rmol.co




Nikmati Waktu Luang, Sekda Inhil “Kongkow” Bareng Kaum Muda dan Aktivis Mahasiswa

Sekda Inhil H Said Syarifuddin (kiri)

Tembilahan, detikriau.org – Disela kesibukannya menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menyempatkan diri untuk duduk santai sekadar menikmati waktu luang di salah satu cafe di Jalan Datuk Bandar, Tembilahan, Jum’at (11/01/19) malam. 

Tak cukup dengan sekadar duduk santai, Said Syarifuddin juga mencoba menu makan malam yang cukup menggugah selera.

Said Syarifudin tak sendirian. Dia bersantap malam dengan beberapa orang kaum muda, seperti Muhammad Irham yang merupakan Sekretaris Partai NasDem Inhil dan Mahmudin yang merupakan ketua Pemuda BNN Inhil. Tampak juga beberapa aktivis mahasiswa Inhil seperti Ketua HMI Inhil dan Presma Unisi.

Tak ketinggalan pula nama-nama besar elit Partai Politik Inhil seperti Edi Susanto, Sekretaris Partai Golkar Inhil,dan Ustadz Sumardi, Ketua PKS Inhil.

Malam itu, Said Syarifudin tampak begitu menyatu dengan yang lainnya. Alunan merdu musik yang menemani kian membuat suasana terasa semakin hidup.

“Kita nongkrong dan santai sesekali kan tak jadi masalah juga, apa lagi ini dengan anak-anak muda, diskus-diskusi ringanlah, disini tempatnya enak dan menunya sangat menggoda selera, sederhana dan happy ya,” ujar Said Syarifuddin sumringah./adv/diskominfops_inhil/*




Gunung Ibu di Halmahera Utara Meletus, Penduduk Masih Aman

Letusan Gunung Ibu di Halmahera Utara, Maluku utara. (dok. BNPB)

Jakarta — Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus hari ini, Sabtu (12/1). Erupsi melontarkan abu vulkanik ke udara setinggi 800 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Ibu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, letusan Gunung Ibu terjadi pada pukul 17.12 WIT. Abu vulkanik itu tertiup angin dan mengarah ke selatan.

“Status tetap Waspada (level 2). Rekomendasi masyarakat dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.

Sutopo menyatakan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif Gunung Ibudi bagian utara.

Sutopo meminta masyarakat tetap tenanga dan belum perlu mengungsi karena berada di luar zona berbahaya. Sebab menurut dia warga setempat sudah awas dan memaklumi karena hampir setiap hari terjadi letusan Gunung Ibu.

“Sejak tiga bulan terakhir Gunung Ibu hampir setiap hari meletus. Bahkan pada 10 Januari, Gunung Ibu meletus 80 kali kejadian, guguran 18 kali kejadian dan hembusan 64 kali kejadian,” lanjut Sutopo.

Meski demikian, Sutopo tetap meminta warga waspada karena letusan bisa terjadi setiap saat. Dia mengimbau supaya masyarakat tetap berada di zona aman.

Di sisi lain, Sutopo menyampaikan frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau terus menurun. Pada hari ini antara pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, terjadi 4 kali letusan.

“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter dari puncak kawah,” tulis Sutopo.

sumber: cnnindonesia.com