5 Kondisi Kaki Ini Gambarkan Kesehatan Tubuh Anda

“Tahukah Anda bahwa kondisi kaki berhubungan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan? Baca penjelasannya di sini”

lovemelovemypic/Shutterstock

detikriau.org –  Salah satu cara untuk memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan di rumah sakit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kondisi kesehatan tubuh ternyata juga bisa diperiksa dengan melihat kondisi kaki sendiri?

Ya, penyakit yang sedang menyerang tubuh bisa terdeteksi dari kondisi telapak, jari, kuku, dan punggung kaki Anda. Dilansir klikdokter dari Reader’s Digest, ini dia 5 kondisi kaki dan artinya bagi kesehatan tubuh Anda:

  1. Kaki kering dan bersisik

Kulit kaki yang kering dan bersisik sering diabaikan, karena dianggap bahwa keadaan itu hanya terjadi pada kaki. Apalagi, jika Anda termasuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan dan kerap menginjak area becek karena air deterjen tanpa menggunakan alas kaki.

Tapi, jika Anda sudah melakukan perbaikan dengan cara sering mengoleskan pelembap, melakukan pedikur, menggosok sel kulit mati, dan selalu menggunakan alas kaki saat berkegiatan, bisa jadi permasalahannya bukan pada kulit kaki Anda, melainkan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid itu sendiri mengontrol laju metabolisme, tekanan darah, pertumbuhan jaringan, dan pengembangan sistem kerangka serta saraf.

Menurut spesialis kaki di Naperville, Illnois bernama Marlene Reid DPM, apabila ada yang kurang beres dari kelenjar tiroid, biasanya tubuh akan memunculkan gejala awal seperti kekeringan parah pada kulit, khususnya di bagian kaki.

“Ketika pelembap tidak membantu mengembalikan kondisi kulit kaki yang kering selama beberapa hari, kami biasanya akan merujuk pasien berobat ke dokter untuk memeriksakan kondisi tiroidnya,” tutur Marlene.

Selain kekeringan pada kulit kaki, kondisi kuku yang rapuh juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada tiroid.

  1. Bisu atau luka di kaki yang tak kunjung sembuh

Coba perhatikan, apakah ada bisul atau luka yang tak sembuh-sembuh di kaki Anda? Jika memang ada, cobalah obati. Apakah kondisinya tak menunjukan perubahan positif? Jika ya, Anda wajib waspada. Sebab, luka di kaki yang tak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit diabetes mellitus.

Faktanya, saat kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, hal itu dapat merusak saraf dan menyebabkan sirkulasi yang buruk sehingga darah tidak mencapai ke kaki. Ketika darah tidak sampai ke luka yang ada di kaki Anda, waktu untuk sembuh pun akan sangat lama.

“Cukup banyak penderita diabetes yang didiagnosis sejak dini hanya dengan memperhatikan kondisi kakinya,” jelas Reid.

3. Kuku kaki mirip sendok

Kuku sendok memang bisa dimiliki oleh bayi dan biasanya akan normal kembali di beberapa tahun pertama kehidupan. Nah, ketika kondisi tersebut tidak membaik hingga dewasa, kemungkinan ada “sesuatu” terkait kesehatan yang sedang terjadi padanya.

Kondisi kuku sendok yang juga dikenal sebagai koilonychias bisa menunjukkan bahwa Anda kekurangan zat besi. Bentuk kuku yang demikian juga bisa menjadi tanda dari penyakit Raynaud atau kondisi yang memengaruhi pasokan darah ke jari tangan dan kaki.

Tak sekadar itu, ada juga yang mengatakan bahwa kuku sendok adalah tanda bahwa Anda terkena lupus atau penyakit autoimun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh.

4. Ada garis veritikal pada kuku ibu jari kaki

Jika ada garis gelap dan vertikal di bawah kuku ibu jari kaki, bisa jadi itu adalah melanoma acral lentiginous atau melanoma tersembunyi. Hal tersebut bisa jadi tanda dari adanya gejala kanker kulit pada seseorang.

Kendati demikian, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa itu bukanlah jamur kuku. Caranya adalah dengan memperhatikan apakah warnanya kuning kecokelatan dan bersporadis di seluruh kuku.

5. Ada garis merah di bawah kuku kaki

Bila ada garis-garis merah di bawah kuku, hal itu menandakan adanya pembuluh darah yang pecah. Keadaan itu mungkin berhubungan dengan rusaknya kapiler di bawah kuku akibat adanya infeksi pada lapisan dalam jantung (endokarditis).

Apakah ada salah satu kondisi kaki yang sedang Anda alami saat ini? Bila memang ada, jangan tunda lagi untuk berobat ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menentukan diagnosis yang tepat dan memberikan obat yang sesuai untuk mengatasinya. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan penyakit untuk sembuh atau dikendalikan akan semakin besar.

 




Debat capres pertaruhan elektabilitas dan integritas kedua paslon

Jadwal debat capres perdana di situs KPU RI. (Rangga Jingga)

Jakarta – Debat antar calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan Presiden 2019 merupakan salah satu metode kampanye yang diatur dalam Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu.

Dalam pasal 277 ayat 1 dinyatakan debat berlangsung selama lima kali dan disiarkan secara luas melalui media elektronik. Debat capres-cawapres perdana akan dilaksanakan pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Debat menjadi sarana dalam menyampaikan visi dan misi, program kerja dan juga pandangan dalam mengatasi masalah-masalah yang berkembang di masyarakat.

Debat capres dan cawapres juga merupakan pertaruhan elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Pemilih diperkirakan akan memilih calon yang dianggap mampu menguasai segala persoalan dan mencari solusi dari persoalan tersebut.

Debat perdana ini akan mengangkat tema hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme. Indonesia akan menyaksikan gagasan dan program masing-masing kandidat dalam aspek-aspek terkait tema tersebut.

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, berpendapat debat menjadi salah satu penentu capres dalm memenangi kompetisi. Selain itu ada juga campaigns  (kampanye), imaging political (pencitraan politik) dan blusukan.

Debat memiliki pengaruh karena 192 juta pemilih bisa menyaksikan kandidat mereka mempresentasikan desain dan rencana induk ke depan seperti apa dan bagaimana.

Dalam konteks ini, sang petahana Jokowi lebih diuntungkan dari Prabowo yang belum pernah menjabat di eksekutif. Untuk itu, Prabowo akan lebih banyak bermain teori bukan praktek.

Debat merupakan adu gagasan, ide, kemampuan baik manajerial dan kepemimpinan. Memang akan seru di topik HAM dan masalah korupsi.

“Menurut saya disinilah kedua capres mampu menerjemahkan kebutuhan publik bahkan mampu menjawab keraguan publik khususnya pemilih ‘swing voters’ (pemilih mengambang) dan undecided voters (pemilih belum menentukan pilihan),” kata Jerry, di Jakarta, Minggu.

Debat capres-cawapres menjadi salah satu pertaruhan elektabilitas dan integritas serta kredibilitas kedua paslon, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, katanya.

Unggul di debat menjadi pembuka jalan untuk menang pilpres 2019.  Kedua pasangan calon harus merebut minimal tiga kemenangan dalam lima kali ajang debat Pilpres 2019.

Kemenangan di debat, akan menentukan sekitar 40 persen pemilih pemula atau bahasa gaul “pemilih mileneal” yang diperkirakan sekitar 80 juta, katanya.

Berdasarkan survei Indikator, elektabilias Jokowi-Ma’ruf 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 34,8 persen. Sementara sisanya, sebesar 9,2 persen responden belum menentukan pilihan dan 1,1 persen memilih untuk tidak akan memilih di antara keduanya atau golongan putih (golput).

Elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres masih bisa berubah mengingat pilpres masih sekitar tiga bulan lagi.

Debat pengaruhi “swing voters”

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai debat capres dan cawapres menjadi momen penting untuk menaikkan citra dan elektabilitas kandidat, terutama mempengaruhi “swing voters” yang belum menentukan pilihan.

Karenanya, visi misi, program kerja, dan tawaran kerja menjadi penting dinarasikan dengan baik,  tuturnya.

“Swing voters” hakikatnya adalah pemilih rasional yang melihat personifikasi kandidat dengan program terukur, bukan normatif. Melihat komitmen politik kandidat dengan serius bukan semata retorika.

Untuk itu, debat tidak bisa sepelekan. Apalagi suara pemilih ‘swing voter’ masih signifikan, katanya.

Tunggu gebrakan cawapres

Pada debat perdana nanti, publik menunggu gebrakan Maruf Amin dan Sandi mengingat dua sosok ini sebagai debutan dalam pilpres.

“Terutama Sandi sebagai penantang harus menampilkan kebaruan yang diinginkan publik. Argumennya mesti lebih nendang dan keras, jangan hanya datar saja. Sejauh ini Sandi datar saja apa adanya tanpa diferensiasi yang tak terlampau meyakinkan,” katanya.

Pemilih millenial juga akan mengikuti arah mata angin yang berhembus. Kalau pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf dominan dalam debat, maka millenial akan memilih.

Namun sebaliknya, jika Prabowo-Sandi yang unggul millenial akan cenderung memilihnya karena pemilih millenial itu preferensi politiknya sangat ditentukan siapa kandidat yang paling kuat pengaruhi opini publik.

Hal senada juga disampaikan Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, bahwa debat capres-cawapres diyakini cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan Pemilih.

Apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh Pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama Pemilih.

Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh Pemilih.

Sementara di Pilpres 2019 nanti, Pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014.

“Jadi, efek debat capres nanti saya kira tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan Pemilih. Kalau pun ada pengaruhnya, terbesar saya kira akan datang dari kelompok Pemilih pemula,” kata Said.

Pemilih pemula ini pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan.

“Permasalahannya, jumlah Pemilih pemula ini tidak cukup jelas. Ketua KPU bilang sekitar lima juta orang, sementara salah seorang anggota KPU menyebut sekira 1,2 juta Pemilih,” katanya.

Tetapi untuk debat cawapres kondisinya mungkin akan berlainan dengan debat capres karena pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014.

Karena Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat, tuturnya.

Sebagian Pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi kala itu dengan lawan debat yang berbeda. Sedangkan saat ini masyarkat banyak yang belum melihat kemampuan  Ma’ruf Amin, tuturnya.

Dari sesi debat Ma’ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon.

Sebab, Pemilih pemula, ‘swing voters’ dan kelompok ‘undecided voters’ sepertinya masih dapat ‘digoda’ oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti.

“Jadi, debat cawapres tampaknya lebih berpeluang untuk mengubah pilihan Pemilih dibandingkan dengan debat capres. Debat antara Ma’ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior boleh jadi sudah sangat dinanti,” katanya.

sumber: Antara




Infografis: Shutdown pemerintah AS




Hasil Riset Ahli Ungkap Potensi Gempa Besar di Pulau Jawa, Termasuk Jakarta dan Bandung

Sesar Lembang
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Riset Ahli Ungkap Potensi Gempa Besar di Pulau Jawa, Termasuk Jakarta dan Bandung, http://www.tribunnews.com/sains/2019/01/09/hasil-riset-ahli-ungkap-potensi-gempa-besar-di-pulau-jawa-termasuk-jakarta-dan-bandung.
Editor: Malvyandie Haryadi

Kajian ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah internasional baru-baru ini menunjukkan aktifnya jalur patahan di Pulau Jawa, termasuk di dua daerah padat penduduk, yaitu selatan Jakarta dan utara Bandung.

Kajian itu harus mendapat perhatian serius untuk mitigasi bencana ke depan.

​Dua kajian ilmiah telah dipublikasikan di jurnal internasional yang berbeda pada Januari 2019 yaitu oleh Endra Gunawan dan Sri Widiyantoro di  Journal of Geodynamics dan Mudrik R. Daryono bersama Danny H. Natadwidjaja, Benjamin Sapiie, dan Phil Cummins di jurnal Tectonophysics.

​“Riset kami telah mengidentifikasi tektonik deformasi aktif di Jawa menggunakan data GPS (global posititioing system) menerus dari tahun 2008 sampai 2013. Kami menghitung strain rate (laju regangan),” kata Endra Gunawan, peneliti dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dihubungi Minggu (6/1/2019), di Jakarta.

Dari kajian itu, ditemukan secara umum terjadi laju regangan yang besar di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 1 mikrostrain per tahun hingga mencapai sekitar 5 mikrostrain per tahun di kawasan yang mengalami deformasi setelah gempa tahun 2006.

​Kajian tersebut juga menemukan adanya laju tekanan dilatasi zona patahan yang besar (< -3 mikrostrain per tahun) di sepanjang patahan Cimandiri dan Cipamingkis di Jawa Barat, patahan di selatan Jakarta, patahan Kendeng yang memanjang dari Semarang ke Jawa Timur hingga masuk ke Selat Madura.

Sementara laju regangan yang besar (di atas 1 mikrostrain per tahun) ditemukan di Wongsorejo dan patahan Montong di Jawa Timur dan patahan Lasem di Jawa Tengah.

​“Laju regangan dan tekanan ini menunjukkan ada kawasan tektonik aktif. Dari hasil studi ini, kita perlu memberi perhatian lebih pada sesar di dekat kota besar padat penduduk seperti Semarang, Surabaya, dan terutama Jakarta,” kata Endra.

Laju regangan dan tekanan ini menunjukkan ada kawasan tektonik aktif. Dari hasil studi ini, kita perlu memberi perhatian lebih pada sesar di dekat kota besar padat penduduk, terutama Jakarta.

​Kajian itu menguatkan riset sebelumnya oleh A. Koulali dari Australian National University (ANU) pada 2016 tentang keberadaan jalur patahan di Pulau Jawa.

Catatan sejarah menunjukkan, gempa kuat pernah terjadi di Jakarta pada 22 Januari 1780 yang guncangannya dirasakan hingga tenggara Sumatera dan Jawa Barat. Gempa ini diperkirakan berkekuatan M 8,5.

Kajian Nguyen dan tim dari ANU (2015) menyebutkan, gempa pada 1780 kemungkinan sumbernya di sesar Baribis atau di lengan lempeng karena luasnya dampak guncangan.

​Endra menyebutkan, gempa berkekuatan M 8,5 minimal dipicu oleh patahan dengan panjang 350 kilometer. Padahal, daerah regangan yang ditemukan di selatan Jakarta hanya meliputi 50 km, yang setara dengan bangkitan gempa M 7,1.

Ada dua kemungkinan, pertama, gempa tahun 1780 tak terkait dengan sesar Baribis. Kedua, sesar di selatan Jakarta berbeda dengan patahan Baribis, tetapi merupakan patahan tersendiri seperti studi Marliyani (2016).

​“Dibutuhkan kajian lebih mendalam, terutama dengan memasang GPS lebih rapat, dan kombinasi kajian seismik dan observasi geologi. Melihat risikonya, ini seharusnya jadi prioritas ke depan,” katanya. ​

​Kajian Arthur Wichman (1918) juga menyebut, gempa amat kuat dirasakan di Jakarta pada 5 Januari 1699, pukul 01.30. Selain merobohkan banyak bangunan, gempa itu menyebabkan longsor besar di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, Jawa Barat.

​Menurut Endra, jarangnya kejadian gempa di Pulau Jawa termasuk di Jakarta, dibandingkan Sumetara,bisa dibaca sebagai terjadinya pengumpulan energi. Semakin lama tidak gempa, potensi gempa ke depan bisa semakin besar.

Sesar Lembang

​Mudrik R. Daryono, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, risetnya membuktkan keaktifan sesar Lembang di utara Kota Bandung.

Kajian ini menunjukkan, kecepatan pergerakan sesar Lembang mencapai 1,95 – 3,45 milimeter per tahun.

​Dengan panjang patahan hingga 29 km, potensi gempa yang bisa dihasilkannya sebesar M 6,5 – 7 dengan waktu perulangan sekitar 170 – 670 tahun.

Mudrik juga melakukan uji paritan untuk mengetahui paleoseismik dan menemukan bukti minimal adanya tiga gempa besar di jalur patahan ini, yaitu abad ke-15, 2300 sebelum Masehi, dan 19.620 – 19.140 tahun yang lalu.

“Tiga gempa besar di masa lalu ini hanya yang ketemu dari uji paritan secara manual. Perlu uji paritan lebih besar menggunakan mesin ekskavator dan pembelian lahan yang tentunya lebih mahal untuk mengetahui perulangan gempa lebih banyak lagi,” kata Mudrik.

​Akan tetapi, dari kajian yang dilakukan, cukup menjadi dasar pentingnya melakukan upaya mitigasi untuk mengantisipasi ancaman ke depan. Selain kepadatan penduduk di sekitar zona patahan, dampak guncangannya ke Bandung juga bisa memicu bencana ikutan.

​“Dengan publikasi ini saya mengharapkan penelitian ikutannya tentang kemungkinan likuifaksi dan amplifikasi gempa serta dampak lainnya di kawasan Bandung dan sekitarnya,” ungkapnya.

sumber: tribunnews.com




LAM Riau Pinta Yaqut Berhenti Membuat Gaduh

“Apalagi kita tidak memerlukan logikanya, kontroversi-kontroversinya”

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar/foto: cakaplah.com

Pekanbaru, detikriau.org – Lembaga Adat Melayu Riau  (LAMR) menilai pernyataan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut ada kelompok radikal di Riau yang mendukung salah satu kontestan Pilpres 2019 sebagai pernyataan HOAX. Sebab menurutnya pernyataan Yaqut hanya berdasarkan asumsi tanpa didukung data valid.

“Soal pernyataan Yaqut itu, tak perlu ditanggapi berlebih-lebihan,” kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar, Ahad (13/1/2019).

Al Azhar menilai, pernyataan Yaqut tersebut tidak didukung data pendukung. Dia hanya berasumsi tanpa data valid.

“Bagi kita itu hoax. Tanpa data pendukung itu (pernyataan Yaqut) hoax,” tegas Al Azhar.

Untuk itu, Al Azhar meminta Yaqut berhenti membuat gaduh. Karena dulu Yaqut sudah buat kegaduhan, sehingga ketenangan masyarakat terganggu dengan rencana kehadirannya ke Riau.

“Jadi sekarang jangan lagi lah buat kegaduhan. Urusan saja diri sendiri dan organisasinya itu. Lebih baik dia tengok dirinya, dan jangan tengok di luar,” cakap Al Azhar.

Al Azhar menduga Yaqut sengaja menyebut ada kelompok radikalisme di Riau yang mendukung peserta Pemilu 2019 karena dia penasaran. Sebab setelah dia mencoba mempersulit dakwah Ustaz Abdul Somad di pulau Jawa tapi masyarakat tetap tidak peduli.

“Dia (Yaqut) penasaran, kenapa kita tidak ikut gendangnya. Karena orang tak peduli kepadanya, ketika dia akan datang ke Riau dengan isu-isu seperti itu (kirab satu negeri) orang menolaknya. Apalagi kita tidak memerlukan logikanya, kontroversi-kontroversinya,” tegasnya.

Menurut Al Azhar, Yaqut tidak mengenal Riau. Jadi untuk apa masyarakat menanggapi berlebihan soal penyataannya. Karena masyarakat juga mengetahui seolah-olah Yaqut lebih tahu tentang segalanya.

“Saya kira sikapnya yang seolah serba tahu tentang segalanya malah membuat masyarakat akan mengetahui siapa dia,” tukasnya.

Artikel ini sudah tayang dilaman cakaplah.com dengan judul “Soal Kelompok Radikal, LAM Riau Sebut Pernyataan Ketum GP Ansor Hoax”./ https://www.cakaplah.com/berita/baca/2019/01/13/soal-kelompok-radikal-lam-riau-sebut-pernyataan-ketum-gp-ansor-hoax/#sthash.dzCF7ejO.dpbs

Editor: Faisal




Polsek Concong Ulurkan “Tali Kasih” untuk Mak Ma

“Wanita 74 tahun yang hidup sebatang kara ini menjalani hidup dengan kondisi kedua kakinya dalam keadaan lumpuh”

Kapolsek Concong, IPTU Heriman Putra merangkul Mak Ma saat memberikan bantuan.

Tembilahan, detikriau.org – Jajaran Kepolisian Polres Indragiri Hilir kembali sampaikan “tali kasih” diwilayah hukumnya. Kali ini, pemberian disalurkan kepada Ibu Darma (74) warga RT 03/RW 01 Jalan Pendidikan Kelurahan Concong Kecamatan Concong. Ahad (13/1/2019).

Penyerahan bantuan berupa sembako saat itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Concong IPTU Heriman Putra didampingi sejumlah anggota dan ketua RT setempat, Zainal Abidin.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Concong IPTU Heriman Putra mengatakan bahwa bantuan yang diberikan tersebut berasal dari sumbangan Personel Polsek Concong.

“Kegiatan ini tetap berkesinambungan dan akan kami lanjutkan setiap bulannya”, ujar mantan Paur Humas Polres Indragiri Hilir tersebut.

Untuk sekedar memberitahukan, Ibu Dharma (74) atau yang lebih akrab disapa Mak Ma sudah selama 20 tahunan menjalani masa tuanya di rumah berdinding papan dengan kondisi kedua kakinya mengalami kelumpuhan.

Hidup hanya sebatang kara, menambah berat beban yang ditanggung perempuan tua, yang berasal dari Desa Perigi Raja Kec. Kuindra tersebut.

Selama ini untuk kebutuhan hidup, masyarakat concong secara sukarela setiap harinya secara bergantian menafkahi Mak Ma./*/ Amrul