Ditanyai Soal Loloskan Caleg Mantan Koruptor, Ini Jawaban Prabowo

Foto: screenshot kanal youtube

Jakarta, detikriau.org – Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo mengkritisi kebijakan Prabowo Subianto dengan tetap meloloskan mantan koruptor sebagai caleg di Partai Gerindra yang dipimpinnya.

“Ini menurut ICW ya, Partai yang Bapak pimpin termasuk partai yang paling banyak mencalonkan mantan koruptor atau mantan napi korupsi,” Ujar Jokowi dalam debat capres cawapres pertama di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, dikutip melalui Live Streaming Tv One, Kamis (17/1)

Sepengetahuan dirinya, menurut Jokowi, caleg itu yang tandatangan adalah ketua umumnya, berarti Pak Prabowo, termasuk Sekjen.

Artinya caleg mantan koruptor dari partai Gerindra ini juga mendapatkan restu dari Prabowo.

Menanggapi kritikan Jokowi, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pernyataan ICW sangatlah subjektif. Ia mengaku tidak setuju dengan hal itu.

“Saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi sampai keakar-akarnya. Kalau ada kader gerindra yang korupsi, saya sendiri yang menjamin untuk mengantarnya ke penjara,” Tegaskan Prabowo

“Ini Negara Demokrasi Kita umumkan saja kerakyat. Kalau rakyat tak mau memilih ya kan tidak dipilih”

Yang jelas, ditambahkan Prabowo, kalau kasus itu sudah melalui proses, dia  sudah dihukum dan hukum juga mengijinkan, apalagi rakyat masih menghendaki dia apalagi korupsinya mungkin juga tidak seberapa.

“Mencuri ayam itu benar juga salah, tapi kalau mencuri uang rakyat yang jumlahnya triliunan, itu yang harus kita habiskan di Indonesia.” Akhiri Prabowo.

reporter: faisal




Cegah Korupsi di Birokrasi, Prabowo: Tingkatkan Penghasilan. Masih Korupsi Juga, Suruh Tambang Pasir di Pulau Terpencil

 

Jakarta, detikriau.org – Capres no urut 02 Prabowo Subianto upayakan pencegahan korupsi di birokrasi dengan meningkatkan penghasilan sebagai penguat integritas. Namun jika hal ini tidak juga berbuah baik, tindakan tegas harus dilakukan.

“Perbaiki kualitas hidup, jamin kebutuhan dia, kalau masih juga korupsi, ya .. kita tindak sekeras-kerasnya,” tegas Prabowo dalam debat capres cawapres 2019 Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, dikutip melalui live streaming Tv One, Kamis (17/1).

Tindakan tegas ini dicontohkan Prabowo mungkin saja misalnya dengan menempatkan disuatu pulau terpencil dan disuruh menambang pasir terus menerus.

Perbaikan penghasilan dinilai Prabowo sangat penting dilakukan. Dengan penghasilan yang mencukupi diyakininya akan lebih mampu menghindari ASN dari jebakan bujukan korupsi. [faisal]




Bem SI Desak KPU Gelar Debat Capres Cawapres di Kampus

Bem SI  ( Bem Seluruh Indonesia ) Lakukan Aksi Damai Tepat di Depan Lokasi acara Debat  Perdana Pilpres di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis Sore. Aksi Damai ini Dilakukan karena Mereka Menginginkan adanya Depat Capres Cawapres Dilakukan di Kampus/jpnn.com




Pengungsi Rohingya ingin penderitaan mereka berakhir

Ilustrasi. (Foto file – Anadolu Agency)

 

Bangladesh aa.com.tr mewartakan, Muslim Rohingya, yang terpaksa pergi dari tanah air mereka untuk menghindari penindasan dan pembantaian yang mengerikan, tidak bisa menghapus kenangan mereka yang menyakitkan.

Hampir 1,5 juta Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan etnis dan agama di Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh berjuang untuk bertahan hidup di kamp-kamp pengungsian di distrik Cox’s Bazar.

Banyak Muslim Rohingya, yang beberapa di antaranya kehilangan anggota keluarga, memimpikan kehidupan yang damai dan terlepas dari kepedihan mereka.

Tetapi mereka tidak ingin kembali ke negara mereka kecuali jika mereka mendapat jaminan.

Salah satu pengungsi, Zafer Islam, yang ibu dan ayahnya dibunuh oleh regu tembak, tinggal di kamp Kutupalong, Cox’s Bazar, sejak 2017.

“Militer Myanmar membunuh ibu dan ayah saya ketika mereka meninggalkan rumah mereka. Kami harus berlari saat serangan itu. Saya datang ke sini bersama istri dan tiga anak saya. Saya tidak mungkin bisa melupakan hari-hari itu, yang lukanya masih membekas,” ujar Islam.

Ruhlamin dan Anuar Begom, sepasang suami istri, juga tinggal di kamp bersama dua anak mereka.

Mereka berjalan dengan anak-anak mereka selama seminggu dan kemudian berenang melintasi Sungai Naf untuk mencapai kamp di Bangladesh dan saat ini tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari bambu dengan bantuan dari Turki.

“Turki adalah negara yang melakukan perlawanan untuk kami dan tidak melupakan kami di sini. Kami melihatnya dari pekerjaan warga Turki di sini,” kata Begom.

“Pertama kali kami datang ke sini, kami tidak punya tempat tinggal, kemudian orang-orang dari Turki datang ke sini untuk membangun rumah bagi kami,” tambahnya.

Seorang pengungsi lain, Amir Husein (55), yang mencapai kamp setelah berjalan satu minggu dengan enam anaknya, mengatakan bahwa mereka pergi ke Cox’s Bazar dengan berjalan bersama sekelompok warga Rohingya berjumlah 500-600 orang dan mereka sekarang tinggal di rumah yang dibangun oleh Turki.

“Saya berdoa untuk Turki,” katanya.

Muhammad Nur (64), yang tiba di kamp bersama istri dan empat putrinya setelah berjalan selama 12 hari, mengatakan bahwa dia kehilangan banyak anggota keluarganya dalam perjalanan ke Bangladesh.

Jumlah bantuan terbesar di kamp diberikan oleh Turki, yang membangun banyak fasilitas seperti rumah, rumah sakit, masjid dan sekolah serta sumur dibor di setiap lingkungan melalui kontribusi dari dermawan.

 

Kehidupan di kamp pengungsian

Kehidupan terus berlangsung di kamp-kamp pengungsian meskipun ada banyak kesulitan.

Sejumlah orang dewasa menghasilkan BDT50 hingga BDT100 (8.500-17.000 rupiah) setiap hari dengan bekerja di sekitar kamp.

Beberapa pengungsi juga berdagang di kamp-kamp dengan menjual produk makanan yang mereka bawa dari pusat kota.

Anak-anak belajar membaca, menulis dan menerima pendidikan agama di sekolah-sekolah yang dibangun oleh Turki serta menghabiskan waktu bersama dengan bermain sepak bola.

Anak-anak muda di kamp juga sesekali menyelenggarakan kompetisi sepakbola.Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan yang terus meningkat sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA yang berjudul ‘Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira’.

Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan — termasuk bayi dan anak kecil — pemukulan brutal, dan penculikan yang dilakukan oleh personil keamanan.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.




Potensi Gerakan Tanah Bulan Januari 2019 diprediksi Tetap Tinggi, Termasuk Sebagian Besar Wilayah di Pulau Sumatra

Kejadian Longsor dan pergerakan tanah Di Blok Cigintung Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, / Foto: Kompas.com

 

Detikriau.org – Potensi terjadinya gerakan tanah diwilayah Indonesia pada bulan Januari 2019 dibandingkan dengan bulan Desember 2018 diprediksi akan tetap tinggi dan cenderung meluas.

Pantauan detikriau.org melalui laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, menjelaskan bahwa potensi gerakan tanah akan terjadi pada sebagian besar wilayah di Pulau Sumatra, Sebagian besar wilayah di Pulau Jawa terutama pada Bagian Barat dan Tengah, termasuk pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua.

Dalam laporan kebencanaan geologi pada 17 januari 2019, PVMBG menerangkan, untuk wilayah Indonesia yang secara umum tetap perlu diwaspadai utamanya di jalur jalan dan pemukiman di daerah perbukitan, pegunungan dan sepanjang aliran sungai, antara lain  di wilayah Aceh bagian barat dan Aceh bagian tengah, Sumatera bagian Barat dan Sumatera Utara, Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat , Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Tenggara , Maluku , NTB, NTT dan wilayah Papua.

Gerakan tanah menurut PVMBG diperkirakan disebabkan oleh kondisi tanah/ batuan yang lemah, morfologi yang curam dan adanya pemotongan lereng, curah hujan yang tinggi sebelum dan pada saat terjadinya gerakan tanah.

“Disamping faktor litologi, faktor stratigrafi juga mungkin cukup berperan untuk terjadinya gerakan tanah di daerah ini, yaitu adanya batuan kedap air yang berada dibawah batuan yang sarang pada badan/tebing jalan.” Jelas PVMBG.

Repoter: Amrul




Gunung Api Karangetang  Alami 109 Kali Gempa

Gunungapi Karangetang./ Foto: Tribunnews,com

Detikriau.org – Hasil rekaman seismograf tanggal 16 januari 2019, Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro Sulawesi Utara alami 109 kali gempa.

Pantauan detikriau.org melalui laman resmi PVMBG, Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral melaporkan, melalui pengamatan visual menunjukkan bahwa aktivitas G Karangetang saat ini berpusat di kawah 2 (kawah utara). Pasca penurunan kegempaan frekuensi tinggi transisi terjadi dimana kegempaan frekuensi rendah berupa tremor harmonik maupun kegempaan akibat aktivitas permukaan seperti hembusan dan guguran mengalami peningkatan.

Pemantauan visual terkini menurut PVMBG mengindiasikan adanya potensi perluasan area landaan guguran lava maupun awan panas guguran. Saat ini aliran lava maupun awan panas guguran teramati keluar dari kawah 2 mengarah ke kali Sumpihi (sebelah barat dari kawah 2) sejauk lk 700-1000 m dan ke kali Batuare (sebelah baratlaut dari kawah 2) sejauh lk 1000-2000 m.

“berdasarkan hasil analisis data pemantauan maka tingkat aktivitas G Karangetang dinaikan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) terhitung mulai tanggal 20 Desember 2018 pukul 18.00 WITA,” tulis PVMBG dalam laporan kebencanaan geologi pada 17 januari 2019.

Melalui rekaman seismograf tanggal 16 januari 2019, diterangkan PVMBG, gungungapi Karangetang tercatat terjadi 47 kali gempa guguran, 51 kali gempa hembusan, 5 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa harmonik, dan 4 kali gempa tektonik dengan tremor menerus amplitude 0.25 – 1 mm, dominan 0.5 mm.

Sementara itu, Gunung Api Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara dilaporkan mengalami sebanyak 39 kali gempa.

Melalui rekaman seismograf tanggal 16 januari 2019 tercatat, gunung api soputan terjadi 22 kali gempa guguran, 2 kali gempa hembusan, 3 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa vulkanik dangkal, dan 10 kali gempa tektonik jauh.

“dari kemaren hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga sedang tinggi 100 m dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang kea rah timur dan tenggara.” Laporkan PVMBG.

reporter: Amrul