Pengamat: Melarang Gunakan Jalan Tol Era Jokowi Itu Kesalahan

Presiden Jokowi berpidato dalam peresmian jalan tol Solo-Ngawi segmen Kartasura-Sragen di Pintu Gerbang Tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 15 Juli 2018. Jalan tol ini bisa langsung dilewati oleh pengguna jalan tol setelah peresmian. Biro Pers Setpres.

Jakarta –  tempo.co mewartakan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan melarang orang untuk menggunakan jalan tol era Jokowi itu merupakan sebuah kesalahan. “Karena menggunakan jalan tol itu hak setiap warga negara,” kata dia saat dihubungi, Ahad, 3 Februari 2019. Ujang menyatakn hal itu menanggapi pernyataan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Kemarin, 2 Februari, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut untuk masyarakat yang tak mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin, tidak boleh menggunakan jalan tol yang dibangun di era Jokowi. Hendrar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Semarang itu menyampaikan pendapatnya saat menggelar gladi resik silaturahmi Jokowi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah.

Hendrar menuturkan jalan tol merupakan hasil kerja keras Jokowi selama empat tahun memimpin. Sebab itu, Hendrar meminta masyarakat yang tidak mendukung Jokowi tidak perlu menggunakan jalan tol.

Ujang menilai, sah-sah saja jika berkampanye dengan mempromosikan kesuksesan pembangunan infrastruktur, dalam hal ini pembangunan jalan tol. “Tapi melarang orang untuk menggunakan jalan tol itu merupakan kesalahan.

Kendati demikian, Ujang menilai, pernyataan kontroversial itu tak akan mengganggu secara signifikan elektabilitas Jokowi. “Karena bukan kesalahan yang dilakukan paslon nomor urut 01, tapi kesalahan yang dilakukan pendukungnya,” kata dia.




Banner: Ajakan Lestarikan Biota Laut




Oartfish Muncul di Jepang, Benarkah Pertanda Akan Adanya Bencana?

Ikan oarfish (Foto: Instagram/@uozuaquarium_official)

Detikriau.org Media sosial Jepang tengah mengalami kegelisahan setelah penemuan sejumlah ikan laut dalam, oarfish yang secara tradisional dianggap sebagai pertanda bencana alam.

Pada Senin 28 Januari 2019, seekor oarfish berukuran hampir empat meter dari moncong ke ekor ditemukan terbelit jaring ikan di lepas pantai Imizu, di prefektur pantai utara Toyama.

Seperti diberitakan South China Morning Post yang dikutip dari liputan6.com, Jumat (1/2/2019), binatang laut itu ditemukan sudah mati tetapi kemudian dibawa ke Akuarium Uozu terdekat untuk dipelajari.

Dua ikan langsing mirip ular itu ditemukan di Teluk Toyama sembilan hari sebelumnya. Rekor empat oarfish ditemukan di Teluk Toyama pada 2015 tetapi itu bisa dilampaui tahun ini.

Spesies – yang memiliki ciri bertubuh perak panjang dan bersirip merah – biasanya menghuni perairan dalam dan jarang terlihat di permukaan, meskipun legenda mengatakan bahwa ketika ikan oar naik ke perairan dangkal, bencana sudah dekat.

Kata Ilmuwan

Hiroyuki Motomura, seorang profesor ichthyology di Universitas Kagoshima, memiliki penjelasan yang lebih biasa untuk penemuan ikan oar baru-baru ini di Prefektur Toyama.

“Saya memiliki sekitar 20 spesimen ikan ini dalam koleksi saya sehingga bukan spesies yang sangat langka, tetapi saya percaya ikan ini cenderung naik ke permukaan ketika kondisi fisik mereka buruk, naik pada arus air, itulah sebabnya mereka begitu sering mati ketika mereka ditemukan,” katanya.

“Tautan ke laporan aktivitas seismik telah terjadi bertahun-tahun, tetapi tidak ada bukti ilmiah tentang hubungan itu sehingga saya tidak berpikir orang perlu khawatir.”

Namun demikian, reputasi oarfish sebagai indikator malapetaka segera meningkat setelah setidaknya 10 oarfish terhanyut di sepanjang garis pantai utara Jepang pada 2010.

Sedangkan pada Maret 2011, gempa bermagnitudo 9 melanda timur laut Jepang, memicu tsunami besar yang menewaskan hampir 19.000 orang dan menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima.

Dengan peringatan gempa dan tsunami semakin dekat, orang-orang di jagat maya menjadi gelisah tentang pertanda bencana alam itu.

lama detikcom mewartakan, secara tradisional dalam bahasa Jepang, oarfish disebut sebagai ‘Ryugu no tsukai‘ yang berarti ‘Pembawa pesan dari Istana Dewa Laut’. Mitos soal oarfish yang berkembang luas menyebut bahwa oarfish akan muncul ke pantai sebelum gempa bumi bawah laut terjadi.

Mitos soal oarfish pernah marak dibahas publik setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menerjang Fukushima, Jepang tahun 2011. Laporan Kyodo News menyebut sedikitnya satu lusin ekor oarfish terdampar ke pantai-pantai Jepang dalam jangka waktu setahun sebelum bencana alam terjadi.

Pendapat Peneliti Taksonomi Ikan LIPI

Detikcom juga mewartakan, Peneliti Taksonomi Ikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Teguh Peristiwady menilai ikan tersebut tidak berbahaya malah justru dapat dikonsumsi meksi jarang ditemukan.

“Nggak (berbahaya) ikan ini bahkan nggak punya jari-jari sirip yang keras. Ya (bisa dikonsumsi) tapi nggak banyak ditemukan. Ada sumber menyebutkan ikan ini rasanya kurang enak. Saya sendiri belum pernah mencicipi daging ikan ini,” ujar Teguh ketika dihubungi, Sabtu (2/2/2019) malam.

Teguh menjelakan ikan tersebut terdiri dari tiga jenis, dan dikelompokkan sesuai wilayah habitatnya. Sedangkan, ikan yang muncul di Jepang itu termasuk dalam Regalecus Russelli (Cuvier, 1816) yang biasa hidup di wilayah perairan Indo-Pasifik seperti, China, Jepang.

“Pertama itu Regaleus Glesne Ascanius, (King of herrings, 1772), jenis ini tersebar hampir di semua lautan, tropis sampai sub-tropis, ditemukan di negara-negara Afrika, Eropa, Amerika Utara, Oceania, Amerika Selatan bahkan Asia. Kedua, Agrostichthys Parkeri (Benham, 1904) (Streamer fish) jenis ini hanya ditemukan di perairan selatan seperti di New Zealand dan negara-negara lain,” ujarnya.

“Ketiga, Regalecus Russelli (Cuvier, 1816) (Oarfish) jenis ini tersebar di perairan Indo-Pasifik seperti China, Jepang, Korea Selatan. Saya nggak terlalu yakin, karena dari Fotonya sirip perutnya terlihat pendek (apakah terpotong). Tetapi sepertinya dari Regalecus,” lanjut Teguh.

Teguh belum mengetahui sejarah kemunculan oarfish itu. Namun, dipastikan ikan tersebut tidak pernah muncul di perairan Indonesia.

“Saya nggak tahu tentang data-data munculnya ikan-ikan ini. Dari database yang ada. (LIPI) selama ini belum pernah mencatat jenis ikan ini. Tapi yang pasti tidak satu pun jenis tertangkap atau pernah dikoleksi dari perairan Indonesia,” katanya.

Ia pun tidak mengetahui pasti keterkaitan munculnya ikan itu dengan bencana alam. Namun, menurutnya kemungkinan ikan yang hidup di perairan dalam itu muncul ketika mengejar makanan yang diberikan oleh para nelayan.

Lalu, soal keterkaitan dengan bencana alam, Teguh tidak memahami soal itu. Ikan yang hidup di perairan dalam itu jelasnya mungkin tertangkap ketika mengejar makanan seperti udang-udangan.

“Pada umumnya memang ikan-ikan ini mempunyai habitat di perairan dalam, tetapi kalau dihubungkan dengan akan adanya gempa atau kejadian alam lainnya saya sendiri kurang memahami. Barangkali dia tertangkap pada saat mengejar makanan, karena makanannya adalah udang-udangan, cumi,” tuturnya.

Editor: Faisal




Geger Jokowi Lempar Isu Propaganda Rusia

(Foto: Rengga Sancaya)

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo melempar bola panas melalui pernyataannya terkait ada tim sukses yang menyiapkan propaganda ala Rusia. Kubu paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pun merespons ucapan Jokowi itu dan memastikan pihaknya tak akan menggunakan cara-cara yang negatif.

Isu soal propaganda Rusia ini disampaikan Jokowi saat menghadiri kegiatan deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019) melansir melalui detikcom. Jokowi mengatakan dunia perpolitikan di Indonesia dipenuhi banyak fitnah dan kabar bohong alias hoax.

“Begitu banyaknya fitnah, hoax, kabar bohong yang lalu lalang di medsos. Cara berpolitik itu harus memberikan edukasi, cara berpolitik yang penuh keadaban, sopan santun,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan persoalan banyaknya hoax dan fitnah ini karena adanya upaya adu domba ala asing. Dia kemudian menyebut ada tim sukses yang menyiapkan propaganda ala Rusia. Namun Jokowi tak menyebut secara gamblang tim sukses yang dimaksud.

“Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual,” katanya.

Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantas menanyakan tim sukses siapa yang dimaksud Jokowi. BPN menegaskan pihaknya tidak mentoleransi pihak-pihak yanh menyebarkan hoax.

“Kita kan belum jelas yang dimaksud presiden itu tim sukses yang mana? Apakah tim sukses di pihak sana atau timses di BPN Prabowo-Sandi,” kata Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Sabtu (2/2/2019).

Dasco juga menyebut, Prabowo selalu mengingatkan timnya agar berkampanye positif. Politikus Gerindra itu menyebut sang ketum tidak mengizinkan tim sukses berkampanye negatif, apalagi melakukan black campaign.

“Pak Prabowo sudah berulang kali menyatakan bahwa dalam kampanye kita harus menjaga tutur kata, sopan santun, tidak boleh ada persekusi di dunia nyata maupun hoax di dunia maya, apalagi dusta-dusta dan lain-lain. Untuk itu kami mengimbau kedua belah pihak untuk melakukan hal tersebut dengan konsisten,” tutur Dasco.




Megathrust Penyebab Gempa Mentawai Belum Pecah. Daryono: Jika terjadi gempa kuat agar segera menjauh dari pantai

Peta potensi gempa besar (megathrust) Mentawai. dok. IAGI Sumbar

Bandung – Rentetan gempa Mentawai terjadi pada Sabtu sore, 2 Februari 2019, hingga pukul 20.11 WIB. BMKG mencatat ada 52 kali gempa sejak pertama tercetus pada pukul 17.59 WIB dengan magnitudo 6,0. Meski begitu, gempa ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami dan sebagian rumah warga dilaporkan rusak ringan.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kedalaman gempa tergolong dangkal yaitu kurang dari 20 kilometer.

“Merupakan jenis gempa megathrust,” ujarnya Sabtu malam, 2 Februari 2019.

Pusat gempa itu terletak di laut pada jarak 29 kilometer arah barat daya Kota Sikakap, Pagai Utara. Hingga pukul 20.11 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 52 kali. “Dengan kekuatan magnitudo terbesar M=5,9,” katanya lewat keterangan tertulis.

Berdasarkan analisis BMKG, lokasi pusat gempa yang aktif saat ini terletak di antara segmen megathrust Mentawai yang belum pecah dan yang sudah pecah pada 2007 dan 2010. Sebelumnya pada zona itu pernah terjadi gempa kuat pada 13 September 2007 dengan kekuatan M=8,5 dan M=7,9. Selanjutnya pada 26 Oktober 2010 juga terjadi gempa dengan M=7,8.

Pada gempa kali ini, tercatat ada lima aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat. Kekuatan gempanya tercatat bermagnitudo 5,0 dan 5,3 dua kali, lalu 5,9 dan 6,1. BMKG menginformasikan gempa tersebut dirasakan dalam skala intensitas gempa III-IV MMI di Padang, III-IV di Pariaman, II-III di Bukittinggi, II-III di Solok, II-III di Padang Panjang, dan I-II di Dharmasraya.

Laporan warga kata Daryono menunjukkan beberapa rumah mengalami kerusakan ringan di Pulau Pagai Utara. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tetap waspada. “Jika terjadi gempa kuat agar segera menjauh dari pantai,” ujarnya.

Artikel ini sudah terbit dilaman Tempo.co dengan judul “Megathrust Penyebab Gempa Mentawai, BMKG: Segmen Ini Belum Pecah”./ https://tekno.tempo.co/read/1171635/megathrust-penyebab-gempa-mentawai-bmkg-segmen-ini-belum-pecah/full&view=ok




Video Moment Tangisan Al Ghazali-Dul di Konser Dewa19 di Malaysia