Meriahkan Hari Bhakti Adhyaksa Ke – 59, Bupati Inhil Ikuti Jalan Santai
ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengikuti jalan santai yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti Adhyaksa Ke – 59, Minggu (21/7/2019) pagi, di Tembilahan.
Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengaku senang karena dapat mengikuti kegiatan jalan santai, sebab beberapa waktu belakangan Dirinya agak kurang berolahraga.
“Sudah sangat lama Saya tidak melakukan aktifitas jalan santai. Semua dikarenakan amanah sebagai Bupati yang diemban. Waktu difokuskan untuk bekerja,” kata Bupati usai mengikuti jalan santai.
Bupati menyarankan, agar kegiatan jalan santai dapat diagendakan secara rutin setiap minggunya demi kesehatan sebagai penyegaran setelah seminggu bekerja.
Selanjutnya, Bupati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kinerja pihak Kejaksaan Negeri Inhil, lebih lagi terhadap sosok Kepala Kejaksaan Negeri Inhil yang dikenal religius.
“Profesionalisme dan integritas senantiasa dijunjung tinggi oleh Kejaksaan Negeri Inhil. Selain itu, Kepala Kejaksaan tidak hanya dikenal religius namun juga mudah bergaul dengan semua kalangan,” tutur Bupati.
Dalam kegiatan jalan santai ini, pihak penyelenggara juga membagikan doorprize dengan hadiah utama berupa 2 unit sepeda motor kepada para peserta jalan santai.
Disamping Bupati, kegiatan jalan santai juga diikuti oleh anggota Forkopimda Kabupaten Inhil, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil dan para peserta yang merupakan anggota lembaga Pemerintah maupun swasta serta masyarakat umum.
Kubu Prabowo Sebut Wali Kota Semarang Banggakan Tol Hasil Utang
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat ditemui setelah Diskusi Polemik Tagar di Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu, 12 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Jakarta – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengaku geram dengan pernyataan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Sebelumnya, Hendrar mengatakan masyarakat yang tak mendukung Jokowi tak boleh menggunakan jalan tol.
Andre mengkritik Hendrar selaku kader PDIP yang membanggakan pembangunan infrastruktur era Jokowi yang dibangun dengan cara berhutang. “Wali Kota dan kader PDIP ini konyol. Rakyat tidak boleh masuk jalan tol, sementara tol dibangun dengan utang. Berani tidak utang tol itu dibayar tidak melibatkan rakyat? PDIP dan Jokowi bayar sendiri jangan libatkan rakyat? Rakyat yang menanggung utang ini,” kata Andre seperti dalam siaran pers yang diterima Tempo, Minggu, 3 Februari 2019.
Menurut Andre, pernyataan Hendrar bersifat provokatif dan dapat menyulut kemarahan pihak-pihak yang ingin demokrasi pilpres 2019 berjalan sejuk. Apalagi, kata dia, pernyataan itu disampaikan seorang penyelenggara negara.
“Jelas ini pernyataan provokatif. Apalagi dia penyelenggara negara yang gajinya dibayar rakyat. Rakyat disekat-sekat dan diadu domba. Rakyat berhak menikmati seluruh fasilitas negara,” ujar politisi Gerindra itu.
Selain itu, Andre juga berharap agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun aparat penegak hukum menindaklanjuti pernyataan Hendrar Prihadi. “Karena ini menyesatkan dan provokatif. Kami minta penegak hukum tegas terhadap yang semacam ini. Sekali lagi, ini sangat bahaya untuk iklim demokrasi di Indonesia. Fanatik buta,” ujar Andre Rosiade.
Kemarin, dalam acara gladi resik silaturahim presiden Jokowi dan pengusaha di Jawa Tengah, Hendrar mengatakan siapapun yang tak mendukung Jokowi-Ma’ruf tidak boleh menggunakan jalan tol. “Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi jangan pakai jalan tol,” kata Hendrar di Semarang Town Square, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Februari 2019.
Alumni 212 Dituduh Kelompok Wisatawan, Eka Gumilar Serukan Laporkan Immanuel Ebenezer
Jakarta – Pernyataan Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenezer dalam sebuah talkshow di televisi yang menuding peserta Aksi 212 sebagai kelompok wisatawan yang menghamba pada uang menuai reaksi.
Melalui akun twitternya, aktivis senior yang juga pendiri Barisan Putra Putri Indonesia (Bara Api) Eka Gumilar menyerukan kepada Alumni 212 untuk melawan Immanuel Ebenezer dan melaporkannya ke polisi.
“Bagi saudaraku Alumni 212 yang merasa keberatan atas fitnah saudara Immanuel Ebenezer ini, saya serukan ikut bersama melaporkan ke Polda Metro jaya,” seru Eka melalui akunnya @ekagumilars, Sabtu (2/2).
Penggagas Koperasi Syariah 212 yang konsisten sejak lama menyuarakan perjuangkan ekonomi kerakyatan ini juga menyeru untuk bersama berkumpul dan serentak melaporkan ke Polda Metro.
“Kita kumpul hari Senin, 4 Febriuari 2019 jam. 10.00 wib di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta. *Datang masing-masing” tulisnya lagi.
Seruan Eka ditanggapi warganet yang mendukung laporan massal dilakukan terhadap Immanuel Ebenezer.
@eqi_franky menulis “Siap, laporkan saja dlu mslh di proses atau tdknya kt lihat nanti, jklw saat ini tdk di proses, nanti stlh rezim berganti msh bs dilanjutkan”.
@MfadliFadli3 “Tunggu kami akan datang ke jkt,Emanuel harus kita penjarakan kita bukan wisatawan, kami datang jauh2 dari Sintang Kalbar karna kami merasa terpanggil ingin bersama2 saudara muslim smua…ingat kata2 emanuel kamu harus bertanggung jwb…wasalam”.
Sebelumnya, Ketua BTP Mania, Immanuel Ebenezer dalam sebuah talkshow di televisi mengeluarkan pernyataan yang membahayakan.
Dalam acara itu, Immanuel menuding peserta Aksi 212 sebagai kelompok wisatawan yang menghamba pada uang.
“Ahmad Dhani alumni 212. Sarusnya kelompok wisatawan 212 bergerak dong. Disidang tidak hadir, masuk penjara tidak hadir. Jadi lucu, dimana solidaritasnya mereka? Ini kan kelompok penghamba uang semua nih. Tuan-tuan mereka kan duit…”
Kemenkumham mengaku lalai soal pemberian remisi untuk pembunuh wartawan Bali
Kemenkumham akui tak pertimbangkan rasa keadilan masyarakat saat memberi remisi pada pembunuh wartawan Bali, Prabangsa./ Foto: Anton Muhajir
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengakui ada kelalaian dalam pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan seorang wartawan di Bali.
Meski mengklaim telah memenuhi seluruh prosedur yang berlaku, pemerintah memberikan remisi tanpa mempertimbangkan aspek keadilan dalam masyarakat.
Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, menyebut lembaganya tidak memeriksa secara detail nama-nama calon penerima remisi, termasuk Susrama.
“Kami tidak melakukan profiling satu per satu (pada penerima remisi),” kata Sri di Denpasar, Bali, Sabtu (02/02).
“Ada aspek rasa keadilan masyarakat yang luput dari kami untuk memahami kasus secara holistik,” ujarnya seperti dilaporkan Anton Muhajir, wartawan di Denpasar yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
I Nyoman Susrama membunuh wartawan Radar Bali, Anak Agung Gede Narendra Prabangsa, tahun 2009.
Adik kandung eks Bupati Bangli, Nengah Arnawa, itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan tersebut.
Desember 2018, Susrama menerima remisi berdasarkan keputusan yang diteken Presiden Joko Widodo. Kebijakan itu menuai polemik, salah satunya soal jaminan kebebasan pers di Indonesia.
Sejumlah wartawan lintas media unjuk rasa di depan Istana Merdeka, menuntun pemerintah mencabut remisi terhadap pembunuh wartawan./ Foto: Getty Images
Dalam diskusi dengan Solidaritas Jurnalis Bali, Sri menyebut pemberian remisi untuk Susrama sebenarnya tak melanggar regulasi apapun.
Menurutnya, Susrama berkelakuan baik selama menjalani hukuman dan mengikuti program pembinaan selama minimal lima tahun.
Susrama masuk dalam daftar 119 terpidana penerima remisi per 7 Desember 2018. Lima tahun lalu Susrama pernah memohon remisi, tapi ditolak karena penerima pengurangan hukuman setidaknya harus sudah menjalani masa hukuman 10 tahun dan berusia lebih dari 50 tahun.
Karena remisi terlanjur diberikan, Sri Puguh menyarankan para pihak yang keberatan mengajukan surat keberatan kepada Jokowi. Prosedur itu disebutnya dimungkinkan oleh UU 30/2014 tentang administrasi pemerintahan.
Kepala Kantor Wilayah Kumham Bali, Sutrisno, mendorong keberatan itu diajukan secara spesifik dan jelas.
“Kasus ini masih terbuka, jalan keluarnya dengan membuat surat keberatan. Perlu alasan kuat agar remisi itu bisa dibatalkan,” katanya.
Dirjen Pemasayarakatan Sri Puguh Budi Utami (kiri) menerima surat keberatan dari Solidaritas Jurnalis Bali../Foto: Anton Muhajir
Dalam forum yang sama, Solidaritas Jurnalis Bali menyerahkan surat keberatan atas remisi Susrama.
Dalam surat keberatan itu, kelompok jurnalis menyebut pemberian remisi dari penjara seumur hidup menjadi pidana penjara 20 melanggar aspek hukum dan sosiologi.
Dari sisi sosiologi, Susrama tidak pernah mengakui perbuatannya. Kelompok wartawan menganggapnya tidak menyesal setelah melakukan pembunuhan.
“Kami harap Kemenkumham bisa segera mengajukan surat keberatan ini pada presiden karena jika sampai 7 Maret tidak ada gugatan, remisi ini akan berlaku,” kata I Made Suardana, pengacara yang mewakili SJB.
Keberatan sama juga datang dari istri almarhum Prabangsa, Sagung Mas Prihantini. Ia membuat surat bertulisan tangan untuk Jokowi.
“Terlalu berat bagi kami, mengetahui bagaimana suami saya dibunuh dengan cukup sadis oleh pelaku,” demikian salah satu kutipan surat itu.
Dua Pegawainya di Aniaya, KPK Laporkan ke Polda Metro jaya
Ilustrasi. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dua orang pegawainya ke Polda Metro Jaya pada Minggu (3/2) sore.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kasus ini akan ditangani Subdit Jatanras, Ditkrimum Polda Metro Jaya.
Kejadian bermula ketika dua pegawai tersebut menyambangi Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) tengah malam sebagaimana dilansir melalui cnnindonesia.com
Febri mengatakan saat itu kedua pegawai KPK sedang ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang indikasi korupsi.
Namun, saat menyelidiki laporan tersebut kedua pegawai KPK itu dianiaya hingga luka-luka. Penganiayaan itu mengakibatkan retak pada hidung dan luka sobekan di wajah korban.
Menurut Febri, kedua pegawai itu sebenarnya telah menyampaikan kepada pelaku bahwa mereka tengah ditugasi untuk menyelidiki sebuah laporan dugaan korupsi.
“Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” ujar Febri dalam keterangan resmi. Selain dianiaya, barang-barang kedua petugas KPK itu dirampas.
Kedua petugas tersebut sudah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Hal itu, kata Febri, dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawainya.
“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” ujar Febri.
Febri menegaskan bahwa tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia mengatakan penganiayaan itu adalah bentuk serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas.
“Apalagi ketika ditanya, pegawai KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” ujarnya.
Febri mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polda terkait kasus ini. Ia berharap seusai pelaporan ini polisi dapat segera memproses pelaku penganiayaan tersebut.
“Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” kata Febri.
Awas, Ada Zat dalam Makanan yang Bisa Picu Kanker Testis!
Detikriau.org — Kanker testis merupakan penyakit mengerikan yang penyebabnya masih belum diketahui pasti hingga saat ini. Akan tetapi, para peneliti dari Wake Forest University, Amerika Serikat, memiliki dugaan kuat bahwa kanker testis bisa terjadi akibat paparan zat yang ada di dalam jenis makanan tertentu.
Dilansir melalui klikdokter.com, Profesor biologi dan kanker, Gary G. Schwartz, PhD, MPH, menyebut bahwa zat tersebut adalah racun yang disebut ochratoxin A. Racun itu muncul karena kontaminasi yang berasal dari jamur. Schwartz mengungkapkan bahwa racun itu mungkin ditemukan pada biji-bijian dan produk tanaman lain, termasuk kopi, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Racun penyebab kanker testis juga berpotensi ada di dalam makanan yang berasal dari hewan, terutama daging babi.
Bukti bahwa ochratoxin A dapat menyebabkan kanker testis berasal dari percobaan yang menggunakan tikus. Sebelumnya, ochratoxin A dapat menyebabkan kanker ginjal dan itu ditunjukkan dalam percobaan pada tikus yang sedang hamil. Racun itu melintasi plasenta dan menumpuk di organ-organ dalam janin, di mana peristiwa tersebut menyebabkan perubahan DNA yang berakibat pada terbentuknya sel kanker.
Schwartz kemudian mengaitkan temuan tersebut pada manusia. Ia beranggapan bahwa janin laki-laki yang terpapar ochratoxin A saat masih dalam kandungan dapat mengalami kerusakan DNA di testis. Selain itu, Schwartz mengatakan bahwa bayi yang telah dilahirkan juga mungkin terpapar ochratoxin A dari ASI ketika menyusui.
Belum bisa jadi acuan
Terlihat meyakinkan, namun teori yang dilontarkan Schwartz masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Kendati demikian, Schwartz tetap memberikan solusi untuk menghadapi apa yang ia temukan dalam penelitiannya.
“Kadar ochratoxin A dapat dikurangi dengan memberikan obat antiinflamasi seperti aspirin, indometasin, atau vitamin A, C, dan E pada wanita hamil. Aspartam, yang merupakan pemanis buatan dan biasanya ada di dalam minuman bersoda, juga bisa melawan efek ochratoxin A,” kata Schwartz.
Pernyataan oleh Schwartz dinilai sangat kontroversial. Ini karena sebelumnya tidak ada yang menyarankan bahwa wanita hamil boleh minum obat antiinflamasi atau vitamin dalam dosis besar. Dan juga, selama ini wanita hamil sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan, termasuk minuman bersoda.
Penelitian oleh Schwartz memang masih jauh dari sempurna. Akan tetapi, Schwartz mengatakan bahwa penelitian selanjutnya tidak harus mencoba untuk membuktikan atau membantah hubungan antara ochratoxin A dan kanker testis.
Pemicu kanker testis lainnya
Faktor yang paling berperan pada terjadinya kanker testis adalah genetik atau keturunan. Namun, dr. Andika Widyatama dari KlikDokter mengatakan bahwa junk food, merokok, dan minum alkohol juga berpotensi menyebabkan terjadinya penyakit mengerikan itu.
“Pola makan yang bisa meningkatkan risiko kanker itu biasanya adalah yang suka makan junk food. Begitu juga dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol,” ungkapnya.
Jadi, meski penelitian tersebut masih belum terbukti sepenuhnya, tak ada salahnya untuk terus waspada dan berhati-hati dalam memilih makanan sehari-hari. Jangan lupa juga untuk terus memperbaiki gaya hidup yang Anda jalankan, agar Anda terhindar dari risiko beragam penyakit termasuk kanker testis.