Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Disebut Sarat Kepentingan Politik

 

Jakartaviva.co.id mewartakan, Sekretaris Jenderal Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi atau Koppasandi, KH Al Khathath menilai, langkah Presiden Joko Widodo membebaskan Abu Bakar Ba’asyir sarat kepentingan politik.

“Beliau kan belum dibebaskan ya, peluangnya masih fifty-fifty. Pak Jokowi agak terlambat membebaskannya sekarang. Mestinya tahun lalu atau dua tahun lalu dibebaskan. Orang membacanya jadi seperti itu (sarat kepentingan politik), baik itu niat tulus maupun tidak tulus,” katanya saat ditemui usai hadir dalam deklarasi Koppasandi di Depok, Jawa Barat, pada Minggu 20 Januari 2019.

Hal ini, kata Khathath, menandakan bahwa politik terorisasi itu ada, sama seperti politik kriminalisasi ulama. “Abu Bakar Ba’asyir tidak layak dapat hukuman seperti itu. Karena faktanya dia tidak terlibat dalam satu kasus,” katanya.

Khathath pun kembali menegaskan bahwa kriminalisasi ulama benar adanya dan itu fakta. Bahkan, Khathath mengklaim pernah membahas langsung hal ini kepada Jokowi dan sang presiden pun tak menampiknya.

“Kriminalisasi ulama itu fakta yang tidak terbantahkan. Saya pernah sampaikan langsung ketika ketemu pak Jokowi pada tahun lalu, saya sampaikan bahwa kriminalisasi itu ada, dan faktanya korbannya itu saya sendiri. Dan beliau tidak membantah.”

Kala itu, Khathath dituding melakukan upaya makar dan sempat mendekam di balik jeruji besi sebelum akhirnya dibebaskan. “Saya dituduh makar tapi tuduhan itu tidak terbukti. Dari surat penangkapan bisa lihat bahwa saya ditangkap atas tuduhan makar yang katanya saya lakukan di Menteng 58, padahal saya enggak pernah ke sana,” ujarnya.

“Saya bilang sama polisi, enggak pernah ke sana gimana makarnya. Tapi ya karena keputusannya harus ditahan, ya mau gimana lagi,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika ada kesempatan ingin bertemu langsung dengan Abu Bakar Ba’asyir. Tak hanya itu, Khathath juga mengatakan, Koppasandi siap membuka diri untuk ulama tersebut.

“Saya kira kita terbuka untuk seluruh ulama, termasuk ustaz Abu Bakar Ba’asyir jika mau menyumbang gagasan, saran dan pikirannya untuk kemenangan Prabowo Sandi.”

 




Surya Paloh Ngaku Optimis Jokowi – Ma’ruf Mampu Rebut 50 Persen Lebih Suara di Sumbar

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Dharma Paloh./ Foto: tempo.co

 

PADANG – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh optimis Jokowi – Ma’ruf mampu memperoleh suara diatas 50 persen di Sumbar pada Pemilu mendatang. Pemilu 2014 suara Jokowi hanya sebesar 23 persen.

“Jokowi – Ma’ruf setidaknya bisa menang diatas 50 persen. Insyaallah bisa,” ujar Surya Paloh dikutip dari JPNN.com

Kunjungan Surya Paloh ke Padang dalam rangka safari politik untuk mengonsolidasikan pemenangan di Pemilu 2019

Di Padang, Surya memompa semangat para pengurus, kader dan simpatisan serta caleg Partai Nasdem untuk bergerak dan bekerja keras untuk menang.

“Insyaallah Nasdem akan menjadi partai tiga besar. Caranya, kami menguasai dapil yang ada. Nah, di Sumbar ini ada tiga dapil. Kami pastikan tidak ada dapil yang kosong. Semua dapil harus mendapatkan minimal satu kursi DPR RI,” kata Surya dalam arahannya kepada ribuan kader di Padang, Sabtu (19/1) kemarin.

Tak hanya untuk Partai Nasdem saja, Surya juga menargetkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Ranah Minang walaupun butuh perjuangan ekstra. Pada Pemilu 2014, suara Jokowi di Sumbar hanya sekitar 23 persen.

“Harus jujur saya katakan, ini memerlukan strategi khusus sehingga paling tidak suara Jokowi – Ma’ruf tak jauh lebih kecil dibanding yang diperoleh pemilu lalu. Saya menaruh rasa optimisme yang jauh lebih tinggi pada pemilu yang akan datang ini. Karena tahapan konsolidasi partai di Sumbar semakin lebih efektif,” kata dia.

sumber; jpnn.com     editor: faisal




Di Madura, Sandi Dapat Sumbangan dari Santri dan Pimpinan Ponpes

 

Maduraviva.co.id mewartakan, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno kembali kampanye di Tanah Madura, Jawa Timur, Minggu, 20 Januari 2019.

Eks Wakil Gubernur DKI itu menyambangi Pondok Pesantren Daarul Amin Somber Telur di Kabupaten Sampang.

Sandi sempat terkejut ketika bertemu pimpinan Ponpes Daarul Amin Somber Telur, KH Abdul Malik Nawawi, karena dapat sumbangan Rp5 juta. Tak hanya itu, para santri dan tamu yang hadir hingga sebanyak Rp1,7 juta. Sandi sempat terdiam saat diberikan uang yang bentuk Rp2 ribu sampai Rp100 ribu dalam kantong plastik merah.

Saya ini selalu terharu mendapatkan sumbangan langsung dari masyarakat. Apalagi ini diberikan langsung oleh pengasuh ponpes dan para santri dan tamu yang hadir. Amanat ini tidak akan saya sia-siakan,” kata Sandi dalam keterangan resminya.

Sandi berjanji akan memperjuangkan keinginan para kiai, santri soal peningkatan ekonomi umat. Bagi dia, santri harus melek menjalankan usaha. Maka itu, ia pun mempromosikan program Gerak OK OCE dan Barisan Kyai dan Santri Nadhiyin (BKSN).

Dia optimis potensi Madura yang punya kekuatan potensi ekonomi bila diseriuskan untuk kesejahteraan umat. Sandi mengingatkan santri harus menjadi agen perubahan yang bisa membawa ekonomi Indonesia lebih baik.

“Santri yang melek usaha, santri yang menciptakan lapangan kerja, bukan mencari kerja.”

 




Laporan PVMBG, Gunungapi Karangetang Alami 143 Kali Gempa, Gunungapi Ibu 191 Kali Gempa

“Dari 127 gunungapi aktif di Indonesia, 69 diantaranya dipantau terus menerus selama 24 Jam”

Gunungapi Ibu di Halmahera. Foto: Internet

Detikriau.org – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM dalam laporan kebencanaan geologi tanggal 20 januari 2019 melaporkan, Hasil rekam seismograf tangal 19 januari 2019 mencatat dua Gunungapi dikawasan Indonesia bagian timur alami ratusan kali gempa.

Gunungapi Karangetang di Provinsi Sulawesi Utara terjadi 143 kali gempa dan Gunungapi Ibu, Halmahera sebanyak 191 kali gempa.

Gunungapi Karangetang yang tepatnya berada di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang memiliki keringgian 2.460 m dpl itu kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.

Dari kemaren hingga pagi hari ini dilaporkan visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut asap. Kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal dengan tinggi 150 meter dari puncak.

Hasil rekaman seismograf tanggal 19 januari 2019 mencatat gunung ini terjadi 90 kali gempa guguran, 44 kali gempa hembusan, 3 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa hybrid/fase banyak, dan 5 kali gempa tektonik jauh serta tremor terus menerus dengan amplitude 0.25 mm, dominan 0.25 mm.

Sedangkan Gunungapi Ibu di Pulau Halmahera Provinsi Maluku hasil rekaman seismograf tanggal 19 januari 2019 terjadi 86 kali gempa letusan, 58 kali gempa hembusan, 24 kali gempa guguran, 16 kali gempa tremor harmonic, 1 kali gempa tornilo, dan 6 kali gempa tektonik jauh.

“dari 127 Gunungapi aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara terus menerus selama 24 jam.” Sampaikan PVMBG.

Laporan: Amrul




Supermoon 21 Januari, Air Pasang Laut akan Lebih Tinggi

Bulan purnama supermoon terbit di atas pegunungan Los Andes di Santiago, Chili, 30 Januari 2018. REUTERS/Pablo Sanhueza

Bandung – Tempo.co mewartakan, Supermoon pada 21 Januari 2019 dikabarkan bakal membuat pasang maksimum air laut. Beberapa astronom menyatakan fenomena supermoon akan berdampak pada kondisi pasang air laut.

Secara umum efeknya ada, namun detailnya pasti bergantung juga pada kondisi pantainya serta tipe pasang surut di pantai tersebut,” kata Rukman Nugraha, astronom dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu, 19 Januari 2019.

BMKG mengeluarkan peringatan dini soal pasang maksimum air laut untuk periode 19-22 Januari 2019. Peringatan itu terkait fenomena supermoon, yaitu purnama ketika jarak bulan dengan bumi sedang dalam posisi terdekat (perigee). Pada Januari ini, jarak bulan tengah dalam posisi terdekatnya dengan bumi atau disebut perigee. Saat 22 Januari, bulan mencapai jarak terdekatnya dengan bumi sejauh 357.342 kilometer.

Sebelum itu, pada 21 Januari, bulan akan muncul secara penuh (purnama) di wilayah Indonesia. “Disebut bulan super karena bulan memasuki fase purnama saat berada pada jarak terdekat dengan bumi,” kata Avivah Yamani, penggiat astronomi di komunitas Langit Selatan Bandung, Ahad, 13 Januari 2019.

Pada hari itu, bulan akan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Jika langit cerah, kondisi itu kesempatan baik untuk mengamati bulan dan kawah-kawahnya. “Setelah fase purnama, waktu terbit bulan secara perlahan akan bergeser semakin malam,” katanya.

BMKG meminta masyarakat pesisir waspada pada kurun 19-22 Januari 2018. Terutama yang tinggal di pesisir utara Jakarta hingga Jawa Timur, juga pesisir selatan, seperti Cilacap, Tanjung Benoa Bali, pesisir Kalimantan Barat, serta Makasar.

 




Presiden Jokowi diminta kaji status terpidana lain

“LBH Masyarakat menyerukan kepada pemerintah agar mengkaji status terpidana lainnya, termasuk terpidana mati, yang sudah berusia tua dan mungkin sakit-sakitan, agar dapat juga segera dibebaskan.”

Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan (kiri). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

JakartaANTARA News mewartakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengkaji status terpidana lain seiring kebijakan pembebasan Ustadz Abubakar Ba’asyir dari penjara di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

“LBH Masyarakat menyerukan kepada pemerintah agar mengkaji status terpidana lainnya, termasuk terpidana mati, yang sudah berusia tua dan mungkin sakit-sakitan, agar dapat juga segera dibebaskan,” ujar Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

LBH Masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah yang akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan lantaran usia terpidana yang sudah tua.

Pihaknya menengarai kebijakan itu dilakukan dalam kerangka amnesti karena Ba’asyir tidak pernah mengajukan grasi.

Preseden itu dinilai sangat baik karena membuka ruang untuk terpidana-terpidana lain yang usianya juga sudah uzur untuk mendapatkan hal yang serupa dari Presiden Jokowi.

Namun, ruang itu diperkirakan kecil, sebab untuk kasus Ba’asyir saja memerlukan waktu yang sangat lama dan intervensi dari Yusril Ihza Mahendra.

“Bahkan pembebasan Ba’asyir terjadi di waktu-waktu menjelang pemilihan umum,” kata Ricky Gunawan.

Meski begitu, LBH Masyarakat tetap berharap pemerintah dapat membentuk suatu peraturan panduan yang mengikat secara hukum tentang usia narapidana.

Hal itu disebutnya penting tidak hanya dalam urusan hak asasi manusia, tetapi juga baik sebagai bentuk tertib administrasi keadilan. Pemerintah pun dapat menepis anggapan bahwa langkah pembebasan Ba’asyir untuk memenangkan demografi tertentu pada pemilihan umum.

“Peraturan semacam itu akan membuat hal yang kini diterima Ba’asyir dapat pula diterima narapidana lain yang profilnya jauh dari sorot media,” tutur Ricky.