Pemuda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Legian

ARB INdonesia, BANDUNG – Seorang pemuda ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Legian, Kuta, Badung, Bali. Belum diketahui penyebab tewasnya pemuda bernama Putu Eka Wahyudi (24) itu.

Jenazah Eka ditemukan Sabtu (28/9) pukul 23.00 WITA. Korban diketahui tinggal di hotel bersama orang tuanya yang bekerja sebagai staf.

“Saat saksi baru balik dari kampung di Negara, setiba saksi dan keluarganya di kamarnya di Panorama Cottage I kamar 12 jalan Sriwijaya Legian tiba-tiba saksi kaget melihat anaknya/korban sudah terbaring kaku di tempat tidurnya dengan mempergunakan headset pada telinganya,” kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa kepada wartawan, Minggu (29/9/2019).

Usai menemukan anaknya tak bernyawa, ayah korban lalu menyampaikan ke sekuriti hotel. Orang tua dan sekuriti pun sempat menggoyang-goyangkan badan Eka namun sudah kaku.

“Posisi korban ditemukan tidur terlentang di atas tempat tidur, kedua telinga terpasang headset warna putih, dan badan sudah mulai membiru. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Sanglah. Polisi juga sudah memasang garis batas di sekitar TKP.

Sumber Detikcom




Bisa untuk Rapat hingga Reuni, KA Istimewa Bertarif Rp 19 Juta

ARB INdonesia, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan layanan eksklusif yang diberi nama Kereta Api (KA) Istimewa. KA ini telah diluncurkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pusdiklat KAI, Bandung kemarin.

KA Istimewa ini merupakan Kereta Rel Diesel (KRD) yang terdiri dari 2 rangkaian. Layanan KA Istimewa ditawarkan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), seperti rapat kerja, kumpul keluarga atau bahkan untuk sekedar reuni.

Namanya juga layanan istimewa, harganya juga istimewa. KAI menetapkan tarif untuk menyewa KA Istimewa dengan harga Rp 19 juta.

KA Istimewa ini sebelumnya merupakan KA Kedung Sepur yang kemudian dialihfungsikan menjadi kereta inspeksi ke-2. Pada Agustus 2019 lalu, PT KAI merombak interior KRD tersebut menjadi KA Istimewa di Balai Yasa Yogyakarta dan dialihfungsikan sebagai kereta premium (KA Istimewa).

“Ini satu inovasi yang baik dari PT KAI. Kereta ini dulunya secara operasional tidak digunakan. Namun bisa diubah menjadi kereta premium, yang keberangkatannya bisa diatur sesuai kebutuhan penumpang,” kata Menhub dilansir dari laman Setkab, Minggu (29/9/2019).

Budi berharap, ke depannya, PT KAI semakin mandiri dan dapat terus melakukan terobosan inovasi baru dalam menciptakan peluang-peluang pembiayaan bagi keberlangsungan usahanya.

“Inovasi dan terobosan seperti yang dilakukan ini, akan sangat membantu pemerintah dalam pengalokasian anggaran (APBN) untuk pembangunan di daerah lainnya yang lebih.

Sumber: detikcom




Kinerja Legislasi DPR 2014-2019 Sangat Mengecewakan!

ARB INdonesia, JAKARTA – Kinerja legislasi DPR 2014-2019 dinilai sangat mengecewakan. Kurun lima tahun, DPR hanya menghasilkan 80 UU, di mana 40 persen di antaranya UU di luar prolegnas. Termasuk RUU KUHP yang telah mangkrak puluhan tahun lamanya.

“Kinerja legislasi DPR 2014 – 2019 boleh dikatakan sangat mengecewakan,” kata ahli hukum tata negara Dr Bayu Dwi Anggono, Minggu (29/9/2019).

Pernyataan Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember itu bukannya tanpa alasan. Pertama, target legislasi dalam Program Legislasi Nasional (Prolgenas) yang tidak pernah terpenuhi. Dari 189 RUU target selama 5 tahun DPR baru mengesahkan 80 an UU (40% an) itupun UU yang dibentuk mayoritas adalah UU yang masuk kategori di luar prolegnas yaitu daftar kumulatif terbuka. Seperti pengesahan perjanjian internasional tertentu, akibat putusan Mahkamah Konstitusi; Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; dan penetapan/pencabutan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

“Ketika di akhir masa jabatan ini target tidak terpenuhi DPR berkilah bahwa mereka lebih menekankan aspek kualitas UU dibandingkan kuantitas, namun jangan lupa mereka sendiri pula yang menentukan target legislasi dalam prolegnas di awal masa jabatan. Jika sejak awal prioritas pada kualitas seharusnya jumlah RUU yang ada dalam Prolegnas tidak perlu sebesar itu,” ujar Bayu.

Kedua, aspek kualitas pembentukan UU Juga menunjukkan permasalahan. Selain berbagai UU kontroversial yang terjadi di akhir masa jabatan karena pembahasannya yang tiba-tiba, tertutup dan bertolak belakang dengan kehendak publik, maka sejak lama DPR periode 2014 – 2019 sebenarnya sudah membentuk UU yang mengandung masalah.

“Sebagai contoh dalam perubahan UU MD3 awal 2018 yang menjadikan DPR sebagai lembaga yang makin jauh dari rakyat dan anti kritik karena ada pasal yang bisa memerintahkan kepolisian panggil paksa dan menyandera orang yang tidak menghadiri panggilan DPR. Kemudian pasal tentang tugas Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR. Untungnya kemudian pasal-pasal tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK),” papar Bayu.

Sumber: detikcom




Kapolda Sulsel Jadikan Mahasiswa Korban Tabrakan Barracuda sebagai Anak Angka

ARB INdonesia, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe, membesuk mahasiswa korban tabrakan Barracuda, Dicky Wahyudi, di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar. Dalam kesempatan tersebut Guntur Laupe mengatakan ingin menjadikan Dicky sebagai anak angkatnya.

Dicky Wahyudi merupakan mahasiswa semester III Fakultas Hukum Universitas Bosowa, tertabrak kendaraan taktis (Rantis) milik polisi. Saat itu polisi mengejar dan menembaki demonstran dengan gas air mata di depan Mall Nipah, Jumat (22/9).

Guntur yang sudah dua kali membesuk Dicky, selain akan menanggung seluruh biaya perawatan, Guntur juga berjanji akan menjadi ayah angkat bagi Dicky. Guntur berjanji akan membantu biaya pendidikan Dicky hingga lulus dan mendapat pekerjaan.

“Mulai hari ini saya jadikan Dicky sebagai anak angkat saya, sampai saya meninggal Dicky menjadi anak angkat saya,” kata Guntur di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar, Minggu (29/9/2019).

Sementara itu, Nurdin mengatakan dirinya prihatin atas peristiwa yang menimpa Dicky, saat sedang berunjuk rasa bersama rekan-rekannya di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kunjungannya ingin memastikan kondisi kesehatan Dicky usai dirawat.

“Ini wujud keprihatinan kita kepada anak-anak kita yang mengalami cedera,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan Dicky adalah sosok anak yatim yang baru saja ditinggalkan orang tuanya. Nurdin dan Guntur juga tidak lupa menyemangati Dicky agar segera menyelesaikan kuliah dan bekerja, guna mewujudkan harapan keluarganya.

Sumber: detikcom




MPR Gelar Pembekalan 4 Pilar Kepada Anggota Terpilih Periode 2019-2024

ARB INdonesia, JAKARTA – Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) menggelar pembekalan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada anggota MPR terpilih periode 2019-2024. Pembekalan berlangsung selama dua hari.

Pembekalan dilakukan di Gedung Nusantara IV, DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019). Pembekalan dibuka langsung oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan pada Sabtu (28/9), sementara acara berlangsung dari Sabtu kemarin hingga Minggu sore ini.

Pada pembekalan, tiap-tiap pemateri menyampaikan materi tentang UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Anggota MPR terpilih tampak duduk mendengarkan pemaparan.

Sementara itu, anggota DPR terpilih dari Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, mengatakan pembekalan penting diikuti oleh anggota MPR. Menurutnya setiap anggota harus memiliki kemampuan tentang tugas MPR dalam mensosialisasikan 4 pilar.

“Saya kira ini program MPR untuk melakukan pembekalan terhadap calon anggota MPR terpilih agar kita memiliki kemampuan dan mengetahui tentang tugas MPR tentang sosialisasi 4 Pilar,” kata Ace di sela-sela pembekalan.

“Forum ini sebagai upaya untuk menjelaskan kepada anggota MPR terpilih agar mereka punya kemampuan, pengetahuan dan diberikan perspektif tentang pentingnya tentang tugas-tugas yang harus dimiliki,” imbuh Ace.

Saat ini, pembekalan masih berlangsung. Acara dijadwalkan akan ditutup sore ini oleh Sekjen MPR, Ma’ruf Cahyono.

sumber: detikcom




Emak-emak Demo di Polda Metro, Kutuk Kekerasan Saat Aksi Demo di DPR

ARB INdonesia, JAKARTA – Sejumlah massa yang menamai dirinya Emak-emak Indonesia melakukan aksi demo di depan Polda Metro Jaya. Mereka mengutuk aksi kekerasan dalam demo di depan Gedung DPR tempo hari.

“Hari ini kita atas nama-nama ibu-ibu yang mengutuk kekerasan aparat terhadap massa aksi di DPR,” ujar seorang orator di depan gerbang Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (29/9/2019).

“Kita sebagai orang tua tidak akan pernah rela melihat anak kita ditembak, dipukuli oleh aparat kepolisian. Mereka adalah anak-anak bangsa, mereka adalah generasi muda yang sadar bahwa hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” lanjutnya.

Sang orator melanjutkan, sejumlah orang tua tak diberi akses untuk melihat anaknya yang ditahan pihak kepolisian

“Menurut berita, ada 90 mahasiswa yang ditahan oleh aparat kepolisian tapi pihak aparat tidak memberikan akses, kita sebagai orang tua, kita sebagai ibu bagaimana perasaan kita,” ujar orator

“Anak yang sudah di kandung, anak yang disusui, anak yang sudah dirawat, dengan begitu saja dipukul, begitu saja ditembak,” lanjutnya.

sumber : detikcom