7 Fakta Jelang Duel Panas MU vs Arsenal di Liga Inggris

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Manchester United (MU) akan menjamu Arsenal  dalam duel panas pada pekan ketujuh Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10) dini hari WIB. Berikut fakta menarik jelang MU vs Arsenal.

Performa Setan Merah yang belum konsisten di awal musim ini membuat racikan strategi manajer Ole Gunnar Solskjaer kerap dikritik. Sebaliknya Arsenal mulai memperlihatkan performa yang lebih baik dengan meraih tiga kemenangan beruntun di semua ajang.

Berikut tujuh fakta menjelang pertandingan MU vs Arsenal yang dikutip dari Opta:

1. Tiga kemenangan tandang Arsenal atas MU di Liga Inggris terjadi di hari yang berbeda (Rabu, Sabtu, dan Minggu). Ini merupakan pertemuan ketiga mereka dengan Setan Merah di hari Senin, setelah imbang 1-1 pada Januari 2000 dan kalah 0-1 pada Desember 2010.

2. MU sudah kalah tiga kali dari enam laga kandang terakhir di Liga Inggris (dua menang, satu imbang). Jumlah itu sama banyaknya dengan yang dialami MU dari 52 laga kandang di Old Trafford (32 menang, 17 imbang, dan tiga kalah).

3. MU kalah di partai kandang terakhir mereka melawan tim asal London (1-2 dari Crystal Palace). The Red Devils belum pernah kalah dari klub asal London dalam dua partai kandang beruntun sejak Desember 2001 sejak kalah dari Chelsea dan West Ham.

4. Arsenal kemasukan minimal dua gol dari empat dari empat pertandingan terakhir Liga Inggris. The Gunners belum pernah kebobolan dua gol atau lebih dalam lima laga beruntun sejak Agustus 1985.

5. Ole Gunnar Solskjaer kalah pada pertemuan pertamanya melawan Arsenal di Liga Inggris sebagai manajer MU. Hanya tiga manajer MU yang kalah di dua pertemuan pertama dengan Arsenal: James West (1900), Tommy Docherty (1973), dan Dave Sexton (1977/1978).

6. Jesse Lingard sudah empat kali membobol gawang Arsenal di semua kompetisi. Jumlah gol itu jadi yang terbanyak dicetak Lingard daripada tim-tim lain.

7. Pierre-Emerick Aubameyang sudah mencetak 13 gol dalam 13 penampilan terakhir sebagai starter di Liga Inggris. Enam golnya dari enam pertandingan pertama yang dicetak Aubameyang jadi yang terbanyak sejak Emmanuel Adebayor pada musim 2007/2008. 

Sumber CNN Indonesia




Tak Jadi Pimpinan DPR, Fadli Zon Berterima Kasih ke Prabowo

ARB INdonesia, JAKARTA Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak kecewa meski tak ditugaskan lagi sebagai Wakil Ketua DPR RI pada periode 2019-2024.

Dia malah mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mempercayakan posisi tersebut kepadanya selama lima tahun terakhir.

“Saya kira menjalani ini dari hari ke hari itu kan cukup berat juga, apalagi dari sebuah periode yang penuh turbulensi. Jadi saya bersyukur dan saya juga katakan ini kepada Pak Prabowo bahwa saya berterima kasih dan bersyukur,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/9).

Fadli berujar tak mempermasalahkan posisinya kini diisi oleh Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyampaikan itu merupakan hal biasa dan bagian dari regenerasi kepemimpinan.

Ia memastikan masih akan berkarier di DPR RI. Fadli juga membantah isu dirinya akan ditempatkan di jabatan duta besar.
“Saya di DPR lah, saya harus tetap berpihak kepada rakyat,” ucap Fadli.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memastikan Fadli Zon tidak akan lagi menjabat sebagai Wakil Ketua DPR di periode 2019-2024. Gerindra mendapat jatah satu kursi pimpinan DPR usai finis di peringkat dua pada Pemilu 2019.

“Prabowo akan memberi penugasan baru (kepada) Fadli dalam bidang-bidang yang lain yang nanti akan dirumuskan Prabowo,” ucap Muzani kepada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9).

Sumber CNNIndonesia




Abdul Basith Diduga Siapkan Molotov Demo Ricuh, IPB Hormati Proses Hukum

ARB INdonesia, BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB University) mengatakan bakal menghormati proses hukum terhadap salah satu dosennya, Abdul Basith yang diduga menyiapkan molotov untuk demo ricuh. Menurut IPB, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian hukum untuk Basith.

“Dalam kondisi apa pun, IPB akan terus berkomitmen untuk senantiasa menjaga roh dan amanat sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, yang mengedepankan kultur academic excellence untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” kata Kabiro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2019).

IPB berharap proses hukum terhadap Basith dilakukan secara transparan. Yatri mengatakan IPB sudah memiliki aturan yang jelas soal norma dan etika dosen.

Basith ditangkap polisi bersama lima orang lainnya yang diduga merancang kerusuhan dalam sebuah aksi demo. Enam orang itu ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9).

Disebut-sebut mereka telah menyiapkan bahan peledak berupa bom molotov. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Dari informasi yang diterima, keenam pelaku ini adalah AB (44), S (30), YF (50), A (43), OS (42), dan SS (61). Mereka berasal dari berbagai latar belakang.

Berikut ini sikap resmi IPB terkait penangkapan Abdul Basith:

1. IPB menghormati proses hukum yang berlaku dan akan menunggu kepastian hukum bagi Sdr Abdul Basith.

2. IPB berharap proses hukum tersebut berjalan transparan, akuntabel dan adil.

3. IPB telah memiliki aturan yang jelas tentang norma dan etika dosen, serta ketentuan bagi yang melanggarnya.

4. IPB berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa dan menentang segala aksi kekerasan yang merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa dengan tujuan dan alasan apa pun.

Sumber Detikcom




5 Keutamaan Salat Berjamaah di Masjid Bagi Muslim

ARB INdonesia – Salat menjadi bagian yang paling pokok dalam ibadah kita. Dan merupakan amal yang paling awal dihisab oleh Allah SWT. Lalu, apa saja Keuatamaan sholat berjamaah?

Salat berjamaah ialah peningkatan dari salat munfarid (salat yang dikerjakan sendirian). Pahala salat berjamaah lebih besar, terutama jika dilakukan di masjid. Secara syariah jamaah atau berjamaah adalah salat bersama-sama lebih dari satu orang. Ada yang bertugas menjadi imam, seorang lagi jadi makmum.

Dikutip dalam buku Salat Berjamaah dan Permasalahannya oleh Wawan Shofwan Sholehudin, Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Umamah, ia berkata: “Seseorang datang dan tidak mendapatkan salat. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, ‘Salatlah’ Lalu bersabda, ‘Adakah seseorang yang hendak bersedekah, salatlah bersamanya?’ Maka berdirilah seseorang dan salat bersamanya. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Inilah jamaah.” Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Alkabir, VII: 285, no. 7091.

Lalu apa saja keutamaan salat berjamaah dan tepat waktu? Mengenai keutamaan salat berjamaah. Rasulullah SAW menetapkan ukuran dengan kelipatan, kemudahan, jumlah yang berjamaah, hingga jarak pejalanan menuju berjamaah semua dinilai pahala dan keutamaan termasuk dari semua pekerjaan yang akan melancarkan dan mengkhusyukkan salat berjamaah.

Berikut ini beberapa keutamaan salat berjamaah:

1. Menjadi syiar bagi masyarakat

Keutamaan salat berjamaah di masjid salah satunya adalah dapat bersilaturahmi dengan muslim saleh lainnya. Salat berjamaah merupakan lembaga pendidikan atau lebih tepat disebut laboratorium pendidikan yang sangat besar manfaatnya.

Kita akan berkembang bersama orang-orang yang memiliki tradisi yang saleh. Yakni orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah SWT. Maka, kita pun akan menjadi orang saleh yang sejati.

2. Meningkatnya kualitas salat

Kualitas salat terdiri dari dua tahap yaitu sahnya salat dan diterimanya salat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membeli baju seharga sepuluh dirham, sedangkan padanya terdapat satu dirham berupa uang haram, Allah tidak akan menerima salatnya selama ia mengenakan baju tersebut,” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar)

“Barang siapa meminum seteguk khamr, ia tidak akan diterima salatnya selama empat puluh hari.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Darimi).

Tentu salat berjamaah harus dilakukan pada awal waktu dan di masjid. Seorang Muslim harus mempelajari kekhusyuk-an dalam salat.
3. Pahala Salat Berjamah

Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah pahalanya lebih besar. Dalam buku Mutiara Shalat Berjamaah: Meraih Pahala 27 Derajat oleh M. Nurkholis menyebutkan bahwa salat sendirian diibaratkan seperti domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala dengan mudah dapat menerkam dan memangsanya.

Sedangkan seseorang yang melaksanakan salat jamaah, ibarat kawanan domba yang kompak sehingga serigala tidak berani menyerangnya secara langsung.

Berikut hadist yang menjelaskan keutamaan salat berjamaah dibandingkan dengan salat sendirian yang dikutip dari Islam.nu.or.id:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat.” (HR. Bukhari)

4. Dijauhkan dari sifat munafik

Keuatamaan sholat berjamaah dalah dijauhkan dari sifat munafik. Karena diantara sifat orang munafik adalah yang bermalas-malasan dalam salat. Seperti yang tertuang dalam surat An-Nisa ayat 142:

إنَّ المُنَفِقِيْنَ يُخَدِعُوْنَ اللهَ وَهُوَ خَدِعُهُمْ وَإذَا قَامُوا إلىَ الصَّلاَةِ قَامُوْا كُسَالَى يُرَاءُوْنَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إلاَّ قَلِيْلاً

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa: 142)

Dan dalam sebuah hadist Nabi bersabda:

“Tidaklah ada salat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi salat Shubuh dan Isya’. Dan seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjama’ah) meskipun dengan merangkak.” (Muttafaqun ‘Alaih)

5. Diampuni Dosanya oleh Allah SWT

 Keutamaan Sholat Berjamaahbagi wanita dan laki-laki sama-sama diampuni dosanya oleh Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

إِذَا قال اْلإِمَامُ (غَيْرِ اْلمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضّآلّين) فَقُوْلوُا : آمين, فَإِنَّهُ مِنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلُ اْلمَلاَئِكَةِ غَفِرَ لَهُ ماَتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ — رواه البجارى و مسلم

“Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Sumber Detikcom




Bima Arya: Pelajar Bogor yang Mau Demo ke Jakarta Pada Nggak Ngerti Isu

ARB INdonesia, BOGOR – Ratusan pelajar yang diamankan di Polres Bogor Kota sudah diperbolehkan pulang. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, para pelajar yang hendak ikut demo ini, tidak mengerti apa yang sedang ramai dibahas di Jakarta.

“Ketika tadi saya tanya, enggak ada yang tau, enggak ada yang baca UU (Undang-Undang), enggak ada yang mengerti isunya apa,” kata Bima Arya, di Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/9/2019).

Ia menjelaskan, banyak pelajar Bogor yang ingin ke Jakarta, hanya ikut-ikutan saja. Para pelajar ini, sambungnya, tidak mengerti apa yang sedang diperjuangkan.

“Berdasarkan investigasi kita, hampir semuanya enggak tau apa yang diperjuangkan. Baik tentang KPK, rancangan UU ini, mereka enggak pada tau,” lanjutnya.

Sumber Detikcom




Sarjana Menganggur dan Revolusi Pendidikan Tinggi

ARB INdonesia, JAKARTA – Lembaga pemeringkat perguruan tinggi Quacquarelli Symonds (QS) pada pekan lalu merilis laporan QS Graduate Employability Rankings 2020. Laporan tersebut menyusun peringkat 500 universitas di dunia berdasarkan persentase lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan.

Menariknya, menurut Direktur Riset QS Ben Sowter, tidak ada hubungan yang jelas antara prestise sebuah universitas dengan kemampuan lulusannya mendapatkan pekerjaan. Contohnya di Indonesia, Universitas Bina Nusantara yang menempati posisi papan bawah (801-1000) dalam QS World University Rankings justru mendapat skor dan peringkat employability yang sejajar dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung yang menduduki posisi papan atas dalam QS World University Rankings.

Terlepas dari pro-kontra metode analisis yang digunakan oleh QS, analisis Ben Sowter tersebut kiranya dapat menjadi peringatan bagi semua perguruan tinggi di Tanah Air untuk tidak melupakan nasib lulusannya di tengah semangat kompetisi antar perguruan tinggi untuk menaikkan prestise di tingkat nasional maupun internasional.

Masih Stabil

Tingginya tingkat pendidikan ternyata tidak menjamin mudahnya mendapatkan pekerjaan. Data Biro Pusat Statistik 2019 menunjukkan tingkat pengangguran lulusan diploma dan universitas masing-masing berada di kisaran 6 hingga 7 persen, jauh di atas tingkat pengangguran lulusan SD (2,7 persen) dan SMP (5 persen).

Karakteristik lapangan pekerjaan di Indonesia masih didominasi oleh sektor yang tidak memerlukan kualifikasi pendidikan tinggi, yaitu sektor pertanian dan perdagangan yang menyerap hampir 50 persen dari 130 juta tenaga kerja. Dan menariknya, salah satu dampak counter-intuitive dari Revolusi Industri 4.0 adalah munculnya jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak menuntut seseorang untuk memiliki ijazah perguruan tinggi tetapi menawarkan gaji yang lumayan. Layanan transportasi berbasis online misalnya, sanggup memberikan pendapatan yang lumayan dengan waktu kerja yang fleksibel.

Mayoritas masyarakat Indonesia menganut konsumerisme di mana pendidikan masih dianggap sebagai komoditas yang dilihat dari aspek untung-rugi. Biaya kuliah yang semakin mahal tanpa adanya jaminan mendapatkan pekerjaan yang layak menjadikan pilihan masuk ke perguruan tinggi sebagai investasi merugi. Jika hal ini tidak diatasi, animo masyarakat untuk kuliah dikhawatirkan akan menurun. Akibatnya nasib 4600 institusi pendidikan tinggi kita akan berada di ujung tanduk.

Di Amerika Serikat misalnya, jumlah mahasiswa baru terus mengalami penurunan selama 9 tahun berturut-turut sejak 2011 sampai sekarang. Salah satu faktor yang menjadi sebab penurunan minat kuliah adalah membaiknya perekonomian Amerika selama 10 tahun terakhir yang menyebabkan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah. Konsekuensinya, jumlah perguruan tinggi yang gulung tikar terus meningkat.

Sejak 2016, 23 perguruan tinggi swasta dan 32 perguruan tinggi negeri harus ditutup atau dipaksa melakukan merger. Diperparah lagi dengan angka putus kuliah (drop-out) yang saat ini berada di angka kritis 40%. David Kirp membahas krisis drop-out ini dalam buku terbarunya The College Drop-out Scandal (2019).

Di Indonesia sendiri, data Kemenristekdikti menunjukkan jumlah mahasiswa baru masih stabil di angka 1,4 juta mahasiswa per tahun sejak 2014 hingga 2018. Angka ini diharapkan akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat. Demikian pula dengan angka putus kuliah yang masih berada di kisaran 1-4 persen. Tetapi dunia pendidikan tinggi di Indonesia tidak boleh berdiam diri. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat bisa saja terjadi di Indonesia jika pendidikan tinggi kita tidak direvitalisasi.

Harus Berbenah

Untuk menjaga kepercayaan publik, dunia pendidikan tinggi kita harus berbenah. Diperlukan sebuah model baru pendidikan tinggi yang sanggup mengikuti cepatnya perkembangan zaman. Ironisnya, mayoritas universitas di seluruh dunia saat ini masih menganut model yang dicetuskan oleh filsuf Jerman Wilhelm von Humboldt pada awal abad ke-19. Mustahil dunia pendidikan tinggi mampu mengikuti perkembangan jaman jika modus operandinya tidak berubah selama 200 tahun!

David Staley dalam bukunya Alternative Universities: Speculative Design for Innovation in Higher Education (2019) mengajukan beberapa model baru yang bisa diadopsi oleh dunia pendidikan tinggi. Salah satu model yang cukup menarik adalah Polymath University –setiap mahasiswa mengambil tiga disiplin ilmu (triple majors), misalnya akuntasi-fisika-sejarah, bisnis-sosiologi-filsafat, keuangan-astronomi-agama, atau beberapa kombinasi lain. Lahirnya ide Polymath University didasari oleh realitas dunia pekerjaan saat ini yang membutuhkan lulusan universitas yang mampu berpikir kreatif, lintas ilmu, dan multidimensi.

Kemudian ada pula model Interface University, di mana mahasiswa dan dosen berinteraksi langsung dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Model universitas ini dilatarbelakangi oleh semakin terintegrasinya kecerdasan buatan dalam sektor industri dan jasa. Lulusan universitas harus mampu berinteraksi dan berpikir bersama komputer, bukan hanya sekedar menggunakannya.

Revolusi dunia pendidikan tinggi adalah proses yang tidak mudah. Hanya ada tiga institusi yang nyaris tidak berubah selama 200 tahun: institusi agama, monarki, dan universitas. Revolusi harus dimulai dari sekarang sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pendidikan tinggi. Saya mengusulkan tiga strategi utama untuk menginisiasi revolusi dunia pendidikan tinggi.

Pertama, perombakan kurikulum (curriculum revamp) dengan melibatkan dunia industri dalam penyusunan dan implementasi kurikulum baru. Untuk menyesuaikan isi kurikulum dengan perkembangan zaman, perombakan dilakukan secara berkala setiap 3-5 tahun dan dievaluasi setiap tahun. Dunia industri terlibat secara aktif dalam proses revamp sebagai penasihat. Mereka mengevaluasi dan mengusulkan kandungan kurikulum yang sesuai dengan praktik-praktik terbaru di dunia industri dan jasa. Mereka juga terlibat secara aktif sebagai tenaga pengajar bantuan (adjunct) dalam mata kuliah tertentu.

Kedua, memperkuat keunikan (difference) dan keistimewaan (distinction) setiap program studi yang ada. Sebagai contoh, kepala program studi S1 Ilmu Hukum di Universitas A harus membuat programnya berbeda dengan program studi S1 Ilmu Hukum di Universitas B. Lulusan setiap prodi dari universitas berbeda akan memiliki keunikan dan keistimewaan yang memberi nilai tambah kepada kualitas dan kompetensi lulusan. Universitas juga didorong untuk membuat program-program studi baru yang unik untuk mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketiga, program magang (internship) yang diintegrasikan dalam kurikulum. Kabar gembiranya, tahun ini Kemenristekdikti memutuskan bahwa 45 jam kerja magang setara dengan satu satuan kredit semester (SKS) sehingga mahasiswa tidak kehilangan SKS selama proses magang. Ke depannya, magang dapat dinaikkan statusnya sebagai kegiatan wajib dengan beban SKS tertentu.

sumber detikcom