JK perintahkan pengurus masjid bakar “Indonesia Barokah”

 

JakartaAntara mewartakan, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla memerintahkan kepada seluruh pengurus masjid yang telah menerima Indonesia Barokah untuk segera membakar tabloid tersebut, karena dianggap sebagai media penyebar hoaks.

“Ya karena itu melanggar aturan, apalagi mengirim ke masjid, saya harap jangan dikirim ke masjid. Semua masjid-masjid (yang menerima) itu dibakarlah, siapa yang terima itu,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada pedonor darah sukarela di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Sabtu.

JK juga telah memerintahkan kepada jajaran pengurus DMI di daerah untuk mengimbau kepada masjid-masjid supaya tidak mendistribusikan Tabloid Indonesia Barokah kepada masyarakat.

Baca juga: Jelang Pilpres, Sholat Jumat Prabowo Juga Dijadikan ‘Bahan Gorengan’

JK meminta supaya masjid dan rumah-rumah ibadah lain tidak dijadikan tempat untuk membuat dan menyebarkan kabar bohong, sehingga dapat memecah belah persatuan umat.

“Jangan masjid jadi tempat bikin hoaks-hoaks, macam-macam itu; (masyarakat) jangan diadu. Kita sudah perintahkan DMI untuk kasih tahu bahwa jangan masjid menerima (tabloid) itu, karena berbahaya,” tambahnya.

Wapres memperingatkan kepada seluruh pelaku dibalik pemunculan Tabloid Indonesia Barokah atau penerbit media penyebar hoaks bahwa ada hukum yang berlaku menindak penyebarluasan kabar bohong.

“Jangan seperti Obor Rakyat jaman dulu (Pilpres 2014). Itu kan masuk penjara, dihukum kan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah ditemukan di sejumlah masjid di daerah, antara lain, di Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Karawang.

Baca Juga : ‘Indonesia Barokah’: Dikecam BPN Prabowo, Dibela TKN Jokowi

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno menduga Tabloid Indonesia Barokah digunakan oleh kelompok lawan sebagai alat kampanye hitam untuk menyerang dirinya dan Capres Prabowo Subianto.

“Itu saya serahkan kepada aparat hukum, itu adalah bagian ‘black campaign’ yang sudah kami sama-sama sepakati untuk tidak melakukannya. Akan tetapi, ternyata seperti 2014, versi 2019 keluar,” tutur Sandiaga di Jakarta, Kamis (24/1).

Tabloid Indonesia Barokah memuat informasi yang diduga meyudutkan pasangan Prabowo/Sandiaga dan digunakan sebagai alat kampanye hitam untuk menyerang pasangan tersebut.




The Somad Power

Puluhan ribu jammah membanjiri lapangan gadjahmada saat UAS menyampaikan tausyiah sempena haul syech Abdul Qadir Al Jailani di Ibu Kota Kabupaten Inhil, Riau awal Januari 2019 yang lalu.

AZAN masjid tadi di kompleks rumahku, yang baru direnovasi hampir Rp 5 miliar bergema. Ini azan Jumat, 25 Januari 2019.

Hatiku tetap bingung apakah aku ke masjid itu, atau ke masjid yang lebih kecil berjarak 500-an meter, di mana Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi khatib Jumat dan ceramah sesudahnya.

Di tengah jalan sepada motorku berbelok ke Masjid Nurul Huda, Cimanggis, di mana UAS berada. Naik motor memudahkanku menerobos jalan yang sudah diblokir. Jalan sepanjang lebih 1 KM diblokir untuk tempat massa berkumpul.

Masjid baru akan mulai Azan. Aku harus buru-buru menerobos massa yang sudah tiba sejak awal. Masih ada ruang di seberang Masjid, sebuah rumah tua berhalaman luas. Hujan gerimis membasahi tanah. Untung penjual tikar sebesar dua kali sajadah seharga Rp. 10.000 gampang dijumpai.

Di situlah aku mulai mendengar suara UAS yang menggelegar sebagai khatib Jumat. Sebagai Khotib, UAS memberikan pencerahan soal tanggung jawab kita terhadap anak.

Di masa lalu, ada Muhammad Al Fatih, yang bisa menaklukkan Constantinopel. Saat ini dia menganjurkan agar jamaah berdoa agar memiliki anaknya yang bisa menaklukkan Israel.

Jumatan dan doa berakhir. Massa ibu-ibu dan bapak-bapak mulai bangkit berdiri. Somad akan menuju panggung. Rumah di seberang masjid ini terhalangi tembok untuk pandangan ke panggung. Tentu bisa melihat sambil berdiri. Saya memilih naik ke pohon yang sedikit basah. Agar ketinggian saya dan Somad sejajar, sehingga enak mendengar dan melihatnya.

Laskar FPI sibuk mengatur massa yang sudah seribuan disekitar panggung untuk tertib. Semua harus adil melihat, yang berdiri di depan harus duduk.

Ceramah dipanggung ini di-setting tanya jawab. Ada 7 pertanyaan yang diberikan ke UAS di kertas setelah 10 menit ia memulai ceramah membangkitkan gairah massa.

Pertanyaan pertama menyangkut ghibah alias menggosip aib orang; istri Solehah; kawin beda agama; kawin ketika hamil; kredit emas; belanja di toko 212; dan turunnya Dajjal.

Dari pertanyaan ini dan jawaban UAS terlihat pandangan holistic dia yang melingkupi persoalan masyarakat, individu dan negara.

UAS megatakan bahwa pelacuran makin subur karena persepsi materialistik memenuhi otak manusia. Anak-anak perempuan dibuatkan mahar yang terlalu mahal, sehingga banyak pria yang kesulitan menikah. Akhirnya sebagian memilih zina.

UAS mengharapkan orang-orang tua kembali kepada ukuran keagamaan, yakni keshalehan calon suami sebagai ukuran mencari menantu.

Kesalehan istri, menurutnya, banyak terganggu dengan membanjirnya budaya mempercantik diri bagi wanita bersuami di luar rumah, daripada di rumah. Suami juga jangan terpesona dengan kecantikan perempuan bukan istrinya. Karena beban istri mengurus anak dan rumah tangga akan berkorelasi dengan kecantikan. Sehingga suami harus melihat kesalehan istri sebagai jaminan.

Dikaitkan dengan peran negara, UAS mengatakan bahwa diskriminasi terjadi terhadap guru-guru Madrasah, yang mengajarkan bathiniah, yang ditandai dengan kecilnya honor guru-guru tersebut. Sebaliknya, guru-guru yang mengajarkan “ilmu material” di sekolah-sekolah umum mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar.

Seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang seimbang bagi guru-guru yang mengajarkan Akhlak. Tentu juga masyarakat harus bertanggung jawab dengan memperbesar infak dan sedekah.

Dalam menyikapi soal kredit emas, UAS memasukkan sebagi riba. Riba adalah haram dalam Islam. Pertukaran dalam Islam haruslah uang versus uang. Dinar versus rupiah, misalnya.

Terhadap isu “Warung 212″ UAS menjawab dua hal, pertama Warung 212 harus membanjiri majelis-majelis taklim dan pengajian dengan jualan sembako miliknya.

Masyarakat pengajian juga harus gairah membeli produk Warung 212 tersebut. Perinsip membeli di warung ummat, UAS menekankan agar pembeli mempunyai misi menyelamatkan gairah perekonomian ummat tersebut. Bukan sekedar faktor harga.

Di akhir ceramahnya UAS mengajak berdoa agar Indonesia diberikan pemimpin yang cinta terhadap Islam dan ummat Islam, bukan pemimpin yang benci Islam, bukan pemimpin yang bisa menerima komunis.

Sebelumnya UAS mengatakan bahwa sudah ratusan bahwa seribu tahun lalu dari Sabang sampai Papua, Islam itu telah menpersatukan Indonesia, sehingga tidak ada persoalan permusuhan antar suku bangsa.

Kekuatan Somad

Ribuan orang berkumpul mendengarkan UAS meskipun gerimis datang. Tidak ada yang gelisah, semuanya senang. Majelis ini adalah majelis dengan bahasa rakyat, bahkan rakyat jelata.

Kekuatan Somad terpancar dari bahasanya tidak dibuat. Bahasa UAS adalah bahasa lepas. Spontan. Namun pas.

UAS mempunyai intonasi dengan penyesuaian pada bahasan. Ketika UAS membahas seseorang mati dalam keadaan syirik, misalnya, UAS dalam bahasa menggegelar dan intonasi tinggi.

UAS menekankan pentingnya pemimpin yang soleh,  peraturan yang memihak orang kecil dan partisipasi rakyat dalam membangun suatu peradaban yang adil.

Tentu kekuatan UAS sebelumnya terpancar saat dia dilamar Prabowo dan Ijtima ulama menjadi calon wakil Presiden, malah dia melarikan diri ke pedalaman hutan, menghindar. Somad tidak menjual agama dan ketenaran  untuk kekuasaan. Dia hanya ingin berdakwah.

Pandangan UAS soal peranan pemimpin dan regulasi yang baik, merupakan “Windows” bagi UAS untuk melihat bahwa urusan agama bukanlah urusan privat semata, melainkan menyangkut negara.

Meskipun UAS menekankan kewajiban individual dalam konteks ilahiah, yakni sebagai manusia pecinta Rasulullah, penekanan kepemimpinan dan negara membuat bahasan UAS tentang manusia dan masyarakat menjadi satu kesatuan utuh, hokistik.

Lebih holistik lagi ketika UAS menutup doa bagi keselamatan berbagai negara muslim dan yang di awal meminta orang tua mendoakan anaknya agar kelak jadi penakluk Israel, menjadian kita melihat UAS sebagai manusia dengan beban berskala dunia.

Acara bubar, saya berjalan menerobos massa menuju sepeda motor yang parkir. Penjual-penjual buku UAS, Kalender UAS yang ada logo Prabowo-Sandi, penjual topi dan syal tauhid dan lain-lain membanjiri jalan.

Di antara kerumunan massa, saya masih tetap merenung kenapa seorang manusia yang lahir di pedalaman Kisaran, hampir 200 km dari tanah saya lahir di kota Medan, lalu saya sekolah di ITB, Somad kuliah Agama, namun akhirnya saya duduk di pohon yang licin menjadi penonton dia yang terkenal. Semuanya itu rejeki Allah. Itulah kekuatan Ustad Somad. [***]

Penulis adalah Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), dilansir melalui rmol.co




Agro TV




Kampanye di Jambi, Sandiaga: Nyari Kerja Susah atau Susah Banget?

Sandiaga Uno di Jambi (Ferdi Almunanda/detikcom)

 

Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno berkampanye di Jambi. Dia tiba di Jambi dengan beberapa agenda yang telah terjadwalkan. Masyarakat di Jambi pun menyambut janji-janji yang disampaikan Sandi. 

Di Lapangan Tri Lomba Juang, Jalan Halim Perdanakusuma, Sungai Asam, Kota Jambi, Jumat (25/1/2019), masyarakat pendukung Prabowo Subianto-Sandi kompak berteriak, “Ganti Presiden!”

“Mau harga-harga murah. Mau harga-harga terjangkau?” tanya Sandi. “Mau!” jawab masyarakat.

Dia juga akan menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat nantinya jika ia bersama Prabowo terpilih di Pilpres 2019. Pengemudi (driver) ojek online dan beberapa warga lainnya menyampaikan aspirasi ke Sandi.

“Saya mau bertanya sama driver ojek online, nyari kerja gampang atau susah?” tanya Sandi. ” Susah!” jawab orang-orang yang berkumpul di depannya.

Sandiaga di Jambi (Ferdi Almunanda/detikcom)

“Susah atau susah banget?” tanya Sandi kembali. “Susah banget!” jawab mereka.

“Insyaallah di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi, nanti kita buka lapangan kerja seluas-luasnya. Insyaallah ya Ibu-ibu, Bapak-bapak, dengan doa amin…,” ujar Sandi.

Dia juga memilih berfokus di bidang ekonomi untuk perubahan jika dirinya berhasil memenangi kontestasi politik tertinggi lima tahunan itu. Ia juga berfokus pada lapangan kerja serta pelaku UMKM.

“Sekali lagi, insyaallah, kita berjuang bersama-sama. Kami akan fokus pada bidang ekonomi. Ekonomi yang menggerakkan usaha pengusaha kecil dan menengah yang dapat membantu rakyat nantinya,” tandas Sandi.

Sandi juga berkunjung ke Pasar Modern Angso Duo, Jambi, untuk bertemu dengan pedagang di sana. Dia juga berdialog dengan petani karet yang ada di Kabupaten Muaro Jambi.

sumber: detikcom




‘Indonesia Barokah’: Dikecam BPN Prabowo, Dibela TKN Jokowi

Tabloid Indonesia Barokah (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Jakarta – detikcom mewartakan, Di tengah riuhnya perpolitikan negeri sebuah tabloid muncul dan membuat geger. Tabloid ‘Indonesia Barokah’ namanya.

Tabloid itu dikirimkan melalui PT Pos ke masjid-masjid dan pondok pesantren di daerah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno langsung bereaksi lantaran menilai pemberitaan tabloid itu berisi kampanye hitam.

“Tabloid ‘Indonesia Barokah’ jelas mengandung unsur kampanye hitam yang mendiskreditkan Pak Prabowo. Semua stakeholder harus merasa bertanggung jawab untuk memastikan Pemilu 2019 berlangsung bersih,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

‘Indonesia Barokah’ yang semakin mewabah itu sampai-sampai membuat juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga lainnya, Andre Rosiade, menyebutnya seperti ‘Obor Rakyat’ Jilid II. Memang tabloid itu ditemukan di banyak daerah.

“Cara kerjanya ini kita lihat sistematis dan terstruktur. Sangat rapi, mengirimkan logistik ini ke mana-mana dalam jumlah banyak, ini juga uangnya banyak. Ada jutaan eksemplar yang dicetak. Saya menganalisis ini copy paste cara-cara ‘Obor Rakyat’. Ini (‘Indonesia Barokah’) ibarat ‘Obor Rakyat’ jilid II,” kata Andre.

Namun Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Aminmenilai tabloid itu tidak memberikan untung bagi mereka. Pun mengenai siapa yang mengedarkan tabloid itu tidak diketahui TKN Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kami pertama tidak mengerti siapa yang menerbitkan tabloid Barokah dan setelah kami baca isinya sebenarnya semua yang disampaikan itu fakta. Jadi menurut saya hak teman-teman BPN kalau mau melaporkan itu ke Bawaslu,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding.

Sedangkan Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq mengecam tabloid itu memojokkan salah satu pihak. Terlebih Maman mengaku sebagai saksi pelapor ‘Obor Rakyat’ di Mabes Polri pada Pilpres 2014.

“Jadi apa pun namanya, saya tidak akan pernah setuju tabloid yang memihak kepada satu pihak, apalagi memojokkan pihak yang lain,” ucap Maman.

Sedangkan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf lainnya, Ace Hasan Syadzily, meminta penyebaran tabloid itu tidak dilarang. Sebab, Ace berlandaskan pada pernyataan Bawaslu bila tabloid itu tidak berunsur kampanye.

“Jika tabloid ‘Indonesia Barokah’ ini tidak mengandung unsur kampanye, seharusnya jangan dilarang untuk disebarkan di masjid dan tempat-tempat umum,” ujar Ace.

“Justru itu ajakan positif agar masyarakat jangan terpengaruh hoax, fitnah, dan berita yang memecah belah karena adanya politisasi SARA. Biarkan saja itu menjadi bagian dari edukasi politik agar masyarakat jangan dibohongi dengan hoax, fitnah, dan kebencian,” imbuh Ace.

Bawaslu memang sempat bergerak mengusut penyebaran tabloid itu di sejumlah daerah. Namun saat ditelusuri, alamat kantor redaksi tabloid itu palsu. Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyebut Bawaslu daerah sudah berkoordinasi dengan takmir masjid agar tidak mengedarkan tabloid tersebut. Meski demikian, dia menilai tabloid itu tidak berunsur kampanye.

“Sudah ada penanganan di salah satu kabupaten, dibahas polisi dan jaksa, tidak ada unsur kampanye. Pelanggaran terjadi kalau ada bahan kampanye, tapi (di tabloid) tidak ada bahan kampanye,” ujar Dewi.

Terlepas dari perdebatan itu, BPN Prabowo-Sandiaga resmi melaporkan tabloid itu ke Dewan Pers. BPN menganggap pemberitaan ‘Indonesia Barokah’ tak sesuai dengan kode etik jurnalistik yakni Pasal 1, 3, 4 dan 8, serta tidak sesuai dengan Surat Edaran Dewan Pers Nomor 02/SE-DP/VIII/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan Dalam Pemilu 2019.




Divonis Bersalah Kasus Pemilu, Begini Karir Politik Mandala Shoji

 

Jakarta – Tempo.co mewartakan, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan vonis bersalah kepada calon legislatif DPR dari Partai Amanat Nasional, Mandala Abadi alias Mandala Shoji dalam kasus pelanggaran kampanye.

Mandala Shoji divonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan pada 18 Desember 2018. Mandala dinyatakan bersalah dengan sengaja menjanjikan materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta pemilu secara langsung atau tidak langsung.

Pelanggaran tersebut dilakukan oleh Mandala di dua tempat berbeda, yaitu di Pasar Gembrong Lama Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Oktober 2018. Dan di pasar kaget Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 November 2018.

Mandala sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta berkaitan dengan vonis dari PN Jakarta Pusat namun ditolak. Karena sudah inkrah, pada 21 Januari lalu jaksa pun sudah diperintah unutk mengeksekusi Mandala Shoji. Namun keberadaan Mandala hingga saat ini belum diketahui.

“Sejak Senin kemarin jaksa sudah menjemput Mandala ke rumahnya. Sampai saat ini kami masih mencarinya. Jaksa menganggap Mandala tidak kooperatif untuk mejalani putusan yang sudah inkrah,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu Jakarta Pusat Halman Muhdar.

Langkah Mandala Shoji terjun ke dunia politik sudah dimulainya sejak 2014. Saat itu, dia maju sebagai caleg DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa untuk daerah pemilihan II Jawa Tengah. Namun jumlah suara yang diraih Mandala pada Pemilu 2014 belum bisa membawanya ke Senayan.

Empat tahun berselang, Mandala kembali muncul untuk mendapatkan kursi DPR. Kali ini, Mandala maju sebagai caleg dari PAN daerah pemilihan II DKI Jakarta.

Namun baru memasuki masa kampanye, Mandala terjerat hukum pidana pelanggaran kampanye pemilu pada Desember 2018. Saat berkampanye, Mandala secara langsung atau tidak langsung telah menjanjikan hadiah berupa kupon umroh.

Sebelum terjun ke dunia politik, nama Mandala Shoji sudah tenar di pertelevisian Indonesia, terutama Mandala pernah beberapa tahun membawakan acara reality show Termehek-mehek yang sempat jaya di masanya. Selain itu, Mandala pernah berperan dalam sejumlah film layar lebar.

Mandala Shoji yang lahir di Surabaya ini merupakan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Surabaya. Sejak memilih untuk berpolitik, ayah tiga anak tersebut sudah jarang terlihat di layar kaca