Cerita Sekeluarga Asal Aceh Saat Rusuh Wamena: Rumah Dikepung Lalu Dibakar

ARB INdonesia, BANDA ACEH – Satu keluarga asal Aceh Tenggara, Aceh, mengalami dampak kerusuhan di Wamena, Papua. Rumah mereka dikepung sekelompok orang, kemudian dibakar. Kini mereka berada di Malang, Jawa Timur.

Kelima warga Desa Lawe Sigala Timur, Kecamatan Lawe Sigala Gala, Aceh Tenggara, Aceh, itu adalah Apner Gultom (33), seorang PNS di Diaspora Wamena; Friska Sitohang (30); berserta dua anak mereka, Natael Gultom (3,5) dan Nasya (8 bulan). Sementara satu orang lagi Trisesi Sitohang (26), adik Friska.

Friska berkisah, mereka sudah menetap di Wamena, Papua, sejak 2013. Saat terjadi kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, dia bersama anggota keluarga yang lain bersembunyi di dalam rumah.

Tiba-tiba massa mengepung area tempat mereka tinggal. Di tengah ketakutan, mereka diselamatkan polisi yang tengah menggelar patroli.

“Kami bersembunyi di dalam rumah. Kami takut keluar, nantinya kami dibunuh, dibacok,” kata Friska dalam keterangan tertulis yang disampaikan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Kamis (3/10/2019).

Sumber CNN INDONESIA




Lowongan CPNS 2019 Dibuka untuk 197.111 Posisi

ARB INdonesia, JAKARTA — Lowongan CPNS 2019 mulai memasuki tahap finalisasi. Pemerintah akan membuka lowongan 197.111 posisi untuk pelaksanaan seleksi CPNS 2019.

Kabiro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) M Ridwan mengatakan total formasi sementara untuk CPNS 2019 adalah 197.111 posisi. Rinciannya adalah kementerian/lembaga (K/L) sebanyak 37.854 formasi dan untuk daerah sebanyak 159.257 formasi.

“Namun demikian perlu diketahui bahwa angka tersebut masih dalam tahap finalisasi hingga saat ini,” ujar Ridwan dalam siaran pers.

Ridwan menuturkan ada lima hal yang membuat formasi CPNS 2019 belum bisa difinalisasi walaupun proses pendaftaran dimulai bulan depan.

Pertama, kata dia, lowongan CPNS 2019 akan disesuaikan kembali dengan skema kabinet yang baru pascapelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Kedua, terdapat beberapa proses dalam rekrutmen CPNS dengan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan dan tidak mungkin dipersingkat.

Ketiga, anggaran rekrutmen dan gaji CPNS 2019 pada sebagian Kementerian, Lembaga, dan Daerah (K/L/D) kemungkinan telah dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih prioritas serta harus selesai dipertanggungjawabkan pada pertengahan Desember.

Keempat, sebanyak 541 K/L/D yang akan membuka formasi CPNS tahun 2019 harus melaksanakan training dan entry formasi pada sistem daring yang baru. Hal itu penting dilakuakn agar meminimalisasi kesalahan input yang berakibat fatal bagi calon peserta seperti yang terjadi di beberapa tempat pada CPNS 2018.

Kelima, pada akhir Desember beberapa wilayah di Indonesia Timur (Papua, Papua Barat, Maluku, NTT) akan libur lebih lama untuk melaksanakan perayaan Natal. Walhasil, proses rekrutmen tidak akan berjalan optimal di tempat-tempat tersebut.

Pemerintah akan mengumumkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, pada pekan keempat Oktober tahun ini.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2019 yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 25 September lalu. Proses pendaftarannya sendiri akan mulai dibuka pada November 2019.

“Proses Seleksi administrasi pada bulan Desember, dan seterusnya,” ujar Ridwan.

Ridwan mengimbau masyarakat yang tertarik menjadi CPNS agar terus memantau informasi resmi mengenai melalui kanal media sosial BKN, situs web www.bkn.go.id , dan situs web atau media sosial yang dikelola oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

“Rekrutmen CPNS dilakukan secara transparan dan akuntabel hanya melalui https://sscasn.bkn.go.id ,” ujarnya mengenai lowongan CPNS 2019.

Sumber CNN Indonesia




Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Lahan Karhutla

ARB INdonesia, PALEMBANG – Sejumlah benda bersejarah yang diduga berasal dari zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang ditemukan di lahan gambut bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, tepatnya kawasan Pesisir Timur Sumatera.

Arkeolog Badan Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan warga berbondong-bondong datang ke lokasi lahan bekas terbakar di Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, dan Air Sugihan tersebut. Lahan gambut dalam yang terbakar menyebabkan banyak peninggalan masa lalu muncul ke permukaan. Beberapa benda peninggalan tersebut berupa perhiasan dan logam mulia.

“Ada barang yang bahannya emas, perhiasan kuno mata kucing berbentuk kalung buatan Mesir dan negara Indopasifik. Ada juga yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Kalau dilihat dari ukiran dan bentuknya, emas itu buatan zaman Kedatuan Sriwijaya abad 9 hingga 14,” ujar Retno, Kamis (3/10).

Retno mengungkapkan di kawasan tersebut pun ditemukan artefak yang berasal dari kapal, seperti kemudi, papan, serta dayung. Adanya penemuan tersebut kemungkinan besar kawasan pesisir timur Sumatera dulu merupakan kawasan perdagangan atau pelabuhan besar Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.

Aktivitas warga mencari barang peninggalan masa lalu di wilayah bekas kebakaran lahan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu saat karhutla paling parah terjadi di OKI. Pada penemuan sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian, penemuan peninggalan paling tua ditemukan yang berasal dari abad ke-7 di kawasan Karang Agung.

Di Air Sugihan sendiri banyak ditemukan peninggalan kuno pada abad 9 hingga 12. Sementara di kawasan Cengal ditemukan peninggalan kuno dari abad ke-12 hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam. Dari hasil penemuan tersebut, diduga ada pergeseran lokasi pusat perdagangan dari masa Sriwijaya ke Kesultanan Palembang.

Retno menjelaskan ditemukannya sungai-sungai tua di pesisir timur Sumatera, ditambah dengan temuan peninggalan tersebut, kemungkinan besar seluruh aktivitas perekonomian pada zaman itu dilakukan di atas air. Dengan semakin meluaskan kebakaran yang terjadi di lahan gambut, kemungkinan besar bakal muncul peninggalan-peninggalan lainnya.

Namun dirinya menyayangkan perburuan benda bersejarah oleh warga tanpa dilaporkan terlebih dahulu kepada Balai Arkeologi. Hal tersebut akan menyulitkan para peneliti untuk merangkai sejarah masa lampau di kawasan pesisir apabila peninggalan di sana tidak tersisa.

“Kebanyakan warga disuruh kolektor atau pemburu harta karun dari Lampung. Karena benda bersejarah di Lampung sudah habis, mereka geser ke Sumsel. Warga ditawari harga yang cukup tinggi apabila menemukan benda-benda bersejarah itu,” kata dia.

Sumber CNN Indonesia




Egy Maulana: Emas SEA Games Harga Mati untuk Timnas Indonesia

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Gelandang Egy Maulana Vikry menyebut Timnas Indonesia U-23 wajib meraih medali emas di SEA Games 2019 Manila, Filipina.

Medali emas merupakan target yang selalu dicanangkan cabang olah raga sepak bola dalam setiap pagelaran SEA Games.

Karena itu Egy Maulana sadar di SEA Games tahun ini masyarakat Indonesia akan kembali mengharapkan prestasi dari Timnas Indonesia U-23. Pada gelaran SEA Games terakhir di Kuala Lumpur 2017 lalu, Skuat Garuda harus puas dengan raihan medali perunggu.

“Emas [SEA Games 2019] harga mati. Biar orang tahu kami bisa raih prestasi. Semua orang berharap banyak dari kami, tentu itu jadi beban. Tetapi [tergantung] bagaimana kami bisa saling merangkul dan kerja keras, nanti Allah bantu,” kata Egy usai latihan di Lapangan C Senayan, Kamis (3/10) pagi.

Egy Maulana mengaku optimistis Timnas Indonesia U-23 kali ini bisa membawa pulang medali emas. Indonesia terakhir kali meraih emas di SEA Games pada 1991 di Filipina usai menang 4-3 atas Thailand melalui adu penalti.

Untuk bisa mencapai target tersebut, Egy Maulana menilai Timnas Indonesia U-23 perlu fokus pada setiap pertandingan di fase grup. Undian untuk cabang sepak bola baru akan digelar panitia Filipina SEA Games Organizing Committee (PHISGOC), Kamis (3/10).

“Lawan siapa saja asal yang penting kerja keras di setiap pertandingannya. Pokoknya semua pemain targetnya harus juara. Untuk menuju ke sana harus dihadapi satu per satu lawannya,” ujar pemain 19 tahun itu.

Egy bergabung dengan Skuat Garuda Muda sejak hari pertama pemusatan latihan di Lapangan Padjajaran, Bogor, Rabu (2/10). Ia didatangkan langsung pelatih Indra Sjafri dari klubnya Lechia Gdanks.

Kembali bergabung dengan Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana mengaku tidak ada kendala saat beradaptasi dengan cuaca. Menurutnya, cuaca di Polandia tidak jauh berbeda dengan Indonesia saat ini.

“Tidak beda karena musim di sana sama dengan di Indonesia. Musim panas di Polandia mengerikan, sama saja dengan di sini. Makanya saya bilang tidak masalah. Kalau jet lag biasan karena jam tidur, kecuali kalau di sana musim dingin mungkin terasa beda,” ucap Egy. 

Sumber CNN Indonesia




Sebelas Ribu Orang Tinggalkan Wamena Pascakerusuhan

ARB INdonesia, JAKARTA – Lebih dari 11 ribu orang meninggalkan Wamena, Kabupaten  Jayawijaya, Papua setelah peristiwa kerusuhan yang terjadi di daerah tersebut pada Senin (23/9).

“Sebanyak 11.646 orang terdata eksodus sejak 23 September hingga 2 Oktober 2019,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, Kamis (3/10) seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, sebanyak 7.467 orang meninggalkan Wamena dengan penerbangan Hercules TNI AU dan 4.179 orang menggunakan penerbangan komersial.

Pengungsi di Wamena saat ini sebanyak 4.844 orang, dengan rincian 2.102 orang di Kodim 1702/Jayawijaya, 726 orang di Polres Jayawijaya, 216 orang di Koramil 1702-03/Wamena.

Lalu, sebanyak 118 orang di Sub Den Pom, 180 orang di Gereja Betlehem, 35 orang di Kantor DPRD, 96 orang di Yonif 756/WMS, 112 orang di Gereja Efata, 20 orang di Gedung Cipta Jaya, 63 orang di Masjid LDII.

Terdata juga sebanyak 125 orang mengungsi ke Gereja Advent, 60 orang di Gereja El-Shadday, 61 orang di Masjid Pasar baru, 42 orang di Kalan TNI AU Wamena dan 426 orang tersebar di beberapa titik di Wamena.

Sementara itu Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, menyatakan jumlah pengungsi yang dievakuasi menggunakan pesawat Hercules dari Wamena ke Jayapura mencapai 6.520 orang per 1 Oktober 2019 setelah rusuh di wilayah tersebut belum lama ini.

Tri Bowo mengatakan pihaknya menggunakan empat pesawat Hercules mengangkut pengungsi dengan total 10 sorti, di mana delapan sorti kembali ke Silas Papare dan dua sorti ke Merauke dan Timika.

Pengungsi Wamena di Jayapura

Sementara itu, saat ini tercatat ada 8.051 warga tercatat telah mengungsi dari Wamena yang mengungsi ke Jayapura.

Kepala Penerangan Lanud Silas Papare Mayor Sus Rindar Noor mengatakan pada 2 Oktober evakuasi pengungsi dari Wamena dilakukan menggunakan tiga pesawat Hercules.

“Dengan tiga pesawat tersebut pada 2 Oktober 2019 maka tercatat 1.545 pengungsi yang dapat diterbangkan ke Jayapura dari Wamena,” katanya.

Sementara itu, sambungnya, jumlah pengungsi yang sudah keluar dari Jayapura tercatat 220 orang dengan tujuan Malang, Makassar, Timika, dan Padang.

“Sedangkan jumlah pengungsi yang masih ditampung di enam tempat pengungsian Jayapura tercatat 936 orang,” katanya.

Rindar menjelaskan, bantuan bahan pokok sebanyak 122 ton sudah dikirimkan untuk warga yang terdampak kerusuhan di Wamena.

“Bantuan yang sudah terkirim ini termasuk bantuan dari Presiden berupa bahan pokok dan Kementerian Sosial berupa tenda serta perlengkapan pengungsi lainnya masing-masing 11 ton,” katanya.

Rindar menambahkan, sisa bantuan dari Kementerian Sosial dikirim ke Wamena hari ini.

Demonstrasi yang berujung kerusuhan di Wamena pada 23 September menyebabkan setidaknya 32 tewas, 67 luka-luka, dan mengakibatkan kerusakan bangunan rumah warga, kantor, kios, dan fasilitas umum.

Sumber CNN Indonesia




Sempat Merasa Pusing, Moatan Jatuh dari Sampan Saat Mencari Ikan di Sungai Indragiri

ARB INdonesia, INHIL – Sungai Indra giri kembali menelan korban, kali ini warga kec.Tembilahan hulu kab. Inhil. Moatan umur 42 tahun berjenis kelamin laki laki dinyatakan hilang tenggelam di saat hendak mencari ikan. Kamis, 3/10/19.

Korban berangkat hendak mencari ikan dengan keluarganya Safrudin umur 45 tahun, di tengah Perjalanan dengan menggunakan sampan (Perahu Dayung) , korban merasa pusing kepala nya dan tiba tiba terjatuh dari sampannya, namun saya tidak sempat menolong dan tenggelam, terang syafrudin.

Pada saat itu juga syafrudin meminta bantuan warga setempat untuk melakukan pencarian dan melaporkan kan kejadian ke Pos SAR Tembilahan dan di terima oleh koordinator Pos SAR Rio Saputra.

Pada pukul 08.45 wib Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Pekanbaru menerima informasi dari Koorpos Tembilahan Rio Putra bahwa pada pukul 07.30 Wib terjadi kondisi membahayakan manusia orang tenggelam di sungai indragiri, korban atas nama Moatan umur 42 tahun dengan jenis kelamin laki laki.

Setelah melakukan Briefing Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru Amiruddin.A.S.S.Sos memberangkatkan Tim Rescuer Pos SAR Tembilahan pada Pukul 09.00 Wib untuk melakukan pencarian dan bergabung dengan Potensi SAR BPBD INHIL, Polsek Tembilahan, Polair Tembilahan, dan Masyarakat Setempat.

Tim Rescuer Pos SAR Tembilahan bergerak dengan Menggunakan Rigid dan Peralatan Lengkap, dengan Estimasi lurang lebih 15 menit perjalanan menuju lokasi kejadian, terang Rio Putra Koordinator Pos SAR Tembilahan.

(Arb)