Naik Hercules, 51 Pengungsi Wamena Asal Sumbar Tiba di Halim

ARB INdonesia, JAKARTA – Sebanyak 51 pengungsi Wamena, Papua asal Sumatera Barat transit di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/10) sekitar pukul 16.45 WIB. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules jenis C130 dan lanjut terbang ke Sumatera Barat sekitar pukul 19.00 WIB.

“Sore ini ada pesawat C130 jenis Hercules TNI AU yang membawa pengungsi dari Wamena, itu orang-orang dari Sumatera Barat. Jumlahnya ada 51. Perjalanan tadi pagi mulai dari Ambon, Makassar, kemudian ada yang turun di Bali, Malang, Iswahyudi, dan sekarang sudah sampai di Halim,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto di Lanud Halim Perdanakusuma.

Fajar menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah mengevakuasi lebih dari empat ribu pengungsi. TNI AU sendiri mengerahkan tujuh pesawat untuk mengangkut para pengungsi dari Wamena.

“TNI AU mengerahkan pesawat Hercules dan CN295. Sudah lebih dari 4 ribu orang yang kita evakuasi dari Wamena. Saat ini total ada lima pesawat yang ada di sana. Hari ini ada yang kembali dua dan ada yang berangkat dua. Jadi, total ada tujuh pesawat. Lima Hercules dan dua CN295,” ucap dia.

Zulkifli, Ketua Ikatan Keluarga Minang Wamena menceritakan kondisi pascakerusuhan di Wamena. Dia mengatakam masyarakat Minang setelah kerusuhan berdarah di Wamena sempat mengungsi selama satu minggu markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1702.

“Kami dari Wamena pertama sekali setelah kejadian kami mengungsi selama 1 minggu di Kodim 1702. Setelah kami mengungsi selama satu minggu kemudian ada bantuan dari TNI AU sehingga kami dievakuasi ke Sentani. Kemudian dipulangkan melalui Hercules dari Sentani ke Biak. Dari Biak ke Ambon. Dari Ambon dan juga beberapa tempat transit hingga sampai ke Halim,” kata Zulkifli.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih baik kepada TNI dan Polri dan TNI AU yang telah memfasilitasi kami sampai kami dipulangkan dengan selamat,” katanya.

Jika kondisi Wamena kembali kondusif, Zulkifli menyatakan tak menutup kemungkinan bagi masyarakat Minang kembali ke sana guna melanjutkan usaha berdagang.

“Saya, masyarakat Sumbar umumnya berdagang. Seandainya kondisi kondusif, mungkin kami akan kembali ke Wamena untuk melaksanakan aktivitas seperti biasa,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, Anggota DPR RI yang juga merupakan perwakilan Ikatan Keluarga Minang Jabodetabek, Arteria Dahlan mengatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi keinginan para perantau Minang itu kembali ke Wawena. Menurut dia, untuk persoalan seperti ini DPR telah bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Ya pastinya (difasilitasi). Sekarang pun apabila nanti di kemudian hari masih berpikir ada kesempatan ternyata lebih baik di sana setelah konfliknya mereda, kita fasilitasi nanti,” katanya.

“Ini semua sudah terintegrasi, ada BNPB masuk di sini, Kemensos, yang utamanya Polisi dan TNI di sini menjadi pelayan yang memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Arteria.

Sumber CNN Indonesia




Jelang Hadapi AZ, MU Sulit Menang di Belanda

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Jelang bertamu ke markas AZ Alkmaar pada matchday kedua Liga Europa, Kamis (4/10) malam WIB, Manchester United dihadapkan pada fakta kekalahan dalam dua laga tandang terakhir di Belanda.

MU mengawali kompetisi Liga Europa dengan kemenangan tipis atas Astana di Stadion Old Trafford. Pada laga kedua, The Red Devils mendapat jatah berkunjung ke Belanda menghadapi AZ.

Di tengah penampilan anak asuh Ole Gunnar Solskjaer yang tidak meyakinkan pada awal musim ini, MU juga mengalami krisis kemenangan dalam laga di Belanda.

Dalam dua laga tandang terakhir di Belanda, MU selalu menelan kekalahan. Pada Liga Champions 2015/2016, MU kalah 1-2 dari PSV Eindhoven dalam laga fase grup.

Sempat unggul berkat gol Memphis Depay, MU yang waktu itu masih dilatih Louis van Gaal dibobol Hector Moreno dan Luciano Narsingh pada babak kedua.

MU kembali mengalami kekalahan tandang di Belanda dalam laga Liga Europa 2016/2017. Sebelum menjadi juara di ajang tersebut, MU sempat mengalami kekalahan 0-1 dari Feyenoord di fase grup. Gol tunggal Tony Vilhena menjadi penentu laga tersebut.

David de Gea, Juan Mata, Marcus Rashford, dan Marcus Rojo yang dibawa Solskjaer dalam laga menghadapi AZ menjadi beberapa pemain yang merasakan kekalahan di Belanda.

Terlepas dari dua laga tandang terakhir ke Belanda yang berujung kekalahan, MU meraih sembilan kemenangan dari 17 laga melawan wakil Negeri Kincir Angin. Sementara tiga laga lain berakhir imbang dan lima lainnya kalah. Selain pernah menghadapi PSV dan Feyenoord, MU pernah juga menghadapi Ajax dan Willem II.

Dalam pertandingan kedua di Liga Europa musim ini, Solskjaer tidak dapat membawa skuat terbaik. Beberapa pemain andalan seperti Paul Pogba dan Anthony Martial masih belum pulih dari cedera. Manajer asal Norwegia itu juga mengatakan bakal kembali mengandalkan pemain muda.

Angel Gomes, Daniel James, Mason Greenwood, dan Scott McTominay adalah pemain-pemain muda yang dibawa Solskjaer dalam laga yang akan berlangsung di Stadion Cars Jeans.

Sumber CNN Indonesia




Pesan Habib Rizieq untuk Indonesia Lewat Hengky Kurniawan

ARB INdonesia, JAKARTA – Kepergian para tokoh sampai artis ke Tanah Suci seringkali mendapat momen bertemu dengan Habib Rizieq Shihab. Itu juga yang dialami oleh Hengky Kurniawan.

Hengky Kurniawan membagikan momen itu lewat feed Instagramnya. Hengky yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung Barat, mengutarakan rasa rindunya yang terobati.

“Rindu ini terobati. Alhamdulilah bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Habib Rizieq,” tulis Hengky dilihat, Kamis (3/10/2019).

Suami Sonya Fatmala itu menuturkan Rizieq Shihab menitipkan pesan untuk masyarakat Indonesia. Rizieq mendoakan agar Indonesia selalu damai.

“Beliau menitipkan salam untuk masyarakat Bandung Barat dan untuk masyarakat seluruh Indonesia. Semoga Indonesia selalu damai dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin,” tutupnya.

Banyak netizen yang kembali menitipkan salam untuk Rizieq Shihab. Hengky memajang dua foto momen pertemuannya dengan Rizieq Shihab di Mekah.

Sumber Detikcom




Polisi Dinilai Tertutup soal Pelajar-Mahasiswa yang Diamankan

ARB INdonesia, JAKARTA – Aliansi Masyarakat untuk Keadilan dan Demokrasi (AMUK) mengaku kesulitan mengumpulkan data lengkap pelajar dan mahasiswa yang ditangkap polisi usai mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI. Kepolisian dinilai tertutup dalam memberikan informasi soal penangkapan para pelajar dan mahasiswa itu.

Anggota AMUK Arif Maulana mengatakan, polisi tak pernah menjabarkan dengan jelas identitas maupun jumlah pelajar dan mahasiswa yang diamankan meski saat ini polisi mengklaim telah memulangkan seluruh pelajar dan mahasiswa tersebut.

“Kesulitannya, tidak ada informasi dari polisi terkait nama, ini siapa orangnya, umur berapa, dari mana, statusnya apa, ditangkap, ditahan, tersangka, atau saksi, itu enggak ada infonya,” ujar Arif saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (3/10).

Sementara polisi sendiri mengklaim telah memulangkan seluruh pelajar dan mahasiswa tersebut ke orang tua masing-masing per hari ini.

Arif menuturkan, dari data AMUK per 1 Oktober 2019 ada sekitar 90 orang yang tak jelas kabarnya usai aksi 24 sampai 26 September lalu. Sedangkan untuk aksi 30 September tercatat ada sekitar 73 orang yang tak diketahui kabarnya.

“Untuk peristiwa 24-26 September sebagian memang sudah dilepas, tapi yang kami tahu masih ada juga yang ditahan di dalam,” katanya.

Selain minim informasi, menurut Arif, polisi juga tak membuka akses bagi anggota keluarga yang ingin bertemu. Ia pun mengklaim dihalang-halangi saat ingin memberi bantuan hukum pada pelajar dan mahasiswa yang ditahan.

Arif mengatakan, Komnas HAM sebenarnya telah meminta ke polisi untuk menyediakan data-data pelajar dan mahasiswa berserta statusnya. Namun rupanya permintaan itu diabaikan oleh polisi.

“Maka kemarin kami buat juga pengaduan ke Ombudsman, Komnas Perempuan, hari ini juga kami ke KPAI,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan sebanyak 380 orang sudah tetapkan sebagai tersangka usai demo berujung rusuh pada 30 September lalu. 

Dari 380 tersangka, 179 di antaranya masih ditahan. Para tersangka yang ditahan menurut Argo berasal dari berbagai wilayah di antaranya Depok, Bekasi, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Sumatera.

Argo menuturkan Polda Metro Jaya dari 1.365 peserta demo 30 September yang sempat tangkap, mereka terdiri dari 611 pelajar dan 126 mahasiswa. Sisanya sebanyak 628 orang yang bukan dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Dikatakan Argo, sebagian pedemo yang sempat ditangkap Polda Metro Jaya sudah dipulangkan kembali ke orang tuanya.

Sumber CNN Indonesia




Protes ke Wiranto, Tokoh Minta Maluku Dihapus dari Indonesia

ARB INdonesia, JAKARTA – Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) membuat surat pernyataan tidak terima terhadap pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait pengungsi korban gempa Ambon.

Dalam foto surat yang diterima CNNIndonesia.com, KKBMM meminta Pemerintah menghapus Maluku dari peta Indonesia karena mereka merasa sudah tidak dianggap.

“Bahwa para Pejabat Negara sudah tidak menganggap kami yang di Maluku sebagai bagian dari NKRI, maka adalah lebih baik apabila Bapak menghapus pulau-pulau Maluku dari Peta Indonesia, kalau perlu keluarkan kami Maluku dari NKRI agar Negara tidak perlu mengeluarkan Anggaran sebagai cermin beban Negara terhadap orang-orang Maluku,” tulis surat yang ditandatangani Ketua Umum KKBMM Djamaludin Koedoeboen tanggal 1 Oktober 2019 seperti dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (3/10).

Dalam surat itu, Djamaludin mengatakan pernyataan Wiranto tidak mencerminkan perangai pejabat negara. Ia menulis Wiranto melukai perasaan warga Maluku yang sedang terkena musibah. Padahal gempa di Ambon menjadi momen warga antarsuku dan agama yang pernah terpecah kini saling membantu dan menguatkan.

Lebih lanjut, Djamaludin menyebut perkataan Wiranto mencerminkan absennya pemerintah selama ini dalam urusan-urusan warga Maluku.

“Bahwa hal ini bukan hanya soal gempa, tetapi dalam banyak hal, Negara kerap tidak hadir bersentuhan dengan kami yang di Maluku, kami sudah sering dikecewakan, sebagai contoh paling nyata ketika terjadi kerusuhan 20 tahun silam, Bapak Wiranto selaku Panglima ABRI telah gagal mengemban tugas, paling tidak mencegah warga negara berseteru,” tulis dia.

Djamaludin sendiri mengatakan bahwa seluruh isi surat tersebut benar. Djamaludin berkata sudah dua kali mampir ke Kantor Menko Polhukam di Jakarta pada Selasa (1/10) dan Rabu (2/10). Namun saat datang, mereka tak bisa menemui Wiranto karena sedang pergi ke Singapura.

“Betul, iya. Kalau sekiranya Pemerintah menganggap Maluku adalah beban dari negara ini, kita minta seperti itu,” kata Djamaludin lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/10).

Djamaludin berencana kembali menyambangi Wiranto pada Senin (6/10) pekan depan. Ia ingin meminta klarifikasi langsung dan meminta Wiranto untuk meminta maaf.

“Iya, betul. Pernyataan dicabut kemudian meminta maaf ke masyarakat Maluku,” tuturnya.

Sebelumnya, Wiranto menyatakan warga Maluku dibohongi dengan informasi soal gempa susulan dan tsunami. Akibat hal itu, ia menganggap jumlah pengungsi menjadi sangat banyak dan membebani pemerintah pusat dan daerah.

“Diharapkan masyarakat bisa kembali ke tempat tinggalnya masing-masing untuk mengurangi besaran pengungsi. Pengungsi terlalu besar sudah menjadi beban pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/9).

Wiranto juga sudah sempat meralat pernyataannya. Ia berkata tak pernah bermaksud melukai hati masyarakat Maluku.

Sumber CNN Indonesia




BPJS Kesehatan Perbarui Data, Begini Cara Cek Status Peserta

ARB INdonesia — BPJS Kesehatan memastikan bahwa peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada tahun 2019 akan tetap berjumlah 96,8 juta jiwa. Meski, telah dilakukan perubahan dan pergantian, jumlah peserta PBI akan tetap sama. 

“BPJS Kesehatan menjalankan SK Mensos dan memperbarui data peserta PBI. Pembaruan data peserta PBI tersebut tidak akan mengubah data peserta PBI APBN tahun 2019. Jumlahnya tetap 96,8 juta jiwa, sudah termasuk dengan perubahan atau penggantian peserta tersebut dan bayi peserta PBI yang didaftarkan,” ungkap  Deputi Direksi Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Bona Evita dalam siaran persnya. 

Seperti diketahui, pemerintah melakukan penggantian data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) per 1 Oktober 2019. Hal ini dilakukan untuk ketepatan sasaran penerima bantuan.

Pembaruan data peserta PBI tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 109/HUK/2019 tentang Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019 Tahap Kedelapan. 

Deputi Direksi Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Bona Evita mengungkapkan, BPJS Kesehatan menerima sejumlah data peserta pengganti dari peserta yang sudah tidak didaftarkan lagi oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan SK Mensos tersebut. BPJS Kesehatan juga telah melakukan koordinasi internal untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat serta melakukan konsolidasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Bona juga mengungkapkan, selama ini BPJS Kesehatan bersama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Direktorat Jenderal kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terus melakukan upaya perbaikan data peserta JKN-KIS. Pembaruan data peserta merupakan hal yang rutin dilakukan mengingat data kepesertaan Program JKN-KIS yang sangat dinamis.

“Misalnya dari data kami temukan ada yang melakukan mutasi kepesertaan. Bisa jadi karena ada perubahan taraf hidup peserta PBI menjadi mampu, sudah terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), sudah meninggal dunia, dan lain sebagainya. Kementerian Sosial melakukan update secara berkala untuk mengisi data peserta yang memenuhi kriteria dan layak diberikan bantuan oleh Pemerintah sampai dengan kuota terpenuhi,” jelas Bona. 

Bona menambahkan, untuk mengetahui apakah seorang peserta masih berstatus peserta PBI atau bukan, yang bersangkutan dapat menghubungi Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat, BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400, Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat, atau melalui media sosial resmi BPJS Kesehatan dengan menginfokan kartu identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga (KK).

Jika peserta tersebut termasuk yang sudah tidak didaftarkan, peserta dapat dijamin kembali dengan mendaftarkan diri dan keluarganya ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat agar menjadi peserta yang didaftarkan dan iurannya dijamin Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kalau peserta sudah lapor ke Dinas Sosial dan ternyata yang bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai PBI, tetapi ketersediaan anggaran Pemda setempat belum memadai, maka Dinas Sosial bisa mengusulkan peserta tersebut ke Kementerian Sosial untuk menjadi peserta PBI pada periode selanjutnya,” jelas Bona. 

Sementara, jika peserta yang sudah tidak didaftarkan pemerintah tersebut sebetulnya mampu membayar sendiri iuran JKN-KIS untuk diri sendiri dan keluarganya, maka disarankan untuk segera mengalihkan jenis kepesertaannya ke segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dengan pilihan hak kelas rawat yang disesuaikan kemampuan peserta membayar iuran. 

“Peserta yang beralih ke segmen PBPU, kartunya bisa langsung aktif tanpa menunggu masa verifikasi pendaftaran 14 hari. Dengan catatan, pengalihan ke segmen PBPU tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya 1 bulan sejak kepesertaannya sebagai PBI APBN dinonaktifkan,” kata Bona. 

Sementara itu, bagi peserta PBI baru atau pengganti, akan dicetakkan dan dikirimkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh BPJS Kesehatan. Selama peserta belum menerima kartu dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka ia bisa mendatangi fasilitas kesehatan setempat sesuai ketentuan dengan menunjukkan KTP elektronik atau KK. 

Sumber Vivacoid