Amien Rais Singgung Kiai Salah Doakan Presiden Petahana

Amien Rais dalam acara Jalan Sehat bersama relawan Roemah Djoeang menyinggung kisah seorang kiai yang salah mendoakan pemimpin petahana. (CNN Indonesia/Safir Makki)

JakartaCNN Indonesia mewartakan, Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais, menyinggung peristiwa seorang kiai di pesantren yang salah mendoakan presiden petahana, meski tanpa menyebut nama secara langsung.  

Pernyataan Amien dilontarkan saat memberikan sambutan di acara Jalan Sehat bersama relawan Roemah Djoean, Sabtu (2/2) di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

“Jadi, di atas kemauan manusia itu ada mutlak pasti terjadi yaitu dari Allah SWT. Kemarin ada seorang presiden petahana di sebuah negara antah berantah, datang ke sebuah pesantren antah berantah,” kata Amien.

“Kemudian bapak kiai yang sudah sepuh itu diminta memohon doa. Sengaja oleh malaikat dimasukkan ke lisan kiai yang sangat alim tadi, ternyata menyebut nama lain. Ini pertanda dari langit insyaAllah.”

Amien memang tidak menyebut secara spesifik nama presiden, negara, kiai dan pesantren yang ia maksud.

Namun pernyataan Amien diucapkan hanya berselang satu hari dari pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen) di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah.

Saat berdoa sebagai penutup, alih-alih menyebut nama Jokowi, Mbah Moen mendoakan Prabowo menggunakan bahasa Arab. Doa tersebut terekam dalam bentuk video dan beredar di dunia maya.

Setelah berdoa, ketua Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy (Romi) menghampiri Maimun. Kemudian Maimun kembali berdoa dengan menyebut Jokowi.

Mendoakan Prabowo

Seusai acara Jalan Sehat, anggota direktur advokasi dan hukum BPN, Ferdinand Hutahaean, juga menyinggung peristiwa Maimun mendoakan Prabowo. Ia mengaku kaget Maimun tidak mendoakan Jokowi.

“Kalau tidak salah kami artikan doanya adalah mendoakan pak Prabowo untuk jadi pemimpin, jadi kami lihat bahwa ini ungkapan hati seorang kiai sepuh yang sangat kami hormati, segani. Kami melihat ini sebuah tanda atau sinyal bahwa saatnya perubahan pak Prabowo akan pimpin indonesia 2019-2024,” kata Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan Prabowo sebelumnya sempat bertemu dengan Maimun sehingga belum ada rencana untuk bertemu lagi. Kala itu, sebagaimana dituturkan Ferdinand, Maimun mendoakan Prabowo untuk jadi presiden.

“Kemarin mbah maimun meski jamu pak Jokowi tapi doakan pak Prabowo, bahkan pak Jokowi terlihat khusyuk mengaminkan, terima kasih,” kata Ferdinand.

Bukan hanya membahas presiden petahana, Amien juga membahas menteri yang mengumpulkan pegawainya untuk memilih segel nomor 1 atau 2. Ia tetap tidak secara rinci menyebut nama, tapi kisahnya serupa dengan insiden Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara,

“Ada seorang menteri negara, mencoba mengumpulkan semua karyawannya pura-pura membuat segel pilih satu atau dua, semua pilih dua. Ini negara antah berantah saya nggak sebut nama jadi gak kena pinalti insyallah. Lagi-lagi ini sebuah indikasi dari Allah,” kata Amien.

Amien melanjutkan, “Disebuah negeri antah berantah sebuah musibah selalu berganti tidak henti hentinya, itu tandanya alam saja sudah tidak tahan. Jadi hanya itu gak boleh kampanye.”




Tanah Malesung Pagi Ini Diguncang Gempabumi 5,3 SR

detikriau.org – Gempabumi berkekuatan 5,3 SR pagi ini mengguncang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempabumi yang terjadi didaerah yang dulunya dinamai Tanah Malesung itu terjadi pukul 08.10 Wib, berpusat 113 km Tenggara Minahasa atau pada titik koordinat 0.29LU -125.44BT pada kedalaman 10 km.

“pusat gempa yang berada di laut itu tidak berpotensi tsunami.” Sampaikan BMKG.

Reporter: Amrul




Di Acara Jokowi, Maimun Zubair: ‘ya Allah, inilah pemimpin, inilah pemimpin Prabowo, jadikan, ya Tuhan kami’

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Maimoen Zubair saat menghadiri cara Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju di Rembang, Jawa Tengah, Jumat 1 Februari 2019. Dalam acara tersebut Maimoen Zubair mengisyaratkan akan mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta – Tempo.co mewartakan, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah pada Jumat, 1 Februari 2019. Kehadiran calon presiden inikumben di acara tersebut beredar dalam video yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang ulama yakni Kiai Maimun Zubair membacakan doa penutup pada akhir acara. Ulama yang akrab disapa Mbah Moen itu duduk di sebelah Jokowi dan membacakan doa yang di dalamnya menyebut nama calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Ya Allah, hadza ar rois, hadza rois, Pak Prabowo ij’al ya ilahana,” kata Maimun dalam rekaman video acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju yang diterima Tempo, Sabtu, 2 Februari 2019.

Maimun membacakan doa sambil melihat secarik kertas kuning yang dia keluarkan dari sakunya. Doa ini dibacakan Maimun dalam bahasa Arab.

Diketahui, potongan doa Maimun itu kurang lebih memiliki arti ‘ya Allah, inilah pemimpin, inilah pemimpin Prabowo, jadikan, ya Tuhan kami’. Petikan doa yang terselip nama Prabowo itu terekam di menit ke 3 lewat 40 detik dari video berdurasi 6 menit 37 detik.

Kemudian, Maimun dihampiri oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy alias Romi usai membacakan doa. Setelah itu, Maimun kembali berdoa seperti meralat ucapannya sebelumnya. “Jadi saya dengan ini, untuk menjadi, siapa yang ada di samping saya ya Pak Jokowi,” katanya.

Dalam acara tersebut, Jokowi turut didampingi istrinya, Iriana yang duduk di sebelahnya. Usai meralat doanya, Maimun pun mengucapkan salam dan acara itupun berakhir. Jokowi terlihat turut membantu Maimun bangun dari kursinya hingga memegang tangannya untuk turun dari panggung kecil tempat doa dibacakan.

editor: faisal




Foto: Wakil Bupati Inhil Pantau Pembersihan Kali

Wabup Inhil, H Syamsuddin Uti (bertopi). Foto: Ist

Tembilahan, detikriau.org — Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti memantau langsung kegiatan gotong royong pembersihan aliran anak sungai, parit XIII dari tanaman eceng gondok dan lumpur yang menjadi penyebab terhambatnya pengaliran air menuju sungai Indragiri. jumat (1/2)

Banjir akibat hujan lebat yang mengguyur kota Tembilahan pada selasa (29/1) malam membuat sejumlah pemukiman penduduk dibeberapa lokasi di Kota Tembilahan tak kunjung surut. Bahkan sebuah sekolah dasar di Jalan Tanjung Harapan Tembilahan terpaksa harus diliburkan karena air merendam ruang belajar.




Duduk di Dekat Jokowi, Maimun Zubair Isyaratkan Dukungan Pilpres

Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan sambutan disaksikan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Maimoen Zubair (tengah) saat menghadii acara Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju di Rembang, Jawa Tengah, Jumat 1 Februari 2019. Dalam acara tersebut Maimoen Zubair mengisyaratkan akan mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Rembang – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang Kiai Haji (KH) Maimun Zubair mengisyaratkan mendukung Joko Widodo alias Jokowi dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

“Saya hanya menyampaikan, banyak orang menunggu-nunggu saya pilih siapa, ya (pilih) yang dekat saya, jadi ini tidak yang mengajak, semua punya kebebasan masing-masing, tapi yang dekat saya malam ini saja, yang dekat saja,” kata Maimun Zubair yang biasa disapa Mbah Mun di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat.

Mbah Mun menyampaikan hal tersebut dalam acara “Sarang Berzikir Indonesia Maju” di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang. Saat menyampaikan hal itu, Mbah Mun duduk di samping Presiden Jokowi yang juga bersebelahan dengan Iriana Joko Widodo. Hadir juga dalam acara tersebut Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Maimun pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu pernah menjadi anggota MPR RI yang mewakili daerah Jawa Tengah selama tiga periode. Saat ini, ia masih aktif sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Hari ini Jumat apa? Jumat pahing, ya tidak apa-apa. Saya ucapkan, yang saya ucapkan ini jadi pilihan pribadi saya, kepada siapapun wallahualam,” kata Maimun Zubair.

Ia berharap setelah Pilpres 2019 pada 17 April nanti kondisi Indonesia tetap damai. “Karena itu saya inginnya pemilu ini pemilu yang damai, pemilu perdamaian, pemilu yang setelah pemilu dapat menyokong dan disokong ajaran yang kita miliki, seperti ajaran agama kita, agama apa? Islam,” kata Mbah Mun.

Mbah Mun menjelaskan bahwa mencalonkan diri menjadi pimpinan itu hukumnya wajib dalam Islam. “Kalau tidak ada yang dipilih kan kosong. Mendirikan suatu negara itu kewajiban. Nabi (Muhammad) pertama kali tahun 611 pada 8 Agustus, Jumat pon, mendirikan negara Arab, dikatakan menasionalisasi Arab yang terpecah-pecah itu,” ujar Mbah Mun.

Ulama kharismatik untuk juga mengucapkan selamat kepada Jokowi dan Prabowo Subianto. “Jadi kepada Pak Jokowi, Pak Prabowo saya ucapkan suatu pahala yang besar. Untuk memilih, pilihlah yang baik menurut masing-masing, saya tidak akan memperpanjang pidato atau sambutan saya dari pada, saya ucapkan ahlan wa sahlan (selamat datang),” kata Mbah Mun.[Antara|Tempo]




OPM Menyatakan Perang terhadap Pemerintah RI

Ilustrasi bendera papua barat. Sumber: spectator.com.au

Jakarta – Tempo.co mewartakan, Organisasi Papua Merdeka atau OPM bersama sayap bersenjata gerakan, Tentara Pembebasan Papua Barat, mendeklarasikan perang terhadap pemerintah Indonesia selama konpers di Papua Nugini.

Hal ini disampaikan OPM selama konferensi pers di Port Moresby, 31 Januari 2019, yang juga dihadiri dua anggota parlemen daerah Papua Nugini, seperti dikutip dari laporan Radio New Zealand RNZ, 1 Februari 2019.

Juru bicara OPM Jeffrey Bomanak mengumumkan pejabat OPM mendukung deklarasi perang yang diumumkan Tentara Pembebasan Papua Barat terhadap pemerintah RI.

Gubernur Ibu Kota Nasional Papua Nugini Powes Parkop (memegang mikrofon) berbicara pada konferensi pers OPM di Port Moresby, 31 Januari 2019.[www.radionz.co.nz]
Jeffrey mengatakan serangan bersenjata terhadap Indonesia tidak akan berakhir sampai pemerintah Indonesia sepakat untuk mengadakan negosiasi damai. OPM sendiri telah menyusum tim negosiasi untuk hal ini.

Namun Indonesia berulangkali mencap OPM sebagai kelompok kriminal dan menolak negosiasi dengan OPM.

Dua anggota parleman lokal Papua Nugini yang hadir dalam konpers dan mendukung OPM, mendesak pemerintah Papua Nugini mengubah kebijakannya terhadap Papua Barat untuk menyelesaikan konflik.

Jurnalis NBC Rose Amos, yang meliput konpers, mengatakan Gubernur Ibu Kota Papua Nugini, Powes Parkop, hadir dalam pertemuan itu dan mendukung pengubahan kebijakan pemerintah terhadap Papua Barat.

Dalam pertemuan di Port Moresby Papua Nugini, perwakilan OPM dan Tentara Pembebasan Papua Barat juga meminta PBB turun tangan terhadap konflik di Nduga, Papua Barat.