Aturan Iuran BPJS Jadi Syarat Bikin SIM-STNK Masih Digodok

STNK. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

ARB INdonesia, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan telah menggodok pemberian sanksi kepada masyarakat penunggak iuran BPJS. Salah satu aturan yaitu tidak dapat memperpanjang dan bikin baru Surat Izian Mengemudi (SIM).

Pemberian sanksi ini telah dibicarakan dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Dikabarkan akan dibuat inpres (Instruksi Presiden) melalui Menko PMK.

“Jadi masih dalam proses dipimpin Kemenko PMK,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf saat dikonfirmasi, Senin (14/10).

Dijelaskan Anas bahwa banyak penunggak iuran pada segmen mandiri, misalnya tahun lalu dari target 60 persen seperti ketentuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang tercapai hanya 53,72 persen.

Menurut Anas, sanski tersebut diberlakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar kewajibannya. Dengan aturan tersebut diharapkan sanksi tidak perlu melalui hukum pidana.

Sementara segmen di luar mandiri, BPJS sebelumnya telah membuat penegakan hukum kepada siapapun yang tidak membayar iuran.

“Segmen peserta mandiri selama ini belum ada law enforcement (penegakan hukum), sehingga peserta yang aktif membayar di segmen ini paling rendah,” ujar Iqbal yang belum bisa menjelaskan kapan aturan ini berlaku untuk masyarakat.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigadir Jenderal Halim Pagarra mengamini aturan tersebut. Menurut Halim payung hukumnya sedang dibahas oleh pemerintah dan kepolisian.

“Masih dalam proses pembahasan bersama ya,” kata Halim.

Selain SIM, Halim menambahkan poin lain yang dibahas jika tidak membayar iuran BPJS, masyarakat juga tidak bisa mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Salah satunya BPJS menginginkan agar salah satu persyaratan pembuatan SIM dan STNK adalah telah melaksanakan pembayaran BPJS,” tutup Halim.

Sumber CNN Indonesia




Prabowo-Surya Paloh Ngaku Tak Bahas Kursi Menteri saat Bertemu

Foto: Prabowo dan Surya Paloh bertemu (Isal/detikcom)

ARB INdonesia, JAKARTA – Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tidak membahas kursi menteri kabinet saat menerima Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Paloh menyebut, pembahasan lebih kepada persoalan bangsa.

“Kalau permasalahan apakah ada membicarakan masalah menteri kabinet. Mau jawaban yang jujur kan? Sejujurnya saya harus katakan nggak ada, sama sekali nggak ada,” kata Paloh seusai menerima Prabowo di kediamannya di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Paloh mengatakan, dirinya bersama Prabowo menginginkan kemajuan bangsa. Paloh mengaku memiliki titik persamaan soal ini dengan Prabowo.

“Malam ini pun saya harus katakan, dengan segala kekurangan kami berdua, kami mau negeri ini maju, kami mau persahabatan yang pernah dan ada pada diri kami ini merupakan modal besar untuk membangun kehidupan bangsa, ini harapan kami,” ujar Paloh.

Saat ini, Gerindra dirumorkan akan merapat ke koalisi Jokowi usai Prabowo kalah di Pilpres 2019. Prabowo sempat bertemu dengan Jokowi hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya. Mengenai peluang masuk koalisi Jokowi, Prabowo menjawab akan mendukung selama semuanya mengedepankan kepentingan bangsa.

“Saya sudah katakan berkali-kali bahwa kita mengutamakan kepentingan nasional, apa saja yang bisa memperkuat, mendukung Indonesia, kepentingan Indonesia yang baik untuk rakyat, kita akan dukung,” kata Prabowo.

Sumber detikcom




Tidur Pakai Bra, Berbahaya atau Malah Bermanfaat untuk Kesehatan?

Ilustrasi bra. Foto: Dok. iStock

ARB INdonesia, KESEHATAN – Saat tidur, sebagian wanita memilih untuk mengenakan bra karena disebut bisa membuat payudara melorot. Namun, ada juga yang menganggap tidur mengenakan bra justru tak baik untuk kesehatan, selain soal kenyamanan.

Jadi apakah tidur mengenakan bra bisa bermanfaat bagi kesehatan dan berpengaruh pada bentuk atau kekencangan payudara? Apakah kita sebaiknya tidur mengenakan bra, atau tidak?

“Payudara yang melorot merupakan fakta yang tak bisa ditolak pada wanita semakin ia bertambah umur. Itu disebabkan jaringan ikat penyokong payudara kehilangan kelenturannya seiring waktu,” jawab Dr Seth Rankin, pemilik London Doctors Clinic, dikutip dari Cosmopolitan.

Tentu ada banyak faktor yang bisa berkontribusi menyebabkan payudara melorot, lanjutnya. Yakni termasuk kehamilan, menyusui, genetik, merokok, penurunan atau kenaikan bobot drastis, dan mungkin juga aktivitas dengan intensitas tinggi.

Ia menyebut cukup sulit untuk mengukur apa dampak mengenakan bra saat tidur, karena banyak faktor lain yang lebih memiliki dampak signifikan. Tapi ia menegaskan bahwa belum tentu mengenakan bra tidak berdampak pada melorotnya payudara.

“Coba kita lihat dari sudut pandang sains. Payudara melorot ke bawah disebabkan oleh tarikan gravitasi pada massa yang ada di payudaramu. Maka dari itu mereka yang memiliki payudara besar akan lebih mudah melorot, karena banyaknya lemak dalam jaringan yang akan tertarik gravitasi,” terangnya.

Kemudian ia mengatakan, saat kita berbaring, efek gravitasi mendorong jaringan payudara kembali ke dada, bukan lagi ke bawah ke arah kaki. Sehingga mengenakan bra sebenarnya tidak berdampak-dampak amat, karena payudara secara alamiah akan terdorong kembali ke dada.

Berdasarkan logika gravitasi ini, memakai bra atau tidak dalam posisi berbaring yang lama mungkin bisa mencegah cepatnya payudara melorot. Sayangnya, untuk bisa mencapai hal ini kita membutuhkan waktu berbaring lebih dari 20 jam per hari.

Di sisi lain, mengenakan bra yang mengikat daerah dada juga bisa menyebabkan kulit untuk pulih dan menyebabkan ‘bekas’ pada kulit karena penggunaan bra yang kencang. Di area dada banyak melintang otot, pembuluh darah, jaringan limfe hingga saraf. Oleh karena itu jika bra terlalu kencang, bisa saja membatasi suplai darah ke payudara dan area sekitarnya.

“Sama seperti sistem limfe, bra yang kencang bisa membatasi aliran limfe ke banyak kelenjar limfe di sekitar payudara dan ketiak, mengganggu fungsi vital sistem tubuh untuk membuang racun,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk melepaskan payudara apabila ingin tidur. Dan tak perlu khawatir payudaramu akan melorot karenanya.

Sumber detikcom




Prabowo Akan Bertemu Surya Paloh Malam Ini

ARB INdonesia, JAKARTA – Ketua Umum Partai GerindraPrabowo SUbianto dijadwalkan akan menemui Ketua Umum NasDem, Surya Paloh di Kediaman pribadi Surya Paloh di kawasan Jakarta Selatan pada hari ini, Minggu (13/10).

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi mengkonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan bahwa pertemuan akan berlangsung pada malam hari nanti.

Menurutnya, pertemuan ini atas permintaan dari Prabowo. 

“Benar nanti malam ada pertemuan nanti malam antara pak Prabowo dan ketum di kediaman. Itu atas permintaan pak Prabowo sendiri,” kata Taufiqulhadi saat menghubungi CNNIndonesia.com, Minggu (13/10).

Namun, Taufiqulhadi belum mau membeberkan materi yang akan dibahas dalam pertemuan kedua elit partai politik tersebut. Ia menyatakan pertemuan itu hanya sekadar silaturahmi antara Paloh dan Prabowo.

“Saya rasa gak membicarakan apapun. Kalau soal koalisi itu domain dan hak prerogatifnya presiden. Jadi silaturahmi saja,” kata dia.

Foto Internet Tedy Gusnaidi

NasDem menjadi partai yang keberatan dengan masuknya Gerindra ke gerbong koalisi Pascapilpres 2019. Menurut sejumlah politikus NasDem sebaiknya Gerindra berada di luar pemerintah sebagai kekuatan penyeimbang.

Prabowo sebelumnya juga telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku siap membantu Jokowi dalam pemerintahan lima tahun ke depan jika diperlukan.

Ia mengatakan bakal memberikan gagasan yang optimistis untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami akan memberi gagasan yang optimistis. Kami yakin (pertumbuhan ekonomi) Indonesia bisa tumbuh double digit (dua digit), kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat,” kata Prabowo.

Sumber CNN Indonesia




Lima Petarung UFC yang Belum Terkalahkan

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Ajang Ultimate Fighting Championship (UFC) memiliki sejumlah petarung dengan rekor sempurna hingga saat ini, salah satunya adalah Khabib Nurmagomedov. Berikut lima petarung UFC yang belum terkalahkan.

Ada banyak petarung UFC yang masih memiliki rekor sempurna atau selalu menang. Lima petarung di bawah ini adalah petarung yang sudah menjalani lebih dari sepuluh pertarungan mixed martial art (MMA) dan masih memiliki rekor sempurna:

1. Khabib Nurmagomedov (Rusia) 28-0 (8 KO, 10 Submission)

Khabib merupakan pertarung UFC paling terkenal di dunia saat ini. Semua berkat kemenangan atas Conor McGregor di UFC 229, Oktober 2018. Terakhir, petarung yang dijuluki The Eagle itu mengalahkan Dustin Poirier di Abu Dhabi pada UFC 242, 7 September 2019, untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan.

Memiliki disiplin seni bela diri combat sambo dan judo, Khabib selalu menang dari 28 pertarungan MMA dengan 12 di antaranya terjadi di UFC. Dari 28 pertarungan itu delapan di antaranya menang lewat KO dan sepuluh submission atau kuncian.

Khabib Nurmagomedov memiliki rekor 28 kemenangan. (AFP PHOTO / Vasily MAXIMOV)

2. Israel Adesanya (Nigeria) 18-0 (14 KO)

Adesanya terakhir sukses melakukan unifikasi gelar juara dunia kelas menengah UFC dengan menang KO atas Robert Whittaker di UFC 243, 6 Oktober 2019. Kemenangan itu membuat Adesanya memiliki rekor 18 kemenangan di MMA dengan tujuh di antaranya terjadi di UFC.

Adesanya merupakan petarung yang agresif di atas octagon. Pasalnya, dari 18 pertarungan MMA yang sudah dijalani Adesanya sukses meraih kemenangan KO 14 di antaranya.

Israel Adesanya memiliki catatan 14 kemenangan KO. (Logan Riely / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

3. Shamil Gamzatov (Rusia) 13-0 (5 KO, 5 Submission)

Gamzatov merupakan orang baru di UFC. Penampilan petarung 29 tahun itu, termasuk di Professional Fighters League (PFL), membuat UFC mengontrak Gamzatov untuk empat pertarungan pada Juli 2019. Gamzatov akan melakoni debut melawan Klidson Abreu pada kelas berat ringan pada UFC Fight Night di Moskow, Rusia, 9 November 2019.

Penguasa seni bela diri Brazilian jiu-jitsu dan sambo itu hingga kini selalu menang dari 13 pertarungan dengan di antaranya lima kemenangan KO dan lima kuncian.

4. Gregor Gillespie (Amerika Serikat) 13-0 (6 KO, 5 Submission)

Memulai karier di UFC sejak 2016, Gillespie saat menduduki peringkat 11 kelas ringan. Dari 13 pertarungan MMA, Gillespie meraih enam kemenangan KO, lima kuncian, dan dua angka. Petarung yang dijuluki The Gift itu sudah menjalani enam pertarungan di UFC dan dijadwalkan melawan Kevin Lee di UFC 244, 2 November 2019.

Gregor Gillespie kini berada di peringkat 11 kelas ringan. (Sarah Stier/Getty Images/AFP)

5. Paulo Costa (Brasil) 13-0 (11 KO, 1 Submission)

Costa salah satu petarung terbaik di kelas menengah UFC saat ini. Petarung 28 tahun berjuluk The Eraser itu saat ini berada di peringkat dua ranking petarung kelas menengah meski baru menjalani debut di UFC pada 2017.

Costa saat ini memiliki rekor 13 kemenangan di MMA dengan 11 di antaranya diraih lewat kemenangan KO. Terakhir Costa meraih kemenangan atas Yoel Romero di UFC 241, 17 Agustus 2019.

Paulo Costa baru sekali menang lewat submission. (Joe Scarnici/Getty Images/AFP)

Sumber CNN Indonesia




Jokowi Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Mahasiswa Tewas

ARB Indonesia JAKARTA – Tim Kuasa Hukum dari dua mahasiswa Kendari yang meninggal saat unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen.

Pada 26 September 2019, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni, Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia akibat terkena peluru yang diduga dimiliki petugas kepolisian.

Ketua Tim Pengacara Sukdar mengatakan proses penyelidikan kasus penembakan Randi sudah memasuki tiga pekan dan hanya ada enam orang terperiksa yang diduga melanggar kode etik disiplin karena membawa senjata api (Senpi) saat pengamanan aksi unjuk rasa.

Sejumlah mahasiswa duduk di depan ruang gawat darurat RS Ismoyo Kendari saat menanti jenazah rekannya yang tewas tertembak di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9). (ANTARA FOTO/Jojon).

“Adanya enam orang oknum anggota Polri yang status terperiksa yang sebentar lagi akan disidangkan persoalan etik dan lambatnya proses penyelidikan untuk menentukan siapa pelaku yang diduga kuat melakukan penembakan,” kata Sukdar seperti dikutip Antara, Sabtu (12/10).

Maka itu, timnya meminta Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen. Hal itu dibutuhkan guna mengusut keterkaitan enam orang oknum anggota Polri yang saat ini diduga melanggar prosedur hingga menewaskan dua orang mahasiswa UHO.

Selain itu, Tim Kuasa Hukum juga mendesak Tim Mabes Polri agar segera memberikan gambaran apakah tindakan enam orang sebagai terperiksa dapat digolongkan dan punya hubungan yang kuat melakukan penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dua orang mahasiswa UHO.

“Kami Tim Kuasa Hukum Korban mempertanyakan komitmen Polri dalam penuntasan perkara ini, karena terkesan enam orang oknum anggota Polri yang terperiksa lebih dititik beratkan pada proses etik oleh Propam,” ungkapnya.

Sumber CNNIdonesia.com