Mengenal Polar Vortex, Penyebab Cuaca Dingin Ekstrem di AS

Ilustrasi (Reuters/Yuri Gripas)

Jakarta – Sejak 30 Januari lalu, cuaca ekstrem yang dikenal dengan Polar Vortex melanda beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Lalu, apa itu Polar Vortex?

Polar Vortex merupakan aliran udara dingin bertekanan rendah yang berputar di kutub utara dan selatan Bumi. Aliran udara dingin ini berputar berlawanan arah arum jam.

Biasanya pusaran udara dingin ini berputar secara konstan di utara (atau selatan). Tapi, saat musim dingin, aliran udara ini terkadang menjadi tak stabil dan melebar secara acak. Ketika peristiwa ini terjadi, wilayah yang terimbas biasanya bisa mengalami temperatur dibawah nol derajat, seperti dikutip dari Scijinks.gov  sebagaimana melansir melalui laman cnnindonesia.com

Ketika hal ini terjadi saat musim dingin di bumi belahan utara, sehingga biasanya berimbas pada negara-negara sekitarnya seperti Kanada, Amerika Serikat, Rusia, atau China bagian utara. Di Amerika Serikat, peristiwa ini kerap terjadi dan seringkali diasosiasikan dengan wabah udara dingin, seperti dilansir dari weather.gov.

Akibat fenomena ini, cuaca di Chicago mencapai minus 28 derajat Celsius bahkan sebagian wilayah di Ontario ada yang mencapai minus 54 derajat Celsius. Di saat yang bersamaan, suhu di Alaska yang lebih dekat dengan kutub utara malah hanya bersuhu minus 11 derajat Celcius.

Cuaca ekstrem serupa sempat melanda Kanada dan AS pada 2014. Akibat cuaca dingin yang ekstrem ini sebagian air terjun Niagara membeku. Danau Michigan pun membeku.

Terkait dengan perubahan iklim?

Pengaruh pemanasan global dan perubahan iklim terhadap makin seringnya polar vortex terjadi masih menjadi perdebtan. Para peneliti mulai bisa menyibak pengaruh pemanasan global dan perubahan iklim terhadap curah hujan, gelombang panas, kebakaran hutan, dan kekeringan. Tapi mereka masih belum menemukan bukti kalau pemanasan global berpengaruh pada polar vortex.

“Saya menyatakan ilmu sains untuk hal ini masih belum lengkap. Hingga saat ini kami belum mendapat bukti,” jelas Ben Kiran, profesor ilmu atmosfer dari Universitas Miami Rosenstiel, Sekolah Ilmu Kelautan dan Atmosfer, seperti dikutip Channel News Asia.

Perubahan iklim juga disebut belum berpengaruh pada frekuensi berapa sering polar vortex terjadi. Tidak juga ditemukan adanya hubungan perubahan iklim dengan dinginnya suhu polar vortex. Warga bahkan mesti menggunakan ski untuk keluar rumah akibat salju yang terlalu tebal. Saking dinginnya, uap nafas pun langsung berubah menjadi es ketika seorang wanita mencoba berolahraga di luar rumah. Orang lainnya mencoba meniup gelembung balon dari sabun,

Cuaca ekstrim melanda AS berdampak kepada 250 juta penduduk. Mengutip Reuters, setidaknya 21 orang meninggal dunia salah satunya seorang wanita berusia 60 tahun yang ditemukan meninggal di rumahnya kawasan Ohio akibat hipotermia. Mengutip VOA Indonesia, lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan.




Cuaca Ekstrem AS, Mahasiswa Tewas Kedinginan Saat Jalan ke Asrama

USA – Seorang mahasiswa University of Iowa ditemukan meninggal dalam kondisi membeku ketika hendak menuju asramanya di tengah cuaca ekstrem. Semua kelas di universitas telah dibatalkan akibat cuaca dingin ekstrem.

Melansir melalui Tempo.co yang dikutip dari New York Times, 1 Februari 2019, Gerald Belz, 18 tahun, adalah mahasiswa semester kedua di University of Iowa, ditemukan tak sadarkan diri di luar gedung kampus dan kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit. Tim penyelidik yakin kematiannya karena suhu dingin ekstrem yang melanda Midwest.

Kampus hanya setengah jam perjalanan dari rumah Belz di Cedar Rapids. Tapi Gerald memilih untuk tinggal di asramanya di tengah cuaca dingin.

“Pada saat itu, saya pikir itu adalah langkah yang cerdas,” kata Michael Belz, ayah korban. “Saya tidak ingin dia terjebak di suatu tempat ketika mengemudi. Jadi dia memutuskan akan tinggal.”

Gerald Belz, 18 tahun, adalahmahasiswa tahun pertama di University of Iowa, ditemukan kaku di luar asrama dan dinayatakan meninggal saat di rumah sakit.[New York Times]
Pada Rabu pagi, ketika suhu mencapai titik terendah, tubuh Gerald Belz ditemukan dalam kondisi kaku, hanya beberapa langkah dari gedung asramanya. Ketika dibawa ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal. TIME melaporkan saat itu suhu berada pada angka minus 46 derajat celsius.

Belz, sejauh ini adalah satu dari 21 korban yang meninggal akibat suhu dingin yang melumpuhkan wilayah utara AS, menurut pemerintah. Suhu dingin menyebabkan orang-orang menderita gejala hipotermia atau radang dingin, dan bahkan sejumlah perusahaan, sekolah dan kampus ditutup.

Meskipun otoritas setempat yakin laporan kematian terkait dengan terpaan suhu dingin yang mulai terjadi sejak Ahad kemarin, namun laporan masih diselidiki dan kesimpulan pasti kematian belum diumumkan. Demikian pejabat setempat tetap yakin cuaca ekstrem adalah penyebab kematian

Di antara mereka yang tewas, menurut petugas koroner setempat, polisi dan pemadam kebakaran serta pejabat lainnya, empat orang ditemukan membeku di dekat rumah mereka di Illinois, Wisconsin, dan Michigan. Enam orang yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Iowa. Kemudian pejalan kaki yang ditabrak pembajak salju di Libertyville, Illinois, lalu seorang pria ditemukan tewas di antara dua truk FedEx di pusat distribusi di Moline Timur, Illinois, dan seorang perempuan ditemukan tewas membeku di dalam apartemen Milwaukee setelah termostatnya tidak berfungsi.

Di daerah Buffalo, satu orang meninggal pada hari Kamis ketika menggunakan alat pembersih salju, dan yang lainnya ditemukan tewas setelah menyekop. Awal pekan ini, sepasang suami istri berusia 20-an meninggal di Indiana dalam kecelakaan mobil, seorang lelaki di Milwaukee ditemukan tewas di garasinya setelah membersihkan salju dengan sekop dan seorang lelaki meninggal karena hipotermia di Evanston, Illinois.

Di Williamsville, N.Y., di luar Buffalo, seorang pria tunawisma dinyatakan meninggal setelah ditemukan di dalam tempat penampungan bus pada Kamis pagi.

Sejak hembusan angin kutub terjadi, beberapa kota telah mencapai rekor suhu rendah, dan tampak bahwa Illinois mungkin telah memecahkan rekor terendah negara sepanjang masa. Pengamat cuaca di Mount Carroll, Illinois, mencatat suhu minus 38,8 derajat celsius tercatat dalam bencana cuaca ekstrem akibat fenomena polar vortex.

 




Pemerintah PNG Didesak Akhiri Kebijakan Non-Intervensi Isu Papua

Konferensi pers OPM dan pejabat Papua Nugini di Port Moresby, 31 Januari 2019. { RADIO NEWZEALAND}

Jakarta – Tempo.co mewartakan, tiga pejabat tinggi Papua Nugini atau PNG mendesak pemerintah dan parlemen untuk berbicara tegas tentang HAM di Papua serta mengakhiri kebijakan non-intervensi atau tidak ikut campur urusan dalam negeri Indonesia mengenai Papua. 

Gubernur Port Moresby, Ibukota PNG, Powes Parkop menyatakan dirinya saat ini menjalankan satu gerakan di parlemen untuk mengubah kebijakan pemerintah PNG terhadap Papua.

Gubernur Oro, Gary Juffa, mengatakan, perjanjian Indonesia dengan PNG mengenai PNG tidak akan mencampuri urusan dalam negeri jirannya sudah berjalan beberapa dekade dan usang, sehingga harus diubah.

“Ini harus dikerjakan oleh parlemen, karena diberlakukan oleh parlemen. Itu semua tujuan dari pertemuan. Namun itu juga pernyataan mereka tak peduli apa apapun, bahwa tidak ada yang akan kembali kepada mereka. Pernyataan mereka terhadap pemerintah Indonesia adalah hanya ingin bernegosiasi untuk kebebasan, tidak ada yang lain. Ini sangat menentukan. Sebagai Melanesia, sebagai negara Pasifik, kami harus mengangkat dan berdiri di pihak saudara-saudara kami orang kepulauan Pasifik,” kata Juffa dalam konferensi pers di Port Moresby, 31 Jnauari 2019 seperti dikutip dari radionz.co.nz, 1 Februari 2019.

Menteri Pertanahan PNG, Justin Tkatchenko mengatakan, pemerintah PNG harus berbicara terbuka mengenai isu HAM di Papua dan bersamaan itu PNG menghormati kedaulatan Indonesia.

“Kami peduli mengenai itu, saya tahu gubernur Parkop peduli mengenai itu, dan saya tahu banyak orang peduli mengenai itu, jika HAM tidak mendapat perhatian dari negara lain. Jika Indonesia yang berdaulat punya hak mengatasinya, maka saudara laki-laki dan perempuan kami Melanesia membutuhkan dukungan kami secara realistis dan terverifikasi,” ujar Tkatchencko.

Konferensi pers ini diadakan untuk memberi kesempatan kepada OPM dan sayap militernya, West Papua Liberation Army untuk memberikan update megenai konflik angkatan bersenjata OPM dengan aparat keamanan Indonesia di pegunungan tengah Papua.

Menanggapi tuntutan dua gubernur dan satu menteri di kabinet pemerintahan PNG, Menteri Luar Negeri PNB Rimbink Pato mengatakan, bahwa PNG tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dalam hal status politik Papua.

PNG, ujarnya, selama ini bekerjasama dengan Indonesia dalam sejumlah proyek di wilayah perbatasan untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan secara terus menerus meningkatkan kondisi kehidupan warga Papua.




Gempabumi 5,3 SR dan 6.0 SR Sore Ini Guncang Kepulauan Mentawai, SUMBAR

Detikriau.org – Dua kali gempabumi sore ini mengguncang Kabupaten Kepulauan mentawai Provinsi Sumatra Barat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mellaui laman resminya melaporkan bahwa gempa pertama berkekuatan 5,3 SR terjadi pada pukul 16.03 Wib berpusat 106 km Tenggara Kepulauan Mentawai atau pada titik koordinat -2.89LS – 99.95 BT pada kedalaman 10 km.

Kemudian disusul gempa kedua terjadi pada pukul 16.27 Wib berkekuatan 6.0 SR. gempa berpusat 117 km Tenggara Kepulauan Mentawai atau pada titik koordinat -3.03LS – 99.84BT dikedalaman 17km.

“gempa tidak berpotensi tsunami.” Sampaikan BMKG.

Reporter: Amrul




FOTO: Ikuti Jalan Sehat, Prabowo Berswafoto Bersama Titiek Soeharto

Foto: Dok IDN Times

Jakarta — Calon Presiden Prabowo Subianto mengikuti kegiatan jalan sehat bersama ribuan relawan Roemah Djoeang Prabowo-Sandiaga, Sabtu (2/2).

dilasnir melalui IDNTimes, Selain Prabowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Titiek Soeharto, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon serta Panglima Relawan Roemah Djoeang Pius Lustrilanang juga mengikuti kegiatan ini.

1. Prabowo swafoto bersama Titiek

Foto: Dok IDN Times

Prabowo yang sedang menyapa pendukungnya di atas panggung, menyempatkan diri diajak swafoto bersama Titiek. “Cinere,” sambut tepuk tangan para pendukungnya.

2. Masa bergerak dari Irti Monas menuju Lapangan Banteng

 

3. Prabowo menyapa pendukung dengan goyangan khasnya

 

4. Prabowo beri topi ke pendukungnya

 

5. Titiek berusaha menyapa setiap relawan




Dewan HAM PBB Disebut Takkan Tangani Petisi Referendum Papua

Ilustrasi pendukung referendum Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki)

JakartaCNN Indonesia mewartakan, Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB disebut tidak akan menangani petisi kemerdekaan Papua Barat karena tidak sesuai dengan kewenangan lembaga tersebut.

“Dewan HAM tidak memiliki mandat untuk menindaklanjuti petisi yang tidak ada kaitannya dengan masalah HAM. Kalau itu masalah politik tidak akan ditangani dan tidak akan ditindaklanjuti,” ujar Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lain di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, dalam pesan singkat pada Antara, Sabtu (2/2).

Petisi kemerdekaan Papua yang diklaim ditandatangani 1,8 juta orang diserahkan oleh Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat, kepada Dewan HAM PBB pada 25 Januari lalu

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Benny Wenda bisa bertemu dengan Dewan HAM karena diselundupkan oleh Vanuatu saat delegasi dari negara di sebelah timur Australia tersebut itu bertemu PBB untuk membahas untuk membahas rekam jejak hak asasi manusia atau Universal Periodic Review (UPR) Vanuatu.

Hasan Kleib menjelaskan bahwa Benny Wenda dalam pertemuan dengan Dewan HAM sempat menyampaikan satu buku berisi petisi tentang kemerdekaan Papua.

“Yang menarik ketika kami berbicara dengan pihak Dewan HAM, mereka menyatakan bahwa yang diserahkan oleh Benny Wenda itu adalah sebuah buku yang menurut beliau, ketika Benny Wenda sudah keluar, dia melihat buku itu tidak ditulis dalam bahasa Inggris dan dalam bahasa yang belum pernah beliau lihat, entah apakah itu bahasa Indonesia atau bukan,” ujar Hasan.

Menurut dia, petisi yang dibawa dan diserahkan oleh Benny Wenda kepada Dewan HAM tidak hanya meragukan, tapi juga salinan petisi tahun 2017. Hal itu disampaikan berdasarkan pengamatan tim staf Dewan HAM PBB yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Dia pun kembali menegaskan bahwa petisi kemerdekaan Papua yang disampaikan oleh Benny Wenda itu tentu tidak akan ditindaklanjuti oleh pihak KT HAM.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengecam keras langkah Pemerintah Vanuatu yang mengelabui Dewan HAM PBB dengan menyusupkan Benny Wenda.

Menurut keterangan dari kantor KT HAM PBB, tanpa sepengetahuan kantor Komisioner Tinggi HAM, Benny Wenda dimasukkan dalam delegasi Vanuatu yang melakukan kunjungan kehormatan.

Pihak Kementerian Luar Negeri RI pun menjelaskan bahwa nama anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda sebenarnya tidak masuk dalam daftar resmi delegasi Vanuatu untuk UPR.