Tujuh Bahaya Begadang untuk Kesehatan

Foto Ilustrasi: Dengan kurangnya waktu tidur, sederet bahaya begadang mengintai Anda. (Istockphoto/bymuratdeniz)

ARB INdonesia, KESEHATAN – Kurang tidur dapat berpengaruh terhadap banyak hal. Mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga mengganggu aktivitas harian. Dengan kurangnya waktu tidur, sederet bahaya begadang mengintai Anda.

Banyak ahli menekankan pentingnya tidur demi kesehatan mental dan fisik. Meski tampak mudah dan sepele, tapi tidur adalah aktivitas yang mewah bagi banyak orang, khususnya para pekerja yang kerap begadang untuk menyelesaikan tugasnya.

Begadang bukan hadir tanpa risiko. Ada sederet ancaman yang mengintai jika begadang jadi kebiasaan sehari-hari.

1. Kadar gula darah naik
Begadang bisa membuat kadar gula narah naik. Mengutip Bustle, studi pada 2015 menemukan, studi yang dilakukan terhadap sampel kecil menunjukkan partisipan wanita yang punya kebiasaan begadang lebih mungkin mengalami kenaikan gula darah.

Dalam kondisi parah, hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi dapat berujung pada penyakit kardiovaskular dan kerusakan ginjal.

2. Risiko penyakit jantung
Begadang bisa membahayakan jantung. Sebuah penelitian menemukan, setiap satu jam waktu tidur yang berkurang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 11 persen.

3. Kenaikan berat badan
Seringkali begadang membuat mulut ingin mengunyah. Apa daya, berbagai camilan pun dilahap. Padahal, hal ini jelas tak baik jika dilakukan terus menerus.

Perut akan kembali merasa lapar saat tengah malam. Mengutip Health, kebiasaan begadang yang akan membawa Anda pada aktivitas ngemil akan menimbulkan masalah pada proses metabolisme tubuh.

Makan larut malam bisa merusak periode puasa alami tubuh. Kebiasaan ini juga bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk membakar lemak.

4. Rasa lelah
Tak hanya durasi, waktu Anda tidur juga berpengaruh terhadap tubuh. Alih-alih beristirahat, tidur selama delapan jam (waktu ideal untuk tidur) yang dimulai pada dini hari akan membuat Anda lelah dan pusing.

5. Ganggu mood hingga depresi
Bahaya begadang yang perlu diwaspadai adalah gangguan perasaan (mood) hingga depresi. Studi pada 2015 yang dipublikasikan pada Depression and Anxiety menyebut, kebiasaan tidur larut membuat seseorang mengalami perubahan mood dengan sangat bervariasi.

Sedangkan studi pada 2008 yang dipublikasikan pada Personality and Individual Differences menemukan, orang yang tidur cukup dan bangun pagi lebih mudah berpikir dan mencapai kesepakatan.

Sementara itu, kebiasaan begadang dan bangun siang berisiko mengganggu emosi seseorang. Dengan begadang, seseorang akan mudah gugup, depresi, tak percaya diri, dan mudah berubah pikiran.

6. Risiko kematian lebih tinggi
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Chronobiology International menunjukkan bahwa orang yang begadang memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Mengutip Pop Sugar, studi ini melibatkan 433 ribu orang dewasa yang diteliti selama 6,5 tahun.

7. Tekanan darah tinggi
Coba cek tekanan darah setelah Anda begadang semalaman. Studi pada 2013 menemukan, orang yang gemar melek semalaman 30 persen lebih mungkin mengalami kenaikan tekanan darah daripada mereka yang gemar bangun pagi.

Beberapa bahaya begadang di atas perlu dicermati untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Sumber CNNIndonesia. com




Tentara Turki Tewas dalam Pertempuran dengan Kurdi di Suriah

Foto : Satu tentara Turki dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan pasukan Kurdi di Suriah pada Minggu (20/10). (AFP Photo/Zein Al Rifai).

ARB INdonesia, INTERNASIONAL – Satu tentara Turki dilaporkan tewas dalam pertempuran dengan pasukan Kurdi di Suriah pada Minggu (20/10).

“Salah satu kamerad pahlawan kami menjadi martir dan satu tentara lainnya terluka akibat tembakan senjata teroris dalam misi perlawanan di perbatasan Tal Abyad,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Turki yang dikutip AFP.

Baku tembak ini terjadi ketika kedua belah pihak sebenarnya sudah menyepakati gencatan senjata melalui perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat.

Gencatan senjata ini sengaja disepakati agar pasukan Kurdi dapat keluar terlebih dulu dari zona aman di sekitar perbatasan.

Ketika baku tembak pecah, tentara Turki dan pasukan Kurdi saling tuding mengenai pihak yang pertama kali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Menurut Kemhan Turki, pasukan Kurdi terlebih dulu menyerang. Sejak Sabtu hingga Minggu pagi, mereka mencatat pasukan Kurdi sudah melancarkan 20 serangan.

“Di samping semua tindakan bermusuhan yang melanggar kesepakatan, konvoi 39 kendaraan, kebanyakan ambulans, keluar masuk dengan aman dari Ras al-Ain pada Sabtu untuk mengevakuasi korban terluka,” demikian pernyataan Kemhan Turki.

Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, juga menegaskan bahwa Ankara selalu mematuhi perjanjian gencatan senjata. Mereka pun mendesak AS untuk memastikan agar pasukan Kurdi mematuhi kesepakatan.

“Kami berkomitmen dengan kesepakatan ini: Dalam lima hari, mereka harus pergi dan kami sudah mengatakan kepada AS untuk menggunakan pengaruhnya, juga koneksinya guna memastikan mereka angkat kaki tanpa insiden,” ujarnya.

Namun, komandan pasukan Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mazloum Abdi, mengatakan bahwa Turki menghalangi ketika personel mereka sedang berupaya keluar dari zona aman.

Menurut Abdi, Turki mencoba menjadikan pasukan Kurdi sebagai kambing hitam dengan menuding SDF melanggar perjanjian gencatan senjata. 

Sumber CNN Indonesia




Kapolres Inhil: Karnaval Budaya Ajang Pemersatu Generasi Muda

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melaksanaan upacara Bendera di lapangan Gajah Mada Tembilahan, sekaligus melaksakan pelepasan Parade Karnaval Budaya yang bertemakan ‘Keragaman Budaya di Negri Hamparan Kelapa Dunia’, Sabtu (19/10/2019).

Dalam hal itu, kegiatan yang ditaja oleh Pemerintah Kabupaten Inhil ini membuat Kapolres Inhil yang baru saja menjabat merasa terkagum-kagum dengan antusias dari seluruh elemen terutama pada pelajar serta pemuda- pemudi yang menghadiri acara tersebut.

“Saya sangat mengaggumi kecintaan para pemuda dan pemudi terhadap adat dan budaya di Inhil,” ungkap Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan, S.IK.

Lanjutnya, kegiatan Karnaval Budaya ini merupakan bentuk kegiatan positif sebagai pemersatu generasi muda, kedepan pemuda dan kepolisian bisa menjadi mitra penjaga lingkungan yang aman damai dan nyaman untuk persatuan dan kesatuan Indragiri Hilir Khususnya.

“Apapun segala bentuk kegiatan positif, kami dari pihak keamanan akan terus mendukung,” tutup AKBP Indra Duaman Siahaan, S.IK.

Untuk diketahui, setelah kegiatan upacara selesai pada pukul 08.45 wib,  dilanjut parade kelililngbeberapa rute di Kota Tembilahan. (***)




Sandiaga Akan Hadiri Pelantikan Jokowi: Tidak Ada Lagi 01-02, Semua Bersatu

Foto : Sandiaga Uno Foto: Lamhot Aritonang

ARB INdonesia, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan dirinya akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 besok. Dia mengajak masyarakat mendoakan agar pelantikan berlangsung lancar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga lewat akun Instagram-nya @sandiuno seperti dilihat, Sabtu (19/10/2019). Dia menyampaikan hal senada kepada jemaah di Masjid Jami At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, usai salat subuh.

“Pagi tadi saat melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Jami’ At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kami tidak lupa untuk memanjatkan doa agar besok tanggal 20 Oktober pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih berjalan dengan baik dan lancar,” tulis Sandiaga.

Sandiaga mengatakan soal rencananya hadir di momen pelantikan Jokowi-Ma’ruf tersebut. Sosok calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ini mengaku ingin memperlihatkan bahwa kondisi politik di Indonesia sudah stabil.

Sandiaga juga ingin masyarakat tidak lagi terkotak-kotak usai Pilpres 2019. Dia berharap semua bisa bersatu dengan semangat memajukan bangsa Indonesia.

“Insya Allah saya akan hadir pada esok hari. Semoga dengan kehadiran saya ini bisa memperlihatkan pada dunia bahwa kondisi politik di Indonesia sudah stabil. Sudah tidak ada lagi 01 atau 02. Kita semua bersatu membangun Bangsa, memajukan ekonomi Indonesia, dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tulisnya.

Sumber Detik. com




Tunggakan Janji Jokowi di Periode Pertama

Foto: Presiden Jokowi (Dok Biro Pers Setpres).

ARB INdonesia, JAKARTA – Dalam hitungan hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019 akan segera berakhir. Kendati demikian, Jokowi masih ada beberapa tunggakan janji yang belum dipenuhi. Apa saja tunggakan janji itu?

Sebagaimana diketahui, periode jabatan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) akan berakhir tepat pada 20 Oktober 2019. Jokowi lalu akan dilantik kembali menjadi presiden dengan Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya.

Dalam rentang waktu tersebut, masih ada beberapa tunggakan janji yang belum ditunaikan. Janji ini juga dipaparkan dalam sembilan agenda prioritas yang disebut Nawa Cita. Dari mulai janji di bidang hukum sampai reforma agraria.

Pada Jumat (18/10/2019), detikcom merangkum beberapa tunggakan janji Jokowi. Berikut ini daftarnya:

1. Penguatan KPK

Sejak awal periode 2019-2024, Jokowi selalu berjanji ingin menguatkan KPK. Janji ini juga tersirat dalam Nawa Cita poin 2. Jokowi kerap menegaskan komitmennya tersebut.

“Intinya kita tetap harus memperkuat KPK. Sudah intinya ke sana,” ujar Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Namun, narasi soal pelemahan KPK muncul usai terbitnya UU KPK yang baru. Salah satu poin yang dianggap memperlemah KPK ialah poin soal Dewan Pengawas. UU KPK ini pun sudah mulai berlaku.

Akibatnya, Jokowi didesak untuk menerbitkan Perppu. Kendati demikian, Jokowi belum memberikan kepastian terkait terbitnya Perppu KPK.

“Nggak ada,” kata Jokowi menjawab pertanyaan soal kemungkinan menerbitkan Perppu mencabut UU KPK. Wawancara dengan Jokowi dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

2. Pengungkapan Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Jokowi pernah berjanji akan menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Bahkan, Jokowi memberikan tenggat waktu 3 bulan kepada polisi untuk mengungkap pelaku teror itu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada TPF (Tim Pencari Fakta, red) sudah sampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti oleh tim teknis untuk menyasar dugaan-dugaan yang ada. Oleh sebab itu, kalau Kapolri sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (19/7).

Waktu tenggat sudah jatuh tempo. Jokowi masih belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Pihak Istana, menyebut, perkembangan kasus ini akan dilihat Jokowi.

“Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Untuk mengungkap kasus tersebut, tim sudah mengecek ulang lokasi kejadian teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel. Tim teknis berupaya menemukan alat bukti untuk mengungkap pelaku teror.

3. Mencari Wiji Thukul dan Memperjelas Kasus Munir

Saat masa kampanye, Jokowi pun pernah bernjanji akan mengungkap kasus hilangnya penyair-aktivis Wiji Thukul dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Menurutnya, kedua kasus ini harus diperjelas.

“(Wiji Thukul) Harus ditemukan, bisa ketemu hidup atau meninggal, tapi harus jelas,” kata Jokowi di posko relawan sekaligus media center Jokowi-JK yang terletak di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).

Jokowi mengatakan, di dalam prosesnya nanti memungkinkan akan ada langkah rekonsiliasi. Baginya, hal itu tak menjadi soal. Yang penting menurut Jokowi adalah kasus ini menjadi terang benderang.

“Wiji Thukul, saya kenal baik. Kasus Munir apa kurang jelas, yang kurang jelas ya dijelasin,” imbuhnya.

Dalam perjalanannya, kedua kasus tersebut belum menemui kepastiannya. Untuk kasus Munir, pemerintah menyatakan bahwa dokumen TPF Munir lenyap.

4. Penuntasan kasus HAM masa lalu

Soal penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, Jokowi pun pernah berjanji. Dia berjanji akan berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus tersebut.

“Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu serta meningkatkan perlindungan HAM agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Jokowi dalam Sidang Tahunan HUT ke-73 RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Lima tahun berselang, penuntasan kasus HAM masa lalu ini belum menemukan kejelasan. Pihak Istana mengungkapkan beberapa hambatannya.

“Masalahnya ini, persoalan masa lalu yang cukup lama sehingga kebutuhan-kebutuhan yang bisa mendukung atas terlaksananya hukum berjalan baik, bukti, saksi unsur-unsur inilah yang menghambat penyelesaian secara tuntas,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Pendekatan non-yudisial pernah diupayakan untuk menuntaskan kasus HAM. Namun pendekatan ini menjadi polemik.

“Untuk itu, perlu ada upaya baru. Jangan pendekatan hukum melulu, tapi juga non-yudisial dikedepankan. Begitu kita kedepankan non-yudisial, berbagai pandangan berkembang jadi sulit,” ujar Moeldoko.

Ia menambahkan, Jokowi berkomitmen menuntaskan kasus HAM masa lalu. Moeldoko mencontohkan saat Jokowi menerima massa aksi Kamisan di Istana.

“Sebenarnya upaya ke sana cukup kuat… ini ditandai presiden menerima aksi Kamisan, bukan dari sisi Trisaksi, tapi korban lain, diajak bicara dan diundang para pemangku kepentingan, ada Jaksa Agung, Menkumham. Ini menandakan presiden (ingin) menyelesaikan (kasus HAM),” kata Moeldoko.

Sumber Detik. com




Baca di Sini! Kisi-kisi Soal Ujian CPNS 2019

Foto: Suana tes CPNS/Foto: dok. Humas PBSI

ARB INdonesia, JAKARTA – Pendaftaran CPNS akan dibuka mulai akhir Oktober 2019. Usai mendaftar pelamar akan melalui ujian seleksi CPNS.

Dalam tes ini, pelamar akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Nah, apa saja ya kisi-kisinya?

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan menyatakan bahwa tes SKD CPNS 2019 tidak akan jauh berbeda seperti di tahun sebelumnya.

Dia menyatakan 80% kemungkinan tes akan sama modelnya. Mulai dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Materinya nggak beda ya seperti TIU, TWK, TKP itu kisi-kisinya ada pas pengumuman Pak MenPAN-RB nanti. Kira-kira sih 80% nggak akan beda ya sama saja,” terang Ridwan kepada detikcom, Sabtu (19/10/2019).

Selain itu, menurut Ridwan, akan ada soal tentang pencegahan radikalisme akan muncul dalam tes tahun ini. Soal ini tidak muncul dalam tes tahun lalu.

“Mungkin nanti soal radikalisme masuk di sana, tahun lalu kan belum ada. Karena ini perlu, karena kan beberapa teman kami PNS ada yang terpapar radikalisme, mungkin itu bisa masuk,” kata Ridwan.

Dia juga mengingatkan bahwa tes TKP sempat bikin pusing para peserta seleksi CPNS di 2018. Oleh sebab itu Pendaftar diminta betul-betul mempersiapkan diri untuk soal tersebut.

“Mungkin juga harus diperhatikan, pada tahun 2018 itu TKP soal karakteristik pribadi banyak yang bermasalah. Mungkin itu yang mesti dipersiapkan sebaik-baiknya, dua tes ini sangat tricky,” kata Ridwan.

Sebagai informasi, Tes Intelegensia Umum (TIU) diujikan untuk mengukur seberapa cakap CPNS dalam logika, verbal, figural dan analisis, memecahkan masalah dengan inovasi baru.

Kemudian, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD akan menguji pemahaman akan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, nasionalisme, hingga bahasa Indonesia.

Selanjutnya, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) berisi tentang sosial budaya, pelayanan publik, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, jejaring kerja.

Sumber Detik. com