5 Keutamaan Salat Berjamaah di Masjid Bagi Muslim

ARB INdonesia – Salat menjadi bagian yang paling pokok dalam ibadah kita. Dan merupakan amal yang paling awal dihisab oleh Allah SWT. Lalu, apa saja Keuatamaan sholat berjamaah?

Salat berjamaah ialah peningkatan dari salat munfarid (salat yang dikerjakan sendirian). Pahala salat berjamaah lebih besar, terutama jika dilakukan di masjid. Secara syariah jamaah atau berjamaah adalah salat bersama-sama lebih dari satu orang. Ada yang bertugas menjadi imam, seorang lagi jadi makmum.

Dikutip dalam buku Salat Berjamaah dan Permasalahannya oleh Wawan Shofwan Sholehudin, Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Umamah, ia berkata: “Seseorang datang dan tidak mendapatkan salat. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, ‘Salatlah’ Lalu bersabda, ‘Adakah seseorang yang hendak bersedekah, salatlah bersamanya?’ Maka berdirilah seseorang dan salat bersamanya. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Inilah jamaah.” Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Alkabir, VII: 285, no. 7091.

Lalu apa saja keutamaan salat berjamaah dan tepat waktu? Mengenai keutamaan salat berjamaah. Rasulullah SAW menetapkan ukuran dengan kelipatan, kemudahan, jumlah yang berjamaah, hingga jarak pejalanan menuju berjamaah semua dinilai pahala dan keutamaan termasuk dari semua pekerjaan yang akan melancarkan dan mengkhusyukkan salat berjamaah.

Berikut ini beberapa keutamaan salat berjamaah:

1. Menjadi syiar bagi masyarakat

Keutamaan salat berjamaah di masjid salah satunya adalah dapat bersilaturahmi dengan muslim saleh lainnya. Salat berjamaah merupakan lembaga pendidikan atau lebih tepat disebut laboratorium pendidikan yang sangat besar manfaatnya.

Kita akan berkembang bersama orang-orang yang memiliki tradisi yang saleh. Yakni orang-orang yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada Allah SWT. Maka, kita pun akan menjadi orang saleh yang sejati.

2. Meningkatnya kualitas salat

Kualitas salat terdiri dari dua tahap yaitu sahnya salat dan diterimanya salat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membeli baju seharga sepuluh dirham, sedangkan padanya terdapat satu dirham berupa uang haram, Allah tidak akan menerima salatnya selama ia mengenakan baju tersebut,” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar)

“Barang siapa meminum seteguk khamr, ia tidak akan diterima salatnya selama empat puluh hari.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Darimi).

Tentu salat berjamaah harus dilakukan pada awal waktu dan di masjid. Seorang Muslim harus mempelajari kekhusyuk-an dalam salat.
3. Pahala Salat Berjamah

Keutamaan salat berjamaah dibandingkan salat sendirian adalah pahalanya lebih besar. Dalam buku Mutiara Shalat Berjamaah: Meraih Pahala 27 Derajat oleh M. Nurkholis menyebutkan bahwa salat sendirian diibaratkan seperti domba yang terpisah dari kawanannya sehingga serigala dengan mudah dapat menerkam dan memangsanya.

Sedangkan seseorang yang melaksanakan salat jamaah, ibarat kawanan domba yang kompak sehingga serigala tidak berani menyerangnya secara langsung.

Berikut hadist yang menjelaskan keutamaan salat berjamaah dibandingkan dengan salat sendirian yang dikutip dari Islam.nu.or.id:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Artinya: “Salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan (mendapatkan) 27 derajat.” (HR. Bukhari)

4. Dijauhkan dari sifat munafik

Keuatamaan sholat berjamaah dalah dijauhkan dari sifat munafik. Karena diantara sifat orang munafik adalah yang bermalas-malasan dalam salat. Seperti yang tertuang dalam surat An-Nisa ayat 142:

إنَّ المُنَفِقِيْنَ يُخَدِعُوْنَ اللهَ وَهُوَ خَدِعُهُمْ وَإذَا قَامُوا إلىَ الصَّلاَةِ قَامُوْا كُسَالَى يُرَاءُوْنَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إلاَّ قَلِيْلاً

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa: 142)

Dan dalam sebuah hadist Nabi bersabda:

“Tidaklah ada salat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi salat Shubuh dan Isya’. Dan seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjama’ah) meskipun dengan merangkak.” (Muttafaqun ‘Alaih)

5. Diampuni Dosanya oleh Allah SWT

 Keutamaan Sholat Berjamaahbagi wanita dan laki-laki sama-sama diampuni dosanya oleh Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

إِذَا قال اْلإِمَامُ (غَيْرِ اْلمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضّآلّين) فَقُوْلوُا : آمين, فَإِنَّهُ مِنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلُ اْلمَلاَئِكَةِ غَفِرَ لَهُ ماَتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ — رواه البجارى و مسلم

“Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Sumber Detikcom




Bima Arya: Pelajar Bogor yang Mau Demo ke Jakarta Pada Nggak Ngerti Isu

ARB INdonesia, BOGOR – Ratusan pelajar yang diamankan di Polres Bogor Kota sudah diperbolehkan pulang. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, para pelajar yang hendak ikut demo ini, tidak mengerti apa yang sedang ramai dibahas di Jakarta.

“Ketika tadi saya tanya, enggak ada yang tau, enggak ada yang baca UU (Undang-Undang), enggak ada yang mengerti isunya apa,” kata Bima Arya, di Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (30/9/2019).

Ia menjelaskan, banyak pelajar Bogor yang ingin ke Jakarta, hanya ikut-ikutan saja. Para pelajar ini, sambungnya, tidak mengerti apa yang sedang diperjuangkan.

“Berdasarkan investigasi kita, hampir semuanya enggak tau apa yang diperjuangkan. Baik tentang KPK, rancangan UU ini, mereka enggak pada tau,” lanjutnya.

Sumber Detikcom




Sarjana Menganggur dan Revolusi Pendidikan Tinggi

ARB INdonesia, JAKARTA – Lembaga pemeringkat perguruan tinggi Quacquarelli Symonds (QS) pada pekan lalu merilis laporan QS Graduate Employability Rankings 2020. Laporan tersebut menyusun peringkat 500 universitas di dunia berdasarkan persentase lulusan yang berhasil mendapatkan pekerjaan.

Menariknya, menurut Direktur Riset QS Ben Sowter, tidak ada hubungan yang jelas antara prestise sebuah universitas dengan kemampuan lulusannya mendapatkan pekerjaan. Contohnya di Indonesia, Universitas Bina Nusantara yang menempati posisi papan bawah (801-1000) dalam QS World University Rankings justru mendapat skor dan peringkat employability yang sejajar dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung yang menduduki posisi papan atas dalam QS World University Rankings.

Terlepas dari pro-kontra metode analisis yang digunakan oleh QS, analisis Ben Sowter tersebut kiranya dapat menjadi peringatan bagi semua perguruan tinggi di Tanah Air untuk tidak melupakan nasib lulusannya di tengah semangat kompetisi antar perguruan tinggi untuk menaikkan prestise di tingkat nasional maupun internasional.

Masih Stabil

Tingginya tingkat pendidikan ternyata tidak menjamin mudahnya mendapatkan pekerjaan. Data Biro Pusat Statistik 2019 menunjukkan tingkat pengangguran lulusan diploma dan universitas masing-masing berada di kisaran 6 hingga 7 persen, jauh di atas tingkat pengangguran lulusan SD (2,7 persen) dan SMP (5 persen).

Karakteristik lapangan pekerjaan di Indonesia masih didominasi oleh sektor yang tidak memerlukan kualifikasi pendidikan tinggi, yaitu sektor pertanian dan perdagangan yang menyerap hampir 50 persen dari 130 juta tenaga kerja. Dan menariknya, salah satu dampak counter-intuitive dari Revolusi Industri 4.0 adalah munculnya jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak menuntut seseorang untuk memiliki ijazah perguruan tinggi tetapi menawarkan gaji yang lumayan. Layanan transportasi berbasis online misalnya, sanggup memberikan pendapatan yang lumayan dengan waktu kerja yang fleksibel.

Mayoritas masyarakat Indonesia menganut konsumerisme di mana pendidikan masih dianggap sebagai komoditas yang dilihat dari aspek untung-rugi. Biaya kuliah yang semakin mahal tanpa adanya jaminan mendapatkan pekerjaan yang layak menjadikan pilihan masuk ke perguruan tinggi sebagai investasi merugi. Jika hal ini tidak diatasi, animo masyarakat untuk kuliah dikhawatirkan akan menurun. Akibatnya nasib 4600 institusi pendidikan tinggi kita akan berada di ujung tanduk.

Di Amerika Serikat misalnya, jumlah mahasiswa baru terus mengalami penurunan selama 9 tahun berturut-turut sejak 2011 sampai sekarang. Salah satu faktor yang menjadi sebab penurunan minat kuliah adalah membaiknya perekonomian Amerika selama 10 tahun terakhir yang menyebabkan mudahnya mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah. Konsekuensinya, jumlah perguruan tinggi yang gulung tikar terus meningkat.

Sejak 2016, 23 perguruan tinggi swasta dan 32 perguruan tinggi negeri harus ditutup atau dipaksa melakukan merger. Diperparah lagi dengan angka putus kuliah (drop-out) yang saat ini berada di angka kritis 40%. David Kirp membahas krisis drop-out ini dalam buku terbarunya The College Drop-out Scandal (2019).

Di Indonesia sendiri, data Kemenristekdikti menunjukkan jumlah mahasiswa baru masih stabil di angka 1,4 juta mahasiswa per tahun sejak 2014 hingga 2018. Angka ini diharapkan akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat. Demikian pula dengan angka putus kuliah yang masih berada di kisaran 1-4 persen. Tetapi dunia pendidikan tinggi di Indonesia tidak boleh berdiam diri. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat bisa saja terjadi di Indonesia jika pendidikan tinggi kita tidak direvitalisasi.

Harus Berbenah

Untuk menjaga kepercayaan publik, dunia pendidikan tinggi kita harus berbenah. Diperlukan sebuah model baru pendidikan tinggi yang sanggup mengikuti cepatnya perkembangan zaman. Ironisnya, mayoritas universitas di seluruh dunia saat ini masih menganut model yang dicetuskan oleh filsuf Jerman Wilhelm von Humboldt pada awal abad ke-19. Mustahil dunia pendidikan tinggi mampu mengikuti perkembangan jaman jika modus operandinya tidak berubah selama 200 tahun!

David Staley dalam bukunya Alternative Universities: Speculative Design for Innovation in Higher Education (2019) mengajukan beberapa model baru yang bisa diadopsi oleh dunia pendidikan tinggi. Salah satu model yang cukup menarik adalah Polymath University –setiap mahasiswa mengambil tiga disiplin ilmu (triple majors), misalnya akuntasi-fisika-sejarah, bisnis-sosiologi-filsafat, keuangan-astronomi-agama, atau beberapa kombinasi lain. Lahirnya ide Polymath University didasari oleh realitas dunia pekerjaan saat ini yang membutuhkan lulusan universitas yang mampu berpikir kreatif, lintas ilmu, dan multidimensi.

Kemudian ada pula model Interface University, di mana mahasiswa dan dosen berinteraksi langsung dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Model universitas ini dilatarbelakangi oleh semakin terintegrasinya kecerdasan buatan dalam sektor industri dan jasa. Lulusan universitas harus mampu berinteraksi dan berpikir bersama komputer, bukan hanya sekedar menggunakannya.

Revolusi dunia pendidikan tinggi adalah proses yang tidak mudah. Hanya ada tiga institusi yang nyaris tidak berubah selama 200 tahun: institusi agama, monarki, dan universitas. Revolusi harus dimulai dari sekarang sebelum masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pendidikan tinggi. Saya mengusulkan tiga strategi utama untuk menginisiasi revolusi dunia pendidikan tinggi.

Pertama, perombakan kurikulum (curriculum revamp) dengan melibatkan dunia industri dalam penyusunan dan implementasi kurikulum baru. Untuk menyesuaikan isi kurikulum dengan perkembangan zaman, perombakan dilakukan secara berkala setiap 3-5 tahun dan dievaluasi setiap tahun. Dunia industri terlibat secara aktif dalam proses revamp sebagai penasihat. Mereka mengevaluasi dan mengusulkan kandungan kurikulum yang sesuai dengan praktik-praktik terbaru di dunia industri dan jasa. Mereka juga terlibat secara aktif sebagai tenaga pengajar bantuan (adjunct) dalam mata kuliah tertentu.

Kedua, memperkuat keunikan (difference) dan keistimewaan (distinction) setiap program studi yang ada. Sebagai contoh, kepala program studi S1 Ilmu Hukum di Universitas A harus membuat programnya berbeda dengan program studi S1 Ilmu Hukum di Universitas B. Lulusan setiap prodi dari universitas berbeda akan memiliki keunikan dan keistimewaan yang memberi nilai tambah kepada kualitas dan kompetensi lulusan. Universitas juga didorong untuk membuat program-program studi baru yang unik untuk mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketiga, program magang (internship) yang diintegrasikan dalam kurikulum. Kabar gembiranya, tahun ini Kemenristekdikti memutuskan bahwa 45 jam kerja magang setara dengan satu satuan kredit semester (SKS) sehingga mahasiswa tidak kehilangan SKS selama proses magang. Ke depannya, magang dapat dinaikkan statusnya sebagai kegiatan wajib dengan beban SKS tertentu.

sumber detikcom




Disdukcapil Inhil Lounching Pembuatan KK dan KIA Menggunakan Tanda Tangan Elektronik

Barangai.online, Inhil – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil laksanakan sosialisai sekaligus Lounching Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Indentitas Anak (KIA) menggunakanTanda Tangan Elektronik (TTE), serta pendatanganan MoU bersama instansi dan organisasi di Inhil, Senin (30/9/2019).

Dalam mensosilalisakan kepada masyarakat untuk pembuatan KK dan KIA menggunakan TTE,  Disdukcapil Inhil melakukan penandatanganan Mou kerja sama kepada Dinas P2KBP3A Kabupaten Inhil, Upt. Puskesmas se-Inhil, Kantor Kementrian Agama, RSUD Puri Husada Tembilahan, Forum Anak Inhil dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Inhil.

Kepala Disdukcapil, Ahmad Ramani, S.Pd., M.Pd mengatakan, agar sosialisasi berjalan dan benar-benar sampai kepada masyarakat maka perlu adanya kerjasama pada semua lembaga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Inhil.

“Setelah launching ini, kita berharap pelayanan Disdukcapil kepada masyarakat semakin meningkat,” harapnya.

Lounching yang berlangsung di Hotel Elit Tembilahan dihadiri oleh
Bupati Inhil HM Wardan, Wakil Bupati Inhil H. Syamsudin Uti, Kepala Kemenag Inhil Harun, Kodim Inhil/0314, Polres Inhil,  Kepala-kepala OPD Inhil, Camat se-Inhil, Kepala Puskesmas se-Inhil serta tamu undangan lainnya.

Bupati Inhil HM. Wardan dalam sambutannya menyampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa harus ada keseriusan dalam peningkatan kinerja disetiap lingkungan OPD Indragiri Hilir.

“Kita ingin Indragiri Hilir (Inhil) menjadi Kabupaten yang maju, jangan sampai kepada Pimpinan Dinas dan Jajaran hanya duduk manis saja dan mengaharapkan APBD yang ada, tolong lebih giat lagi dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, saling kordinasi dan korelasi pada setiap dinas yang ada di lingkungan Inhil.” Tegasnya.

Selain itu Orang Nomor satu di Inhil ini juga mengharapkan keseriusan dari seluruh Dinas untuk kinerjanya lebih ditingkatkan lagi.

” Terimakasih kepada Dinas kesehatan yang baru-baru ini lebih aktif dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, dan jadikan ini motivasi untuk lebih baik lagi kedepan nya,” harap Bupati Inhil.

Usai menyampaikan sambutan Bupati Inhil langsung menyerahkan secara simbilos  Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran (AK) dan Kartu Keluarga (KK).

(Arb)




Teken MoU Bersama Disdukcapil, IWO Inhil Siap Sosialisasikan Informasi Adminduk

ARB INdonesia, INHIL – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap mensosialisasikan informasi Administrasi Kependudukan (Adminduk) ke masyarakat.

Sosialisasi yang akan dilakukan oleh Organisasi kewartawan ini yakni berbentuk sebuah publikasi berita yang dimuat berbagai media yang ada di lingkup Organisasi IWO Inhil.

Ketua IWO Inhil, Muridi Susandi menyatakan hal tersebut setelah melakukan MoU bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil di Hotel Elit Tembilahan, Senin (30/9/2019).

“MoU yang baru saja kita lakukan dengan Disdukcapil guna untuk mejalin kerjasama dalam bentuk informasi Adminduk. Kita konsisten akan mensosialisasikan berita Adminduk ke masyarakat,” jelas Muridi.

Muridi menilai informasi Adminduk sangat penting ke masyarakat karena informasi tersebut bisa diketahui oleh publik dan dapat diakses oleh masyarakat luas. “Kita harus gencar menginformasikan Adminduk agar masyarakat jauh dan dekat dari ibu kota bisa mengetahui informasi terbaru. Itu merupakan komitmen IWO Inhil,” imbuhnya.

(Arb)




Ini Tiga Nama Pejabat yang Lulus Seleksi Calon Sekdaprov Riau

ARB INdonesia, RIAU – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau telah mengumumkan tiga nama calon Sekdaprov Riau.

Ketiga nama itu adalah Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Siak Yan Prana Jaya Indra Rasyid, Sekdakab Indragiri Hilir (Inhil) Said Syarifuddin, dan Kepala Dinas Perindustrian Riau Asrizal.

Dikutip dari Cakaplah.com,Informasi ini disampaikan Ketua Tim Pansel Sekdaprov Riau, Prof Dr Ashaluddin Jalil MS, Senin (30/9/2019).

“Tiga nama calon Sekdaprov Riau sudah kita umumkan. Tiga nama itu pak Yan Prana, Said Syarifuddin dan Asrizal,” katanya.

Mantan Rektor Universitas Riau ini menyatakan, tiga nama tersebut memiliki nilai tertinggi saat menjalani proses seleksi.

“Jadi mereka ini yang memiliki nilai tertinggi saat seleksi. Makanya tiga nama ini yang kita serahkan ke pak Gubernur Riau,” paparnya.

Selanjutnya, sebut Ashaluddin, tiga nama tersebut direkomendasikan gubernur Riau ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jadi nanti Gubernur membuat surat yang disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), dan ke Presiden melalui Mendagri,” terangnya.

Setelah itu, Presiden mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Kepres) Sekdaprov Riau sesuai yang direkomendasi gubernur Riau.

Sumber: Cakaplahcom