Ingin Unjuk Rasa, 7 Pelajar Positif Narkoba Ditangkap Polisi

ARB INdonesia, PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan  meringkus 7 siswa berpakaian putih abu-abu yang diduga ingin membuat ricuh aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (30/9). Mereka kedapatan membawa batu, batang kayu, dan bambu serta positif mengonsumsi narkoba.

“Kita tes urine juga tadi dan hasilnya positif amfetamine. Pengakuan mereka konsumsi sabu dan ekstasi. Ada yang sudah lama dan ada juga yang mengaku baru mengonsumsi,” ujar Kepala Sub Kekerasan Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Suryadi, Senin (30/9).

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Bersatu menggelar unjuk rasa mengecam tewasnya dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara saat unjuk rasa beberapa hari lalu. Aksi dipusatkan di depan Mapolda Sumsel di Palembang.

Pantauan CNNIndonesia.com, puluhan massa berseragam putih abu-abu dan pakaian bebas tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menumpang truk bak berwarna kuning dari arah Jalan Demang Lebar Daun dan turun di Taman Polda Sumsel. Tak jauh dari perempatan tempat para mahasiswa menggelar unjuk rasa.

Kedatangan puluhan massa tersebut mengundang perhatian aparat tak berseragam. Aparat itu lalu menghampiri para siswa.

Kaget melihat belasan orang datang menghampiri, puluhan massa berseragam putih abu-abu tersebut melarikan diri sesaat usai turun dari truk ke arah Jalan Kasnariansyah, KM 5 Palembang. Massa meninggalkan bongkahan batu, batang kayu, bambu, bendera merah-putih, serta sejumlah poster bertuliskan menentang UU KPK dan RKUHP di Taman Polda.

Aparat lalu menangkap tujuh siswa. Sementara puluhan lainnya berhasil melarikan diri. Dari hasil pendataan, terdapat siswa dari 4 SMA dan SMK di Palembang yang ikut tertangkap.

Suryadi mengatakan pihaknya sudah menyita barang-barang bukti berupa batu, kayu dan bambu yang diduga bakal digunakan untuk membuat rusuh. Pemeriksaan terhadap siswa yang ditangkap tengah dilakukan.

Beberapa kepala sekolah terlihat berdatangan memenuhi panggilan Kepolisian. Namun, mereka enggan memberikan keterangan.

“Sekarang masih kita periksa. Mereka akan kita pulangkan tapi harus dijemput keluarga dan sekolah sebagai pelajaran bagi siswa lain yang akan melakukan hal serupa,” kata dia.

Salah satu siswa, IZ (16) mengaku diajak teman untuk bergabung dalam unjuk rasa yang digelar mahasiswa di depan Mapolda Sumsel untuk menolak UU KPK dan sejumlah RUU lainnya. IZ mengatakan puluhan temannya juga ikut serta dalam aksi unjuk rasa.

“Saya cuma ikut-ikutan saja. Katanya mau gabung demo dengan mahasiswa untuk menolak UU KPK,” aku IZ.

IZ lalu membantah membawa batu dan kayu untuk membuat rusuh. Dia justru berkelit benda-benda tersebut adalah milik siswa dari sekolah lain. IZ tidak mengetahui batu-batu tersebut akan digunakan untuk apa.

“Itu dibawa sama anak sekolah lain, saya enggak ikut-ikutan [bawa batu],” ujar dia.

Sumber CNN Indonesia




West Ham Katrol Harga Pemain Muda Incaran MU Rp1,7 Triliun

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Klub Liga Inggris West Ham United diklaim mengatrol harga gelandang muda incaran Manchester United, Declan Rice, hingga mencapai 100 juta poundsterling atau setara Rp1,7 triliun.

Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer disebut-sebut amat menginginkan pemain 20 tahun itu untuk transfer tengah musim pada Januari mendatang. Mengetahui rencana Setan Merah, West Ham segera memagari pemainnya.

MU mulai membidik Rice belakangan ini. Setan Merah berencana merekrut gelandang tersebut setelah Paul Pogba dikabarkan bakal hengkang pada pertengahan musim nanti.

Pogba dikarbarkan tidak mau memperpanjang kontrak di Man United. Kontraknya baru akan berakhir pada Juni 2021 mendatang.

Pemain timnas Prancis itu disebut-sebut ingin segera hengkang tanpa menunggu musim ini berakhir. Artinya, kemungkinan Pogba tinggalkan MU pada Januari tahun depan.

MU pun mulai menyiapkan ancang-ancang untuk mencari pengganti Pogba. Salah satu nama yang mulai diproyeksikan klub tersebut adalah Rice untuk mengisi sektor tengah.

Pemain timnas Inggris tersebut juga kabarnya masuk dalam radar Manchester City.

Meski masih menyisakan kontrak empat tahun lagi, West Ham segera mengikat perpanjangan kontrak dengan gelandang tersebut. Express mengklaim The Hammers sampai menetapkan harga pelepasan pemainnya hingga mencapai setara Rp1,7 triliun.

Rice juga kemungkinan enggan berpindah klub dalam waktu dekat ini. Gelandang tersebut bahkan diberitakan sudah sangat betah bermain untuk West Ham.

Sumber CNN Indonesia




Ricuh di Dekat Mapolda Metro, 7 Orang Ditangkap

ARB INdonesia, JAKARTA — Bentrok aparat dan massa demonstrasi pecah di dekat markas Polda Metro Jaya, Senin (30/9) selepas magrib. Gas air mata dilepaskan berkali-kali ke arah demonstran yang mencoba merangsek ke dalam Polda Metro Jaya. Sebanyak tujuh orang diamankan dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Bentrok terjadi tepat di seberang Gedung Bank Mandiri dekat Polda Metro Jaya. Bentrok ini berawal dari keinginan massa merangsek masuk markas Polda Metro Jaya, pada sore.

Massa bahkan melempari markas Polda Metro Jaya dengan batu dari dalam tol dalam kota Cawang arah Grogol.

Pantauan CNNIndonesia.com, sedikitnya enam tembakan gas air mata dilepaskan oleh polisi ke arah demonstran.

Tembakan gas air mata itu dibalas dengan petasan dan batu dari arah demonstran. Polisi sempat maju untuk memukul mundur para demonstran. Jalan Gatot Subroto di depan markas Polda Metro Jaya ditutup.

Dalam bentrokan ini polisi berhasil mengamankan tujuh orang demonstran. Mereka langsung digiring masuk ke dalam markas Polda Metro Jaya. 

Sebelumnya, bentrok juga terjadi di depan Gedung DPR dan di Jalan Palmerah belakang Gedung DPR. Massa berhadap-hadapan dengan aparat yang bertugas menjaga gedung wakil rakyat.

Massa demonstran ini terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat. Mereka menggelar unjuk rasa menolak UU KPK dan sejumlah RUU lain yang dianggap kontroversial dan mengancam demokrasi. 

Sumber CNN Indonesia




7 Fakta Jelang Duel Panas MU vs Arsenal di Liga Inggris

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Manchester United (MU) akan menjamu Arsenal  dalam duel panas pada pekan ketujuh Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (1/10) dini hari WIB. Berikut fakta menarik jelang MU vs Arsenal.

Performa Setan Merah yang belum konsisten di awal musim ini membuat racikan strategi manajer Ole Gunnar Solskjaer kerap dikritik. Sebaliknya Arsenal mulai memperlihatkan performa yang lebih baik dengan meraih tiga kemenangan beruntun di semua ajang.

Berikut tujuh fakta menjelang pertandingan MU vs Arsenal yang dikutip dari Opta:

1. Tiga kemenangan tandang Arsenal atas MU di Liga Inggris terjadi di hari yang berbeda (Rabu, Sabtu, dan Minggu). Ini merupakan pertemuan ketiga mereka dengan Setan Merah di hari Senin, setelah imbang 1-1 pada Januari 2000 dan kalah 0-1 pada Desember 2010.

2. MU sudah kalah tiga kali dari enam laga kandang terakhir di Liga Inggris (dua menang, satu imbang). Jumlah itu sama banyaknya dengan yang dialami MU dari 52 laga kandang di Old Trafford (32 menang, 17 imbang, dan tiga kalah).

3. MU kalah di partai kandang terakhir mereka melawan tim asal London (1-2 dari Crystal Palace). The Red Devils belum pernah kalah dari klub asal London dalam dua partai kandang beruntun sejak Desember 2001 sejak kalah dari Chelsea dan West Ham.

4. Arsenal kemasukan minimal dua gol dari empat dari empat pertandingan terakhir Liga Inggris. The Gunners belum pernah kebobolan dua gol atau lebih dalam lima laga beruntun sejak Agustus 1985.

5. Ole Gunnar Solskjaer kalah pada pertemuan pertamanya melawan Arsenal di Liga Inggris sebagai manajer MU. Hanya tiga manajer MU yang kalah di dua pertemuan pertama dengan Arsenal: James West (1900), Tommy Docherty (1973), dan Dave Sexton (1977/1978).

6. Jesse Lingard sudah empat kali membobol gawang Arsenal di semua kompetisi. Jumlah gol itu jadi yang terbanyak dicetak Lingard daripada tim-tim lain.

7. Pierre-Emerick Aubameyang sudah mencetak 13 gol dalam 13 penampilan terakhir sebagai starter di Liga Inggris. Enam golnya dari enam pertandingan pertama yang dicetak Aubameyang jadi yang terbanyak sejak Emmanuel Adebayor pada musim 2007/2008. 

Sumber CNN Indonesia




Tak Jadi Pimpinan DPR, Fadli Zon Berterima Kasih ke Prabowo

ARB INdonesia, JAKARTA Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak kecewa meski tak ditugaskan lagi sebagai Wakil Ketua DPR RI pada periode 2019-2024.

Dia malah mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mempercayakan posisi tersebut kepadanya selama lima tahun terakhir.

“Saya kira menjalani ini dari hari ke hari itu kan cukup berat juga, apalagi dari sebuah periode yang penuh turbulensi. Jadi saya bersyukur dan saya juga katakan ini kepada Pak Prabowo bahwa saya berterima kasih dan bersyukur,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/9).

Fadli berujar tak mempermasalahkan posisinya kini diisi oleh Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyampaikan itu merupakan hal biasa dan bagian dari regenerasi kepemimpinan.

Ia memastikan masih akan berkarier di DPR RI. Fadli juga membantah isu dirinya akan ditempatkan di jabatan duta besar.
“Saya di DPR lah, saya harus tetap berpihak kepada rakyat,” ucap Fadli.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memastikan Fadli Zon tidak akan lagi menjabat sebagai Wakil Ketua DPR di periode 2019-2024. Gerindra mendapat jatah satu kursi pimpinan DPR usai finis di peringkat dua pada Pemilu 2019.

“Prabowo akan memberi penugasan baru (kepada) Fadli dalam bidang-bidang yang lain yang nanti akan dirumuskan Prabowo,” ucap Muzani kepada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9).

Sumber CNNIndonesia




Abdul Basith Diduga Siapkan Molotov Demo Ricuh, IPB Hormati Proses Hukum

ARB INdonesia, BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB University) mengatakan bakal menghormati proses hukum terhadap salah satu dosennya, Abdul Basith yang diduga menyiapkan molotov untuk demo ricuh. Menurut IPB, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian hukum untuk Basith.

“Dalam kondisi apa pun, IPB akan terus berkomitmen untuk senantiasa menjaga roh dan amanat sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, yang mengedepankan kultur academic excellence untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” kata Kabiro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2019).

IPB berharap proses hukum terhadap Basith dilakukan secara transparan. Yatri mengatakan IPB sudah memiliki aturan yang jelas soal norma dan etika dosen.

Basith ditangkap polisi bersama lima orang lainnya yang diduga merancang kerusuhan dalam sebuah aksi demo. Enam orang itu ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9).

Disebut-sebut mereka telah menyiapkan bahan peledak berupa bom molotov. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Dari informasi yang diterima, keenam pelaku ini adalah AB (44), S (30), YF (50), A (43), OS (42), dan SS (61). Mereka berasal dari berbagai latar belakang.

Berikut ini sikap resmi IPB terkait penangkapan Abdul Basith:

1. IPB menghormati proses hukum yang berlaku dan akan menunggu kepastian hukum bagi Sdr Abdul Basith.

2. IPB berharap proses hukum tersebut berjalan transparan, akuntabel dan adil.

3. IPB telah memiliki aturan yang jelas tentang norma dan etika dosen, serta ketentuan bagi yang melanggarnya.

4. IPB berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa dan menentang segala aksi kekerasan yang merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa dengan tujuan dan alasan apa pun.

Sumber Detikcom