Pagi-pagi Nyelonong Masuk Rumah Warga, Pria Ini Coba Perkosa Penghuni

Pelaku percobaan pemerkosaan diamankan petugas. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan

loading…



ARB INdonesia, TANGERANG – Seorang pria diketahui bernama Fauzan, warga Pondok Pinang, Kebayoran, Jakarta Selatan (Jaksel), babak belur dipukuli massa di Kampung Sambi Doyong, Cipondoh Makmur, Kota Tangerang, setelah tepergok melakukan percobaan pemerkosaan di salah satu rumah warga. Aksi nekat pelaku terungkap karena korban melawan dan teriak minta tolong, hingga para tetangga berdatangan.

Adapun tempat kejadian berada persis di seberang kali depan rumah Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin. “Ya, kejadiannya di lingkungan RW 01. Kalau dari rumah saya agak jauh. Pas saya tiba, warga sudah ramai berkumpul, dan pelaku sudah diamankan warga,” ujar Ketua RW 01 Kampung Sambi Doyong, Aris, Kamis (7/11/2019) pagi.

Warga yang geram dengan tindakan pelaku banyak yang melampiaskan emosi, dengan melayangkan bogem dan tendangan ke wajah serta tubuh pelaku. Tidak lama berselang, polisi tiba ke lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku.

“Kalau dari cerita korban, awalnya pelaku ke rumah itu mengaku sebagai teman bapaknya. Dia bicara pakai bahasa isyarat, karena diduga pelaku gagu. Saat itu, yang membuka pintu putrinya yang pertama,” ungkap Aris.

Pelaku datang sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi. Saat itu, di rumah hanya ada anggota keluarga yang perempuan semua. Karena kepala keluarga Endang, sedang tidak ada karena bekerja.

“Pelaku minta dibukain pintu dan langsung masuk begitu saja. Tiba-tiba, dia malah nyelonong masuk ke kamar salah satu putri Endang yang masih tertidur. Langsung buka baju dan BH korban,” paparnya.

Terkejut ada orang yang menindihnya, putri Endang langsung menendang dan teriak minta tolong. Pelaku yang juga sudah buka baju dan hanya pakai celana dalam panik.

“Sempat dibuka kaos sama BH-nya dan pelaku langsung telanjang. Si korban bangun dan langsung menendang,” jelasnya.

Aris dan warga sekitar mengaku bingung dari mana pria gagu itu datang. Sebab, pelaku tiba-tiba saja masuk ke rumah korban mengaku-ngaku teman ayah korban.

Saat ini korban dan ayahnya sudah diarahkan membuat laporan ke unit PPA Polrestro Tangerang. Sedang pelaku sudah dijebloskan ke dalam tahanan. Selanjutnya, kasus percobaan pemerkosaan ini ditangani unit PPA Polrestro Tangerang.

Sumber Sindonewscom




Selama 14 Hari Ops Zebra, 832 Surat Tilang Dikeluarkan Sat Lantas Polres Inhil

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Selama 14 hari hari Ops Zebra di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), total sebanyak 832 surat tilang di keluarkan oleh Sat Lantas Polres Inhil.

Sebanyak 137 teguran juga di keluarkan oleh Sat Lantas Polres Inhil selama Ops Zebra yang digelar sejak tanggal 23 oktober hingga 5 november 2019.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, S.IK melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Rosna Meilani menjelaskan, pekerja swasta mendominasi profesi pelanggar sebanyak 283 kali, disusul pelajar 200 pelanggar, mahasiswa 92 pelanggar, buruh 73 pelanggar, PNS 41 pelanggar, supir  33 pelanggar serta lainnya 110 kali.

“Sepeda Motor 773 kali, Mobil barang 33 kali, Mobil penumpang 26 kali. SIM A 27 kali, SIM B1 8 kali, SIM B1.U 15 kali, SIM BII.U 6 kali, SIM C 91 kali, Tanpa SIM 685 kali,” ujar AKP Rosna, Rabu (6/11).

Lebih lanjut AKP Rosna membeberkan, usia remaja rata – rata 16 – 21 tahun menjadi pelanggar terbanyak, yaitu 219 kali, disusul 22 – 30 tahun menjadi pelanggar terbanyak dengan jumlah 190 kali, usia 31 – 40 sebanyak 145 kali, usia 0 – 15 sebanyak 144 kali, 41 – 50 sebanyak 106 kali, usia 51 ke atas 28 kali.

“Pendidikan pelanggar, SD 123 kali, SLTP 153 kali, SLTA  441 kali, mahasiswa 115 kali,” tuturnya.

Selanjutnya Kasat menjelaskan, pelanggaran yang banyak dilakukan oleh kendaraan roda 4 adalah kelengkapan KIR 33 kali, Sabuk sebanyak 16 kali, SIM sebanyak 6 kali, tidak bawa STNK 3 kali, kelengkapan lainnya 1 kali.

“Untuk Kelengkapan roda 2, tidak menggunakan Helm 123 kali, melawan arus 73 kali, Child restrain 234 kali, Surat-surat  246 kali, Kelengkapan lain 97 kali,” imbuhnya.

Terakhir Kasat mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu taat dan patuh terhadap aturan lalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan lalu lintas. (Rls)




Berhubungan Intim dengan Siswa 17 Tahun, Guru 63 Tahun Ditangkap Polisi

Emma Neil Ogle, 63, guru perempuan di sebuah SMA di Amerika Serikat ditangkap polisi atas tuduhan berhubungan seksual dengan siswanya yang berusia 17 tahun. Foto/wsoctv.com

loading…



ARB INdonesia, HUNTERSVILLE – Seorang guru perempuan sekolah menengah atas (SMA) berusia 63 tahun di North Carolina, Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi atas tuduhan telah berhubungan intim dengan seorang siswa berusia 17 tahun. Skandal memalukan dua orang yang terpaut 46 tahun ini membuat sang guru diskors.

Emma Neil Ogle, dari Huntersville, ditangkap polisi pekan lalu setelah siswa yang dalam kasus ini dinyatakan sebagai korban melaporkan bahwa pasangan itu memulai hubungan romantis pada musim semi dan berlanjut hingga kontak seksual selama musim panas.

Menurut media lokal, WSOC, Ogle ditahan beberapa jam setelah siswa tersebut memberi tahu staf sekolah di Garinger High School di Charlotte tentang tuduhan tersebut.

Menurut Charlotte-Mecklenburg Schools, badan pendidikan yang membawahi sekolah tersebut, tidak ada indikasi bahwa tindakan seks terjadi di halaman sekolah.

“Saya mengenalinya,” kata seorang pejabat senior di sekolah, Edward Ramon, kepada stasiun televisi WCNC.

“Itu menjijikkan. Ini mengejutkan dan menjijikkan,” ujarnya yang dikutip New York Post, Rabu (6/11/2019).

Menurut Ramon, tuduhan itu akan merusak reputasi sekolah. “Itu hanya membuat sekolah terlihat buruk,” katanya. “Saya pikir dia harus masuk penjara karena itu,” ujarnya.

Upaya media setempat untuk menemui Ogle—seorang guru karier dan kesehatan di sekolah itu sejak 2014 yang juga seorang pegawai distrik Charlotte-Mecklenburg Schools sejak 2005—tidak berhasil pada Selasa pagi.

WLOS melaporkan bahwa guru itu menghadapi dakwaan atas tindakan asusila dengan seorang siswa dan beberapa dakwaan lain.

Menurut juru bicara distrik Charlotte-Mecklenburg Schools, Ogle telah ditangguhkan atau diskors dari tugas setelah penangkapannya.

Ogle, yang biaya jaminannya ditetapkan sebesar USD10.000, dibebaskan dari tahanan polisi pada hari Jumat pekan lalu. Catatan penjara mengonfirmasi pembebasan tersebut.

Sumber Sindonewscom




Rossi Diklaim Tunda Pensiun Demi MotoGP Indonesia

Valentino Rossi diklaim tertarik menjajal MotoGP Indonesia. (TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

loading…



ARB INdonesia, OLAHRAGA – Valentino Rossi diklaim tertarik tampil di MotoGP Indonesia pada 2021 sehingga berpikir untuk menunda keputusan pensiun dari MotoGP.

Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga akhir MotoGP 2020. Sejauh ini Rossi belum memutuskan rencana pensiun, namun Yamaha juga belum memberikan gambaran tegas mengenai nasib Rossi setelah musim MotoGP 2020 berakhir.

MotoGP Indonesia sendiri direncanakan bakal bergulir pada MotoGP 2021. Menurut Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer, Rossi tertarik untuk menjajal sirkuit MotoGP Indonesia yang bakal digelar di Mandalika, Lombok.

“Kemarin, saat bersama Dorna bertemu Presiden [Joko Widodo] di Istana Bogor, [perwakilan Dorna] berkata Rossi akan menunda pensiun setahun demi menjajal sirkuit jalanan di Mandalika kalau penyelenggaraan berjalan on time [2021].”

“Kalau Rossi sehat, niatnya begitu. Terkecuali dia mengalami cedera,” ucap Abdulbar usai bertemu Menpora Zainudin Amali di Jakarta, Selasa (5/11).

MotoGP Indonesia punya daya tarik yang membuat seri tersebut bisa jadi perhatian pebalap dan penggemar MotoGP. Pasalnya, sirkuit Mandalika akan adalah sirkuit jalanan pertama di ajang MotoGP.

Sebelum pengajuan proposal untuk MotoGP 2021, Indonesia pernah jadi tuan rumah grand prix motor pada 1996 dan 1997. Pada 1996, Mick Doohan jadi juara kelas primer (500cc). Sedangkan setahun berikutnya, giliran Tadayuki Okada yang jadi pemenang.

Rossi sendiri pernah jadi pemenang GP Indonesia, yaitu pada 1997 saat jadi juara di kelas 125cc.

Sumber CNN Indonesia




Angin Panas Pembuangan AC Ternyata Bisa Dijadikan Energi Listrik

Mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) menunjukkan prestasinya di kancah Internasional. Foto/SINDONews/Ali Masduki

loading…



ARB INdonesia, SURABAYA – Pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas bisa dijadikan energi listrik. Itu dibuktikan mahasiswa Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya).

Mahasiswa cerdik itu terdiri dari Monica Deta Elysia Roosmadhy, Harda Grahita, Michelle Grace Firensen, Cindi Friskila Andreline dan Xaverio Anggara Nugroho. Melalui karya tugas akhirnya, mereka menciptakan fluithers sebagai alat penghasil listrik.

Fluithers merupakan singkatan dari fluid and thermal energy resource system. Yakni sebuah alat penghasil listrik dari energi terbuang air conditioner (AC) menjadi energi terbarukan yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Monica mengatakan, pembuatan fluithers berangkat dari ketertarikannya pada energi. Berawal dari hal yang sederhana dengan memperhatikan sisi pembuangan AC yang tidak terpakai dan menghasilkan angin panas. Dirinya berpikir bahwa panas atau energi kalor dan angin yang memiliki energi kinetik dapat diubah menjadi energi listrik.

“Saya melihat kebutuhan masyarakat sungguh besar pada energi listrik, namun saat ini fosil sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik telah mencapai batasnya. Kemudian saya muncul ide untuk mengubah angin panas yang terbuang pada AC menjadi listrik sehingga bisa digunakan kembali oleh masyarakat,”katanya.

Pembuatan konsep dan proses merancang alat dilakukan oleh Monica dimulai pada bulan Agustus. Selama kurang lebih tiga bulan dalam merancang alat, mahasiswi yang gemar kuliner ini mengaku sering menemui tantangan dan kendala saat pembuatan alat khususnya dalam mencari baling-baling yang pas sesuai kecepatan angin dalam menghasilkan listrik.

“Cari baling-baling itu susah karena jenisnya beragam. Kemudian saya mencari jenis baling-baling yang bisa memutar cepat sesuai kecepatan angin 7,59 m/s. Akhirnya saya menggunakan baling-baling horizontal. Kesulitan yang lain ketika mengetahui bahwa angin outdoor AC itu tidak bulat dan hanya berada dipinggir. Jadi saya harus berpikir bagaimana cara menangkap energinya sehingga nanti bisa menjadi listrik,” ungkap mahasiswi 21 tahun ini.

Berkat karya inovasinya itu, Monica bersama timnya berhasil menorehkan prestasi di kancah Internasional dengan meraih Silver Award kategori Higher Institution Students (Science, Engineering & Technology) dalam ajang ‘International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2/2019, pada 2 November 2019 di Palace of The Golden Horses, Malaysia.

Mereka pulang tersenyum dengan membawa pulang piala, sertifikat, dan sejumlah uang. Mereka akan menyempurnakan dan mengembangkan Fluithers agar menjadi alat penghasil listrik yang baik untuk digunakan oleh masyarakat luas.

“Senang dan bangga ide saya bisa diapresiasi di tingkat Internasional. Ini artinya Fluithers memiliki nilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.

Mahasiswi semester tujuh ini berharap, nantinya Fluithers bisa diperjual belikan dan menjadi alat wajib bagi orang-orang yang memiliki AC. “Semoga dengan hadirnya Fluithers maka masyarakat juga dapat menghemat biaya listrik dan energi rumah tangga,”ucapnya.

Dosen Pembimbing sekaligus Dosen Program Studi Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Ubaya, Herman Susanto menjelaskan, bahwa pembuatan Fluithers berfokus pada penggunaan wind turbine dan termoelektrik dalam menghasilkan energi listrik. Wind turbine digunakan untuk mengubah angin menjadi energi listrik. Sedangkan termoelektrik untuk mengubah panas menjadi energi listrik.

“Output energi bisa langsung diaplikasikan pada lampu atau alat listrik yang lain. Keunggulannya yang lain adalah alat ini bisa menyimpan energi pada baterai. Jadi desain yang kami buat capable untuk langsung digunakan atau disimpan,” pungkas Herman.

Sumber Sindonewscom




Gandeng LPK8 Yan Ekhsan, Ketua FKWI Tembuskan Pasar Komoditi Kopra Putih dan Arang Skala Ekspor

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kehadiran Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) siap mendedikasikan dan berkontribusi untuk peningkatan perekonomian kerakyatan melalui komunikasi dan deplomasi kepada pengusaha kopra untuk meningkatkan harga jual kelapa rakyat.

Maka dari itu Ketua FKWI periode 2019-2022, Debi Candra Syahriwan gandeng Lembaga Pelatihan Kerja 8 (LPK8) yang dibina oleh Yan Ekhsan merupakan pengusaha kopra putih putra daerah tempatan.

Debi Candra mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) solusi untuk meningkatkan nilai harga jual kelapa mengolah kelapa menjadi bahan setengah jadi atau turunan dari kelapa putih.

loading…



“Turunan kelapa yang pengolahannya sederhana dan mudah tanpa mengeluarkan modal besar bahkan sangat berpeluang bisa dilakukan petani saat ini adalah pengolahan kopra putih, kopra asalan dan arang, yang mana dengan pengolahan turunan kelapa tersebut dapat menaikkan nilai jual kelapa,” sebut Debi Candra, Selasa (5/10)

FKWI bukan hanya memberikan pembinaan dan peningkatan profesionalisme jurnalistik, kehadiran FKWI juga peduli akan perekonomian masyarakat, salah satunya peningkatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan nilai jual kelapa ditentukan mencarikan formula market dan pemberdayaan kepada petani dan masyarakat Indragiri Hilir yan terkenal dengan julukan hamparan kelapa dunia.

“Market ataupun penjualan kopra putih, kopra asalan dan arang dalam beberapa bulan ini sudah kami tembuskan untuk penjualan dengan nilai yang kompetitor dan bersaing, mudah-mudahan bisa membantu ekonomi kerakyatan masyarakat ataupun petani kelapa di Indragiri Hilir,” sebutnya

Pada kesempatan itu, pembina LPK8 Yan Ekhsan selaku produsen dan pelatih kopra putih juga mengatakan hal yang sama, dengan adanya market hari ini mudah-mudahan petani di Indragiri Hilir bisa terbantu untuk meningkatkan ekonominya.

Yan Ekhsan juga mengatakan siap memberikan edukasi kepada masyarakat Indragiri Hilir untuk belajar cara pengolahan sebagai program pemberdayaan. “Jika pemerintah baru sebatas program, kami mampu membuktikan pemberdayaan dan penjualan yang berstandart eksport bersama bung Debi,” ujar bg Ekhsan yang merupakan mantan pelatih bola tersebut. (***)