Pasukan AS di Pangkalan Militer Irak Dihantam Roket

Serangan roket menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan AS. (Foto/Ilustrasi/Sindonews)

loading…



ARB INdonesia, BAGHDAD – Serangan roket Katyusha menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di selatan kota Mosul, Jumat. Tidak ada anggota koalisi pimpinan AS yang terluka.

Pejabat keamanan Irak mengatakan tembakan roket itu tampaknya berasal dari Mosul dan menghantam pangkalan militer Irak di Qayyara, sekitar 60 kilometer selatan Mosul, tempat pasukan koalisi membantu pasukan Irak memerangi sisa-sisa ISIS. Mereka berbicara dengan syarat anonim berdasarkan peraturan.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan tidak diketahui dengan pasti apakah ada roket yang menghantam pangkalan.

Para pejabat Irak tidak segera mengatakan apakah ada korban, meskipun juru bicara koalisi kemudian mengatakan tidak ada pasukan koalisi yang terluka.

“Pasukan koalisi berada di Irak atas undangan Pemerintah Irak untuk mengalahkan sisa-sisa ISIS,” kata Kapten Korps Marinir AS Marisa Roberts, menggunakan akronim populer untuk kelompok Negara Islam.

“Kami tidak akan terhalang oleh serangan ini dan mempertahankan hak untuk mempertahankan diri,” imbuhnya seperti dikutip dari
AP, Sabtu (9/11/2019).

Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS dua tahun lalu, tetapi kelompok ekstremis ini masih aktif melalui sel-sel yang tertidur dan sering melakukan serangan terhadap pasukan keamanan Irak.

Beberapa milisi garis keras Irak yang setia kepada Iran baru-baru ini mengancam akan melakukan serangan terhadap orang Amerika di negara itu. AS mempertahankan sekitar 5.000 tentara di Irak.

Pasukan Amerika menarik diri dari Irak pada tahun 2011 tetapi kembali pada tahun 2014 atas undangan pemerintah untuk membantu memerangi ISIS setelah merebut wilayah yang luas di utara dan barat negara itu, termasuk kota terbesar kedua Irak, Mosul. Sebuah koalisi yang dipimpin AS memberikan dukungan udara yang penting ketika pasukan Irak bergabung kembali dan mengusir ISIS dalam kampanye tiga tahun yang mahal.

Serangan pada hari Jumat terjadi ketika sebagian besar Irak, termasuk Ibu Kota Baghdad dan provinsi selatan yang mayoritas Syiah, dilanda protes anti-pemerintah. Roket telah ditembakkan di dekat Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat di ibukota Irak pada beberapa kesempatan baru-baru ini.

Mosul, yang sebagian besar dihancurkan selama perang melawan kelompok Negara Islam, terletak di utara Baghdad dan belum tampak protes anti-pemerintah.

Sumber Sindonews com

  • https://sumut.sindonews.com/read/5668/1/pasukan-as-di-pangkalan-militer-irak-dihantam-roket-1573269103



Hasil Riset: Layar Ponsel dan Televisi Ganggu Perkembangan Otak Anak

loading…



ARB INdonesia – Seiring berkembangnya ponsel pintar, namun perlahan menggerus aktivitas anak-anak bermain dengan teman sebaya.

Orang tua diharapkan dapat mengubah kebiasaan tersebut, karena terpapar layar ponsel dalam waktu lama memberikan efek negatif pada anak.

Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh jurnal JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa ponsel pintar, tablet, bahkan televisi dapat menghambat perkembangan otak pada bayi, balita, dan anak-anak prasekolah.

Temuan itu didapat setelah para peneliti menganalisis hasil pemindaian otak anak usia antara tiga sampai lima tahun, dan melihat seberapa sering mereka terpapar layar elektronik.

loading…



Hasilnya penelitian itu menjelaskan, anak-anak yang terpapar televisi dan gawai selama lebih dari satu jam sehari tanpa pendampingan dari orang tua, memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah pada sel otak yang berperan penting dalam keterampilan bahasa, literasi, dan kognitif.

“Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara tingkat keseringan penggunaan layar, dengan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah,” kata John Hutton, pemimpin riset sekaligus doter anak dari peneliti klinis dari Cincinnati Children’s Hospital, melansir laman Medical Daily, Sabtu (9/11/2019).

Ini penting diketahui, lanjut Hutton, karena ota berkembang sangat cepat dalam lima tahun pertama manusia hidup. Dia mencatat, bahwa otak anak-anak berusia tersebut masih sangat plastis.

Artinya, setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan pada otak anak, dapat menimbulkan masalah yang bisa bertahan seumur hidup anak tersebut.

Penelitian dilakukan oleh Hutton dan rekannya, dengan menganalisis 47 otak anak-anak sehat, menggunakan MRI khusus yang disebut diffusion tensor imaging. Alat ini berguna untuk melihat secara dekat white matter di setiap otak responden.

Selain itu, responden juga mendapatkan tes kognitif. Sementara orang tua mereka diminta untuk menjawab pertanyaan yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics.

Sumber Sindonews com

  • https://sumut.sindonews.com/read/5650/3/hasil-riset-layar-ponsel-dan-televisi-ganggu-perkembangan-otak-anak-1573251068



Erdogan Sebut Turki Tetap di Suriah Sampai Negara-negara Lain Mundur

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Reuters

loading…



ARB INdonesia, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya tidak akan meninggalkan Suriah sampai negara-negara lain mundur dari wilayah itu.

Sebelumnya Ankara melanjutkan ofensif lintas-perbatasannya terhadap para pejuang Kurdi sampai mereka sepenuhnya meninggalkan daerah tersebut.

Turki melancarkan serangan militer ketiganya ke timur laut Suriah bulan lalu untuk mengusir kelompok bersenjata Kurdi YPG dari perbatasannya dan membangun “zona aman” di mana negara itu bertujuan untuk memukimkan kembali hingga dua juta pengungsi Suriah.

Setelah merebut 120 km (75 mil) tanah di sepanjang perbatasan, Turki membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat dan Rusia untuk mempertahankan YPG, yang oleh Ankara disebut sebagai “teroris” karena hubungannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berbasis di Turki yang dilarang keluar dari daerah itu.

Berbicara kepada wartawan Erdogan mengatakan Turki hanya akan meninggalkan Suriah setelah negara-negara lain juga pergi. Ia menambahkan bahwa serangan Turki akan berlanjut sampai semua pasukan Kurdi meninggalkan daerah itu.

“Kami tidak akan berhenti sampai setiap teroris terakhir meninggalkan wilayah ini,” kata Erdogan dilansir dari Al Jazeera, Sabut, (09/11/2019) merujuk pada YPG, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS.

“Kami tidak akan pergi dari sini sampai negara-negara lain keluar,” katanya seperti dikutip oleh stasiun televisi NTV.

loading…



Ankara mulai ofensif setelah Trump mengumumkan penarikan tiba-tiba 1.000 tentara AS dari Suriah utara bulan lalu. Presiden AS sejak itu mengatakan bahwa beberapa pasukan akan terus beroperasi di wilayah tersebut.

Di bawah kesepakatan dengan Washington dan Moskow, Ankara menghentikan serangannya dengan imbalan penarikan para pejuang YPG dari “zona aman” yang direncanakan. Sementara para pejabat AS dan Rusia mengatakan para pejuang Kurdi telah meninggalkan wilayah itu, Erdogan pada hari Kamis menuduh Rusia dan AS tidak memenuhi bagian mereka.

loading…


Sebagai hasil dari kesepakatan Ankara dengan Moskow, pasukan Turki dan Rusia telah mengadakan patroli bersama di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah.

Selama patroli ketiga pada hari Jumat, seorang pemrotes Suriah tewas ketika ia ditabrak oleh kendaraan militer Turki, menurut pasukan Kurdi dan kelompok pemantau perang.

Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan melewati kerumunan orang yang memprotes patroli bersama. Seorang juru bicara SDF mengatakan pasukan Turki telah menggunakan gas air mata terhadap beberapa demonstran sipil.

Kementerian pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patroli ketiga selesai sesuai rencana sepanjang rute 88 km (54,7 mil) di sepanjang bagian perbatasan paling timur dari perbatasan pada kedalaman 10 km (6,2 mil).

Sumber Sindonews com

  • https://makassar.sindonews.com/read/34311/1/erdogan-sebut-turki-tetap-di-suriah-sampai-negaranegara-lain-mundur-1573261903



Mulai Tinggalkan 5G, China Bersiap Pakai Jaringan 6G

Ilustrasi teknologi 6G. FOTO/ Ist

loading…


loading…



ARB INdonesia, BEIJING – Dunia baru saja memulai menggelar jaringan generasi ke 5 atau 5G. Bahkan di Indonesia jaringan 5G masih baru diuji coba, baru nantinya dikomersilkan.

Selangkah lebih maju, China sudah bersiap untuk konektivitas 6G. Kementerian Teknologi dan Sains China mengumumkan, pihaknya sudah membentuk dua tim untuk mengawasi riset dan studi 6G.

Pembentukan tim ini secara resmi menandai upaya pemerintah setempat untuk mengakselerasi pengembangan teknologi jaringan generasi keenam tersebut.

Dilansir dar Quartz, Jumat (8/11/2019) tim ini akan terdiri dari 37 ahli dari Universitas Institusi Sains dan korporasi yang akan memberi masukan kepada pemerintah dalam berbagai keputusan terkait dengan 6G.

5G dan 6G merujuk pada jaringan nirkabel seluler generasi kelima dan keenam. Sementara 5G diketahui memiliki kecepatan transmisi data setidaknya 10 kali lebih besar dari 4G.

Kendati demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan apa itu 6G, atau jenis teknologi seperti apa itu nanti.

Namun, kementerian China mengatakan bahwa mereka bertekad untuk meletakkan dasar untuk pengembangan 6G. Teknologi itu harus diperlakukan sebagai prioritas pada tahap penting pembangunan bangsa

Wakil Menteri Kementerian Sains China Wang Xi mengatakan pihaknya akan mulai menyusun peta jalan untuk pengembangan 6G, serta mengeksplorasi kemungkinan aplikasi teknologi.

Dengan secara resmi mengumumkan pengembangan teknologi 6G, China dapat menyebabkan lebih banyak kekhawatiran keamanan nasional Amerika Serikat atas kemampuan teknologi China.

Sumber Sindonews com

  • https://autotekno.sindonews.com/read/1457077/207/mulai-tinggalkan-5g-china-bersiap-pakai-jaringan-6g-1573227025




Salahgunakan Yayasan untuk Politik, Trump Didenda Rp28 Miliar

Presiden AS Donald Trump. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)

loading…



ARB INdonesia, Hakim pengadilan di New York memerintahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membayar $2 juta atau sekitar Rp28 miliar karena menggunakan yayasan amal Trump Foundation untuk kepentingan politik dan bisnis.

Dalam putusan yang dibacakan Kamis (7/11), Hakim Saliann Scarpulla juga meminta Trump membayar ganti rugi kepada grup nirlaba.

“(Putusan) ini adalah kemenangan besar dalam upaya kami untuk melindungi aset amal dan meminta pertanggungjawaban mereka yang menyalahgunakan amal untuk keuntungan pribadi,” kata Jaksa Agung Letitia James selaku penggugat dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP.

Gugatan perdata ini diajukan Letitia James pada Juni tahun lalu. Politikus Demokrat itu menuduh Trump Foundation melakukan aktivitas ilegal termasuk membantu kampanye Trump pada 2016 lalu.

Trump kemudian setuju menutup yayasan amal miliknya itu pada Desember tahun lalu. Meski demikian gugatan tetap berjalan.

Gugatan itu menuduh Trump menggunakan dana yayasan untuk menyelesaikan masalah hukum, mempromosikan hotel miliknya, dan untuk keperluan pribadi, termasuk pembelian foto diri untuk dipajang di salah satu klub golf.

James juga menuduh Trump pernah membuat kampanye terselubung lewat acara penggalangan dana amal yayasan.

loading…



Putusan itu merupakan kali ketiga Trump terjerat kasus hukum di kota asalnya, New York, dalam sepekan ini.

Senin kemarin, pengadilan banding AS memerintahkan Trump untuk menyerahkan pengembalian pajak (tax return) selama delapan tahun kepada kejaksaan di New York.

Di hari yang sama, kolumnis majalah AS, E. Jean Carroll, menuduh Trump telah memperkosanya. Trump digugat atas tuduhan pencemaran nama baik setelah ia menuduh Carroll mengada-ada. 

Sumber CNN Indonesia

  • https://m.cnnindonesia.com/internasional/20191108090125-134-446570/salahgunakan-yayasan-untuk-politik-trump-didenda-rp28-miliar



Turki Tangkap 17 Orang Terkait ISIS

Ilustrasi. Mendiang pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. (Foto: AP Photo/Militant video)

loading…



ARB INdonesia, TURKI – Kepolisian Turki pada Kamis (7/11) melaporkan telah menangkap 17 warga negara asing yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok ISIS.

Kantor berita Anadolu seperti dilansir AFP mengungkap ketujuhbelas orang yang diamankan ditangkap dan dibawa untuk diinterogasi oleh petugas anti-terorisme di Ankara.

Penangkapan kali ini merupakan upaya lanjutan setelah pekan lalu pimpinan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi dinyatakan meninggal dunia. Tak hanya itu, pemerintah Turki juga menyatakan telah menangkap istri pertama al-Baghdadi, Asma Fauzi Muhammad al-Qubaysim dan anak perempuannya, Laila Jabir.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengatakan anggota ISIS yang merupakan anak buah al-Baghdadi sedang berusaha memasuki Turki melalui Suriah. Beberapa diantara telah berhasil diringkus oleh petugas keamanan.

“Semua lingkaran dalam al-Baghdadi sebagian besar menargetkan negara kami dan orang-orang ini mencari cara agar bisa menetap atau datang ke Turki,” ungkap Erdogan seperti dilansir Associated Press.

Erdogan mengatakan para tersangkan ditahan di pusat-pusat penahanan di Turki. Sementara Kementerian Kehaminan Turki akan memutuskan bagaimana menangani kasus mereka.

Sebelumnya Turki menyatakan telah menangkap istri pertama dan anak mendiang al-Baghdadi dalam sebuah operasi penggerbekan di Provinsi Hatay pada 2 Juni 2018.

Dalam operasi itu, aparat membekuk 11 orang yang diduga simpatisan ISIS. Identitas Laila diketahui setelah dilakukan uji DNA.

Setelah Asma, sejumlah pihak kini terus memburu tiga istri mendiang al-Baghdadi. Pemimpin ISIS itu diketahui empat kali menikahi perempuan berbeda.

Pada Senin (4/11), pemerintah Turki mengklaim telah menangkap saudara perempuan al-Baghdadi, Rasmiya Awad (65) di dekat Kota Azaz, Aleppo, Suriah. Awad dan keluarganya tinggal di sebuah peti kemas bekas.

Sumber CNN Indonesia