Tekel Salah, Pemain Leicester Dapat Hinaan Rasial

ARB INdonesia, OLAHRAGA – Gelandang Leicester City Hamza Choudhury mendapat hinaan rasial melalui media sosial setelah melakukan tekel keras terhadap winger Liverpool Mohamed Salah  pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (5/10).

Choudhury mendapat kartu kuning setelah melakukan tekel keras terhadap Salah saat laga Liverpool vs Leicester memasuki menit ke-89. Salah kemudian harus digantikan Adam Lallana karena cedera.

Tekel keras Choudhury membuat kesal pendukung Liverpool. Bahkan sejumlah oknum suporter Liverpool mengeluarkan hinaan rasial terhadap gelandang keturunan Bengali tersebut.

Dikutip dari The Guardian, sejumlah oknum suporter mengeluarkan kata-kata kasar untuk menghina Choudhury. Hinaan tersebut membuat pihak Leicester City melaporkan hinaan tersebut ke polisi.

Liverpool menang 2-1 atas Leicester City berkat penalti James Milner. (AP Photo/Jon Super)

“Kami sangat terganggu dengan komentar ini, yang klub telah laporkan ke polisi dan tempat media sosial status itu dibuat. Perilaku diskriminasi tidak punya tempat di sepak bola atau kehidupan. Kami akan mengambil tindakan sekuat mungkin terhadap mereka yang bertanggung jawab,” demikian pernyataan resmi Leicester.

Tekel yang dilakukan Choudhury juga membuat pelatih Liverpool Juergen Klopp kesal. Klopp menganggap Choudhury pemain yang kasar. Pelanggaran serupa pernah dilakukan Choudhury terhadap Matt Ricthie pada Agustus 2019.

Hamza Choudhury melakukan tekel keras terhadap Mohamed Salah. (AP Photo/Jon Super)

“Ini tekel yang tidak bisa saya pahami. Ini sangat berbahaya. Saya tidak ingin membuat pemain ini [Choudhury] dalam masalah, tapi dia harus lebih tenang. Ini bukan kali pertama dia melakukannya,” ujar Klopp.

Liverpool sendiri berhasil menang 2-1 atas Leicester City lewat gol penalti injury time James Milner. Kemenangan atas The Foxes membuat Liverpool sementara unggul delapan poin atas Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris.

Sumber CNN Indonesia




Erdogan Ancam Segera Serang Milisi Kurdi di Perbatasan Suriah

ARB INdonesia, INTERNASIONAL – Presiden Recep Tayyip Erdogan memperbaharui ancaman Turki untuk meluncurkan sebuah operasi “udara dan darat” di perbatasan Suriah. Operasi itu dilakukan untuk melawan milisi Kurdi yang dianggap sebagai teroris oleh Ankara.

Erdogan sebelumnya mengatakan kesabaran Turki mulai menipis setelah pejabat Turki dan Amerika Serikat sepakat memperkuat zona penyangga di Suriah utara pada Agustus lalu.

“Kami telah membuat persiapan kami, melengkapi rencana operasi kami, memberikan instruksi yang dibutuhkan,” kata Erdogan dalam pidato di televisi, dan menambahkan serangan bisa dimulai “secepatnya hari ini, besok,”.

“Kami akan melakukan operasi ini di darat dan udara,” katanya dan mengatakan operasi ini akan berada di sisi timur Sungai Eufrat.

Pihak Kurdi di timur laut Suriah mengecam komentar Erdogan dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah menghentikan serangan Turki di wilayah Suriah yang berada di bawah kendali mereka.

Sebuah pernyataan mengatakan “masyarakat internasional harus memberikan tekanan kepada Turki untuk menghentikan melakukan agresi,”

Pihak Kurdi juga memanggil pihak Uni Eropa dan sekutu Amerika Serikat untuk membantu menghentikan ancaman Erdogan yang mereka sebut sebagai “berbahaya dan ancaman bagi keamanan dan stabilitas wilayah”.

Erdogan telah berulang kali mengancam meluncurkan serangan lintas perbatasan dan baru-baru ini menyarankan bahwa kemajuan di zona tersebut dengan AS tidak berkembang seperti yang diharapkan Ankara.

Meski sudah ada patroli gabungan Turki-AS, Ankara ingin segera membangun ‘zona aman’ untuk pengembalian dua juta pengungsi Suriah.

Turki merupakan rumah pelarian dari 3,6 juta pengungsi Suriah yang kemudian ditentang kehadirannya oleh masyarakat setempat.

Ankara ingin mendorong mundur pasukan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) yang didukung oleh AS dari perbatasan dengan Turki. Turki menganggap kelompok tersebut adalah cabang teroris Kurdi di Turki.

Namun YPG telah bekerja erat dengan tentara Amerika dalam peperangan melawan kelompok ISIS, merebut kembali wilayah Suriah utara dari mereka.

Militer Turki telah dua kali meluncurkan serangan di Suriah, pertama adalah melawan ISIS pada 2016 dan yang kedua melawan YPG pada 2018.

Sumber CNN Indonesia




Vape Memperburuk Kondisi Jantung dan Pembuluh Darah

ARB INdonesia, JAKARTA – Bukan hanya berdampak langsung terhadap paru-paru penggunaan rokok elektrik atau vape juga dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah.

“Rokok elektrik berimplikasi buruk terhadap kesehatan jantung,” ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ario Soeryo Kuncoro, beberapa waktu lalu. Artinya, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional.

Ilustrasi. Vape juga dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah. (Istockphoto/Tharakorn)

Penelitian menunjukkan, orang yang menggunakan vape mengalami peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 56 persen, stroke 30 persen, dan serangan jantung koroner 10 persen.

Orang yang menggunakan rokok konvensional memiliki risiko 2,7 kali lipat lebih tinggi terkena serangan jantung daripada yang tidak merokok. Sedangkan pengguna rokok elektrik 1,7 hingga dua kali lebih tinggi terkena jantung koroner dibandingkan yang tidak merokok elektrik.

“Meskipun kesannya lebih rendah, tetapi angka ini bukan berarti angka yang kecil. Risikonya pun cukup besar dan ini tidak tergantung kepada apakah dia merokok setiap hari atau tidak, sekali terekspose dan durasi cukup panjang dia punya risiko itu,” tutur Ario yang berpraktik di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Selain nikotin, lanjut Ario, vape juga mengandung zat lain yang dapat dihirup, terutama zat yang memberikan rasa dan aroma. Zat ini dapat merusak sel endotel di pembuluh darah. Sel ini berperan penting dalam fungsi pembuluh darah.

“Jika sel endotel mengalami kerusakan dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, jantung koroner akut, penyumbatan pembuluh darah akut yang dapat menimbulkan kematian,” ucap Ario.

Sumber CNN Indonesia




VAPE Kerap Disangka Penyakit Paru Umumnya di Indonesia

ARB INdonesia, JAKARTA – Tren vape atau rokok elektrik di Indonesia terus mengalami lonjakan. Bukan tak mungkin jika kasus penyakit paru-paru yang diduga disebabkan oleh vape sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat (AS) itu juga menimpa Indonesia.

Tak seperti di AS, kasus penyakit akibat vape di Indonesia tak muncul ke permukaan. Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto mengatakan, tak adanya pelaporan dan pencatatan seperti di AS membuat penyakit ini tak terungkap.

“Penyakit paru terkait vape ini tergolong baru. Kasus ini juga mungkin terjadi di Indonesia,” ujar Agus, beberapa waktu lalu.

Di AS, penyakit paru yang diduga disebabkan oleh vape dilaporkan mencapai lebih dari 1.000 kasus dengan 19 orang meninggal dunia per Jumat (4/10).

Ilustrasi. Ketiadaan tata laksana membuat penyakit akibat vape kerap disangka penyakit paru pada umumnya. (lindsayfox/Pixabay)

Selain itu, Agus menyebut, hingga saat ini juga belum ada tata laksana terkait penyakit akibat vape di seluruh dunia. Akibatnya, kebanyakan pasien didiagnosis dengan pneumonia atau radang paru tanpa diketahui penyebabnya.

Agus menyebut, ketiadaan tata laksana membuat para dokter mengkategorikannya sebagai penyakit paru biasa.

“Mungkin saja kasus serupa banyak ditemukan oleh dokter-dokter lain, tapi hanya digolongkan sebagai penyakit paru saja,” kata Agus.

PDPI sendiri, lanjut Agus, akan segera membuat tata laksana sebagaimana di AS agar kasus penyakit yang diakibatkan oleh vape dapat terdata dengan baik.

Kasus Serupa Ditemukan di Indonesia

Agus, yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, mengaku pernah menangani seorang pasien dengan gejala serupa dengan penyakit paru terkait vape yang ditemukan di AS. Vaping Associated Pulmunory Injury (VAPI) atau penyakit paru terkait vape ini ditandai dengan gejala berupa sesak napas, demam, batuk, nyeri dada, muntah, diare, sakit kepala, dan gangguan kesadaran.

Agus pernah menangani seorang laki-laki berusia 23 tahun dengan keluhan sesak napas selama tiga hari terakhir. Dia mengalami batuk, tapi tidak disertai demam, tidak mengalami keringat malam, tidak memiliki riwayat asma, tuberkulosis, dan juga tidak memiliki riwayat operasi.

“Pasien ini merokok sejak SMA sekitar delapan tahun yang lalu dan enam bulan terakhir menggunakan rokok elektrik atau vape. Artinya, sesuai dengan ketentuan CDC AS,” kata Agus. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS menetapkan, penyakit paru yang muncul setelah menggunakan vape lebih dari 90 hari tergolong ke dalam VAPI.

Hasil rontgen paru-paru pasien memperlihatkan adanya hidropneumotoraks atau cairan di dalam rongga pleura bagian kiri. Kondisi klinis seperti ini juga ditemui pada pasien VAPI di AS.

“Apakah ini terkait vape? Bisa dicurigai,” ujar Agus.

Selain itu, dokter paru lainnya, juga menemukan kasus serupa. Agus menjelaskan, rekan sejawatnya itu menangani laki-laki berusia 18 tahun dengan keluhan sesak napas, batuk selama tiga minggu disertai bercak darah, dan demam di awal. Dia tidak memiliki riwayat tuberkulosis dan asma.

“Foto rontgen dada terdapat infiltrat minimal di bawah kanan dan kiri. Pasien ini menggunakan vape tiga bulan terakhir,” tutur Agus.

Sumber CNN Indonesia




Tiga Hari Dilakukan Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Indragiri Ditemukan Mengapung

ARB INdonesia, INHIL – Setelah dilakukan pencairan selama 3 hari, akhirnya korban yang tenggelam di sungai Indragiri beberapa hari yang lalu ditemukan petugas.

Korban bernama Atan Rahmat (42) yang merupakan warga Jalan Waspada gang Waspada 5 Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan ini tenggelam di Sungai Indragiri Parit 5 Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis 3 Oktober 2019 sekitar Pukul 07.30 WIB.

Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Yuspik, korban ditemukan di daerah penyumpahan dan ditemukan langsung oleh tim patroli di pagi hari.

Setelah menemukan korban, lanjut Yuspik, petugas langsung menyerahkan kepada pihak keluarga. “Izin melaporkan kepada bapak Bupati dan Wabup dan pak sekda Alhamdulillah korban sudah ditemukan pagi ini dan langsung diserahkan ke pihak keluarga beralamat parit 15 hilir,” tulis Yuspik dalam komentar di Grup Whatshap Mitra Wartawan Inhil, Sabtu (5/10/2019).

Untuk diketahui, Atan yang merupakan seorang supir pompong hilang di Sungai Indragiri, dikutip dari RIAU1 diduga akibat mengidap penyakit epilepsi atau ayan.

Menurut keterangan saksi yang ikut bersama di pompong, korban diketahui tengah mengemudikan kendaraan laut dari wilayah Tembilahan menuju Desa Teluk Jira Kecamatan Tempuling.

Namun ternyata, di tengah perjalanan saksi yang duduk di depan pompong tidak melihat korban lagi sehingga langsung berusaha mencari korban. (Rls)




Rekrutmen CPNS 2019 Diumumkan Pekan Keempat Oktober

ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah akan mengumumkan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, pada pekan keempat Oktober tahun ini. Proses pendaftarannya sendiri akan mulai dibuka pada November 2019.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2019 sendiri digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 25 September lalu. Proses pendaftarannya sendiri akan mulai dibuka pada November 2019.

“Proses Seleksi administrasi pada bulan Desember, dan seterusnya,” ujar Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian (BKN) Mohammad Ridwan dalam siaran pers.

Ia mengatakan total formasi yang akan dibuka dalam rekrutmen CPNS 2019 adalah 197.111 posisi. Rinciannya adalah kementerian/lembaga (K/L) sebanyak 37.854 formasi dan untuk daerah sebanyak 159.257 formasi.

“Namun demikian perlu diketahui bahwa angka tersebut masih dalam tahap finalisasi hingga saat ini,” ujar Ridwan.

Proses seleksi CPNS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ridwan menuturkan ada lima hal yang membuat formasi CPNS 2019 belum bisa dimutakhirkan walaupun proses pendaftaran dimulai bulan depan.

Pertama, kata dia, akan disesuaikan kembali dengan skema kabinet yang baru pascapelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Kedua, terdapat beberapa proses dalam rekrutmen CPNS dengan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan dan tidak mungkin dipersingkat.

“Proses ini antara lain meliputi masa pengumuman selama 15 hari kalender, penyampaian persyaratan pelamaran secara daring selama 10 hari kalender dan sebagainya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS,” ujar Ridwan.

Ketiga, anggaran rekrutmen dan gaji CPNS 2019 pada sebagian Kementerian, Lembaga, dan Daerah (K/L/D) kemungkinan telah dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih prioritas serta harus selesai dipertanggungjawabkan pada pertengahan Desember.

“Sehingga jika proses seleksi dipaksakan selesai pada tahun ini akan menimbulkan konsekuensi anggaran yang rumit,” kata dia.

Keempat, sebanyak 541 K/L/D yang akan membuka formasi CPNS tahun 2019 harus melaksanakan training dan entry formasi pada sistem daring yang baru. Hal itu penting dilakukan agar meminimalisasi kesalahan input yang berakibat fatal bagi calon peserta seperti yang terjadi di beberapa tempat pada CPNS 2018.

Terakhir, pada akhir Desember beberapa wilayah di Indonesia Timur (Papua, Papua Barat, Maluku, NTT) akan libur lebih lama untuk melaksanakan perayaan Natal. Walhasil, proses rekrutmen tidak akan berjalan optimal di tempat-tempat tersebut.

Ridwan mengimbau masyarakat yang tertarik menjadi CPNS agar terus memantau informasi resmi mengenai melalui kanal media sosial BKN, situs web www.bkn.go.id , dan situs web atau media sosial yang dikelola oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

Selain itu, Ridwan meminta masyarakat tidak mempercayai informasi hoaks seputar rekrutmen CPNS yang beredar selain sumber informasi resmi, serta tidak mempercayai oknum yang mengklaim dapat membantu dalam proses rekrutmen CPNS.

“Rekrutmen CPNS dilakukan secara transparan dan akuntabel hanya melalui https://sscasn.bkn.go.id ,” tegasnya.

Sumber CNN Indonesia