Sandiaga Akan Hadiri Pelantikan Jokowi: Tidak Ada Lagi 01-02, Semua Bersatu

Foto : Sandiaga Uno Foto: Lamhot Aritonang

ARB INdonesia, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan dirinya akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 besok. Dia mengajak masyarakat mendoakan agar pelantikan berlangsung lancar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga lewat akun Instagram-nya @sandiuno seperti dilihat, Sabtu (19/10/2019). Dia menyampaikan hal senada kepada jemaah di Masjid Jami At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, usai salat subuh.

“Pagi tadi saat melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Jami’ At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kami tidak lupa untuk memanjatkan doa agar besok tanggal 20 Oktober pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih berjalan dengan baik dan lancar,” tulis Sandiaga.

Sandiaga mengatakan soal rencananya hadir di momen pelantikan Jokowi-Ma’ruf tersebut. Sosok calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ini mengaku ingin memperlihatkan bahwa kondisi politik di Indonesia sudah stabil.

Sandiaga juga ingin masyarakat tidak lagi terkotak-kotak usai Pilpres 2019. Dia berharap semua bisa bersatu dengan semangat memajukan bangsa Indonesia.

“Insya Allah saya akan hadir pada esok hari. Semoga dengan kehadiran saya ini bisa memperlihatkan pada dunia bahwa kondisi politik di Indonesia sudah stabil. Sudah tidak ada lagi 01 atau 02. Kita semua bersatu membangun Bangsa, memajukan ekonomi Indonesia, dan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tulisnya.

Sumber Detik. com




Tunggakan Janji Jokowi di Periode Pertama

Foto: Presiden Jokowi (Dok Biro Pers Setpres).

ARB INdonesia, JAKARTA – Dalam hitungan hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019 akan segera berakhir. Kendati demikian, Jokowi masih ada beberapa tunggakan janji yang belum dipenuhi. Apa saja tunggakan janji itu?

Sebagaimana diketahui, periode jabatan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) akan berakhir tepat pada 20 Oktober 2019. Jokowi lalu akan dilantik kembali menjadi presiden dengan Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya.

Dalam rentang waktu tersebut, masih ada beberapa tunggakan janji yang belum ditunaikan. Janji ini juga dipaparkan dalam sembilan agenda prioritas yang disebut Nawa Cita. Dari mulai janji di bidang hukum sampai reforma agraria.

Pada Jumat (18/10/2019), detikcom merangkum beberapa tunggakan janji Jokowi. Berikut ini daftarnya:

1. Penguatan KPK

Sejak awal periode 2019-2024, Jokowi selalu berjanji ingin menguatkan KPK. Janji ini juga tersirat dalam Nawa Cita poin 2. Jokowi kerap menegaskan komitmennya tersebut.

“Intinya kita tetap harus memperkuat KPK. Sudah intinya ke sana,” ujar Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Namun, narasi soal pelemahan KPK muncul usai terbitnya UU KPK yang baru. Salah satu poin yang dianggap memperlemah KPK ialah poin soal Dewan Pengawas. UU KPK ini pun sudah mulai berlaku.

Akibatnya, Jokowi didesak untuk menerbitkan Perppu. Kendati demikian, Jokowi belum memberikan kepastian terkait terbitnya Perppu KPK.

“Nggak ada,” kata Jokowi menjawab pertanyaan soal kemungkinan menerbitkan Perppu mencabut UU KPK. Wawancara dengan Jokowi dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

2. Pengungkapan Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Jokowi pernah berjanji akan menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Bahkan, Jokowi memberikan tenggat waktu 3 bulan kepada polisi untuk mengungkap pelaku teror itu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada TPF (Tim Pencari Fakta, red) sudah sampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti oleh tim teknis untuk menyasar dugaan-dugaan yang ada. Oleh sebab itu, kalau Kapolri sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin diselesaikan,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (19/7).

Waktu tenggat sudah jatuh tempo. Jokowi masih belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Pihak Istana, menyebut, perkembangan kasus ini akan dilihat Jokowi.

“Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Untuk mengungkap kasus tersebut, tim sudah mengecek ulang lokasi kejadian teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel. Tim teknis berupaya menemukan alat bukti untuk mengungkap pelaku teror.

3. Mencari Wiji Thukul dan Memperjelas Kasus Munir

Saat masa kampanye, Jokowi pun pernah bernjanji akan mengungkap kasus hilangnya penyair-aktivis Wiji Thukul dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Menurutnya, kedua kasus ini harus diperjelas.

“(Wiji Thukul) Harus ditemukan, bisa ketemu hidup atau meninggal, tapi harus jelas,” kata Jokowi di posko relawan sekaligus media center Jokowi-JK yang terletak di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).

Jokowi mengatakan, di dalam prosesnya nanti memungkinkan akan ada langkah rekonsiliasi. Baginya, hal itu tak menjadi soal. Yang penting menurut Jokowi adalah kasus ini menjadi terang benderang.

“Wiji Thukul, saya kenal baik. Kasus Munir apa kurang jelas, yang kurang jelas ya dijelasin,” imbuhnya.

Dalam perjalanannya, kedua kasus tersebut belum menemui kepastiannya. Untuk kasus Munir, pemerintah menyatakan bahwa dokumen TPF Munir lenyap.

4. Penuntasan kasus HAM masa lalu

Soal penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, Jokowi pun pernah berjanji. Dia berjanji akan berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus tersebut.

“Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu serta meningkatkan perlindungan HAM agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata Jokowi dalam Sidang Tahunan HUT ke-73 RI di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Lima tahun berselang, penuntasan kasus HAM masa lalu ini belum menemukan kejelasan. Pihak Istana mengungkapkan beberapa hambatannya.

“Masalahnya ini, persoalan masa lalu yang cukup lama sehingga kebutuhan-kebutuhan yang bisa mendukung atas terlaksananya hukum berjalan baik, bukti, saksi unsur-unsur inilah yang menghambat penyelesaian secara tuntas,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Pendekatan non-yudisial pernah diupayakan untuk menuntaskan kasus HAM. Namun pendekatan ini menjadi polemik.

“Untuk itu, perlu ada upaya baru. Jangan pendekatan hukum melulu, tapi juga non-yudisial dikedepankan. Begitu kita kedepankan non-yudisial, berbagai pandangan berkembang jadi sulit,” ujar Moeldoko.

Ia menambahkan, Jokowi berkomitmen menuntaskan kasus HAM masa lalu. Moeldoko mencontohkan saat Jokowi menerima massa aksi Kamisan di Istana.

“Sebenarnya upaya ke sana cukup kuat… ini ditandai presiden menerima aksi Kamisan, bukan dari sisi Trisaksi, tapi korban lain, diajak bicara dan diundang para pemangku kepentingan, ada Jaksa Agung, Menkumham. Ini menandakan presiden (ingin) menyelesaikan (kasus HAM),” kata Moeldoko.

Sumber Detik. com




Baca di Sini! Kisi-kisi Soal Ujian CPNS 2019

Foto: Suana tes CPNS/Foto: dok. Humas PBSI

ARB INdonesia, JAKARTA – Pendaftaran CPNS akan dibuka mulai akhir Oktober 2019. Usai mendaftar pelamar akan melalui ujian seleksi CPNS.

Dalam tes ini, pelamar akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Nah, apa saja ya kisi-kisinya?

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan menyatakan bahwa tes SKD CPNS 2019 tidak akan jauh berbeda seperti di tahun sebelumnya.

Dia menyatakan 80% kemungkinan tes akan sama modelnya. Mulai dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Materinya nggak beda ya seperti TIU, TWK, TKP itu kisi-kisinya ada pas pengumuman Pak MenPAN-RB nanti. Kira-kira sih 80% nggak akan beda ya sama saja,” terang Ridwan kepada detikcom, Sabtu (19/10/2019).

Selain itu, menurut Ridwan, akan ada soal tentang pencegahan radikalisme akan muncul dalam tes tahun ini. Soal ini tidak muncul dalam tes tahun lalu.

“Mungkin nanti soal radikalisme masuk di sana, tahun lalu kan belum ada. Karena ini perlu, karena kan beberapa teman kami PNS ada yang terpapar radikalisme, mungkin itu bisa masuk,” kata Ridwan.

Dia juga mengingatkan bahwa tes TKP sempat bikin pusing para peserta seleksi CPNS di 2018. Oleh sebab itu Pendaftar diminta betul-betul mempersiapkan diri untuk soal tersebut.

“Mungkin juga harus diperhatikan, pada tahun 2018 itu TKP soal karakteristik pribadi banyak yang bermasalah. Mungkin itu yang mesti dipersiapkan sebaik-baiknya, dua tes ini sangat tricky,” kata Ridwan.

Sebagai informasi, Tes Intelegensia Umum (TIU) diujikan untuk mengukur seberapa cakap CPNS dalam logika, verbal, figural dan analisis, memecahkan masalah dengan inovasi baru.

Kemudian, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD akan menguji pemahaman akan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, nasionalisme, hingga bahasa Indonesia.

Selanjutnya, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) berisi tentang sosial budaya, pelayanan publik, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, jejaring kerja.

Sumber Detik. com




HM Wardan Akan Hadiri Acara Coffee Morning IWO Inhil pada 29 Okteber Mendatang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indragiri Hilir menyiapkan 100 undangan untuk acara Coffee Morning yang akan diselenggarakan pada 29 Oktober 2019 mendatang.

Kegiatan Coffee Morning yang merupakan program kerja IWO Inhil di tahun 2019 ini akan mengundang Bupati Inhil HM. Wardan, Sekda Inhil, DPRD Inhil, Forkopimda Inhil, OPD Inhil, Ormas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Organisasi Mahasiswa Internal dan Eksternal Kampus, Organisasi Paguyuban, Instansi Pemerintah bersifat Vertikal, Tokoh Masyarakat, pelaku usaha, dan lain-lain.

Dengan mengangkat tema “Membangun Informasi – Menginformasikan Pembangunan”, Coffee Morning yang akan dilaksanakan di Sekre DPD IWO Inhil tepatnya di Restoran Rizky Arrahman Jl. Suntung Ardi Tembilahan atau Hotel Arrahman 2 Tembilahan, menurut Ketua Pelaksana Dedek Pratama, persentase persiapan acara sudah mencapai 70 %.

“Alhamdulillah program kerja jelang akhir tahun yakni Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Coffee Morning sudah kami persiapkan dari awal bulan 10, dan sekarang sudah memasuki pertengahan bulan kesiapan kami sudah mencapai 70 persen,” jelas Dedek saat dikonfirmasi media, Jum’at (18/10/2019).

Dedek menyebutkan kesiapan yang masih dikejar jelang pelaksanaan hari H yaitu tinggal membagikan undangan ke tamu yang akan diundang dan juga mendekorasi ruangan yang akan digunakan saat coffee morning dan pelatihan jurnalistik tingkat dasar.

“Kegiatan kita kan ada dua item, di hari pertama Coffee Morning dan hari ke dua Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Untuk Coffe Morning tinggal membagikan undangan dan dekorasi ruangan, kira-kira 2 hari jelang pelaksanaan sudah rampung. Sementara untuk Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar sepertinya sudah rampung semua, Sertifikat sudah rampung beserta ID Card peserta, dan ruangan yang akan digunakan yaitu Aula Hotel Arrahman juga sudah selesai didekorasi. Untuk pemateri juga sudah dikonfirmasi Insya Allah akan diisi oleh Dosen Unisi, Pemilik Media, Wartawan Inhil dan Pengurus DPD IWO Inhil,” terangnya.

Dedek Pratama berharap kegiatan Coffee Morning ini berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan dan meminta support dari semua elemen agar kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi Kabupaten Indragiri Hilir terutama di bidang informasi.

“Mohon dukungan dan supportnya agar kegiatan kami lancar selalu, dan kami juga mengucapkan Terimakasih kepada Bupati HM Wardan yang sudah siap menyempatkan waktu, Insya Allah akan hadir pada kegiatan kami saat kami hadir mengundang beliau di kediaman,” imbuhnya. (*)




Jelang Pelantikan Presiden RI, Polres Inhil dan TNI Laksanakn Patroli Gabungan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR– Polres Inhil menggelar patroli Gabungan bersama TNI di sejumlah lokasi di Tembilahan, Kabupaten Inhil, Jumat (18/10) Pukul 08.30 WIB.

Sebanyak 14 petugas gabungan menggelar giat Patroli menggunakan Ranmor Roda 2 dengan rute patroli menyisir lokasi antara lain, Kantor Bupati Inhil, Kantor DPRD Inhil, Koramil 01/Tembilahan, Pelabuhan, Kediaman Bupati Inhil, SPBU Jalan Sungai Beringin, KPU Inhil serta Bank BRI.

Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan, S.IK melalui Kasat Sabhara Polres Inhil, AKP AR. Tarigan, S.Sos, menuturkan, petugas patroli melakukan cek dan kontrol Kantor Bupati Tembilahan, Kantor DPRD, Koramil 01/Tembilahan dan lainnya, situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali.

“Patroli ini diharapkan dapat meminimalisir niat dan kesempatan sebagai antisipasi terjadi Tindak Pidana, premanisme serta gangguan Kamtibmas lainnya serta terciptanya sitkamtibmas yang kondusif di Kota Tembilahan,” ujar Kasat Sabhara.

Sebelum berangkat patroli, dikatakan Kasat Sabhara, Kapolres Inhil memberikan arahan agar situasi aman kondusif terlebih menghadapi Pelantikan presiden dan wakil presiden.

“Situasi tetap terkendali aman terkendali. Agar ssinergitas TNI Polri tetap terjalin,” pungkasnya. (*)




Lewat DPR RI, Abdul Wahid Siap Berjuang untuk Riau

Foto radarbangsa : Anggota Fraksi PKB DPR RI Abdul Wahid (foto: Istimewa)

ARB INdonesia, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Wahid menegaskan bahwa dirinya siap menyerap aspirasi masyarakat Riau untuk diperjuangkan melalui DPR RI. Hal itu disampaikannya saat ditemui radarbangsa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.

“Saya akan berjuang membawa aspirasi masyarakat Riau di Senayan,” kata Abdul Wahid.

Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Riau II yang meliputi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar ini menuturkan, kesejahteraan masyarakat Riau harus merata di setiap kabupaten/kota.

“Kesejahteraan masyarakat Riau harus benar-benar merata di berbagai daerah, sebagai anggota DPR RI ini saatnya saya untuk memastikan itu terwujud,” tambahnya.

Mantan Anggota DPRD Riau dua periode ini juga ingin memajukan masyarakat Riau, baik dalam bidang perekonomian, pertanian, infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM).

“Di zaman serba teknologi atau revolusi industri 4.0, SDM Riau harus mampu bersaing dan berkompetisi,” ungkapnya.

Politisi muda ini juga menginginkan ketersediaan pangan dan kestabilan harganya pun benar-benar terjaga dengan baik baik di pusat maupun di daerah termasuk Riau.

“Nah, momen Hari Pangan Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 16 Oktober ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Sehingga target Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045 benar-benar tercapai,” harapnya.

Sumber Radarbangsa. com