Makan Kemaluan Beruang demi Gairah Seks, Pria Ini Ditangkap Polisi

Foto: Yarlen, pria India yang ditangkap polisi atas tuduhan memakan organ kemaluan beruang demi meningkatkan gairah seksual. Foto/MP Wildlife STF/BBC (sindonews).

ARB Indonesia, NEW DELHI – Seorang pria India ditangkap polisi atas tuduhan memotong dan memakan organ kemaluan beruang dalam upaya untuk meningkatkan gairah seksnya.

Pria yang hanya diidentifikasi dengan nama Yarlen ditahan polisi di negara bagian Gujarat setelah buron selama bertahun-tahun. Dia ditangkap pada hari Sabtu pekan lalu.

“Kami membuat sel khusus untuk melacak dan menangkapnya,” kata Ritesh Sirothia, pejabat dari Departemen Kehutanan Madhya Pradesh, kepada BBC yang diansir Kamis (24/10/2019). “Itu pengejaran terpanjang kami, berlangsung selama enam tahun.”

Penyelidik pertama kali berpikir ada sesuatu yang salah ketika mereka diberitahu tentang bangkai beruang sloth tanpa alat kelamin di Taman Nasional Kanha.

Para pejabat mengatakan Yarlen adalah bagian dari suku Pardhi-Behelia yang nomaden, yang biasanya hidup di hutan dan berburu untuk bertahan hidup. Dia percaya bahwa penis binatang berfungsi sebagai afrodisiak atau zat perangsang gairah seksual.

Pada 2013, Yarlen pertama kali ditangkap setelah bangkai dua beruang ditemukan tanpa alat kelamin dan tanpa kantong empedu. Dia menghabiskan satu tahun di penjara sebelum dibebaskan pada tahun 2014. Dia membuat jaminan dan akhirnya melarikan diri.

Pihak berwenang berpikir Yarlen juga terkait dengan perburuan hewan liar yang terancam punah, termasuk harimau, di seluruh India. Dia terkait dengan setidaknya enam kasus perburuan hewan.

Sumber Sindonewscom




Curang, China Didiskualifikasi dari Pesta Olahraga Militer Dunia

Foto: Tim orienteering China didiskualifikasi dari ajang Military World Games. Foto/Istimewa .sindonewscom

ARB INdonesia, BEIJING – Tim orienteering China didiskualifikasi dari ajang Pesta Olahraga Militer Dunia (Military World Games). Hal itu terjadi setelah sejumlah negara mengungkapkan kecurangan meluas yang dilakukan tim tuan rumah kepada induk organisasi yang menaungi olahraga tersebut.

Awalnya atlet China telah mengambil tempat pertama, kedua dan keempat dalam kompetisi orienteering jarak menengah wanita, serta tempat kedua di pria, selama perlombaan pada hari Minggu. Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh International Orienteering Federation (IOF).

Tetapi setelah pengaduan oleh enam negara Eropa, termasuk Rusia dan Prancis, wasit menemukan bahwa pelari China telah dibantu oleh penonton lokal. Bantuan ini termasuk penonton yang memberi tanda dan menyiapkan jalur khusus di medan atlet China, yang hanya diketahui oleh para pesaing.

Menurut IOF tim China dilarang ikut serta dalam kompetisi orienteering jarak jauh.

“IOF menanggapi tindakan tim China dengan sangat serius,” kata Sekretaris Jenderal IOF Tom Hollowell dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Jumat (25/10/2019).

Hollowell menambahkan bahwa organisasi itu sedang menyelidiki apakah ada tindakan lebih lanjut yang perlu diambil untuk menjamin persaingan secara adil di final Piala Dunia mendatang di Guangzhou, China, mulai 25 Oktober.

Seperti Olimpiade, Pertandingan Militer Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Kompetisi perdana diadakan di Roma pada tahun 1995 dan ini adalah pertama kalinya China menjadi tuan rumah event ini, yang akan berlanjut hingga 30 Oktober.

Lebih dari 9.000 atlet dari 109 negara diperkirakan akan ambil bagian dalam pertandingan Wuhan, menurut penyelenggara setempat.

Di antara acara tersebut adalah berenang, terjun payung, orienteering dan gulat. Sejauh ini, China secara substansial memimpin perolehan medali, dengan medali emas dua kali lebih banyak dari pesaing terdekatnya Rusia.

Sumber Sindonewscom




Amnesty International: Turki Paksa Pengungsi Suriah Kembali ke Zona Perang

Foto: Deutsche Welle (DW) – detikNews

ARB Indonesia, DAMASKUS -Berdasarkan laporan organisasi internasional hak asasi manusia, Amnesty International, beberapa bulan jelang operasi militer di wilayah timur laut Suriah, Turki secara ilegal memaksa para pengungsi asal Suriah untuk kembali ke zona perang, membawa kehidupan mereka ke dalam bahaya besar.

“Klaim Turki yang menyebut para pengungsi Suriah memilih kembali ke daerah konflik sangatlah berbahaya, dan sebuah kebohongan,” ujar Anna Shea, peneliti hak pengungsi dan migran dari Amnesty International.

“Sebaliknya, penelitian kami menunjukkan para pengungsi tersebut diperdaya atau dipaksa untuk kembali ke daerah konflik,” tambah Shea.

Banyak pengungsi mengatakan kepada Amnesty International bahwa aparat kepolisan Turki memaksa dan mengancam mereka untuk menandatangani dokumen-dokumen yang berisikan pernyataan bahwa mereka kembali ke Suriah secara sukarela. Berdasarkan survei yang dilakukan antara bulan Juli hingga Oktober tahun ini, para peneliti memperkirakan terdapat ratusan pengungsi yang telah dikirim kembali dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku dan bertentangan dengan keinginan para pengungsi tersebut.

Otoritas Turki mengklaim bahwa sebanyak 315.000 pengungsi telah kembali ke Suriah secara sukarela.

Baca juga: Pasukan Demokratik Suriah: Sudah Tidak Ada Pasukan Lagi di Kota

Ancaman dan paksaan

Saat ini, merupakan hal yang ilegal untuk mendeportasi orang ke Suriah karena ancaman bahaya yang ada di negara tersebut dan itu merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara orang-orang ditindas dan diancam dengan kekerasan atau penjara, aparat polisi juga memperdaya mereka agar mau menandatangani dokumen “kembali secara sukarela”. Mereka meyakinkan para pengungsi bahwa dokumen yang mereka tanda tangani adalah sebuah form pendaftaran, kuitansi bukti pembayaran, ataupun formulir yang menyebutkan bahwa mereka ingin tinggal di Turki. Sementara ada juga yang memberitahu mereka harus menandatangani pernyataan tersebut karena mereka tidak terdaftar secara benar di tempat pengungsian itu dan karenanya harus kembali ke Suriah.

Menurut laporan Amnesty International, pemeriksaan rutin yang dilakukan aparat kepolisian dan petugas migrasi Turki, seperti pembaharuan dokumen atau pemeriksaan identifikasi di tempat umum, mengakibatkan para pengungsi tersebut dideportasi paksa kembali ke daerah konflik.

Zona aman

Amnesty International juga telah memverifikasi 20 kasus deportasi paksa di Turki. Di semua kasus tersebut, para pengungsi diketahui dikirim kembali melewati perbatasan dengan sebuah bus dimana kondisi tangan mereka diikat.

Mayoritas dari mereka yang dideportasi adalah laki-laki, meskipun Amnesty International juga menemukan remaja-remaja serta sejumlah keluarga yang masih memiliki anak kecil juga ikut dikirim kembali.

“Sangatlah mengerikan kesepakatan yang tercapai antara Turki dengan Rusia minggu ini terkait masalah deportasi pengungsi ini, sementara belum ada penetapan zona aman. Dipindahkannya para pengungsi hingga kini sangatlah tidak aman dan sekarang jutaan pengungsi asal Suriah dalam bahaya,” pungkas Shea.

Baca juga: Jerman Tegaskan Kembali Perlunya Zona Aman Internasional di Suriah

Turki langgar kesepakatan

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada hari Kamis (24/10) menuduh Turki dan sekutunya melanggar perjanjian gencatan senjata selama dua minggu.

Komandan pasukan SDF, Mazloum Abdi, mengatakan pasukan militer Turki dan “jihadis mereka” terus melancarkan serangan di perbatasan timur kota Ras al-Ain.

Ia pun meminta Rusia dan Amerika untuk mengendalikan Turki.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan lima tentara terluka di dekat perbatasan kota akibat diserang oleh milisi Kurdi YPG, aliansi utama pasukan SDF. Turki menganggap milisi Kurdi YPG sebagai kelompok teroris yang berafiliasi dengan pemberontak Kurdi yang berperang di Turki.

“Tindakan tersebut perlu dilakukan sebagai bentuk membela diri,” terang Kementerian Pertahanan Turki.

Secara terpisah, media pemerintah Suriah mengatakan pasukan Turki dan sekutunya bentrok dengan pasukan Suriah di luar kota Tal Tamr, menyoroti situasi konflik yang tengah berlangsung dan potensi keikutsertaan Ankara dan Damaskus ke dalam konflik ini. Media pemerintah Suriah tersebut melaporkan sejumlah pasukan Suriah terluka dalam insiden tersebut.

Sumber Detikcom




Begini Kronologis Upaya Penyeludupan Sabu-sabu ke Lapas Klas II A Tembilahan

ARB INdonesia, Indragiri Hilir – Melalui petugas Lapas bagian pengawas dapur, Kepala Lapas Klas II A Tembilahan Agus Pritiatno, Bc.IP, SH, MH berhasil menggagalkan upaya penyeludupan barang yang diduga narkoba jenis sabu-sabu. 

Terungkapnya upaya penyeludupan tersebut berawal dari seorang petugas Lapas bagian pengawas dapur bernama Andrian Suganda. 

Saat itu, Andrian sedang melakukan pengawasan terhadap tahanan pendamping (Tamping) bagian dapur yang tengah bertugas mengangkat bahan makanan untuk kebutuhan warga binaan Lapas kelas II A Tembilahan, Kamis (24/10/2019) pagi pukul 08.10 wib.

Foto: Halaman tempat membongkar bahan makanan sebelum dibawa kedapur melalui pintu dua Lapas Tembilahan. 

Diawal prosesnya, saat hendak mengangkat bahan makanan yang dilakukan oleh Tamping, Andrian Suganda mengaku melihat seseorang dari seberang jalan mendakat kearah Tamping yang berinisial SP.

Foto: Dinding pagar bagian samping kanan Lapas. Pelaku dari sebarang jalan menuju dinding pagar. 

Terang Andrian, sesampainya di halaman luar yang berdinding pagar, orang tersebut menyerahkan kantong plastik dari luar pagar kepada SP yang saat itu tengah mengangkat bahan makanan dengan posisi berada disamping pagar bagian dalam. 

Foto: Tempat bongkar bahan makanan sebelum dibawa ke dapur. SP berada tak jauh dari dinding pagar. 

“Setelah menyerahkan kantong pelastik, orangnya langsung pergi,” ujarnya petugas pengawas dapur Andrian Suganda. 

Merasa aneh dengan hal itu, Andrian Suganda pun memeriksa isi yang ada didalam plastik berwarna hitam tersebut. Dalam pemeriksaanya, Andrian menemukan satu kantong pelastik berisi pakian lusuh dibungkus plastik dan buah lengkeng. 

“Dalam kantong  ada pakaian dibungkus plastik dan ada buah lengkeng. Dalam kantong buah itu saya menemukan bingkisan yang dibalut, warnanya mirip dengan buah lengkeng,” terangnya kepada suarafakta.com.

Atas penemuan barang yang mencurigakan, Andrian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kalapas Klas II A Tembilahan. 

Mengetahui temuan tersebut, Kepala Lapas Klas II A Tembilahan, Agus Pritiatno, Bc.IP, SH, MH langsung menghubungi Kasat Narkoba Polres Inhil untuk melaporkan penemuan bingkisan yang diduga Narkoba jenis sabu-sabu tersebut. 

“Setelah dilakukan interogasi, pengakuan SP barang tersebut akan diserahkan kepada FJ yang menempati kamar Mahoni dan nantinya akan diberikan upah uang 3 Juta Rupiah setelah barang terebut sampai,” terang Kalapas Agus Pritiatno, Kamis (24/10/2019). 

Terakhir Kalapas mengatakan, dua orang warga binaan yakni SP dan FJ diserahkan kepada Sat. Narkoba Polres Inhil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, beserta barang bukti berupa satu paket sedang dan besar yang diduga sabu-sabu, dua buah handphone dan satu pasang pakaian.

“Sementara orang yang membawa barang tersebut masih dilakukan pencarian oleh ke Polisian,” tutup Agus Pritiatno.

Sumber Suarafaktacom




Harga Emas Antam Naik Jadi Rp751 Ribu per Gram pada Hari Ini

Ilustrasi Emas Antam. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

ARB INdonesia, JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Antam berada di posisi Rp752 ribu per gram pada Kamis (24/10) atau naik Rp1.000 dari Rp751 ribu per gram pada Rabu (23/10). Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp1.000 dari semula Rp672 ribu menjadi Rp673 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp400 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,15 juta, 5 gram Rp3,57 juta, 10 gram Rp7,08 juta, 25 gram Rp17,6 juta, dan 50 gram Rp35,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,2 juta, 250 gram Rp175,25 juta, 500 gram Rp350,3 juta, dan 1 kilogram Rp700,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.495,1 per troy ons atau melemah 0,04 persen. Sementara harga emas di perdagangan spot menguat 0,01 persen ke posisi US$1.492,32 per troy ons pada pagi ini.

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.480 per troy ons hingga US$1.500 per troy ons pada hari ini. Harga emas memiliki potensi menguat dan melemah pada hari ini.

Harga emas bisa menguat bila rilis data konsumsi barang tahan lama (core durable goods) lebih rendah dari ekspektasi pasar. Begitu pula dengan rilis data manufaktur Amerika Serikat yang diekspektasikan melemah.

“Hal ini akan membuat potensi dolar AS melemah dan mengangkat potensi emas kembali mendekati level resistance US$1.509 per troy ons,” kata Suluh, Kamis (24/10).

Sementara, menurutnya, harga emas juga berpotensi melemah bila ada perkembangan dari proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britania Exit/Brexit). Selain itu, akan pula dipengaruhi oleh kepastian kebijakan moneter dari bank sentral AS, The Federal Reserve.

“Secara keseluruhan, harga emas masih akan menarik ketika pekan ini pelaku pasar juga menantikan Fed Rate di akhir bulan ini,” jelasnya.

Sumber CNN Indonesia




Tolak Tawaran Menteri, Adian: Gue Bukan Erick Thohir

Adian Napitupulu di Istana Kepresidenan, Minggu malam (20/10). (Foto : Gatra/Putri Kartika Utami/re1)

ARB INdonesia, JAKARTA – Adian Napitupulu tak menampik pernah ditawari menjadi menteri oleh Presiden Jokowi. Namun, sejak awal ia sadar diri tidak mampu bekerja di pemerintahan. Maka, ketika tawaran itu datang, Adian ingin konsisten dengan komitmennya.

“Gue udah bilang dan enggak akan menarik kata-kata gue. Kenapa, karena gue bukan Erick Thohir. Kalau Erick Thohir kemarin bilang tidak, sekarang bilang iya. Kalau gue, tidak ya tidak,” katanya saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu malam (20/10).

Kata Adian, Erick kemarin sudah bilang bersedia membantu Jokowi di kabinet. Menurutnya, ucapan pengusaha tersebut menunjukkan sikap tidak komitmen.

“Lu jangan pernah berharap orang lain menghormati kata- kata lu, kalau lu yg mengucapkannya pun tidak menghormatinya. Bicara itu mahal, kata kata itu harus punya materainya sendiri gitu lho, kecuali hanya situasi darurat di mana mungkin republik dipertaruhkan, rakyat dipertaruhkan,” ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu merasa dirinya lebih bermanfaat di luar pemerintahan. Lagi pula, ia tak sanggup mengikuti kerja birokrat. Jika tak cocok, Adian tak ingin memaksakan diri.

“Gue sadar kemampuan gue. Pertama, gue ini tidak punya disiplin birokrasi, bisa dibilang setengah orang bebas. Begitu dimasukkan ke dalam kementerian yang penuh birokrasi, gue terbelenggu,” paparnya.

Kata Adian, Jokowi pernah menanyakan kesediannya membantu di kabinet. Tetapi, pembicaraan kali itu belum membahas posisi apa yang mungkin diisinya.

“Dia (Jokowi) cuma bilang, saya butuh menteri pemberani dan eksekutor, Mas Adian pemberani, Mas Adian eksekutor. Gue bilang ampun, Pak, 1000x ampun, saya merasa lebih bermanfaat di luar membantu Bapak. Bagaimana pun juga saya menyadari kemampuan diri saya, itu yang gue bilang,” paparnya.

Sumber Gatracom