Menatap Asa Dibalik Angka: Jika APBD Inhil Tetap Stagnan Butuh Berapa Periode Demi Infrastruktur Merata?

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – (OPINI) — Pertanyaan besar kini tengah menggelayuti benak masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dengan bentang alam unik yang didominasi hamparan perairan, rawa, dan parit-parit perkebunan, membangun infrastruktur di “Negeri Seribu Parit” ini menuntut biaya yang tidak sedikit.

Namun, jika melihat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhil yang cenderung stagnan di angka Rp1,8 triliun hingga Rp2,2 triliun per tahun dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tanya skeptis pun muncul: ‘Jika anggaran terus begini, butuh berapa periode kepemimpinan lagi agar pembangunan infrastruktur bisa merata hingga ke pelosok desa?’.Secara matematis dan realitas di lapangan, jawabannya cukup mengejutkan sekaligus memprihatinkan.

Jika kita membedah postur APBD Inhil, angka Rp2 triliun itu tidak serta-merta bisa digelontorkan seluruhnya untuk membangun jalan dan jembatan.

Belanja Rutin Mendominasi, sekitar 60% hingga 70% anggaran sudah habis terkunci untuk belanja pegawai (gaji ASN dan PPPK), biaya operasional dinas, serta belanja wajib sektor pendidikan dan kesehatan.

Sisa Anggaran Infrastruktur: Anggaran yang tersisa untuk urusan “kue pembangunan” (Dinas PU dan Perkim) biasanya berkisar di angka Rp200 miliar hingga Rp300 miliar per tahun.

Sementara itu, menilik data usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari 20 kecamatan yang ada, total kebutuhan untuk memerdekakan Inhil dari jalan rusak, jembatan kayu yang lapuk, dan tanggul jebol diperkirakan menembus angka Rp3 triliun hingga Rp4 triliun.

Simulasi Sederhana: Jika kebutuhan riil infrastruktur adalah Rp3,5 triliun, dan kemampuan mencicil Pemkab Inhil hanya Rp250 miliar per tahun, maka dibutuhkan waktu sedikitnya 14 tahun berturut-turut hanya untuk menyelesaikan masalah hari ini. Itu artinya, butuh hampir 3 periode kepemimpinan bupati (dengan asumsi 1 periode = 5 tahun) dengan catatan tidak ada penambahan kerusakan baru atau inflasi harga material.

Tantangan Geografis yang “Memakan” Anggaran

Membangun satu kilometer jalan di Inhil tidak bisa disamakan dengan membangun satu kilometer jalan di daerah daratan seperti Pekanbaru atau Kampar. Struktur tanah gambut dan rawa di Inhil menuntut pengerjaan ekstra.

Untuk menghasilkan jalan concrete (semenisasi) atau aspal yang bertahan lama, diperlukan pondasi cerucuk bawal atau tiang pancang yang dalam. Biaya per kilometer bisa membengkak dua hingga tiga kali lipat dibanding daerah berstruktur tanah keras. Akibatnya, anggaran Rp250 miliar yang terlihat besar, hanya akan menghasilkan beberapa kilometer jalan mantap saja dalam setahun.

Jika bupati-bupati ke depan hanya mengandalkan “anggaran apa adanya” ini, maka pemerataan infrastruktur akan tetap menjadi komoditas politik yang dijual setiap lima tahunan tanpa pernah benar-benar tuntas.

Pemerhati kebijakan daerah menilai, Inhil harus memutus rantai ketergantungan pada Dana Transfer Pusat (DAU/DAK) yang stagnan. Ada tiga jalan keluar yang harus dikejar secara agresif:

Lobi Politik ke Pusat dan Provinsi: Menjemput APBN dan APBD Provinsi Riau secara masif. Infrastruktur strategis seperti jalan penghubung antar-kabupaten atau dermaga utama harus digeser menjadi tanggung jawab nasional atau provinsi.

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD): Salah satunya sektor perkebunan sawit dan kelapa yang melimpah di Inhil harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah melalui skema bagi hasil yang adil.

Skema Pembiayaan Alternatif: Mulai melirik kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan besar secara terarah khusus untuk infrastruktur desa ring satu mereka.

Jika APBD Inhil terus bertahan di angka saat ini tanpa ada lompatan strategi pencarian dana segar, maka impian melihat jalan mulus dari Tembilahan hingga ke pelosok Keritang, Mandah, atau Pulau Burung baru akan terwujud dalam 3 hingga 4 periode pemerintahan ke depan—itu pun dengan syarat situasi ekonomi stabil.

Warga Inhil nampaknya masih harus memupuk rasa sabar yang amat dalam, atau mulai menuntut para pemimpinnya untuk tidak sekadar menjadi “manajer anggaran”, melainkan petarung yang kreatif menjemput bola anggaran di Jakarta. Hal ini sudah tampak dilakukan oleh pemimpin di Negeri Hamparan Kelapa, H Herman.

(Opini Sang Penghibur)




Keajaiban di Atlanta: Comeback Epik Argentina Kubur Impian Mesir

ARBindonesia, OLAHRAGA — Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah sepak bola modern. Juara bertahan Argentina nyaris mengepak koper lebih awal sebelum akhirnya bangkit secara luar biasa untuk menumbangkan Mesir dengan skor 3-2 di Atlanta Stadium.

Babak Pertama: Kejutan The Pharaohs dan Kegagalan Penalti Messi

Mesir asuhan Hossam Hassan langsung mengejutkan publik Atlanta pada menit ke-15. Memanfaatkan skema umpan lambung, Yasser Ibrahim berhasil menanduk bola ke gawang Emiliano Martínez, membawa Mesir unggul 1-0.

Argentina mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan lewat titik putih setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak terlarang. Namun, kiper muda Mesir, Mostafa Shobeir, tampil heroik dengan membaca arah bola dan menepis tendangan penalti Lionel Messi. Skor 1-0 untuk keunggulan Mesir bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Drama VAR dan Puncak Ketegangan

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan kian memanas dan dipenuhi keputusan krusial. Menit 58 (Gol Dianulir), Mesir sempat bersorak setelah Mostafa Zico mencetak gol kedua memanfaatkan umpan Mohamed Salah. Namun, setelah meninjau monitor VAR, wasit François Letexier menganulir gol tersebut karena Marwan Attia dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu dalam proses serangan.

Menit 67 (Mesir Menjauh) Zico akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0 setelah menuntaskan serangan balik cepat hasil kerja sama Salah dan Haissem Hassan.

11 Menit Magis Kebangkitan Sang Juara Bertahan

Ketika laga tampak akan dimenangkan oleh Mesir, mentalitas juara Argentina berbicara dalam kurun waktu sebelas menit terakhir waktu normal.

Menit 79 (Gol Cristian Romero): berawal dari umpan silang akurat, sundulan tajam Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Menit 83 (Gol Lionel Messi), membayar tuntas kegagalan penaltinya, kapten La Albiceleste ini melepaskan tendangan voli tanpa kontrol di dalam kotak penalti yang membuat Shobeir mati langkah. Skor imbang 2-2.

Menit 90+2 (Gol Kemenangan Enzo Fernández): Di masa injury time, pemain pengganti Lautaro Martínez mengirimkan umpan silang lambung yang disambut dengan sundulan terarah oleh Enzo Fernández ke pojok atas gawang. Gol ini sekaligus tercatat sebagai gol ke-3.000 dalam sejarah Piala Dunia.

Kemenangan dramatis 3-2 ini mengantarkan Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Swiss, sementara Mesir harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan yang sangat luar biasa. (Arb)




Tangan Pemerintah Hadir Ditengah Duka, Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Tembilahan Hilir

Tembilahan – Musibah memang datang tanpa mengetuk pintu. Dalam hitungan menit, kobaran api menghanguskan rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh, tempat berkumpul keluarga, dan tempat tumbuhnya harapan. Namun, di balik kepulan asap dan puing-puing yang tersisa, hadir sebuah pesan yang menenangkan hati: rakyat tidak sendiri, pemerintah hadir di tengah duka.

Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat, Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Tembilahan Hilir, Selasa (7/7/2026). Kehadiran Bupati bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan, tetapi menjadi simbol bahwa di setiap musibah yang menimpa rakyat, pemerintah akan selalu berdiri di barisan terdepan.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Ketua BAZNAS Kabupaten Indragiri Hilir, Camat Tembilahan, Danramil Tembilahan, Kapolsek Tembilahan, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Kecamatan, Ketua RT/RW, mahasiswa Kukerta Universitas Riau, serta berbagai unsur masyarakat yang turut menunjukkan kepedulian dan solidaritas.

Musibah kebakaran yang terjadi mengakibatkan 3 unit rumah terdampak, terdiri dari 2 unit rumah hangus terbakar dan 1 unit rumah mengalami rusak berat. Meski harta benda musnah dilalap api, semangat untuk bangkit tidak ikut terbakar. Kepedulian yang mengalir dari berbagai pihak menjadi cahaya harapan bagi para korban.

Melalui Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, para korban menerima bantuan berupa paket sembako, selimut, kasur, tenda gulung, lauk pauk, makanan siap saji, serta perlengkapan dapur sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.

Kepedulian juga diwujudkan oleh BAZNAS Kabupaten Indragiri Hilir yang menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp6.500.000. Sementara itu, masyarakat Kelurahan Tembilahan Hilir bersama mahasiswa Kukerta Universitas Riau berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp2.300.000, membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Indragiri Hilir.

Tak kalah mengharukan, Organisasi Sekail Umpan di bawah naungan Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir yang diketuai oleh Ibu Hj. Katerina Susanti Herman menggerakkan masyarakat untuk mengumpulkan pakaian layak pakai bagi para korban. Dari tangan-tangan yang peduli lahirlah harapan baru, bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun mampu menghangatkan hati mereka yang sedang dilanda cobaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Herman memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh unsur yang telah berjibaku sejak awal kejadian. Penghargaan disampaikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, Fire Rescue PSMTI, Padupai, Pemerintah Kecamatan Tembilahan, Koramil Tembilahan, Polsek Tembilahan, serta seluruh masyarakat yang tanpa mengenal lelah bahu-membahu memadamkan api sehingga kobaran tidak meluas ke rumah-rumah lainnya.

“Musibah mungkin tidak bisa kita hindari, tetapi kepedulian adalah pilihan. Hari ini kita membuktikan bahwa Indragiri Hilir tidak pernah membiarkan warganya menghadapi ujian seorang diri. Selama kita tetap bersatu dan saling menguatkan, tidak ada cobaan yang terlalu berat untuk dilalui bersama,” ungkap Bupati.

Camat Tembilahan, Ari Syuria, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Menurutnya, kehadiran langsung kepala daerah bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan ketenangan, semangat, dan keyakinan bagi masyarakat bahwa pemerintah selalu hadir bersama rakyat dalam setiap keadaan.

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Di antara puing-puing yang masih menyisakan luka, tumbuh harapan baru. Musibah ini menjadi pengingat bahwa bangunan memang dapat roboh karena api, tetapi persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian tidak akan pernah dapat dipadamkan.

Karena sejatinya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi dari seberapa erat pemerintah dan masyarakat saling menggenggam tangan ketika musibah datang. Itulah wajah Indragiri Hilir hari ini: hadir, peduli, dan bergerak bersama untuk rakyat.




Bupati Inhil Salurkan Bantuan Korban Kebakaran, Sinergi Lintas Instansi Ringankan Beban Warga

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kepedulian nyata ditunjukkan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, saat menyerahkan langsung bantuan logistik kepada warga yang menjadi korban kebakaran permukiman di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Selasa (7/7).

Kehadiran orang nomor satu di Inhil ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama berbagai elemen untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bupati didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, perwakilan Dinas Sosial, BAZNAS, TP PKK, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau. Kehadiran lintas instansi dan organisasi masyarakat memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam membantu sesama.

Bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, ditujukan untuk meringankan beban tiga kepala keluarga yang terdampak. Paket sembako, peralatan dapur, selimut, kasur, hingga tenda gulung disalurkan oleh BPBD dan Dinas Sosial.

BAZNAS menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp6,5 juta, TP PKK menyerahkan pakaian layak pakai, sementara mahasiswa KKN UNRI turut menyumbangkan hasil penggalangan dana senilai Rp2 juta.

Bupati Herman menyampaikan apresiasi atas gerak cepat seluruh pihak. “Musibah ini menjadi duka kita bersama. Saya berterima kasih kepada semua yang telah menunjukkan kepeduliannya. Semoga bantuan ini meringankan beban para korban sekaligus memberi semangat untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan BPBD Inhil. Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat dinilai sebagai modal penting dalam penanganan pascabencana, sekaligus wujud nyata perlindungan dan pelayanan terbaik bagi warga yang terdampak. (Adv)




Wahana Bermain Modern Siap Hadir di Pasar Modern Pasir Pengaraian November 2026

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Wajah Pasar Modern Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dipastikan akan semakin memikat. PT Inovasi Wahana Anak (IWA) secara resmi memaparkan rencana (ekspose) pemasangan fasilitas Play Ground modern yang akan ditempatkan di lantai 3 pasar tersebut.

Pemaparan rencana besar ini berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu pada Senin (6/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Rohul, Anton, ST, MM.

Turut hadir dalam agenda penting tersebut Pj Sekretaris Daerah Drs. H. Yusmar, M.Si, Plt Kepala BPKAD Abdurrochim, SE, M.Si, Plt Kadis Perkim Desmadiana, S.Sos, MM, Kabag Ekonomi dan SDM, Kabag Adwil, serta jajaran Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Rohul.

Proyek strategis yang digerakkan oleh investor utama ini direncanakan berjalan dalam dua tahapan dengan total nilai investasi mencapai Rp10 Miliar:
Tahap Awal: Kucuran dana sebesar Rp6,6 Miliar untuk pengelolaan area seluas 2.000 m².

Tahap Lanjutan: Kucuran dana tambahan untuk memperluas area 2.000 m² berikutnya, sehingga total investasi genap menyentuh angka Rp10 Miliar.

Target pemasangan wahana hiburan keluarga ini dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026 mendatang.

Owner PT Inovasi Wahana Anak (IWA), Jhoni Noharuddin, menjamin bahwa play ground ini tidak akan membosankan. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan penyegaran dan pembaruan jenis permainan secara berkala.

“Kami akan selalu melakukan upgrade ke bentuk permainan terbaru paling lama per 3 tahun sekali. Hal ini dilakukan demi menyesuaikan kebutuhan zaman dan memastikan permainan tetap inovatif bagi pengunjung,” ujar Jhoni.

Secara teknis, wahana bermain ini diperkirakan memiliki kapasitas yang sangat besar, yakni mampu menahan beban setara dengan 2.000 pengunjung dalam kurun waktu bersamaan.

Merespons paparan matang dari PT IWA, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek ini. Kehadiran play ground dinilai mampu mendongkrak roda perekonomian dan menjadi magnet wisata baru di Rokan Hulu.

Kendati mendukung penuh, Orang Nomor Satu di Rohul ini tetap memberikan catatan kritis demi keamanan masyarakat. Ia meminta dinas-dinas terkait untuk bergerak cepat memeriksa aspek legalitas dan kelaikan fisik bangunan.

Ketahanan Bangunan: Dinas terkait diminta menguji kekuatan struktur lantai 3 Pasar Modern agar mampu menampung beban operasional wahana secara aman.
Kelengkapan Izin: Segala urusan birokrasi dan perizinan harus diselesaikan secara clean and clear agar tidak menyalahi aturan hukum yang berlaku.

“Saya minta dinas terkait segera melengkapi segala keperluan, termasuk perizinan dan ketahanan bangunan. Jangan sampai ada aturan yang dilanggar. Saya harap dalam waktu sesingkat-singkatnya semua dokumen clear, sehingga target pemasangan di bulan November nanti bisa langsung dilaksanakan,” tegas Bupati Anton menutup arahannya. (Adv)




Diresmikan Bupati Inhil, Wahana Nonton Digital Pertama di Riau Hadir di Tembilahan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir, H Herman meresmikan Layar Digi bersama Bebek Bumbu Ireng Ojolali yang berlokasi di Jalan Baharuddin Yusuf, Parit 10, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (6/7/2026) malam.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Herman, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, serta disaksikan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kehadiran Layar Digi menjadi warna baru bagi dunia hiburan di Indragiri Hilir. Wahana nonton digital ini tercatat sebagai yang pertama di Provinsi Riau, bahkan di Pulau Sumatera, sekaligus menjadi yang kedua di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Herman menyampaikan apresiasi atas hadirnya Layar Digi yang dinilai mampu menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat, khususnya pecinta film.

“Antusiasme masyarakat malam ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan kehadiran Layar Digi bisa menjadi hiburan baru bagi masyarakat Tembilahan dan sekitarnya,” ujarnya.

Herman juga berharap konsep hiburan digital ini dapat terus berkembang hingga menjangkau kecamatan lain, seperti Kateman dan Keritang, sehingga masyarakat di berbagai wilayah memiliki akses hiburan yang lebih dekat.

“Kita berharap ke depan Layar Digi bisa hadir juga di beberapa kecamatan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati hiburan bersama keluarga,” tambahnya.

Usai peresmian, Bupati Herman bersama Katerina Susanti turut menyaksikan salah satu film bersama pengunjung. Keduanya juga menyapa masyarakat yang hadir dan berbincang dengan sejumlah penonton yang antusias menikmati pengalaman menonton di Layar Digi. (Adv)