Warga Muara Enim Tewas Diterkam Harimau Sumatera

harimau sumatera. ©REUTERS/Mike Blake





ARB INdonesia, SUMATERA SELATAN – Serangan harimau Sumatera terhadap manusia di Sumatera Selatan kembali terulang. Seorang warga bernama Mustadi (50), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Muara Enim, tewas mengenaskan akibat diterkam raja hutan.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama rekannya, Irian (32), baru saja menggiling kopi di kebun di kawasan hutan Seribu Kebun Pedamaran, Kecamatan Kota Agung, Lahat, Kamis (12/12) sore. Lokasi itu berjarak sekitar 2,5 jam dari Lahat.

Seusai menggiling kopi, korban bermaksud mengambil burung pikat miliknya yang berjarak sekitar sepuluh meter dari pondok. Tiba-tiba, saksi melihat harimau berjalan ke arah korban.





Belum sempat menyelamatkan diri, korban langsung diterkam hewan buas dilindungi itu. Saksi berlari ke pondok dan memukul-mukul seng agar harimau pergi.

Usaha saksi berhasil, harimau kabur. Namun begitu saksi mendekati korban, harimau itu kembali datang dan berusaha menyerangnya. Dia keluar kebun dan meminta pertolongan warga setempat.

Kasatreskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Pajar Bulan. Korban mengalami luka parah akibat serangan itu, seperti luka di leher depan, luka menganga di dada kanan, sebagian organ dada hilang, kaki kiri hilang dan telapak kaki kanan hilang.

“Korban tewas di tempat dengan banyak luka akibat serangan harimau Sumatera,” ungkap Satria, Jumat (13/12).





Dikatakannya, tim medis menawarkan dilakukan autopsi terhadap mayat korban. Namun keluarga menolak sehingga diserahkan untuk dimakamkan. Pihaknya kini berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk langkah selanjutnya.

“Untuk sementara kami minta petani atau warga sekitar menghindari wilayah hutan atau masuk ke kebun dulu sambil menunggu situasi kondusif,” imbaunya. (*)





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/warga-muara-enim-tewas-diterkam-harimau-sumatera.html




9 Rumah Warga di Sumbar Hanyut Dihantam Arus Sungai Batang Suliti

Dampak luapan Sungai Batang Suliti. ©2019 Merdeka.com/Antara





ARB INdonesia, SUMATERA BARAT – Sebanyak sembilan rumah warga di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, hanyut dan roboh karena hantaman arus sungai yang mengalami peningkatan debit air akibat hujan pada Kamis (12/12) hingga Jumat.

Camat Koto Parik Gadang Diateh, Syahrul Munir, saat dihubungi dari Padang, Jumat, menyebut enam rumah warga yang hanyut berada di Nagari Balun karena dihantam arus Sungai Batang Suliti.

Kuatnya arus karena peningkatan debit air juga menyebabkan 300 meter jalan alternatif di Kandang Banih retak. Kerusakan jalan ini mengakibatkan akses warga Sungai Pangkua terganggu.

Hantaman arus Sungai Batang Suliti juga menyebabkan satu rumah warga di Sungai Ipuah rusak.

“Penghuni rumah saat ini telah mengungsi ke rumah sanak keluarga,” sebutnya.





Rumah rusak akibat arus sungai juga terjadi di daerah Batang Lolo. “Di Batang Lolo dua rumah warga runtuh,” ujarnya.

Sejumlah sawah warga di Sungai Manau juga tertimbun lumpur yang berasal dari bukit yang berada di daerah itu, sebutnya.

Longsor juga kembali terjadi di daerah Pinti Kayu, Pakan Rabaa Timur, Koto Parik Gadang Diateh yang membuat akses masyarakat terganggu. “Jalan masih bisa dilewati tapi terganggu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, data tersebut merupakan data sementara.

Sementara laporan Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, selain longsor di Bukik Rampuang, di Pinti Kayu Gadang jalan penuh batu batu akibat anak air sungai Pinti Kayu Gadang meluap.

Kemudian terjadi longsor di depan SD Tanjuang Nan 44, sementara di Galagah jalan penuh dengan bebatuan dan terdapat satu unit rumah hanyut





Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/9-rumah-warga-di-sumbar-hanyut-dihantam-arus-sungai-batang-suliti.html




Lagi-lagi Bus PT RAPI Tabrakan, Belasan Penumpang Luka Berat

Korban kecelakaan Bus PT RAFI tengah dirawat di IGD RSUD Arifin Ahmad. Foto haluanriau.co





ARB INdonesia, PEKANBARU – Penumpang Bus PT. RAPI terpaksa dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Ahmad. Bus yang hendak menuju Lampung itu mengalami kecelakaan di Jalan Yos Sudarso KM 65 Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (12/12).

Bus PT RAPI bisa dibilang, angkutan umum yang selalu mengalami kecelakaan di jalan lintas. Bus ini terkenal dengan kecepatan dan sering ugal ugalan.

Kasat Lantas (Kaslan) Polresta Pekanbaru, AKP Emil Eka Putra, mengatakan, Bus dengan nomor polisi BK 7408 DE berlaga kambing dengan satu unit truck Fuso Isuzu dengan nomor Polisi BM 9635 AO.

Kecelakaan terjadi saat bus yang membawa 16 penumpang itu hendak mendahului kendaraan yang berada di depan nya.





“Jadi waktu bus itu mendahului kendaraan lain, dari arah yang berlawanan ada mobil truk Isuzu, akhirnya terjadilah laga kambing antara bus dan mobil truk. Kondisinya usai tabrakan kedua mobil ringsek pada bagian depan dan melintang di jalan raya,” kata Emil, Kamis (12/12).

Data yang diperoleh petugas kepolisian dilapangan, mobil bus membawa penumpang sebanyak 16 orang, dimana 13 diantaranya mengalami luka-luka mulai dari bagian wajah, kaki, jari-jari hingga ke kepala.

Beruntung, sebut Emil, kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, sementara yang luka-luka ada 13 orang dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis,” Ujar Emil.





Adapun identitas penumpang ialah Mahmud Sembiring (30), Parlila (49), Dian Edi (55), Indra Kesuma (25), Aminuddin (30), Sudiman (68), Hari Hidayat (53), Tialim Saragih (44), Mahdalena Saragih (62), Melina Saragih, Rabbi Eliman Saragih (51), Syaiful, dan Supir bus Agus Mando Manik (40).

Sementara, untuk supir truk diduga melarikan diri karena saat dilakukan olah TKP yang bersangkutan tidak ada dilokasi. Untuk penyebab kecelakaan diduga pengemudi Mobil Bus Rapi BK 7408 DE, Pada saat mendahului tidak memiliki pandangan yang bebas dan tidak tersedia ruang gerak yang cukup.

Disamping itu salah satu penumpang, Dian Edi (55), mengakui bahwa Bus tersebut dalam keadaan laju, dan beberapa kali sudah mendahului kenderaan. “Kejadian pas nya saya gak ingat betul, setahu saya mobil tu mau menyalip kenderaan di depan, cukup laju juga,” Jawab Edi saat ditemui di IGD RSUD Arifin Ahmad, Kamis (12/12).





Edi berangkat dari Medan pada Rabu (11/12) sekitar pukul 16:00 WIB, ia bersama istrinya, Parlila (49) hendak pulang ke Belilas, INHU. Akibat nya, ia mengalami luka ringan di kepala, sedangkan istrinya mengalami cedera parah tangan sebelah kanan.

“Saya cuman luka di kepala, nih udah di perban. Tapi istri saya cukup parah, tangan nya patah tebu dan harus di operasi,” Cetus Edi.

Selain Edi, terlihat seorang terbaring diranjang dalam ruangan Trauma IGD RSUD Arifin Ahmad, jari tangan kirinya dibalut perban. “Dokter bilang katanya jari manis dan tengah saya akan dioperasi. Itu tadi kejepit kursi, karena baut kursi pada lepas,” sebut Marliana Saragih.





Ia menumpangi Bus itu bersama dengan kakak dan adiknya hendak menjenguk saudara nya yang tengah sakit di Pekanbaru.

Kemudian pada saat bus jatuh, tangan kiri Mardiana sudah terjepit begitu juga dengan kakinya. Sehingga mengalami luka dan harus dioperasi.

“Kami berempat orang. Saya bersama dengan kaka pertama Mardalena saragih (paling tua), Rabwi Elimam Saragih (nomor tiga), adek saya nomor empat selamat Tialim Saragih,” Singkat nya. (*)





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/13/lagi-lagi-bus-pt-rapi-tabrakan-belasan-penumpang-luka-berat/




Dari 1.500 ASN Pelalawan, 1.428 Orang Dinyatakan Negatif Narkoba

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan AKBP Andi Salamon.(Anton Dalimunthe)





ARB INdonesia, PELALAWAN – Dari 1.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan direncanakan akan mengikuti tes urine. Namun dari jumlah tersebut, hanya 1.428 orang ASN yang hadir dan dinyatakan negatif narkoba.

“Sisanya yang tidak hadir didominasi kaum wanita. Ada yang lagi hamil, halangan (haid, red), dinas luar, pensiun dan mutasi ke lain daerah,” ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan AKBP Andi Salamon, Kamis (12/12).





Dijelaskannya lagi, bagi ASN yang tidak datang hingga batas waktu akhir diharapkan dapat kooperatif dengan melakukan pemeriksaan di Kantor BNNK Pelalawan.

“Yang tidak hadir akan kita lakukan pemantauan terus menerus, sebab bisa saja mereka terindikasi penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini juga Andi mengharapkan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar dapat mengirimkan para ASN di jajaran wilayah kerjanya untuk dilakukan tes urine.

“Ini merupakan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kalau memang terindikasi penyalahguna narkotika kita akan lakukan rehabiltasi,” kata Andi mengakhiri. (*)





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/12/dari-1-500-asn-pelalawan-1-428-orang-dinyatakan-negatif-narkoba/




Perkuat Sinergitas, Pelindo I Tembilahan Gelar Port Community

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Tembilahan menggelar kegiatan Port Community yang bertema “Sinergitas Pemerintah Daerah dan Stakeholders Terkait Dalam Bidang Kepelabuhanan dan Logistik” yang bertempat di Hotel Top 5 Tembilahan, Kamis, (12/12 2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Plt. Asisten III Administrasi Umum Setdakab Inhil RM Sudinoto, Kepala Dinas Perhubunga Wiryadi, Kepala Kantor Imigrasi Nazaruddin, General Manager Pelindo I cabang Tembilahan Yusrizal serta segenap stakeholder Pelindo I.





General Manager Pelindo I, Yusrizal mengatakan pada kegiatan ini, selain dari memperkuat sinergitas antara mitra dan komunitas pelabuhan, Pelindo I juga menyerahkan bantuan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

“Bantuan untuk pembangunan Masjid Nurul di Jalan Kuala Enok, pembangunan Pesantren Minhajusunnah, serta bantuan motor Ambulance Desa kepada Puskesma Tembilahan Kota,” Imbuh Yusrizal. (Arb)




Pelindo I Cabang Tembilahan Serahkan Bantuan Ambulance Roda Tiga Untuk Puskesmas Tembilahan Kota

Foto Ilustrasi, Internet





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I cabang Tembilahan menyerahkan bantuan satu unit Ambulance roda 3 jenis Viar kepada Puskesmas Tembilahan Kota, yang nantinya akan dioperasikan di wilayah seberang Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

General Manager PT Pelindo I cabang Tembilahan, Yusrizal mengatakan, pemberian bantuan satu unit Ambulance ini atas pengajuan Puskesmas Tembilahan Kota, yang dimaksudkan untuk membawa pasein yang rumahnya tidak mungkin bisa dilalui roda empat.

“Misalkan di seberang Tembilahan ada orang yang sakit, tidak perlu ditandu atau dibonceng dengan sepeda motor lagi, cukup dengan Ambulance roda tiga sudah bisa mengatasi,” imbuh Yusrizal kepada ARB INdonesia, Kamis (12/12/2019).





Selain itu Yusrizal juga menyampaikan dengan adanya ambulance ini mampu mempermudah akses masyarakat seberang Tembilahan yang ingin  berobat ataupun bersalin kerumah sakit atau puskesmas.

“Digunakan sebaik mungkin, semoga Ambulance ini bermanfaat bagi masyarakat seberang Tembilahan khususnya,” ujarnya.





Sementara itu, Kepala Puskesmas Tembilahan Kota, Hj Wahyu Winda mengungkapkan kebahagiaannya dan mengucapkan terimakasih kepada PT Pelindo I cabang Tembilahan.

“Dengan adanya bantuan Ambulance ini, mampu mangatasi keterbatasan alat transportasi untuk merujuk ibu bersalin di wilayah seberang Tembilahan,” imbuhnya.





Untuk diketahui, pemberian bantuan satu unit Ambulance roda tiga kepada Puskesmas Tembilahan Kota tersebut menggunakan dana CSR dari PT. Pelindo I cabang Tembilahan dengan nilai kurang lebih 60 juta rupiah.

Penyerahan tersebut dilakukan disela kegiatan kegiatan Port Community yang di gelar oleh Pelindo I cabang Tembilahan di Aula Hotel Top 5 Tembilahan, Kamis (12/12/2019).

Reporter Arbain