LPK 8 Yan Ehksan Siap Tampung Kopra Putih Masyarakat Dengan Harga Fantastis

Foto : LPK 8 YES saat memaparkan konsep ekonomi kerakyatan melalui turunan kelapa dengan pengolahan yang berstandar export didepan tamu dari Negara Tetangga Malaysia. 14 Juli 2019

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Lembaga Pelatihan Keterampilan 8 Yan Ekhsan (LPK 8 YES) mengungkap siap menampung kelapa kopra putih masyarakat dengan harga pantastis.

“Jika sesuai spesifikasi, kita siap menampung dengan bandrol harga Rp 12.000 /Kilogramnya,” ujar Yan Ekhsan selaku Pendiri LPK 8 YES, Minggu (17/11/2019).

Spesifikasi yang dimaksud adalah pengolahan kopra putih yang sangat memperhatikan kebersihan dan prosedur yang ketat, sehingga dihasilkan kopra putih yang kering, higienis, bersih dan bebas dari kontaminasi jamur serta memiliki warna putih mutiara beraroma harum kelapa atau Kopra putih edible.

Contoh Kopra Putih Edibel/Ukuran Kecil. Rp. 12.000/Kg. Foto Yan Ekhsan

Hal itu disampaikan Yan Ekhsan  saat menjadi narasumber pada acara  Ngobrol Pintar (Ngopi) bersama Bung Adit dan Bung Arbain di Hotel Inhil Pratama (IP) Tembilahan.

Dalam acara itu, Yan Ehksan juga menjelaskan sebuah perbandingan hasil yang didapat antara penjualan kelapa bulat dengan penjualan kelapa yang diolah menjadi kopra putih.

Acara Ngobrol Pintar (NGOPI) bersama Yan Ekhsan yang dipandu oleh Bung Adit dan Bung Arbain di Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Minggu (17/11/2019) malam. Foto Dody Ralibi

“Sederhananya dari 4 Kg kelapa bulat, jika diolah menjadi Kopra Putih akan menjadi 1 Kg kopra Putih, dengan perbandingan Empat banding Satu (4:1),” imbuhnya.

Anggap saja dari 4 Kg  kelapa bulat yang ukurannya kecil, dihargai 1.000 rupiah perkilogramnya. Jika di jual bulat, kita hanya mendapatkan 4.000 Rupiah (1.000 x 4 Kg). Namun, jika diolah menjadi kopra putih, dari 4 Kg kelapa bulat tersebut, akan menghasilkan 1Kg kopra putih. Dengan kalkulasi 1Kg x 12.00012.000  Rupiah.

Contoh Kelapa Bulat Ukaran Kecil. Foto Yan Ekhsan

“Bandingkan saja selisihnya, jika kita menjual kelapa bulat dengan di olah menjadi kopra putih, dan itu belum termasuk batok kelapanya, jika diolah menjadi arang juga memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkap Yan Ekhsan.

Selain itu, LPK 8 Yan Ekhsan juga menyatakan siap memberikan pembelajaran pengolahan kopra putih yang bernilai  ekpor kepada masyarakat secara gratis.

“Kenapa harus ada pembelajaran, agar kwalitas yang dihasilkan memang benar-benar sesuai standar permintaan pasar. Siapapun yang datang ke LPK 8 akan tetap kita layani”, ucap Yan Ekhsan yang beralamat di Jalan Tanjung Priuk ujung, Tembilahan.

Arbain




Sejarah Singkat Awal Mula TMMD Masuk di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pada mulanya program Kemanunggalan TNI dengan rakyat ini bukanlah bernama Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) melainkan ABRI Masuk Desa (AMD) yang merupakan cetusan dari Jenderal M.Jusuf pada tahun 1980.

Seiring perkembangan waktu dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI pada tanggal 1 April 1999 ABRI Masuk Desa (AMD) berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

loading…



Memang hal tersebut tidak banyak yang mengetahui tentang  AMD telah berubah menjadi TMMD, ini sudah berlangsung lama. Karena sejalan dengan pergerakan waktu TMMD tahun 2019 sudah yang ke-106, perlu diketahui dimasa lalu sekita tahun 80-an program ini terkenal dengan sebutan AMD.

Sedangkan untuk Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) awal masuknya TMMD bermula pada tahun 1995 yang mana pada saat itu masih bernama AMD.

Hal tersebut disebutkan Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faisal saat menjadi narasumber dalam program Ngobrol Pintar (NgoPi) yang dipandu oleh Bung Adit dan Bung Arbain baru-baru ini.

“Untuk Inhil pertama kali masuk TMMD yaitu pada tahun 1995,” ungkap Letkol Inf Imir Faisal ketika menjawab pertanyaan dari Bung Adit.

Dikatakannya juga, program TMMD ini sangatlah membantu Pemerintah daerah dalam mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat daerah terpencil atau pelosok maupun Desa tertinggal.

“Disamping itu  melalui untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat program TMMD juga mempunyai misi yang mulia yakni mempertahankan semangat kekeluargaan dan budaya gotong royong”pungkasnya.(arb)




10 Paket Sembako untuk Janda Tua dan Fakir Miskin dibagikan oleh LKP Insan Mulia dan RQ Darul Razak

ARB Indonesia, Tembilahan – LKP Insan Mulia dan RQ Darul Razak Bagikan Sembako kepada Janda Tua dan Fakir Miskin,- LKP Insan Mulia Inhil bekerja sama dengan RQ Darul Razak menyerahkan bantuan paket sembako kepada 10 penerima paket sembako terdiri dari janda tua, dan fakir miskin di Jalan Pangeran Hidayat, Tembilahan.

Bantuan berjumlah 10 paket bahan pokok yang terdiri dari beras, tepung, gula dan minyak makan tersebut, diserahkan secara langsung melalui tim LKP Insan Mulia Inhil Susi Aris Setiawati dan Siti Radiah.

Ketua LKP Insan Mulia Inhil Yuslizar saat dikonfirmasi oleh Indragirione.com mengungkapkan, penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat tidak mampu tersebut telah berjalan selama ini. Ia menjelaskan kegiatan tersebut terselenggara berkat kesadaran kita semua dalam menyalurkan zakat atau infaq, Minggu (17/11/2019).

“Dengan kondisi yang memungkinkan kami mengantarkan langsung ke rumah-rumah bapak dan ibu sehingga masyarakat tidak perlu repot datang untuk mengambil bantuan sembako ini,” kata Yuslizar. 

Yuslizar juga memohon doa dari segenap masyarakat agar ke depan jumlah bantuannya yang disalurkan bisa lebih banyak, baik dari segi jumlah penerima maupun jumlah sembako.

Ia juga menambahkan, bahwa tujuan pembagian sembako ini adalah membantu memenuhi keperluan pokok masyarakat yang kurang mampu. Sehingga para penerima sembako turut bergembira. 

“Kami berharap doa dari masyarakat agar LKP Insan Mulia Inhil dan RQ Darul Razak lebih maju, terus tumbuh. Dan tentu saja untuk masyarakat agar selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dari Allah SWT,” kata Yuslizar. (arb)




Festival Budaya ‘Menongkah’ Tahun 2019 di Inhil Resmi Dibuka

Foto : Dody Ralibi

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi Festival Menongkah Tahun 2019, di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (16/11).

“MENONGKAH adalah adalah suatu teknik masyarakat  Suku Duanu di Desa Tanjung Pasir dalam mencari KERANG di padang lumpur dengan menggunakan papan selancar”.

Festival tahunan ini turut dihadiri oleh Disparporabud, H Junaidi, Anggota DPRD Inhil, Hasanuddin, Fokopimda Inhil, Fokopimcam, Kepala desa dan jajaran Pemerintah Desa, serta tamu undangan dari Negara Malaysia dan Singapore.

Dalam sambutannya HM Wardan menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan terus memberikan perhatian pada kebudayaan Menongkah ini, dan terus berupaya menjadikannya sebagai salah satu wisata budaya yang menarik, sehingga nantinya  mampu mengangkat sektor pariwisata di Indragiri Hilir.

“Tradisi Menongkah ini merukapan tradisi leluhur masyarakat Suku Duanu, dan ini  merupakan even wisata Kabupaten Inhil dan telah menjadi kalender wisata Provinsi Riau,”

Selain itu, HM Wardan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2018 lalu, Budaya Menongkah yang dilakukan oleh Suku Duanu ini pernah mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori Menongkah massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta, dan mandi lumpur dengan peserta terbanyak pada Agustus 2016 lalu.

” Prestasi Itu hendaknya terus kita pertahankan dan ditingkatkan, karena festival menongkah ini merupakan sebuah kegiatan budaya tradisional daerah untuk mendukung khazanah budaya bangsa  sebagai ikon budaya Kabupaten Inhil, Provinsi Riau,” tutur Bupati Inhil, HM Wardan.

Lebih lanjut, HM Wardan juga mengatakan tujuan lain dari festival Menongkah ini guna untuk menjaga eksistensi budaya tradisional masyarakat Suku Duanu agar tidak  punah kelestariannya.

Untuk diketahui, pada pergelaran Festival ini, berbagai perlombaan juga dilaksanakan seperti perlombaan Menongkah, Merampah dan Lompat Lumpur.

(Arbain)




Jelang Pembukaan Festival Budaya ‘Menongkah’ di Desa Tanjung Pasir, Masyarakat Sudah Membeludak

loading…



ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Menjelang pembukaan Festival ‘Menongkah‘ tahun 2019 di Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, masyarakat terlihat sudah memadati lokasi tempat festival Menongkah akan diselenggarakan,Sabtu (16/11).

Dari pantauan langsung dilokasi terlihat kursi tamu yang disediakan panitia tidak mampu menampung dari banyaknya masyarakat yang datang untuk menyaksikan pembukaan Festival tersebut.

Terlihat masyarakat juga memenuhi  teras-teras rumah yang ada disekitar lokasi pembukaan festival, bahkan sampai memenuhi teras Masjid.

“MENONGKAH adalah adalah suatu teknik Masyarakat suku Duanu di Desa Tanjung Pasir dalam mencari KERANG di padang lumpur dengan menggunakan papan seluncur”.

ARB




Serikat Pekerja Tolak Ahok Pimpin Pertamina

Ilustrasi serikat pekerja Pertamina. (CNNIndonesia/Hesti Rika Pratiwi).

loading…



ARB INdonesia, JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak penempatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kursi direksi maupun komisaris PT Pertamina (Persero).

Presiden FSPPB Arie Gumilar mengaku khawatir dengan sikap Ahok yang kerap membuat kegaduhan dan keributan, yang berujung pada bisnis dan pelayanan Pertamina ke depan. Bisnis dan pelayanan yang dimaksud adalah menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh daerah di Indonesia.

“Semua tahu bagaimana rekam jejak, sikap, dan perilaku yang bersangkutan (Ahok) yang selalu membuat keributan dan kegaduhan dimana-mana. Bahkan seringkali berkata kotor,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).

Pertamina, sambung Arie, adalah salah satu BUMN strategis yang wajib menyediakan serta memastikan pasokan BBM cukup di seluruh daerah. Jika bisnis terganggu karena sikap pemimpinnya yang ‘doyan’ membuat keributan, maka akan menjadi masalah untuk jangka panjang.

“(Memastikan pasokan BBM di seluruh negeri) Itu tidak mudah, pertamina harus bisa fokus dan penuh dengan konsentrasi tinggi,” terang dia.

Sekadar mengingatkan, serikat pekerja Pertamina juga pernah menolak Nicke Widyawati sebelum dilantik sebagai direktur utama definitif. Alasannya, Nicke orang luar Pertamina. Nicke sendiri berkarier di PT PLN (Persero) sebelum ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pertamina.

Jauh sebelum itu, serikat pekerja Pertamina juga pernah mempertanyakan keputusan pemerintah yang menunjuk Dwi Soetjipto sebagai direktur utama perusahaan pada 2014 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan justru membela Ahok. Menurutnya, penolakan serikat pekerja perlu dipertanyakan karena Ahok dipandangnya sebagai sosok yang baik dan mumpuni mengembangkan bisnis di BUMN, termasuk Pertamina.

“(Ahok) orang baik, mau bikin lurus bersih ya, ya masa (perusahaan) tidak mau dibersihin,” ucapnya.

Ahok senter bakal dijadikan bos BUMN usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11) kemarin. Usai pertemuan, Ahok menyatakan diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN.

Erick mengatakan sosok Ahok dilirik pemerintah karena memiliki latar belakang dan karakter pendobrak yang dimilikinya. Karakter tersebut merupakan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin BUMN pada saat ini.

“BUMN 142 perusahaan, kami perlu figur-figur yang bisa mendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kami harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya rekam jejak pendobrak,” pungkas Erick.

Sumber CNNIndonesia.com
https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20191116100303-92-448876/serikat-pekerja-tolak-ahok-pimpin-pertamina