Hindari Kiamat, Rusia Siapkan Robot Penghancur Meteor di Bulan

Badan antariksa Rusia Roscosmos. FOTO/ Ist





ARB INdonesia, MOSCOW – Keberadaan asteroid atau meteor yang semakin mengancam keberadaan bumi membuat dunia bereaksi. Mereka mengganggap jika meteor-meteor besar itu tidak dihalau niscaya kiamat akan terjadi.

Rusia akan bangun pangkalan Bulan ‘yang dijalankan oleh robot untuk melacak asteroid yang mengancam Bumi’

Badan antariksa Rusia Roscosmos mengatakan pihaknya berencana untuk membangun sebuah observatorium di Bulan yang mampu melacak asteroid yang mengancam Bumi.





Observatorium tersebut merupakan bagian dari pangkalan bulan yang ambisius yang diharapkan negara untuk dibangun di kutub selatan Bulan yang akan ditenagai dengan energi nuklir, kata para pejabat.

Badan antariksa Rusia – Roscosmos – mengatakan pihaknya berharap untuk membangun pangkalan permanen di Bulan yang akan berfungsi sebagai bagian dari “sistem global untuk melacak asteroid dan ancaman komet”.

“Lokasi yang dipilih untuk pangkalan itu adalah kutub selatan bulan. Ia memiliki kelegaan dan kondisi yang menguntungkan: cukup cahaya untuk panel surya, kawah yang selalu dibayangi dengan cadangan es untuk bahan bakar dan bahan baku,” tutur Aleksandr Bloshenko, kepala eksekutif sains seperti dilansir Dailystar, Rabu (18/12/2019)

Bloshenko menambahkan bahwa Rusia tidak berharap proyek itu tidak dikomersialkan atas usaha antariksa itu, tetapi bahwa proyek tersebut akan membawa nilai ilmiah dan menjadi instrumen penting dalam mempertahankan bumi dari asteroid.





Sumber Sindonews.com
https://autotekno.sindonews.com/read/1473394/124/hindari-kiamat-rusia-siapkan-robot-penghancur-meteor-di-bulan-1576654540




Dua Warga Hong Kong Selundupkan 7 Kg Sabu ke Bali

Petugas Bea Cukai Ngurah Rai menangkap 2 warga negara Hong Kong yang menyelundupkan 7,32 Kg sabu ke Bali. Diduga sabu itu untuk pesta perayaan tahun baru 2020. Foto/SINDOnews/Miftachul Chusna





ARB INdonesia, DENPASAR – Petugas Bea Cukai Ngurah Rai menangkap dua warga negara Hong Kong saat berupaya menyelundupkan 7,32 kilogram sabu ke Bali. Diduga sabu itu untuk pasokan perayaan tahun baru 2020.

Kedua tersangka yaitu PKH (43) dan MCK (19). “Diduga keduanya satu jaringan,” kata Kepala Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono kepada wartawan, Rabu (18/12/2019).

PKH ditangkap saat tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai, 4 Desember 2019 jam 20.30 Wita. Dia tiba di Bali dengan penerbangan Thai Lion Air dengan nomor penerbangan SL258 dari Bangkok.





Awalnya, petugas curiga dengan koper hitam yang dibawa PKH. Saat dibongkar, petugas meemukan 13 paket berisikan butiran kristal putih dengan berat total 3.230 gram brutto yang disembunyikan dalam dinding-dinding koper hitam tanpa merek yang telah dimodifikasi.

Sedangkan MCK (19) datang ke Bali dengan menumpang pesawat Malindo Air OD177 dari Kuala Lumpur, 12 Desember pukul 22.30 Wita.

Dari hasil dari pemeriksaan, ditemukan empat kemasan plastik makanan hewan bermerek HEALTH yang berlogo anjing yang berisikan sabu dengan berat masing-masing 1.030 gram brutto dengan total berat 4.120 gram brutto atau setara dengan 4000 gram netto.

Bungkusan-bungkusan tersebut disimpan dengan rapi dalam bungkusan kertas kado yang dihiasi dengan pita merah di dalam koper ungun yang bertuliskan Dunlop.

Menurut Himawan, kedua tersangka selanjutnya diserahkan ke Polda Bali untuk proses hukum lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat pasal 113 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.





Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1473529/174/dua-warga-hong-kong-selundupkan-7-kg-sabu-ke-bali-1576660019




Terima Suap Pengurusan Tanah, Oknum Mantan Kades di Pelalawan Divonis 13 Bulan Penjara

Mantan Kades Sering, M Yunus, menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.(Dodi Ferdian)





ARB INdonesia, PELALAWAN – M Yunus dinyatakan bersalah dalam dugaan suap pengurusan surat tanah di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, tahun 2014. Untuk itu, M Yunus dihukum 13 bulan penjara.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (18/12). Adapun agenda sidang adalah pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu.

M Yunus yang duduk di kursi pesakitan tampak seksama mendengarkan pertimbangan-pertimbangan hukum yang dibacakan majelis hakim. Begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andre Pratama Aldrin, dan tim penasehat hukum terdakwa.





Menurut hakim, perbuatan M Yunus telah terbukti melanggar dakwaan alternatif kedua JPU. Yaitu, Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 1 bulan,” ujar Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu dalam amar putusannya.

Selain itu, M Yunus juga dibebankan membayar denda sebesar Rp50 juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama 3 bulan.

Atas vonis tersebut, M Yunus menyatakan menerima. Hal itu dilakukan setelah dirinya berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya. “Menerima, yang mulia,” ujar M Yunus lirih.





Berbeda dengannya, JPU menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap, menerima atau menolak putusan tersebut. “Pikir-pikir,” singkat Jaksa Andre dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU yang disampaikan pada persidangan sebelumnya. Dimana Jaksa menuntut mantan Kades Sering itu dengan pidana penjara selama 19 bulan penjara.

“Tuntutan kita, 1 tahun dan 7 bulan, dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius, saat dihubungi terpisah.

Diketahui, perkara yang menjerat M Yunus itu bermula dari laporan seorang warga yang bernama Jefridin pada tahun 2014 lalu. Saat itu, warga tersebut ingin mengurus Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahannya kepada Yunus yang saat itu menjabat sebagai Kades Sering. Namun oleh Yunus, pengurusan itu dipersulit.

Jefridin kemudian menemui Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kantor Camat Pelalawan bernama Edi Arifin untuk menjembatani pengurusan SKGR tersebut. Ahirnya Yunus mau menerbitkan SKGR milik pelapor tersebut.





Namun M Yunus membuat surat kesepakatan dan biaya administrasi sebesar Rp2 juta untuk satu persil, sedangkan SKGR yang diurus sebanyak 100 persil. Artinya Jefridin harus membayar Rp200 juta agar seluruh surat tanah itu diterbitkan tersangka.

Warga tersebut menyangupinya dan menyerahkan 50 persen atau Rp100 juta kepada M Yunus sebagai uang administrasi. Setelah ditunggu-tunggu ternyata SKGR yang dimaksud tak kunjung selesai. Dia akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Pelalawan.

Polisi menyita satu lembar kwitansi serah terima uang, surat kesepakatan, 100 rangkap SKGR dan dokumen lainnya.





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/18/terima-suap-pengurusan-tanah-oknum-mantan-kades-di-pelalawan-divonis-13-bulan-penjara/




Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 22 Warga Sipil, Termasuk Anak-Anak

Reruntuhan bangunan setelah diserang pasukan Rusia dan pemerintah Suriah di Idlib.. ©Anadolu via Aljazeera





ARB INdonesia, INTERNASIONAL – Sedikitnya 22 warga sipil, termasuk di antaranya anak-anak, tewas di barat laut Suriah saat pasukan Rusia dan pemerintah meluncurkan serangkaian serangan udara, menurut relawan medis yang bertugas di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal dengan White Helmets, mengatakan serangan pada Selasa menargetkan puluhan kota kecil dan desa di Distrik Maaret al-Numaan, Provinsi Idlib, menyebabkan warga sipil melarikan diri ke kamp yang berada di dekat perbatasan Turki.

Juru Bicara White Helmets, Ahmed Sheikho, menyampaikan kepada Aljazeera sembilan orang tewas di kota Tal Mannis, enam orang tewas di Bidama, dan lima lainnya tewas di Maasaran. Satu warga tewas di Al-Kanayes, sementara satu orang lainnya tewas di Maar Shamshah.





Di antara para korban tewas di Bidama, empat merupakan istri relawan White Helmets dan tiga anakanya.

Pasar di pinggir kota Maasaran juga dibom, menurut Sheikho, dan puluhan orang terluka di wilayah tersebut selama serangan dan operasi penyelamatan berlangsung sampai Selasa malam.

Video yang diunggah di media sosial dan dikonfirmasi oleh penduduk menggambarkan tim gawat darurat mengangkat jenazah yang hangus terbakar di bawah reruntuhan di jalan-jalan Maasaran saat ambulans berdatangan.

Pengeboman mulai pada pukul 07.00 waktu setempat, kata relawan White Helmets lainnya di Distrik Maaret al-Numaan, Abbadeh Zakrah kepada Aljazeera.

“Suara ledakan bom tak berhenti sepanjang hari. Pengebom menargetkan warga sipil yang melarikan diri dari kota-kota dan desa-desa dekat jalan raya utama,” jelasnya, dilansir dari Aljazeera, Rabu (18/12).

“Ini adalah pemboman yang ganas dan sistematis untuk memaksa orang keluar dari wilayah utara,” kata Zakrah.





Serangan Masih Berlangsung

Pada bulan April, pasukan pemerintah Suriah dan sekutu mereka meluncurkan serangan darat dan udara di Suriah barat laut, wilayah yang dikuasai pemberontak terakhir di negara itu. Lebih dari 1.000 warga sipil tewas, menurut PBB, sementara ratusan ribu lainnya telah mengungsi sejak eskalasi dimulai.

White Helmets menyampaikan, pemerintah Suriah dan pasukan Rusia menyerang dua kamp IDP pada Senin. Pasukan Suriah yang melakukan serangan baru-baru ini merebut daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Provinsi Hama, serta kota Khan Sheikhoun di Idlib.

Mereka sekarang tampaknya bergerak ke utara, menuju Maaret Al Numan, di jalan raya M5 yang menghubungkan Damaskus dengan Aleppo.

Pemerintah Suriah telah berjuang untuk mengendalikan jalan raya strategis, sebuah langkah yang akan memungkinkannya untuk menghubungkan kota-kota di bawah kendalinya dan meningkatkan perdagangan.

Wilayah ini adalah rumah bagi hampir 3 juta orang, sekitar setengah dari mereka dipindahkan ke sana dalam kelompok besar dari beberapa wilayah lain Suriah yang direbut kembali oleh pasukan pro-pemerintah.





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/dunia/serangan-udara-rusia-di-idlib-suriah-tewaskan-22-warga-sipil-termasuk-anak-anak.html




Diduga Tak Terima Pacarnya Diganggu, Kekasih Tikam Seorang Pemuda Inhil Hingga Tewas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pemuda yang bernama AG (20) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit setelah ditikam oleh RK (18) di Jalan Bandara, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (17/12/2019).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun reporter medialokal.co dilapangan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17:00 wib.

“Pada Pukul 17.00 Wib AG sedang jalan-jalan ke Bandara dengan menggunakan kendraan roda dua, dan setibanya disana, datang RK untuk mencegat dan memanggil AG,” ungkap Sumber media ini.





Setelah itu, RK pun langsung menanyakan kenapa menganggu pacarnya. AG pun tidak terima kaerna di tuduh menggangu kekasih RK dan pada saat itu langsung ribut mulut.

“Tidak lama setelah ribut mulut RK langsung mengeluarkan pisau dan langsung menusuk agus kearah dada perut dan paha AG”

“Korban telah dilarikan ke rumah sakit dan kasus ini telah ditangani Polsek Tempuling,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak medialokal.co belum mendapatkan keterangan resmi atas peristiwa ini dari pihak Kepolisian, dan Informasi terakhir yang diperoleh, bahwa AG telah meninggal dunia. (Arb)




Harga Cabai Merah Asal Medan Naik

JUAL CABAI: Pedagang Pasar Dupa sedang melayani konsumen membeli cabai, Senin (16/12/2019). Kondisi harga cabai di sejumlah pasar tradisional masih normal, hanya cabai asal Medan yang mengalami kenaikan. (DEFRIZAL/RIAU POS)





ARB INdonesia, PEKANBARU – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, Desember pada pekan ketiga atau pekan pertama menjelang akhir tahun, harga sembako terpantau masih normal. Dari data  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, harga sembako pada pekan ketiga harga masih normal. 

Untuk harga cabai merah bukit Rp35 ribu per kg dari harga tertinggi Rp44 ribu per kg, harga cabai Medan Rp40 ribu per kg dari harga tertinggi Rp30 ribu per kg. Untuk harga daging ayam ras masih normal Rp24 ribu per kg dari harga tertinggi Rp25 ribu per kg. 





Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, sejauh ini harga sembako masih normal. Belum ada lonjakan harga sembako. Menurutnya, umumnya, pasokan sembako berasal dari Sumatera Barat. Biasanya terjadi kenaikan harga sembako akibat faktor alam, misalnya jalan putus karena longsor, banjir dan lain-lain.





“Hingga saat ini harga-harga masih stabil,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Ia juga mengatakan, bahwa untuk kebutuhan sembako hingga akhir tahun 2019 ini masih cukup dan harga terkendali.

Salah seorang warga pekanbaru, Yuyun mengharapkan agar jangan terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun. Seperti yang dialami setiap tahunnya terus terjadi lonjakan harga.





Sumber riaupos.co
http://m.riaupos.co/217446-berita-harga-cabai-merah-asal-medan-naik.html