Pasca-Dituding Tak Perawan, Atlet SEA Games 2019 Kediri Putuskan Mundur

Tampak Ayu Kurniawati, ibu kandung SAS (18) atlet Sea Games 2019 yang dipulangkan paksa karena dianggap sudah tidak perawan. (Foto /SINDOnews /solichan arif)





ARB INdonesia, KEDIRI – SAS (18) atlet senam lantai Sea Games 2019 asal Kota Kediri yang dipulangkan paksa karena alasan tidak perawan sudah memutuskan hengkang dari olahraga yang pernah mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara.

Menurut Ayu Kurniawati, putri sulungnya sudah terlanjur patah hati. Kalaupun ada keadilan yang memberinya kesempatan kembali ke pelatnas, SAS akan menolak.

“Sudah memutuskan tidak mau lagi menjadi atlet, “tutur Ayu kepada Sindonews.com saat ditemui di rumahnya Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kotamadya Kediri Jumat (29/11/2019).





SAS mengenal olahraga senam lantai sejak kelas dua sekolah dasar. Selama dibimbing guru di sekolah dan KONI daerah, bakatnya semakin menonjol. Melihat potensi yang dimiliki putri sulung pasangan Satrio Utomo dan Ayu Kurniawati, KONI Jawa Timur merekomendasikan SAS masuk ke pusat pelatihan Persani (Persatuan Senam Indonesia) di Gresik.

“Sejak kelas empat SD anak saya kemudian pindah ke Gresik. Tinggal di mess atlet dan sekolah,” terang Ayu.

Di Gresik hingga kelas 3 SMA (SMAN 01 Kebomas) prestasi atlet SAS terus menanjak. Ia menyabet sejumlah medali emas tingkat daerah dan nasional. Diantaranya meraih emas di Kejurnas Jambi dan menyabet perunggu di kejuaraan Olahraga Asian School 2017 di Singapura.

“Total ada 49 medali, “kata Ayu yang memperlihatkan beberapa medali yang ditempatkan di dalam bingkai kaca (pigora). SAS tercatat sebagai atlet Pelatda selama dua tahun dimana setiap bulan menerima honor dari negara Rp 4 juta per bulan. Kemudian selama dua bulan (Oktober dan November 2019) masuk Pelatnas dengan gaji tiap bulan Rp 6 juta.





Namun karier sebagai atlet yang ditapaki selama sepuluh tahun itu runtuh seketika setelah Persani memulangkan paksa dengan alasan tidak perawan. Ayu tidak membantah putri sulungnya memang pacaran. Ia juga tidak menyangkal pernah mendapat pemberitahuan dari pelatih jika SAS melakukan pelanggaran indispliner.

Namun Ayu tidak bisa menerima pemulangan paksa itu karena alasan sudah tidak perawan. Selain menghancurkan masa depan anaknya, hasil tes keperawanan di dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan tidak ada selaput dara yang rusak. “Tapi kenapa hasil tes dari RS Bhayangkara itu tidak bisa diterima?, “keluhnya.

Saat ini SAS masih berada di Gresik. Ia tidak lagi tinggal di mess Persani, melainkan bertempat di kos. Yang membuat Ayu sedih, anaknya lebih banyak menyendiri dan enggan bersekolah. SAS juga mengungkapkan ingin pindah sekolah ke Kediri.

“Dia bilang setelah lulus SMA ini ingin langsung kerja. Baginya karier menjadi atlet sudah tutup buku, “ungkap Ayu yang menuntut nama baik anaknya untuk dikembalikan.





Kuasa hukum SAS, Imam Moklas menyesalkan keputusan Persani yang memulangkan paksa kliennya dengan alasan tidak perawan. Saat kebenaran alasan itu (keperawanan) dipertanyakan, anehnya Persani berkelit dengan dalih pelanggaran indispliner, yakni pacaran dan sering keluar malam.

Imam Moklas tidak tahu pasti apakah pacaran termasuk pelanggaran indispliner dalam perjanjian antara atlet dan Persani. Namun dengan masuk ke Pelatnas, kliennya sudah melalui proses verifikasi yang panjang dan kompeherensif.

“Kalau memang kesalahannya indispliner, kenapa alasan yang disampaikan adalah soal virginitas?, “tanyanya.

Dalam kasus ini kuasa hukum SAS telah mengirim surat pengaduan resmi ke Presiden Joko Widodo, Kemenpora, KONI dan Persani.





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1463809/51/pasca-dituding-tak-perawan-atlet-sea-games-2019-kediri-putuskan-mundur-1575031642




Geram karena Kamar Mandi Dikunci, Marbut Masjid Dibacok Tetangga

Foto: SS- Bantenhits.com





ARB INdonesia, BANTEN – Gara-gara dipicu masalah sepele, warga bernama Rohin (52) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri di Kampung Kuranten, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten, Jumat (29/11/2019).

Pria yang berpeofesi sebagai marbot masjid Al-Jami Kuranten dibacok menggunakan golok seorang warga bernama Suheli (50). Motifnya, pelaku geram tak bisa memakai kamar mandi masjid karena sudah dikunci korban.

“Pelaku merasa kesal kepada korban karena pada saat pelaku akan menumpang mandi di masjid pintu masuk dikunci korban karena kondisi air di masjid sedang kekurangan,” kata Kasatreskrim Polres Pandeglang AKP Ambarita seperti dikutip Bantenhits.com–jaringan–Suara.com.

Akibat bacokan itu, korban mengalami sejumlah luka-luka di tubuhnya. Kemudian korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah mendapatkan laporan kasus pembacokan itu, polisi pun langsung bergerak meringkus Suheli. Dari tangan tersangka, polisi juga telah menyita sebiah golok yang digunakan untuk membacok korban.





Suarabanten.id-bantenhits.com
https://banten.suara.com/read/2019/11/30/045500/geram-karena-kamar-mandi-dikunci-marbut-masjid-dibacok-tetangga




[Fakta atau Hoaks] Benarkah Bayi di India Ini Memakan Usus Ibunya?

Foto : Screenshot vedio





ARB INdonesia – Narasi bahwa ada bayi yang dikandung selama 11 bulan yang memakan usus ibunya sampai habis beredar di media sosial. Dalam narasi itu, disebutkan pula bahwa bayi itu menggigit tangan perawat saat dilahirkan dan dokter harus memberinya suntikan hingga 17 kali untuk membunuh bayi itu.

Narasi itu dilengkapi dengan video seorang bayi yang diletakkan di atas kain sarung di sebuah pekarangan. Dalam video berdurasi 16 detik itu, bayi yang sedang menangis tersebut dikerubungi oleh warga. Kulit bayi itu pecah-pecah. Matanya pun merah. Menurut narasi itu, peristiwa ini terjadi di India.

Salah satu akun yang mengunggah narasi itu adalah akun Majoen di Facebook, yakni pada Kamis, 28 November 2019. Narasi yang diunggah oleh akun Majoen tersebut berbunyi:





“Bayi 11 bulan dalam perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh bayi ini. Kemudian dokter mengoperasi ibunya untuk mengeluarkan bayi ini. Ketika bayi ini keluar, dia menggigit tangan perawat. Setelah 3 jam, si perawat meninggal, ibu bayi ini pun meninggal setelah bayi ini keluar. Bayi ini lahir dengan berat 8 kg, setelah 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg. Bayi ini lahir hari Jumat, tidak tahu Allah ingin kasih peringatan apa untuk kita semua. Bayi ini kemudian dibunuh, dokter memberinya suntik mematikan sampai 17 kali baru bayi ini mati. Ini kisah benar-benar terjadi di India, Wallahua’lam.”

Hingga kini, video unggahan akun Majoen tersebut telah ditonton lebih dari 8 ribu kali. Unggahan itu juga telah dibagikan sebanyak 533 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Majoen di Facebook.





PEMERIKSAAN FAKTA

Pertama-tama, Tim CekFakta Tempo menggunakan tools inVID untuk mendapatkan cuplikan gambar dari video yang diunggah akun Majoen. Kemudian, gambar itu dimasukkan ke reverse image tools Google untuk mendapatkan informasi yang terkait video itu. Hasilnya, ditemukan video yang sama yang diunggah kanal Ashish Dhankhar di YouTube

Video itu diunggah oleh kanal Ashish Dhankhar pada 13 Juni 2019 dengan judul “Plastic baby”. Dalam keterangan videonya, kanal Ashish Dhankhar menyatakan bahwa bayi “collodion” itu lahir di Bahraich, sebuah distrik di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Berbekal informasi lokasi tersebut, Tempo memasukkan kata kunci “collodion baby in Bahraich”. Hasilnya, ditemukan artikel dari situs media Lebanon, An-Nahar, terkait bayi “collodion” itu yang dimuat pada 27 November 2019. Menurut artikel tersebut, bayi itu memang lahir di India, yakni pada 13 Juni 2019. Bayi tersebut menderita kelainan genetik yang bernama harlequin ichthyosis.





Berita itu juga dimuat oleh situs media India, Amar Ujala. Bayi itu lahir di pusat kesehatan primer Gaighat, Bahraich, pada 13 Juni. Namun, saat bayi itu lahir, para petugas di pusat kesehatan tersebut syok. Bayi itu pun disarankan untuk dipindahkan ke rumah sakit distrik di Bahraich.

Orang tua bayi itu bernama Shahim dan Majida Begum. Majida mulai merasakan kandungannya sakit ketika subuh. Awalnya, dia ingin melahirkan di rumah. Namun, karena kondisinya memubruk, Majida dilarikan ke pusat kesehatan primer Gaighat. Di sana, Majida melahirkan bayi laki-laki itu pada pukul 06.30.

Petugas di pusat kesehatan primer Gaighat mengkonfirmasi bahwa bayi itu merupakan bayi “collodion” atau bayi “plastik”. Kabar itu menyebar dan memicu warga Gaighat berkerumun di pusat kesehatan tersebut. Majida dan bayinya pun disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit distrik. Saat itu, kondisi si bayi kritis.





Dilansir dari situs media India, Patrika, walaupun bayi itu disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit distrik di Bahraich, orang tua si bayi memilih untuk membawanya pulang. Namun, beberapa jam kemudian, bayi itu meninggal.

Menurut dokter rumah sakit distrik di Bahraich, KK Verma, tubuh bayi “collodion” sebenarnya tidak terselimuti plastik, melainkan membran yang mirip plastik. Verma juga mengatakan bahwa kelainan yang diderita bayi itu bisa terjadi jika, saat masih berbentuk janin, bayi itu tidak berkembang secara maksimal. Selain itu, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kelalaian sang ibu ketika mengandung.

Dikutip dari situs resmi Foundation for Ichthyosis & Related Skin Types, bayi “collodion” adalah istilah untuk bayi yang dilahirkan dengan selaput mengkilat yang menyerupai plastik. Bayi “collodion” bukanlah entitas penyakit, melainkan bentuk dari ichthyosis, sebuah kelainan genetika kulit yang langka.

Ilustrasi kelainan genetik harlequin ichthyosis.

Seperti yang telah disebutkan di atas, tipe ichthyosis yang diderita oleh bayi yang dilahirkan di Bahraich, India, tadi adalah harlequin ichthyosis. Dikutip dari situs resmi Genetics Home Reference, harlequin ichthyosis adalah kelainan genetik parah yang utamanya menyerang kulit.

Bayi dengan kondisi ini dilahirkan dengan kulit yang sangat keras dan tebal yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Kulit tersebut membentuk piring besar seperti berlian yang dipisahkan oleh retakan yang dalam. Kelainan kulit ini memengaruhi bentuk kelopak mata, hidung, mulut, dan telinga, serta membatasi pergerakan lengan dan kaki. Pergerakan dada yang terbatas dapat menyebabkan kesulitan bernapas, bahkan gagal napas.





KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa ada bayi yang dikandung selama 11 bulan memakan usus ibunya sampai habis merupakan narasi yang menyesatkan. Bayi itu memang lahir di India. Namun, bayi tersebut tidak seperti yang dideskripsikan oleh akun Majoen di Facebook. Bayi itu menderita kelainan genetik harlequin ichthyosis.

Sumber Tempo.cohttps://cekfakta.tempo.co/fakta/498/fakta-atau-hoaks-benarkah-bayi-di-india-ini-memakan-usus-ibunya




Polsek GAS Bagikan Sembago pada Masyarakat Tidak Mampu di Teluk Pinang





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Polsek Gaung Anak Serka (GAS) membagikan sembako kepada warga tidak mampu yang berada di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (28/11/2019).

Pemberian sembako berupa beras, telur, gula, minyak goreng dan mie instan tersebut diberikan langsung oleh Kapolsek GAS, Iptu Agus Susanto yang didampingi personil lainnya serta tokoh masyarakat setempat.





Dikatakan Polsek GAS, kegitatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama kepada warga yang tidak mampu, serta untuk menjaga kedekatan dan keamanan di Kelurahan Teluk Pinang.

“Selain itu, kegiatan berbagi kasih kepada masyarakat kurang mampu ini juga untuk mempererat ukhwah Islamiyah antara Personil Polsek GAS dengan masyarakat Kelurahan Teluk Pinang,” pungkas Iptu Agus Susanto.

Melaui kegiatan berbagi kasih itu, ucapan terimaksih pun dihantarkan salah seorang warga yang menerima pemberian sembako tersebut.

“Alhamdulillah saya dapat bantuan sembako. Terima kasih atas bantuan dan kepedulian petugas kepolisian Polsek GAS, mudah-mudahan berkah dan bapak-bapak polisi diberikan kesehatan terus,” ucap Samad yang sudah berusia 65 tahun ini.

Adapun Warga Kelurahan Teluk Pinang yang menerima bantuan sembako tersebut diantaranya Hendri,  Hading, Samad dan Aboi. (Arbain)




Beauty Workshop and Fashion Show Kebaya di Inhil, Tampilkan 32 Model Cantik Layaknya Princess





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Puluhan model cantik berpenampilan bak princess hilir mudik di atas panggung memperlihatkan kebaya gaun dan riasan wajah yang memukau para undangan.

Model cantik yang berjumlah 32 orang tersebut hadir dalam acara Beauty Workshop and Fashion Kebaya with Andy Maryam, Minggu (24/11/2019).

Suasana acara bak Negeri Dongeng dengan bertemakan Barbie Look itu disponsori oleh beberapa Salon terkemuka di Tembilahan dan Luar kota Tembilahan

Icha Arissa selaku Pimpinan produksi dan timnya merasa bahwa kegiatan ini lebih dari apa yang mereka harapkan. Acara yang berlangsung meriah dan megah ini,  banyak menarik perhatian penonton.

Selain dari aksi catwalk para Princes,  acara ini juga menampilkan bintang tamu spesial,  yaitu Dede Suhendra, seorang akademisi muda dan seniman berbakat multitalenta yang mengiringi jalannya para model dengan suara emasnya.

Bersama Sanggar Citra Sebati,  Tembilahan Dede juga menampilkan sebuah tari modern garapan bertemakan “Hollywood Glam” yang menampilkan 18 orang penari profesional. Hiburan tersebut memecah panggung menjadi semakin meriah dan penonton semakin bersemangat menyaksikan acara sampai akhir.

Adapun tujuan acara ini adalah sebagai sarana berbagi ilmu melalui workshop yang disampaikan oleh Andi Maryam (Mua dari Pengalihan) selaku Pemateri dan sebagai ajang promosi dari kurang lebih 40 lebih sponsor, yaitu sponsor Kebaya dan para pengusaha di bidangnya masing-masing.

“Ini sebenarnya bukanlah ivent perdana yang saya tangani, tapi memang saya akui ini ivent terbesar dan tersukses yang pernah saya garap,” jelas Ica

Hal itu dikatakannya karena melibatkan 32 kebaya sponsor serta 32 Model yang telah melewati tahap khusus melalui sanggar dan manajemen modelling Tembilahan dari Rumah Seni Inhil Model, Alfaderi Model dan Sanggar Tiga Dara Model.

Tentunya acara ini dapat terlaksana juga tidak lepas dari support panitia yang telah berkerja keras, meluangkan waktu tenaga dan fikiran utk mempersiapkan acara ini, lanjutnya.

Ada pun beberapa nama besar yang mendukung acara ini adalah Andi Maryam selaku nara sumber yang mengisi materi tutorial makeup barbie look. Reni RAgisti Makeup selaku Asisten Pimpinan Produksi yang merangkul banyak sponsor dan bazar.





Serta Wedding Organizer Oni Rama Beauty Kreatif yang telah medekorasi gedung sedemikan rupa hingga menjadi mewah dan megah seperti negri-negeri dongeng putri-putri raja.

Para model berpose di Green Carpet pun tidak lupa di abadikan setiap momentnya olah Fotografer dari LSP (Lensa Seribu Parit) dan HCI (Hunting Club Inhil) yang juga mejadi salah satu sponsor acara ini.

“Saya harap event seperti ini akan terus ada dan menjadi agenda tahunan krena selain sebagai sarana berbagi ilmu acara ini juga sebagai sarana menjalin silaturahmi dengan para Make up artist bukan hanya di dalam Tembilahan tetapi juga di luar Tembilahan,” tukas Icha Arissa selaku Pimpinan Produksi. (***)




Anggaran Kemenhan Era Menteri Prabowo: Jumbo dan Tertutup

Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo akan mengelola anggaran terbesar di seluruh kementerian lembaga sebesar Rp127,35 triliun. Foto Ilustrasi tirto.id





ARB INdonesia, JAKARTA – Pada debat keempat pilpres, Sabtu (30/3) lalu, Prabowo yang kala itu merupakan calon presiden nomor urut 02 mengkritik anggaran pertahanan Indonesia yang kecil.

“Di bidang pertahanan dan keamanan, kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil,” kata Prabowo pada debat bertema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan internasional itu.

Kritik itu kemudian dibalas Joko Widodo, petahana yang mendapat nomor urut 01 pada Pilpres 2019. Jokowi pada waktu itu mengakui anggaran di Kementerian Pertahanan memang bukan anggaran terbesar. Pemerintah Jokowi pada waktu itu masih berfokus pada pembangunan infrastruktur.





Pada 2019, anggaran Kementerian Pertahanan memang masih Rp109,559 triliun. Berada di peringkat kedua kementerian lembaga dengan anggaran terbesar di bawah anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp110,73 triliun.

“Pada suatu saat ketika ekonomi dunia pada posisi normal, kita akan bisa beri anggaran terbaik pada TNI untuk membangun alutsista yang lebih baik,” ujar Jokowi.

Ucapan Jokowi itu menjadi kenyataan, lebih cepat dari dugaan. Dalam Buku III Nota Keuangan RAPBN 2020, Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran terbesar di antara kementerian lembaga lainnya, yakni Rp127,357 triliun. Disusul Kementerian PUPR sebesar Rp120,2 triliun dan Polri sebesar Rp90,332 triliun.

Plot twist-nya, anggaran jumbo itu akan menjadi tanggung jawab Prabowo Subianto, yang ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.





Tidak Transparan

Global Index 2015 dan 2017 yang disusun Transparency International Indonesia menunjukkan Indonesia memiliki rapor merah terkait keterbukaan anggaran militer.

Menurut Wawan Suyatmiko, Manager Riset Transparency International Indonesia (TII) masih belum ada keterbukaan misalnya dalam pengadaan hingga perizinan yang ada di Kementerian Pertahanan utamanya yang berkaitan dengan militer.

“Kalau penunjukkan langsung okelah, tapi kalau pengadaan seharusnya bisa terbuka terlebih dengan anggaran sebesar itu,” ujar Wawan.





Alih-alih terbuka, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto justru menolak membuka anggaran Kementerian Pertahanan 2020 di hadapan Komisi I DPR RI.

Hal itu terjadi pada Rapat Kerja perdana Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan periode 2019-2024, Senin (11/11). Terjadi perdebatan antara sejumlah fraksi dengan Menteri Prabowo terkait keterbukaan anggaran itu.

Misalnya saja Effendi Simbolon dari Fraksi PDI Perjuangan yang meminta pemaparan lisan anggaran Kementerian Pertahanan 2020 sebesar total Rp131 triliun.

Angka itu sudah naik dari sebelumnya. Sebab, pemaparan proyeksi itu dibagikan kepada Komisi I akan tetapi tidak dijelaskan secara lisan. Namun, Prabowo enggan membuka rincian RAPBN 2020 dengan alasan kerahasiaan negara.

“Terbuka kepada Komisi I tapi tidak terbuka kepada umum,” ujar Prabowo.





Prabowo mengaku tak keberatan memaparkan proyeksi anggaran. Namun, hal itu terkait dengan kesiapan dan kekuatan pertahanan negara.

Sehingga menurutnya, pemaparan itu harus dilakukan secara terbatas atau dilakukan secara tertutup. Dari Fraksi yang sama, Adian Napitupulu juga menyayangkan keputusan Prabowo.

“Seharusnya dibuka saja, toh nanti juga menjadi APBN.” Hingga rapat kerja digelar tertutup pun, Prabowo masih enggan memaparkan proyeksi anggaran Kementerian Pertahanan.





Penyusunan anggaran, menurutnya tidak terlepas dari postur pertahanan yang akan dibentuk. Postur pertahanan tersebut ditentukan oleh, salah satu yang dominan adalah potensi ancaman.

Dalam rapat kerja pertama Komisi I dengan DPR terlihat bahwa Kemenhan belum dapat mempresentasikan potensi ancaman yang berangkat dari kajian seluruh instansi atau lembaga terkait (BIN, BAIS, Badan Cyber dll) berikut tiga Matra (Angkatan Darat, Laut dan Udara).

“Apa yang disampaikan Kemenhan bukan berangkat dari kajian komprehensif tetapi lebih berdasarkan info yang sifatnya kasuistis,” imbuh Adian.





Adian menambahkan paparan potensi ancaman dari info yg bersifat kasuistis dan bukan berasal dari paparan komprehensif belum bisa dijadikan sebagai dasar untuk membuat postur pertahanan dan rencana anggaran secara utuh.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai informasi kasuistis yang dimaksud dan proyeksinya dalam anggaran, Adian enggan menjawab. “Tidak bisa di-share, karena rapatnya tertutup,” kata Adian.





Effendi, punya pendapat lain.

“Kalau soal APBN 2020 ya sudahlah ya. Tidak jadi soal. Karena sudah disetujui dan sudah jadi APBN. Namun yang menjadi catatan, dalam Renstra IV lima tahun ke depan, rasio alokasi untuk Kementerian Pertahanan naik hingga 50 persen,” terang Effendi kepada Tirto, Kamis (21/11).

Effendi mempermasalahkan kenaikan rasio sebesar itu yang hanya dialokasikan untuk regulator seperti Kementerian Pertahanan saja. Seharusnya, rasio terbesar itu diperuntukkan untuk trimatra, Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). 

“Itu yang harus dijelaskan,” imbuh Effendi.

Jika merujuk pada Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik sejatinya boleh saja anggaran kementerian pertahanan dibuka ke publik.

“Khusus pengadaan, sifatnya tidak rahasia. Beberapa yang dapat dibuka misalnya, gaji pegawai, pengadaan di luar alutsista, dan sebagainya,” tutup Wawan dari Transparency International Indonesia.





Bengkak di Belanja Pegawai

Berdasarkan Buku III Nota Keuangan RAPBN 2020, anggaran jumbo Rp127,357 triliun dari Kementerian Pertahanan akan dialokasikan Rp15 triliun untuk program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kemenhan.

Menurut Direktur Anggaran bidang Polhukam Kementerian Keuangan, Dwi Pudjiastuti Handayani, peningkatan sarana dan prasarana tersebut berupa pembelian alutsista untuk tiga matra, Angkatan Darat, Laut dan Udara alias belanja modal.

Alokasi lain yang jauh lebih besar ialah untuk program penyelenggaraan manajemen dan operasional matra darat sebesar Rp47,865 triliun.





Menurut Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, anggaran sebengkak itu terkait dengan adanya reformasi birokrasi dalam tubuh TNI sehingga dibutuhkan untuk memberikan tunjangan kepada prajurit.

Sederhananya, gaji TNI naik pada 2020. “Tahun 2018 mereka mengalami reformasi birokrasi dengan memberikan kenaikan tunjangan pada TNI dan Polri.

Tentunya kita harus berikan di 2020. Pada 2019 sudah dinaikkan, ini 2020 based line saja,” ujar Askolani, Senin (18/11).

Sementara untuk belanja pegawai matra laut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp13,027 triliun atau setara dengan RAPBN Kementerian Hukum dan HAM pada 2020. Dan untuk Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan menyiapkan anggaran belanja pegawai sebesar Rp7,267 triliun.





Alokasi belanja pegawai untuk Angkatan Darat memang jauh lebih besar. Hal ini disesuaikan dengan jumlah personel AD yang lebih banyak ketimbang AL dan AU.

Menurut Global Firepower, hingga 2019 kekuatan personel militer Indonesia mencapai 800 ribu prajurit yang terdiri dari 400 ribu personel aktif dan 400 ribu personel cadangan.

Belanja pegawai ini masih terbilang wajar jika dibandingkan dengan alokasi belanja barang/jasa sebesar 32,9 persen dari anggaran. Menurut Sekretaris Jenderal FITRA, Misbah Hasan, postur tersebut masih kurang ideal.

Seharusnya, alokasi anggaran Kementerian Pertahanan mesti padat modal ketimbang gemuk di belanja barang/jasa yang sekali habis.

“Belanja modal seharusnya sekitar 30 persen. Kalau sekarang kan, hanya 25,4 persen,” ujar Misbah.





Dalam realisasi anggaran TA 2018, realisasi belanja barang Kementerian Pertahanan mencapai Rp43,18 triliun dari anggaran sebesar Rp44,4 triliun.

Sementara untuk realisasi belanja modal mencapai Rp19,6 triliun dari anggaran Rp23,3 triliun. Untuk belanja pegawai, posturnya tetap yang paling besar dengan realisasi Rp45,42 triliun dari anggaran Rp45,46 triliun.

Padahal, visi misi Jokowi terkait bidang pertahanan salah satunya adalah moderninasi alutsista. Namun, jika melihat postur anggaran yang timpang, visi Jokowi menjadi patut dipertanyakan. Belum lagi tidak ditemukan rincian belanja pegawai apakah dari Rp47 triliun itu seluruhnya akan digunakan untuk kenaikan gaji prajurit atau ada program lain.

Kemenhan, dalam hal ini, sama sekali enggan untuk terbuka. Untuk itu, Misbah mengingatkan agar BPK melakukan pengawasan lebih ketat karena publik memiliki akses terbatas terhadap dokumen anggaran Kementerian Pertahanan.





Kendati mendapat kritik kanan kiri, Prabowo Subianto berjanji akan menyisir anggaran Kemenhan dan mencari celah kebocoran di anggaran terbesar kementerian itu.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dengan topik Kebijakan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista), Jumat (22/11).

“Ya, kita akan review semua, akan lihat. Beliau sangat tegas kepada saya, tidak boleh ada penyimpangan, penyelewengan. Uang sangat berat didapat, uang rakyat, dari pajak,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, seperti halnya saat raker dengan Komisi I DPR RI, Prabowo juga enggan menjelaskan alutsista yang akan diprioritaskan untuk diteliti. Ia hanya bilang, “yang kita butuh adalah efisiensi, penghematan dan daya guna.”





Sumber tirto.id – https://tirto.id/anggaran-kemenhan-era-menteri-prabowo-jumbo-dan-tertutup-emjK