Kecelakaan Beruntun di Tol Joglo, 1 Orang Tewas 4 Luka-luka
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil box, minibus, dan truk bermuatan besi, terjadi di ruas Tol Meruya KM 11 arah Pondok Indah, Sabtu (30/11/2019) siang. Foto: @TMCPoldaMetro
ARB INdonesia, JAKARTA – Kecelakaan beruntun melibatkan mobil box, minibus, dan truk bermuatan besi, terjadi di ruas Tol Joglo KM 11 arah Pondok Indah. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, satu orang tewas di tempat dan empat lainnya mengalami luka serius.
Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregaro mengatakan, peristiwa itu terjadi siang tadi sekitar pukul 11.45 WIB. Tabrakan ini menyebabkan lima orang korban yang merupakan penumpang mobil Toyota Avanza. “Korban ada lima, salah satunya berinisial OB yang mana dia meninggal dunia di lokasi,” ujarnya Fahri saat dikonfirmasi Sabtu (30/11/2019).
Adapun empat korban lainnya, yakni pengemudi mobil Avanza, HR, mengalami luka di bagian dada. Lalu AM, mengalami luka di bagian tanga. Selanjutnya, IA mengalami luka di bagian pipinya, dan DP mengalami luka di bagian wajah.
Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Adapun dugaan sementara, kecelakaan itu terjadi karena mobil Avanza sedang melaju kencang.
“Saat di lokasi, kendaraan box ini posisinya parkir di bahu jalan, sedang bantu temannya yang mengalami gangguan pecah ban. Lalu, ditabrak kendaraan Avanza yang mendahului dari kiri dan didorong tronton muatan besi,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko.
Polisi saat ini masih mendalami lebih lenjut tentang kronologis kecelakaan tersebut. Polisi masih melakukan olah TKP di lokasi dan memeriksa para sopir kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun juga dilaporkan terjadi di KM 30,200 Tol Cengkareng arah Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (30/11) pukul 04.45 WIB. Kecelakaan melibatkan empat kendaraan, yakni Truk B 9631 FYV, Truk B 9824 BCR, Minibus B 7566 BAA, dan Truk T 8067 DP.
Sumber Sindonews.com
https://metro.sindonews.com/read/1464047/170/kecelakaan-beruntun-di-tol-joglo-1-orang-tewas-4-luka-luka-1575105619
Kalau Komite Sekolah Kedapatan Pungut Murid, Laporkan ke Sini!
Irjen Kemendikbud Daryanto jumpa pers tentang Komite Sekolah. (A Mustaqim/detikcom)
ARB INdonesia, JAKARTA – Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan terhadap murid dan wali murid, namun boleh menerima sumbangan sukarela. Bila murid dan wali murid masih dipungut juga, silakan laporkan ke sini!
“Bisa lewat kemendikbud.go.id melalui portalnya Irjen, bisa juga melalui Lapor! yang ada di Kantor Kepresidenan, bisa juga lewat Ombudsman. Nah, nanti sebentar lagi kita ada MoU dengan Ombudsman terkait dengan pemantauan layanan pendidikan, salah satunya itu (soal Komite Sekolah),” jawab Irjen Kemendikbud Daryanto.
Hal itu dia sampaikan seusai jumpa pers tentang Komite Sekolah di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017). Berikut saluran Kemendikbud bila Anda mendapati Komite Sekolah melakukan pungutan:
1. Unit Layanan Terpadu
SMS: 0811 976929; Telepon: (021) 5703303, 57903020; email: pengaduan@kemdikbud.go.id; https://ultkemdikbud.go.id
2. Posko Pengaduan Itjen. Kemendikbud
SMS: 0811 9958 020; posel: pengaduan.itjen@kemdikbud.go.id
3. LAPOR! 1708; https://lapor.go.id
4. Saber Pungli 193 dan 821 1213 1323; SMS: 1193; posel: lapor@saberpungli.id
5. Kanal Informasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota
6. Kanal Informasi OMBUDSMAN Daerah
Saat ditanya apakah sudah ada yang melaporkan Komite Sekolah melakukan pungutan pada murid, Daryanto menengarai ada beberapa laporan yang sudah diterima. Pihaknya akan menelusuri laporan itu.
“Beberapa sudah kita tengarai, biasanya ini pendekatan dari Irjen Kemendikbud ya. Begitu ada yang muncul, langsung kami lihat di lapangan. Kemudian kami langsung tracking begitu. Kalau kami bisa cek, kami bisa ceklah supaya nanti tidak kebablasan,” jelasnya.
Namun bila aksinya keterlaluan, pihaknya tak segan melaporkan ke aparat penegak hukum.
“Tapi kalo ekstrem, saya tidak main-main, kami laporkan kepada aparat penegak hukum, apalagi sekarang sudah ada Satgas Saber Pungli. Saya sampaikan langsung dengan Pak Wiranto kemarin kalau ada seperti ini (pungutan liar) kemudian saya juga ke Irwasum (Irwasum Polri), beliau juga respons positif untuk membantu, jadi percepatan itu menjadi penting,” tegasnya.
Dengan adanya Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, lanjut Daryanto, batasan-batasan penggalangan dana menjadi jelas. Wali murid tak bisa dipungut oleh Komite Sekolah. Yang berhak melakukan pungutan pendidikan pada murid adalah pihak sekolah, bukan Komite Sekolah.
“Ya Peraturan Mendikbud Nomor 75 tahun 2016 untuk menegaskan itu. Supaya mengendalikannya itu mudah. Sekarang kan kita bisa tahu pasal demi pasal. Kan kelihatan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, apa yang didorong, apa yang dihentikanlah, kira-kira seperti itu,” paparnya.
Semua dana yang diperoleh Komite Sekolah, paparnya, akan dipertanggungjawabkan secara transparan.
“Nah, untuk melakukan audit itu, syaratnya ada dua. Satu, dia punya kriterianya, aturannya. Kedua, dia lihat faktanya. Nah kalau kita dua-duanya bisa membandingkan nanti baru ketemu, ini benang merahnya ada di mana. Kalau ada penyimpangan, kita sebut temuan, nah itu harus ditindaklanjuti. Jadi Permendikbud bersyukur untuk sisi pengendaliannya sekaligus memudahkan dari sisi pelaksanaannya,” jelasnya.
Sumber detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-3397518/kalau-komite-sekolah-kedapatan-pungut-murid-laporkan-ke-sini?utm_source=facebook
Cinta Terlarang Janda Muda dan Anak SMA Berakhir Tragis, Hamil 6 Bulan Minta Tanggung Jawab
Cinta terlarang janda muda dan anak SMA berakhir tragis, hamil 6 bulan minta tanggung jawab – Kolase foto Surya/M Sudarsono-Facebook Yuni Rusmini
ARB INdonesia, BOJONEGORO – Tragedi memilukan cinta terlarang janda muda dan pelajar SMA di Bojonegoro berujung pembunuhan di pinggir waduk di Desa Sumodikaran, Senin (25/11/2019).
Kisah cinta janda muda, Aidatul Izah (20) dengan pelajar SLTA berinisial AN ST (19) sudah berlangsung sekitar 5 bulan.
Namun, hubungan asmara pasangan muda berakhir tragis. Aidatul Izah yang sudah memiliki satu anak ini tewas mengenaskan di pinggir waduk.
Dari hasil penyidikan kepolisian, sebelum pembunuhan terjadi, AN ST dan janda muda itu diajak jalan-jalan dengan sepeda motor lalu berteduh di pinggir waduk Desa Sumodikaran.
Di sekitar waduk itulah, AN ST pesta arak Tuban dengan Aidatul Izah.
Mereka kemudian melakukan hubungan layaknya suami istri.
Tak lama kemudian, aksi pembunuhan pun berlangsung.
Berikut 6 fakta cinta terlarang janda muda dan pelajar SMA itu berakhir tragis yang berhasil dikumpulkan oleh reporter SURYA.co.id :
1. Warga geger setelah penemuan mayat janda muda hamil 6 bulan
Warga setempat menemukan mayat janda muda, Aidatul Izah hanya mengenakan kaos dan celana dalam.
Nyawa janda muda itu dihabisi di sekitar embung atau waduk yang ada di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Senin (25/11/2019).
Dari hasil visum yang dilakukan pihak medis, ternyata janda muda hamil 6 bulan.
Usia kehamilan diperkirakan sudah 24 minggu atau 6 bulan.
“Hasil visum korban hamil enam bulan atau 24 minggu,” kata Kapolres Bojonegoto, AKBP M Budi Hendrawan, Jumat (29/11/2019).
Ia menjelaskan, selain fakta korban dalam kondisi mengandung saat dihabisi, ternyata janda muda satu anak dijerat lehernya pakai tali tampar warna biru saat dibunuh.
Bahkan lebih sadis lagi, pelaku tak tanggung-tanggung memukul bagian wajah dan kepala hingga mengalami kerusakan atau luka berat, hanya untuk memastikan agar korban benar-benar meninggal.
“Setelah dijerat lehernya, lalu korban dihajar bagian wajah dan kepalanya hingga rusak,” katanya.
2. Hubungan asmara dari kenal di Facebook
Budi Hendrawan menjelaskan, dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, ternyata pembunuh mengaku punya hubungan asmara dengan korban.
Jadi keduanya sudah saling mengenal.
Pelaku sudah mengenal korban sejak Juli 2019, awal kenalannya melalui jejaring Facebook lalu hingga akhirnya keduanya memiliki hubungan khusus.
“Sudah saling kenal, punya hubungan khusus antara pelaku yang masih pelajar dan korban yang statusnya janda satu anak itu,” terangnya.
Ditambahkan perwira berpangkat dua melati di pundak tersebut, dari data yang dikembangkan pelaku kerap diminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban.
Bahkan, pelaku mengaku kerap dimintai uang oleh korban.
“Dari keterangan, pelaku diminta bertanggungjawab atas kehamilan korban yang sudah usia 24 minggu atau enam bulan, tapi tidak tahu buah dari siapa.
Kita baru sebatas mendalami kasus pembunuhannya,” katanya.
3. Sudah direncanakan
Budi Hendrawan mengatakan, dari pengembangan penyidikan, ditemukan ada unsur perencanaan pembunuhan.
Sebab, pelaku sudah membawa tali tampar yang ditaruh di dalam saku celananya.
Tali itu kemudian yang digunakan untuk menjerat leher korban.
“Ada unsur perencanaan, karena sudah bawa tali untuk menjerat leher korban,” ujar Kapolres.
ia menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, korban sudah janjian dengan pelaku.
Korban lalu menjemput pelaku kemudian jalan-jalan bersama menggunakan motornya.
Pelaku yang mengendarai motor lalu mengambil sebotol arak yang sudah disimpan di semak-semak.
Kemudian menuju waduk selanjutnya bercinta.
Seusai bercinta, korban lalu curhat atas kehamilannya yang sudah usia 6 bulan.
“Sebelum dibunuh berhubungan badan dulu, lalu minum alkohol bersama,” terangnya.
Ditambahkan Budi, usai minum arak kemudian pelaku merasa pusing karena diminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban.
Bahkan pelaku juga mengaku sering dimintai uang oleh korban.
Akhirnya pelajar tersebut langsung menjerat leher korban dengan tali tampar hingga meninggal.
Bahkan untuk memastikan meninggal, pelajar tersebut memukul muka dan kepala korban hingga rusak atau luka berat.
“Jadi setelah korban dijerat lehernya, kemudian dipukuli hingga tewas. Barang bukti yang terkait pembunuhan sudah kita amankan,” ucapnya.
4. Ditangkap di rumah
Setelah membunuh Aidatul, pelaku kabur membawa motor dan handphone korban.
Lalu meminta jemput temannya di suatu tempat. Motor korban ditinggal di lokasi penjemputan.
Setelah dijemput, pelaku minta diantarkan pulang.
Petugas yang melakukan penyelidikan lalu mendatangi rumah dan menangkap pelaku.
Polisi juga memeriksa Handphone korban yang dibawa pelaku, dan ditemukan chatingan yang menguatkan pelajar tersebut adalah pelaku pembunuhan.
“Usai membunuh lalu meminta jemput temannya, dihubungi melalui rekaman pesan WhatsApp, temannya sudah kita periksa juga sebagai saksi,” bebernya.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti atas kejadian tersebut, di antaranya motor beat milik korban, handphone dan pakaian korban.
Kemudian ada juga barang tersangka yang turut diamankan, yaitu motor vixion, handphone, pakaian, tali tampar yang digunakan untuk menjerat korban, lalu botol plastik bekas arak.
5. Menyesal
Saat ditanya petugas, AN ST menundukkan kepala dan mengaku menyesali perbuatan yang dilakukan.
“Menyesal atas pembunuhan yang saya lakukan kepada Aidatul Izah,” katanya sambil menjawab lontaran pertanyaan awak media.
Pelajar tersebut juga tak menyangka bisa melakukan hal itu kepada janda yang tak lain merupakan tetangga desanya tersebut.
Namun dia mengungkapkan kerap diminta pertanggungjawaban atas kehamilan Aidatul Izah, yang berdasarkan hasil visum sudah usia 24 minggu atau 6 bulan.
Atas sejumlah desakan itulah pelaku tega menghabisi nyawa janda di sekitar saluran irigasi.
“Saya diminta tanggung jawab atas kehamilan dan sering dimintai uang juga,” bebernya sambil digiring petugas ke tahanan. (*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 6 FAKTA Cinta Terlarang Janda Muda & Pelajar SLTA di Bojonegoro, Pesta Arak, Bercinta lalu Dibunuh
Sumber Tribunnews.com https://wartakota.tribunnews.com/amp/2019/11/30/cinta-terlarang-janda-muda-dan-anak-sma-berakhir-tragis-hamil-6-bulan-minta-tanggung-jawab?page=4
Seniman Musik Tembilahan IKBOT Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Puluhan Seniman Musik yang bergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Orgen Tunggal (IKBOT) Tembilahan,memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 H di Rumah Kediaman Udin,Jalan Baharudin Yusuf,Tembilahan Jum’at (29/11/2019) malam.
Melalui kegiatan bertemakan “Dengan Memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Mari Kita Tingkatkan Iman, Taqwa, Kebersamaan dan Kekompakan Dalam Berorganisasi” ini, Ketua panitia pelaksana Hendri Budi mengajak kepada semua anggota IKBOT untuk menjadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dan sumber inspirasi.
Juga diharapkan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan sebagai panutan dalam setiap beraktivitas.
“Kehadiran kita pada peringatan Maulid ini adalah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, serta menanamkan kecintaan yang mendalam kepada Nabi Besar Muhammad SAW,” katanya.
Dia juga mengucapkan ribuan terimaksih kepada seluruh Kerabat dari Ikatan Keluarga Besar Orgen Tunggal Tembilahan yang telah berupaya memberikan sumbangsih baik itu berupa dukungan moril maupun fikiran sehingga acara ini dapat dilaksanakan.
“Alhamdulilah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sukses berkat kebersamaan anggota Ikatan keluarga besar orgen tunggal tembilahan,”tambahkannya.
Kegiatan ini menurut Hendri merupakan agenda rutin IKBOT baik acara 1 Muharram, maulid nabi saw dan isra miraj Nabi Muhammad SAW.
Mudah-mudahan dengan peringatan Maulid nabi muhammad saw ini mendapatkan berkah dari pada Allah SWT.
” Harapan kami terutama kepada panitia, kepada anggota IKBOT, mudah-mudahan hari besar islam ini kita ambil sisi positifnya , IKBOT bukan haya saja bergoyang di pentas tapi Ikbot segi ke agamaan bisa menjadikan iman dan taqwa kepada allah swt dan rasa solidaritas kebersamaan kita antara sesama pemain, penyanyi dan punya alat, “harapnya.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diawali dengan pembacaan ayat suci al qur’an oleh H.H. Ilham Syah juga diisi dengan rangkaian tausyiah oleh H Abdul Bar Samad. (***)
Bukan Keperawanan Alasan Persani Pulangkan Shalfa Avrila Siani
Shalfa Avrila Siani ditemani ibunya ketika melaporkan tudingan pemulangan secara paksa oleh Persani. Foto : iNews
ARB INdonesia, JAKARTA – Kisruh soal adanya berita soal pesenam Jawa Timur yang dipulangkan lantaran persoalan keperawanan akhirnya terjawab. Kemenpora yang menelusuri persoalan tersebut akhirnya mendapatkan jawaban mengapa Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) akhirnya memulangkan Shalfa Avrila Siani.
Sebelumnya beredar kabar kalau Persani telah mencoret satu atlet putrinya untuk berlaga di SEA Games 2019 lantaran sudah tidak perawan. Hal ini sempat mengejutkan keluarganya dan melakukan cek keperawanan di sebuah rumah sakit. Hasilnya, Shalfa dinyatakan masih perawan.
Sesmenpora Gatot Dewa Broto dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Jumat (29/11/2019), mengatakan langsung mengecek kebenaran berita tersebut dengan menghubungi Ketua PB Persani Ita Yuliati. Dari informasi yang diterima, tidak benar kalau Shalfa dipulangkan secara paksa.
“Yang benar kata Pak Indra (pelatihnya di Jatim) bahwa atlet tersebut indisipin dan kurang fokus. Hal ini berdampak prestasi menurun, sehingga diputuskan pelatih tidak disertakan di SEA Games dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi,” papar Gatot.
Kemenpora sangat prihatin dengan kejadian ini. “Kami sudah langsung komunikasi dengan Persani. Ini terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan.”
Sesuai dengan Perpres 95/2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabang olahraga bukan di Kemenpora maupun KONI. “Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas. Karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tak ada hubungannya dengan soal prestasi,” tegas Gatot.
Lebih lanjut Gatot mengimbau agar cabor untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apapun. Sebab, hal tersebut akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan. “Lebih baik berkonsultasi langsung pada pimpinan induk cabor ataupun KONI dan jika tidak dapat terselesaikan langsung ke Kemenpora agar isu-isu sensitif seperti itu bisa segera dimitigasi secepatnya.”
Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1463659/51/bukan-keperawanan-alasan-persani-pulangkan-shalfa-avrila-siani-1575002048
Hasil Tes Keperawanan Atlet SEA Games 2019 Kediri Masih Utuh
Ayu Kurniawati, ibu kandung SAS (18), atlet SEA Games 2019 asal Kediri yang dipulangkan karena alasan tidak perawan. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
ARB INdonesia, KEDIRI – Pemulangan SAS (18) atlet senam lantai Sea Games 2019 asal Kota Kediri karena alasan sudah tidak perawan membuat keluarga merasa terpukul.
Ayu Kurniawati, ibunda SAS menegaskan belum bisa menerima alasan keperawanan yang disampaikan pelatih pelatnas Persani (Persatuan Senam Indonesia).
Selain mencoreng masa depan putrinya, hasil tes dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan selaput dara SAS masih utuh.
“Embel embel tidak perawan itu yang membuat kami tidak terima,” kata Ayu ditemui di rumahnya di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (29/11/2019).
Pemulangan paksa SAS dari mess Persani di Gresik ke Kota Kediri berlangsung dramatis. Ayu mengaku dihubungi Irma, seorang pelatih SAS di mess Persani. Dalam komunikasi via telepon keluarga diminta segera menjemput pulang SAS dengan alasan sering pulang malam dan kerap pacaran.
Hal yang paling mengejutkan dan bahkan sampai membuat Satrio Utomo, suaminya syok, kata Ayu, dari hasil interogasi pelatih, putrinya dikatakan sudah tidak perawan. “Disampaikan bahwa selaput dara anak saya robek seperti bekas diperkosa,” kata Ayu dengan mata berkaca kaca.
Pada Rabu 20 November 2019, dengan diantar keponakannya, karena suaminya tidak sanggup mengantar, Ayu langsung meluncur ke Gresik melakukan penjemputan. Mereka tiba di lokasi sekitar jam 12 malam dan disitu hanya bertemu asisten pelatih.
Menurut Ayu, saat itu putri sulungnya hanya berurai air mata. Siswi SMAN 01 Kebomas Gresik itu memilih bungkam. “Sesampai di rumah anak saya baru bersedia cerita,” kata Ayu.
SAS tidak menampik tuduhan berpacaran. Namun dalam menjalin hubungan dirinya mengaku masih tahu batas norma. Terkait tuduhan tidak perawan, SAS sempat mempersilakan pelatihnya untuk melakukan tes keperawanan. “Namun pelatihnya tidak pernah melakukan tes keperawanan,” ungkap Ayu.
Mengetahui itu Ayu kemudian memberanikan diri menghubungi Indra Sabarani, Kepala bidang Profesi Persani Jatim sekaligus penanggung jawab atlet.
Dalam komunikasi via telepon Indra mengatakan alasan pemulangan karena SAS sudah tidak perawan.
Namun hal itu langsung dibantah Ayu bahwa selama ini tidak ada tes medis. Mendengar itu Indra, kemudian meminta SAS untuk menjalani tes keperawanan di rumah sakit Surabaya. “Kami sempat datang ke Surabaya, namun gagal karena sudah tutup,” kata Ayu.
Anehnya, pada Selasa 26 November 2019, Zahari, seorang pelatih tiba-tiba menelpon Ayu yang intinya meminta SAS kembali ke Mess untuk berlatih kembali. SAS yang semula murung kembali ceria karena merasa masih memiliki kesempatan berlaga di SEA Games 2019 di Filipina.
Kegembiraan itu ternyata tidak berlangsung lama. Ayu tiba-tiba kembali dihubungi oleh Zahari yang intinya Indra Sabarani mempertanyakan hasil tes keperawanan SAS. “Saya kemudian menawarkan jika tes dilakukan di RS Bhayangkara Kediri, dan saat itu oleh bang Zahri (Zahari) dibolehkan,” kata dia.
Hasil tes dokter kandungan RS Bhayangkara Kediri menyatakan SAS masih perawan. Namun yang bikin Ayu terkejut, surat keterangan keperawanan itu oleh pihak pelatih, terutama Indra Sabarani ditolak. Melalui Zahari, Indra meminta SAS dites ulang di RS Petrokimia Gresik.
Ayu dengan tegas menolak permintaan itu dengan alasan proses tes keperawanan menyakitkan. Selain itu ia merasa ada sesuatu yang aneh jika hasil tes resmi yang dikeluarkan rumah sakit (RS Bhayangkara) masih diragukan. Ayu mengaku legowo jika pemulangan anaknya karena alasan indispliner. “Hal yang kami tidak terima adalah karena alasan tidak perawan,” kata dia.
Menurut Ayu, keluarga menyesalkan hal itu. Untuk itu dengan menggandeng kuasa hukum keluarga menuntut pelatnas untuk melakukan pengembalian nama baik putri sulungnya. “Karena anak ini masih pelajar dan memiliki masa depan yang masih panjang,” kata dia.
Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1463819/51/hasil-tes-keperawanan-atlet-sea-games-2019-kediri-masih-utuh-1575032389