Ratusan gram Sabu di Blender, Dandim Apresiasi Kinerja Polres Inhil
Foto : Dandim 0314/Inhil bersama Wakil Bupati Inhil
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Komandan Kodim 0314/Inhil penuhi undangan Polres Inhil dalam melaksanakan pemusnahan Barang Bukti hasil tangkapan dari Operasi Antik Muara Takus yang dilaksanakan selama 22 hari, Selasa (03/12/19) pagi.
Selama Operasi berjalan, 16 kasus berhasil dibongkar oleh Satres Narkoba Polres Inhil dengan mengamankan 22 orang tersangka, termasuk diantaranya seorang ASN dan Anggota Polri.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemusnahan ini, sebanyak 532,45 gram sabu serta 126 butir ekstasi dengan berat 40,04 gram di lebur menggunakan mesin blender serta dicampur dengan cairan berupa air keras.
Pemusnahan itu disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Inhil H Syamsudin Uti, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, Kajari Inhil Susilo, Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan Nurmala Sinuraat, Kasat Narkoba Inhil AKP Bachtiar, Kepala KPLP Tembilahan dan Organisasi Penggiat Narkoba serta para awak Media.
Melalui kegiatan yang dilaksakan di halaman Polres Inhil tersebut, Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faisal saat di wawancarai media menuturkan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi jajaran Polres Inhil tentunya dalam hal memberantas narkoba.
“Saya mengapresiasi kinerja Polres Inhil dalam memberantas kejahatan terutama Narkoba. Kami dari Kodim 0314/Inhil sangat mendukung segala upaya yang dilaksanakan selama ini. Karena Narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman mengingatkan serta menghimbau kepada masyarakat Inhil, terutama para remaja agar waspada serta menjauhi barang haram tersebut.
“Narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa. Kesehatan diri dan mental hancur akibat penyalahgunaan narkoba.” imbuhnya.
Untuk diketahui, setelah dilaksanakan pemusanahan barang haram dengan cara di blender, kemudian BB yang berubah menjadi cairan tersebut dibuang dilubang kloset WC.
Reporter Arbain
https://youtu.be/zp1sdrUo1l8
Video Pemusnahan Narkoba
Bintang Kejora Dikibarkan Serentak di Banyak Negara, ‘Papua Mau Merdeka’
Foto : Bendera Bintang Kejora berkibar di Gedung Balai Kota Leichhardt, Sydney, Jumat (29/11/2019). (AWPA)
ARB INdonesia, JAKARTA – Aktivis Organisasi Papua Merdeka dan simpatisannya di sejumlah negara menggelar aksi mengibarkan bendera Bintang Kejora. Hal itu untuk memperingati hari deklarasi manifesto politik bangsa West Papua 1 Desember.
Berbagai kegiatan itu disatukan lewat tagar #GlobalFlagRaising di media sosial, demikian seperti dikutip dari ABC Indonesia, Selasa (3/12/2019).
Bendera Bintang Kejora pertama kali dikibarkan di tanah Papua pada 1 Desember 1961—jauh sebelum wilayah bekas jajahan Belanda ini dimasukkan ke dalam wilayah NKRI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang diadopsi menjadi Resolusi PBB Nomor 2509.
Sejak itu, Pemerintah RI melarang pengibaran bendera yang oleh pejuang OPM telah dijadikan simbol perlawanan mereka.
Warga di Warrnambool, salah satu kota di Australia misalnya, sudah sejak 10 tahun terakhir selalu ikut merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan Papua.
Sudah sejak 10 tahun terakhir warga di Kota Warrnambool Australia selalu mengibarkan Bintang Kejora sebagai dukungan bagi kemerdekaan Papua. [ABC]
Bahkan di kota pedalaman itu, sejumlah warga membentuk organisasi Australian West Papua Association south-western Victoria.
Hari Minggu (1/12/2019) akhir pekan lalu, organisasi ini menggelar pengibaran Bintang Kejora di Civic Green Warrnambool dihadiri sekitar 20 orang.
Menurut jubir John Gratton Wilson, kegiatan tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi perjuangan rakyat Papua, sekaligus perlawanan atas pelarangan Bintang Kejora oleh Pemerintah RI.
“Saya pribadi menyaksikan sendiri bagaimana orang Indonesia memperlakukan penduduk lokal (Papua),” kata Wilson seperti dikutip media setempat The Standard.
“Mereka menganggap orang Papua sebagai sub-human. Tapi kita tahu siapa sebenarnya yang sub-human dari cara mereka memperlakukan orang lain,” ujarnya.
Aksi pendukung Papua Merdeka menuntut referendum di Federation Square, Melbourne, pada 15 September 2019. [ABC]
“Salah kalau kita mengabaikan para pelanggar HAM ini di depan mata kita. PBB perlu mengakui kekeliruannya sendiri dari tahun 1960an dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua dari penjajah brutal,” kata Wilson lagi.
“Papua akan mendapatkan kemerdekaannya, hanya masalah waktu saja,” katanya.
Selain di Warrnambool, pengibaran Bintang Kejora juga dilakukan aktivis pendukung Papua merdeka di gedung Pemkot Leichardt di Sydney.
Kota lainnya di Australia juga menjadi tempat aktivitas para pendukung Papua merdeka, terutama di Melbourne, yang menjadi basis tokoh gerakan ini, Jacob Rumbiak.
Pada pertengahan September lalu misalnya, ratusan massa pendukung gerakan ini melakukan aksi long march dari titik berkumpul di depan perpustakaan State Library di pusat kota, menuju ke alun-alun Federation Square.
Saat itu, yel-yel “Papua Merdeka” menggema di sepanjang jalan Swanston Street yang merupakan jantung Kota Melbourne. Setiapkali orator meneriakkan “Papua”, massa menyahut dengan kata “Merdeka”.
Dukungan sejumlah warga Selandia Baru terhadap kemerdekaan Papua juga ditunjukkan pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]
Menurut catatan ABC, sudah 20 tahun terakhir Jacob Rumbiak berdiam di Australia, sejak melarikan diri dari Indonesia pada masa referendum Timor Timur tahun 1999.
Saat itu, mantan dosen Universitas Cendrawasih ini menjadi voluntir pemantau PBB di Timtim, dan berhasil ikut naik pesawat ke Australia. Dia mendapatkan status warga negara Australia sejak 2006.
Dalam beberapa kesempatan, biasanya di sekitar waktu peringatan HUT Proklamasi RI, terjadi aksi gerakan Papua merdeka di Melbourne.
Sementara itu pada hari Minggu (1/12/2019) kemarin, aksi dukungan juga ditunjukkan West Papua Action Aotearoa hkoi di ibukota Selandia Baru, Wellington.
Warga di Fiji juga turut mengibarkan Bintang Kejora pada hari Minggu (1/12/2019). [ABC]
Para aktivis datang dari berbagai kota seperti Dunedin, Christchurch dan Auckland, untuk memprotes pelanggaran HAM dan mendukung kemerdekaan Papua dari Indonesia.
Menurut salah satu pelaksana kegiatan ini Jeremy Simons, meskipun kebanyakan warga Selandia Baru tak tahu mengenai perjuangan rakyat Papua, namun kalau diberitahu umumnya mereka mendukung.
Sejumlah aktivis organisasi ini, katanya, mendapatkan ancaman online karena menunjukkan dukungan mereka bagi perjuangan rakyat Papua.
“Tentu saja kami prihatin, karena selama bertahun-tahun belum pernah ada aktivis Kiwi yang mendapat ancaman,” kata Simons seperti dikutip media RNZ, Minggu (1/12/2019).
Dia menyebutkan bahwa warga Papua yang berada di Selandia Baru juga mendukung aksi ini, namun tak berani muncul karena khawatir dengan keselamatan keluarga mereka di Papua.
Aksi pengibaran Bintang Kejora kemarin terpantau terjadi di Fiji. Selain itu, juga beberapa kota di Inggris, Belgia, dan Swedia.
Sementara untuk di Papua sendiri, aktivis HAM yang Veronica Koman yang kini berdiam di Australia mengunggah di akun medsosnya sejumlah rekaman yang menunjukkan adanya kegiatan terkait Bintang Kejora.
Di salah satu gereja di Jayapura misalnya, sejumlah mahasiswa berpakaian adat Papau yang membawa bendera Bintang Kejora tampak ikut mendapat roti sakramen dari Pastor yang memimpin kebaktian di gereja tersebut.
Paling tidak ada tiga orang mahasiswa yang tampak dalam video yang dibagikan melalui akun Twitter Veronica Koman.
Namun, beberapa komentar terhadap video ini mempertanyakan mengapa mereka yang telah menerima hosti di barisan sebelah kanan, justru berbelok ke sebelah kiri.
Menurut keterangan Veronica dari unggahan lainnya, ada empat mahasiswa Papua berinisial MY, DT, PH, dan ED yang mengenakan pakaian adat yang ditangkap di dalam gereja itu karena membawa bendera Bintang Kejora.
Selain di Jayapura, Veronica juga membagikan adanya aktivitas warga memperingati hari kemerdekaan Papua 1 Desember di berbagai tempat seperti yang terjadi di Painai dan dihadiri puluhan warga.
Menurut laporan kantor berita Antara, sedikitnya 34 orang telah ditangkap pada hari Sabtu (30/11/2019) dengan tuduhan merencanakan kegiatan memperingati kemerdekaan Papua.
Kepolisian RI dilaporkan menurunkan sekitar 1.300 aparat untuk mengantisipasi kejadian sekitar peringatan 1 Desember ini.
Polisi menyatakan telah sepakat dengan Pemerintah setempat di Papua untuk melarang setiap aktivitas untuk memperingati 1 Desember tersebut.
Namun, peringatan justru terjadi di sejumlah kota di berbagai negara seperti terekam dalam foto-foto berikut ini.
1. Swedia
Bintang Kejora dikibarkan warga di tengah musim dingin di Swedia, Minggu (1/12/2019). [ABC]
2. Inggris
Sejumlah aktivis di Brighton UK mendukung kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]
3. Skotlandia
Di ibukota Skotlandia, Edinburgh, sejumlah aktivis juga menunjukkan dukungan bagi kemerdekaan Papua, Minggu (1/12/2019). [ABC]
4. Republik Katalan di Belgia
Bintang Kejora dikibarkan di kantor perwakilan Republik Katalan di Belgia, Minggu (1/12/2019). [Twitter: @FreeWestPapua]
Sumber : riaumandiri.co /www.abc.net.au/Suara /
https://www.riaumandiri.id/read/detail/77924/bintang-kejora-dikibarkan-serentak-di-banyak-negara-papua-mau-merdeka
26 Desember, Ini Fakta Menarik Gerhana Matahari Cincin di Indonesia
Fenomena alam gerhana Matahari Cincin diprediksi menyambangi wilayah Indonesia pada 26 Desember 2019. Foto/Universe Today
ARB INdonesia, JAKARTA – Fenomena alam langka bakal kembali terjadi di wilayah Indonesia. Kali ini adalah gerhana Matahari cincin.
Gerhana matahari cincin terjadi karena wilayah yang dilalui oleh bayangan antumbra, yaitu perpanjangan dari umbra (bayangan utama) di mana Bulan tepat berada di depan Matahari, tetapi piringannya tampak terlalu kecil untuk menutupi seluruh piringan Matahari.
Selain menikmati gerhana Matahari Cincin, sejumlah wilayah di Indonesia juga akan dilalui oleh bayangan penumbra. Yakni, bayangan samar-samar di mana piringan Bulan tampak hanya menutupi sebagian piringan Matahari.
Diprediksi terjadi pada tanggal 26 Desember 2019, inilah deretan fakta menarik dari fenomena gerhana Matahari cincin dan penumbra di Indonesia yang diungkap oleh Planetarium dan Observatorium Jakarta, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki:
Profil Gerhana Matahari 26 Desember 2019
Kategori siklus saros 132:
– Gerhana ke-46 dari total 71 gerhana
– Gerhana ke-47 akan terjadi tanggal 5 Januari 2038 (18 tahun mendatang)
Persentase bagian Matahari yang tertutupi Bulan
– Batam 94,1% (Puncak Fase Cincin)
– 72,1% (Puncak Fase Parsial)
Lokasi:
Wilayah gerhana secara global:
Eropa bagian timur, sebagian besar Asia, Australia bagian barat daya, Afrika bagian timur, Samudera Pasifik, dan samudera Hindia.
Lokasi puncak gerhana matahari cincin:
01 derajat LU (Lintang Utara) 102,3 derajat BT atau Bujur Timur (Riau)
Kota yang dapat melihat fase cincin:
– Padang Sidempuan, Sumatera Utara
– Duri, Riau
– Batam, Kepulauan Riau
– Singkawang, Kalimantan Barat
– Pemangkat Kalimantan Barat
– Sebagian Kalimantan Utara
– Sebagian Kalimantan Timur
Waktu Kejadian dan Posisi Benda Langit:
– Gerhana terjadi di rasi Sagitarius
– Pengamatan Gerhana Matahari Cincin: Batam, Kepulauan Riau
– Pengamatan Gerhana Matahari Parsial: Jakarta, DKI Jakarta
Jarak Benda Langit dari Bumi
Bulan-Bumi: 378.288,716 km
Matahari-Bumi : 147.122.000 km
Sumber Sindonews.com
https://sumsel.sindonews.com/read/2341/1/26-desember-ini-fakta-menarik-gerhana-matahari-cincin-di-indonesia-1575328331
Raih Lima Emas, Indonesia Geser Malaysia
Edgar Xavier Marvelo buat jadi bintang buat kontingen Indonesia di hari ketiga SEA Games 2019 setelah menyumbangkan dua medali emas Foto : ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/aww
ARB INdonesia, MANILA – Kontingen Indonesia berhasil menggeser Malaysia dari daftar perolehan medali SEA Games 2019. Berkat tambahan lima emas, sampai pukul 13.00 WIB, Indonesia menempati posisi ketiga dengan raihan, 11 emas, 13 perak dan 13 perunggu.
Emas pertama Indonesia, Selasa (3/12/2019) disumbangkan Edgar Xavier Marvelo dari cabang wushu. Ia berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan atlet Singapura Jowen Lim dan Tran Xuan Hep dari Vietnam. Tak hanya menyumbangkan dari nomor individu, Edgar pun tampil menawan bersama Seraf Naro Siregar, dan Harris Horatius di nomor duilian putra.
Selanjutnya di cabang pencak silat, Puspa Arum Sari kembali membuat lagu Indonesia Raya berkumdang. Tampil di tunggal putri nomor seni, Puspa Arum Sari mengalahkan Mary Francine Padios dari Filipina yang meraih perak, serta Anisah Najihah Abdullah dari Brunei Darussalam.
Dari angkat besi, Indonesia kembali menunjukkan kelasnya sebagai negara tangguh. Emas ketiga dari cabang angkat besi ini lahir melalui lifter Deni Deri. Sebelumnya dua medali emas sudah disumbangkan Windy Cantika Aisah dan Eko Yuli. (*)
Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1464860/51/raih-lima-emas-indonesia-geser-malaysia-1575354861
Hasil Operasi Antik Muara Takus Polres Inhil, 532 gram Sabu dan 126 Butir Ektasi di Blender
Foto : Pemusnahan Barang Bukti hasil tangkapan Operasi Antik Muara Takus di Polres Inhil
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepolisan Resor (Polres) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan pemusnahan Barang Bukti hasil tangkapan dari Operasi Antik Muara Takus yang dilaksanakan selama 22 hari, Selasa (03/12/19) pagi.
Selama Operasi berjalan, 16 kasus berhasil dibongkar oleh Satres Narkoba Polres Inhil dengan mengamankan 22 orang tersangka, termasuk diantaranya seorang ASN dan Anggota Polri.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pemusnahan ini, sebanyak 532,45 gram sabu serta 126 butir ekstasi dengan berat 40,04 gram di lebur menggunakan mesin blender serta dicampur dengan cairan berupa air keras.
Pemusnahan itu disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Inhil H Syamsudin Uti, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, Kajari Inhil Susilo, Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan Nurmala Sinuraat, Kasat Narkoba Inhil AKP Bachtiar, Kepala KPLP Tembilahan dan Organisasi Penggiat Narkoba serta para awak Media.
Melalui kegiatan yang dilaksakan di halaman Polres Inhil tersebut, Wakil Bupati Inhil H Samsyudin Uti menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Polres Inhil yang mampu membongkar jaringan-jaringan narkoba di Kabupaten Inhil dalam waktu singkat.
“Tidak ada ampun untuk pelaku, pemakai dan pengedar, dari dulu hingga masa yang akan datang kami Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus memerangi Narkortika dalam bentuk apapun,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman mengingatkan serta menghimbau kepada masyarakat Inhil, terutama para remaja agar waspada serta menjauhi barang haram tersebut.
“Narkoba dapat merusak generasi penerus bangsa. Kesehatan diri dan mental hancur akibat penyalahgunaan narkoba.” imbuhnya.
Untuk diketahui, setelah dilaksanakan pemusanahan barang haram dengan cara di blender, kemudian BB yang berubah menjadi cairan tersebut dibuang dilubang kloset WC.
Reporter Arbain
https://youtu.be/zp1sdrUo1l8
Vidio Pemusnahan
Sedang Hamil, Terimakasih Tewas dengan Luka Tusukan dan Sayatan
Foto : Terimakasih Laila tewas secara mengenaskan. riaumandiri.co
ARB INdonesia, NIAS – Warga Dusun Khou-Khou, Desa Hiliwaebu, Kecamatan Susua, Nias, Sumatra Utara digegerkan dengan penemuan mayat seorang gadis remaja yang tewas secara mengenaskan.
Mayat tersebut diketahui bernama Terimakasih Laila (19) dan masih berstatus pelajar di SMA Negeri 3 Susua, Nias Selatan.
Saat kali pertama ditemukan, Senin (2/12/2019), Terimakasih tewas dalam kondisi hamil. Ditemukan sejumlah luka di tubuh korban.
“Korban ditemukan tak jauh dari rumahnya, Jumat (29/11/2019),” kata Kasubbag Humas Polres Nias Selatan, Brigadir Dian Octo P Tobing, Senin (2/12/2019).
Dian mengungkapkan, luka-luka yang ditemukan di tubuh korban seperti bekas tusukan dan sayatan di wajah, tangan dan dada.
Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit, kata Dian, jasad perempuan itu meninggal dengan kondisi sedang hamil.
“Dari pemeriksaan itu dokter menemukan adanya tanda kehamilan pada korban dengan usia kandungan 4-5 bulan,” kata dia.
Dalam kasus ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk keluarga korban.
Sumber riaumandiri.co – batamnews.co.id
https://www.riaumandiri.id/read/detail/77891/sedang-hamil-terimakasih-tewas-dengan-luka-tusukan-dan-sayatan