Tahun Depan, LBDH Tembilahan Agendakan Pengajian Bulanan





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bertempat di Kantor DPC Laskar Banjar Dalas Hangit (LBDH) Kecamatan Tembilahan melaksanakan rapat bulanan di Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 Jembatan 1 Tembilahan Hilir, Minggu (08/12/2019.

Dalam rapat bulanan tersebut LBDH Tembilahan membahas program kerja tahun 2020 dan di hadiri seluruh pengurus dan anggota.

Daman Arsa Nova Bendahara Umum DPP LBDH yang didampingi ketua DPC LBDH Tembilahan mengatakan bahwa kegiatan sore ini di sekretariat LBDH Tembilahan adalah melaksanakan rapat bulanan ataupun rapat anggota yang mana untuk menyusun program kerja di tahun 2020.

“Alhamdulillah, atas  kesepakatan bersama kawan-kawan yang mana Saya sendiri dampingi oleh bang Samsul selaku ketua DPC LBDH Tembilahan dan wakil ketua penasehat LBDH Tembilahan telah menentukan program kerja yang mana akan dilaksanakan pada tahun 2020.” Kata Damz nama panggilan akrabnya.





Damz menuturkan bahwa hasil rapat sore ini ialah menyepakati kegiatan untuk di tahun 2020, yaitu adalah yasinan bulanan ataupun pengajian bulanan yang mana dilakukan atau dilaksanakan oleh kawan-kawan dari pada anggota LBDH Kecamatan Tembilahan.

“Program kerja yang kita sepakati ini tidak lah muluk-muluk yaitu pengajian bulanan / yasinan bulanan, dan untuk kegiatan-kegiatan jangka panjang kami siap berkoordinasi kepada pemerintah daerah Inhil, Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil serta Dinas Sosial untuk sama-sama bersinergi memberikan warna di Kabupaten Inhil,” ucapnya.

Damz mengatakan apabila ada saudara-saudara kita yang ingin bergabung ke organisasi LBDH sangatlah mudah sekali, cukup datang langsung ke kantor Sekretariat LBDH di Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 Jembatan 1 Tembilaan Hilir.

“Untuk saudara-saudara kita yang mau gabung, gampang. Cukup datang ke kantor LBDH Tembilahan isi formulir keanggotaan kemudian langsung serahkan kembali, jelasnya





“Dan untuk saudara-saudara kita yang bukan suku Banjar mau gabung. ya sudah tentu Bisa lah. Nanti itu di sebut dengan anggota kehormatan, artinya orang yang peduli dengan suku Banjar dan karena ia mau memajukan serta mengabdikan diri di LBDH dan saya tentunya merasa senang dan bangga,” tambahnya.

Damz berharap semoga dengan hasil rapat pada sore hari ini dapat terealisasi dan terlaksana, lancar tanpa ada hambatan kedepannya.

“moga-moga doa kita sama-sama pada saat sore ini kita program kerja yang kita susun untuk tahun 2020 dapat terealisasi, lancar dan tidak menimbulkan hambatan,” harapnya. (*)




Istimewa, Tol Pekanbaru-Dumai Ada Perlintasan Gajah

Akan ada perlintasan khusus Gajh di Tol Pekanbaru-Dumai. menurut rencana akan mulai dilakukan uji coba 20 Desember 2019





ARB INdonesia, PEKANBARU – Sekretaris perusahaan Hutama Karya, M Fauzan mengatakan dalam pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai ini, ada keistimewaan, dimana pihaknya membangun enam lintasan gajah di proyek jalan ini. Sejauh ini di Indonesia tidak ada dibangun perlintasan Gajah, baru pertama kalinya dibangun perlintasan gajah di Riau.

Perlintasan gajah ini sengaja dibuat agar pembangunan jalan bebas hambatan tersebut tidak menganggu habitat ataupun aktivitas gajah yang sering melintas di sekitar area pembangunan tol tersebut.

“Totalnya ada enam lintasan gajah yang kamu siapkan. Ada satu lintasan yang lebih lebar di seksi dua dan sisanya di seksi empat. Jadi nanti gerombolan gajah yang biasanya lewat di sana tidak terganggu, mereka lewat terowongan lintasan gajah tersebut,” katanya.





Ia menjelaskan, bahwa konstruksi pembuatan terowongan migrasi gajah ini memakan biaya yang cukup besar. Apa lagi setiap lorongannya dibuat lebih lebar dan tinggi demi kenyamanan gajah tersebut. Dan bisa saja perlintasan berpotensi jadi kawasan ekowisata.

“Jalannya itu kan kita tinggikan lalu dibuat lorong di bawahnya. Kontruksinya hampir mirip seperti flyover SKA itu. Lebar lorongnya saja kita buat 25 meter dan tingginya sekitar lima meter lebih. Agar gajahnya nyaman,” katanya.

“Apakah lintasan gajah ini dibuat ekowisata atau gimana masih dipikirkan. Karena kita harus membicarakan dulu dengan bagian yang membidangi itu. Misal, ada rest area di dekat situ apakah itu dianggap menganggu gajah atau tidak,” jelasnya. (*)





Sumber Haluanriau.co
https://haluanriau.co/2019/12/05/istimewa-tol-pekanbaru-dumai-ada-perlintasan-gajah/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook




LKPP Manfaatkan Data Pengadaan untuk Cegah Korupsi

Datathon 2019 dan Launching Opentender 3.0 yang mengambil topik : Membuka Data, Mencegah Korupsi di Pengadaan, di kantor LKPP, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).





ARB INdonesia, JAKARTA – Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah atau LKPP mendorong partisipasi publik dalam mengawal proses pengadaan. Kepala LKPP Roni Dwi Susanto menyampaikan tingginya potensi korupsi di pengadaan yaitu sebesar 30% dari nilai pengadaan yang per tahunnya mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Hal tersebut mengemuka dalam acara Datathon 2019 dan Launching Opentender 3.0 yang mengambil topik : Membuka Data, Mencegah Korupsi di Pengadaan, di kantor LKPP, Jakarta, Sabtu, (7/12/2019).

“Sekarang (korupsi) tidak hanya dalam pelaksanaan pengadaan. Dari awal perencanaan, sudah merencanakan ini yang bisa dikorupsi”, ujar Roni DS. Lebih lanjut Roni DS mengajak peserta Datathon 2019 untuk menganalisa data pengadaan agar dapat mendukung tercapainya tujuan pengadaan, yaitu best value for money.





Datathon 2019 diadakan oleh LKPP bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), dan Deeptech.id. Peserta Datathon 2019 terdiri dari penggiat IT, komunitas data science, pelaku pengadaan, dan mahasiswa.

Keterlibatan masyarakat sipil untuk mengolah data pengadaan masih rendah. Berdasarkan rilis Dataversity.net, hanya 0.5% dari seluruh data yang telah dianalisis. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan muncul gagasan dan kreativitas dalam mengolah data pengadaan yang mampu menunjukkan indikasi terjadinya fraud dan penyelewengan.





Sementara itu dengan pengembangan Opentender 3.0, publik akan mudah melihat data yang menunjukkan indikasi terjadinya penyelewengan dalam proses pengadaan, ungkap Adnan Topan Husodo, Koordinator ICW.

Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Ikak G. Patriastomo menyampaikan perlunya membangun transparansi melalui keterbukaan data pengadaan. LKPP telah membangun sistem enkripsi end-to-end mulai dari perencanaan, pemilihan penyedia, dan kontrak. (*)





Sumber Sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1466331/15/lkpp-manfaatkan-data-pengadaan-untuk-cegah-korupsi-1575715047




DPR RI : BKSDA Riau Harus Serius Tangani Serangan Harimau, Ini Menyangkut Keselamatan Masyarakat

Abdul Wahid anggota DPR RI





ARB INdonesia, RIAU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau diminta untuk lebih serius dan segera menindaklanjuti permohonan masyarakat di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) soal masih mencekamnya ancaman serangan Harimau Sumatera di daerah setempat. Karena BBKSDA dibentuk untuk menangani persoalan ancaman konflik satwa liar yang mengancam keselamatan warga.

“Karena ini berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan kenyamanan. Jika BBKSDA Riau tidak punya personil atau terbatas peralatan maka dia bisa lapor ke pusat untuk menanganinya” ungkap Abdul Wahid anggota Komisi VII DPR RI ini kepada Gagasan Sabtu malam (7/12/2019).

Untuk itu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyarankan agar pihak BBKSDA Riau harus ada tindakan yang cepat dan tepat soal ancaman serangan harimau sumatera, yang telah menewaskan 5 orang dalam kurun dua tahun di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir ini. 

“Silahkan rapat. Tapi yang paling penting bagi masyarakat tindakan yang cepat. Turunkan tim untuk untuk Investigasi di lapangan” tegasnya.





Jika perlu kata legislator Daerah Pemilihan Riau II meliputi Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kuansing, Inhu dan Inhil ini, pihak BBKSDA rapatnya di lapangan agar jelas kinerjanya dan merasakan keresahan yang dialami masyarakat terkait ancaman hewan buas itu.

“Jika perlu rapatnya langsung Di lapangan, lakukan tindakan investigasi dan evakuasi” tegasnya. “Karena mereka dibentuk untuk menangani itu semua” tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, Tolib, tokoh masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, geram dengan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau karena tidak ada tindakan sama sekali soal untuk menangani Harimau Sumatera di daerah mereka. Pasalnya selama tahun 2019 ini, sudah tiga orang tewas akibat serangan harimau sumatera di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Tidak ada respon sama sekali dari pihak balai (BKSDA.Red), kalau kondisi saat ini, bukan menakutkan atau mencekam lagi pak, sudah lima orang jadi korban, dan itu terjadi di Kampung Danau semua, kalo pihak dari Balai (BKSDA) mereka datang kesini cuma petantang petenteng foto-foto pasang spnaduk, tidak ada tindakan atau mencoba evakuasi Harimau itu” kata Tolib kepada Gagasan Kamis malam (5/12/2019).





Padahal katanya warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir ini sampai membuat surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar Harimau Sumatera itu segera dilakukan tindakan baik melakukan evakuasi maupun tindakan lain hingga masyarakat dapat beraktifitas untuk mencari nafkah.

BBKSDA kata Tolib, harusnya tahu bahwa habitat kawasan harimau sumatera di dua Kecamatan yakni Gaung dan Pelangiran sudah tak layak lagi. Pasalnya kata Tolib kawasan itu sudah dikepung oleh perusahaan perkebunan sawit maupun Hutan Tanaman Industri (HTI). Sehingga sudah sepantasnya dilakukan evakuasi terhadap harimau sumatera tersebut.

“Harimau itu sudah dikepung oleh (konsesi) perusahaan semua, mulai PT SPA, Sinar Mas Group, PT MDI, nah harusnya kan dipindahkan harimau tuch, daripada mengancam keselamatan warga ke tempat yang aman bagi harimau dan masyarakat juga nyaman menjalani aktifitas kesehariannya” ungkap Tolib.





Dikatakan Tolib, BBKSDA Riau lebih peduli tentang keselamatan harimau sumatera itu, tanpa tidak sebaliknya memikirkan keselamatan masyarakat yang terus dihantui ancaman serangan hewan buas tersebut.

“Kita boleh lah pak melindungi hewan tersebut, apa bila mereka tidak menggangu, ini kan makan korban warga kami, kan harus ada dari pihak BBSKDA” tukasnya.

Dikatakan Tolib, warga di kampungnya sampai membuat surat bermohon agar hewan buas itu di evakuasi segera, tepatnya tanggal 16 September 2019, dengan nomor surat 010/PEM-DTS/RT/IX/2019 yang ditujukan kepada Bupati Kabupaten Inhil judul surat itu “Permohonan Tindak Lanjut Evakuasi Satwa Liar Harimau ditanda tangani oleh Kadesnya Abu Nawas. 

Surat itu juga ditembuskan kepada Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Riau, Polda Riau, BBKSDA Riau, DPRD Provinsi Riau dan jajaran forkompinda lainnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Suharyono menanggapi surat yang diajukan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dan dia menyarankan agar konfirmasi kepada pihak Pemkab Inhil.

“Terakhir kami sudah rapat bersama dengan pemangku kepentingan di pusat. Dipimpin langsung oleh Dir KKH terkait masalah itu. Untuk surat tersebut mungkin lebih tepat ditanya ke Pemda, karena surat tersebut adressnya ke kabupaten” kata dia kepada Gagasan Rabu 4 Desember 2019.





Saat ditanyakan kembali apakah tindak lanjut dari surat permohonan yang diajukan masyarakat itu, dia tak kembali mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat. “Kami ambil langkah-langkah salah satunya tadi diatas, merapatkan dengan pemangku kepentingan” tulis dia singkat.

Informasi yang berhasil dirangkum, akibat serangan harimau sumatera ini, tiga orang meninggal di Kabupaten Indragiri Hilir selama 2019. Pada Kamis (24/10).

Korban atas nama Wahyu Kurniadi asal Provinsi Aceh, tewas mengenaskan karena diterkam di lahan konsesi PT Ria Indo Agropalma di Kecamatan Pelangiran.

Kemudian pekerja di konsesi PT Ria bernama M. Amri pada 23 Mei 2019. Tubuhnya dicabik-cabik harimau sumatera di Kanal Sekunder 41 PT Ria di Desa Tanjung Simpang.

Selanjutnya Agustus 2019, Darwaman alias Nang (36) tewas akibat diterkam harimau sumatera liar di lahan konsesi PT Bhara Induk.Nang adalah warga Desa Tanjung Simpang.





Sumber gagasanriau.com
https://gagasanriau.com/news/detail/42031/dpr-ri–bksda-riau-harus-serius-tangani-serangan-harimau-ini-menyangkut-keselamatan-masyarakat




Indra Sjafri bersedia latih timnas senior Indonesia

Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri memberi arahan timnya saat melawan Timnas Thailand dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (26/11/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)





ARB INdonesia, MANILA – Usai membawa skuatnya ke final SEA Games 2019, pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri mengatakan bahwa dirinya bersedia jika PSSI menunjuknya menjadi pelatih timnas senior Indonesia.

“Saya siap kalau ditunjuk menjadi pelatih tim nasional,” ujar Indra di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12).

Juru taktik asal Sumatera Barat itu menegaskan bahwa dirinya memilik pengalaman melatih yang mumpuni, baik di level klub maupun tim nasional kelompok umur.





Indra Sjari dikenal memiliki jejak panjang di dunia kepelatihan tim nasional kelompok umur. Dia pernah membawa timnas U-17 Indonesia juara di turnamen Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) U-17 pada tahun 2012.

Setahun berikutnya, Indra kembali membawa Indonesia menjadi yang terbaik di turnamen HKFA U-19.

Pelatih berusia 56 tahun itu pernah membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019. Kedua gelar itu menjadi yang pertama bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Di tingkat Asia, timnas U-19 diantarkannya ke perempat final Piala Asia U-19 tahun 2018. Indra juga pernah tercatat sebagai pelatih klub Bali United.





Terkini, Indra Sjafri sukses membawa anak-anak asuhnya melaju ke final SEA Games 2019, di mana Indonesia akan melawan Vietnam pada Selasa (10/12) di Stadion Rizal Memorial, Manila.

Pencapaian final itu menjadi yang pertama untuk timnas sejak SEA Games 2013 dan lebih baik dari SEA Games 2017, saat Indonesia ditangani pelatih asal Spanyol Luis Milla, di mana Garuda Muda cuma sampai semifinal yang akhirnya merebut medali perunggu.

Indonesia belum pernah mencicipi medali emas sepak bola putra SEA Games sejak menggapainya pada tahun 1991.





PSSI sendiri masih mencari sosok yang tepat untuk menangani tim nasional Indonesia sepeninggal pelatih asal Skotlandia Simon McMenemy.

PSSI masih menempatkan dua nama sebagai calon pelatih timnas Indonesia yaitu Shin Tae-Yong dan Luis Milla. Mereka pun telah bersua PSSI dalam beberapa minggu yang lalu di Filipina serta Manila untuk pemaparan program kepelatihannya jika terpilih menjadi juru taktik tim berjuluk Garuda.

Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan pun menyebut bahwa pihaknya sudah menghubungi pelatih dan legenda sepak bola asal Belanda Ruud Gullit untuk dicalonkan menjadi pelatih timnas Indonesia.(*)





Sumber antaranews.com
https://m.antaranews.com/berita/1198824/indra-sjafri-bersedia-latih-timnas-senior-indonesia




Razia di Hutan Riau, Petugas BBKSDA Temukan 170 Jerat Satwa

Ilustrasi jerat satwa (Foto: Matius Alfons/detikcom)





ARB INdonesia, RIAU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Tim menemukan 170 jerat atau perangkap untuk membunuh satwa di dalam hutan.

“Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember 2019 ada 170 jerat yang disita dari kawaaan hutan di Riau. Operasi jerat ini cukup efektif dan diketahui model jerat yang semakin variatif,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Minggu (8/12/2019).

Haryono menjelaskan, kematian satwa liar dalam setahun terakhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya, adalah adanya konflik dengan manusia, serta perburuan satwa liar.

“Salah satu model perburuan satwa liar di Riau yaitu pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dengan dalih memasang jerat babi hutan,” kata Haryono.





Akan tetapi, lanjut Haryono, jerat tersebut kebanyakan yang menjadi korban jerat justru satwa liar yang statusnya dilindungi. Faktanya korbannya adalah justru gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus, harimau sumatera (Pantera tigris sumatrae), beruang (Helarctos malayanus). Ada lagi tapir (Tapirus indicus).

“Ini belum satwa lainnya. Tercatat 2018-2019 ada 4 ekor gajah sumatera yang terjerat. Harimau Sumatera ada 3, beruang 2 ekor, tapir 2 ekor. Ini terjadi dalam kantong kawasan konservasi Giam Siak Kecil, Kerumutan, dan kawasan konservasi Zamrud,” kata Haryono.





Dengan banyaknya satwa menjadi korban perburuan liar dengan jerat, kata Haryono, sehingga pihaknya menurunkan tim sapu jerat di Riau. Tim ini dibagi untuk menelusuri jerat di sejumlah kawasan hutan di Riau.

Kawasan hutan yang dibersihkan ada 8 lokasi. Konservasi Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan dengan dua tim menemukan 25 jerat. Kerumutan Selatan ada Kecamatan Kuala Cinaku Kabupaten Inhu, ada 15 jerat.

Kawasan hutan Giam Siak Selatan Kabupaten Siak ada 38 jerat, Giam Siak Utara Kabupaten Bengkalis 30 buah jerat. Lanskap Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis ada 34 jerat. Lanskap Zamruh Kecamatan Dayun Siak Kabupaten Siak ada 30 jerat.

“Ada jerat yang dimukan seekor moyet ekor panjang ditemukan mati sudah tergantung dijerat yang dipasang warga. Dengan masih banyaknya jerat, menunjukan ancaman mati satwa liar di Riau masih cukup tinggi. Jenis jerat yang disita ada jenis benang nilon dan kawat,” tutup Haryono.





Sumber detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-4814251/razia-di-hutan-riau-petugas-bbksda-temukan-170-jerat-satwa/2#detailfoto