Gigolo Pembunuh SPG Cantik di Bali Divonis 11 Tahun Penjara

Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 11 tahun kepada gigolo Bagus Putu Wijaya (32), Senin (6/1/2020). Foto: SINDOnews/Chusna







ARB INdonesia, DENPASAR – Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 11 tahun kepada gigolo Bagus Putu Wijaya (32), Senin (6/1/2020). Dia terbukti membunuh pasangan kencannya seorang sales promotion girl (SPG).


Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa 15 tahun penjara. “Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” kata ketua majelis hakim Heriyanti.


Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur pasal 338 KUHP.


Menurut hakim, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf yang bisa menghapus kesalahan terdakwa. Sehingga terdakwa harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.


Kasus itu bermula saat terdakwa kenal dengan korban, NPY, melalui aplikasi Michat. Saat itu terdakwa sedang mengajukan kredit mobil.



Terdakwa lalu bertemu korban untuk menyerahkan uang muka sebesar Rp10 juta, pada 5 Agustus 2019. Dalam pertemuan itu, korban bercerita sedang pisah ranjang. Terdakwa lalu menawarkan dirinya sebagai gigolo dengan tarif Rp500 ribu.


Korban menyambut tawaran itu. Bahkan memberikan hadiah handphone kepada terdakwa. Keduanya lalu mencari tempat untuk berkencan di penginapan Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar.


Usai berhubungan badan, korban yang bekerja di sebuah dealer mobil ini mengatakan tidak puas. Dia kemudian mandi dan setelah itu kembali mengajak terdakwa berhubungan intim.


Namun korban lagi-lagi tidak puas dan marah-marah lalu menampar terdakwa. Bagus tersulut emosinya. Dia memiting leher korban dengan tangan kanannya sampai korban tidak bergerak lagi.


Menanggapi vonis hakim, terdakwa menyatakan menerima. Sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir untuk banding. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://daerah.sindonews.com/read/1489150/174/gigolo-pembunuh-spg-cantik-di-bali-divonis-11-tahun-penjara-1578328735




Rudal Iran Siaga Tinggi setelah Amerika Habisi Jenderal Soleimani

Sistem pertahanan rudal Khordad 15 Iran. Foto/IRNA







ARB INdonesia, TEHERAN – Rudal Iran dilaporkan dalam keadaan siaga tinggi di seluruh negara itu. Kondisi itu terjadi setelah komandan Pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani, tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Jumat pekan lalu.


Seorang pejabat AS yang memiliki informasi intelijen mengatakan kepada Reuters bahwa belum jelas apakah tingkat kesiapan misil-misil negara para Mullah itu bersifat defensif atau tidak.


Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut atau mengatakan apakah rudal-rudal Iran membidik target tertentu, di tengah ancaman balas dendam oleh Teheran.


“Mereka jelas-jelas berada pada kondisi siaga yang tinggi. Apakah keadaan siaga yang tinggi itu dipersiapkan dengan lebih baik untuk defensif atau untuk dipersiapkan dengan lebih baik? Itu tidak dapat ditentukan pada titik ini,” kata pejabat itu, yang dikutip dari Reuters, Senin (6/1/2020). “Tapi kita memperhatikannya dengan cermat.” katanya lagi.


Laporan New York Times juga menyebutkan bahwa agen mata-mata AS mendeteksi bahwa Iran telah menyiapkan unit rudal balistik.



Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang 52 situs di Iran, termasuk yang memiliki nilai budaya tinggi, jika Teheran menyerang aset Amerika. Serangan terhadap situs budaya merupakan kejahatan perang.


“Iran berbicara dengan sangat berani tentang penargetan aset-aset AS tertentu sebagai balas dendam karena kita membersihkan dunia dari pemimpin teroris mereka yang baru saja membunuh seorang warga Amerika dan melukai banyak orang lain, belum lagi semua orang yang telah dia bunuh seumur hidupnya,” tulis Trump di Twitter.


Dia terus menulis bahwa Soleimani telah memimpin serangan terhadap kedutaan AS, yang dilaporkan New York Times merupakan faktor di balik keputusan Trump untuk memerintahkan serangan yang menewaskan jenderal top Iran tersebut.


“Biarkan ini berfungsi sebagai peringatan bahwa jika Iran menyerang orang Amerika, atau aset Amerika, kami telah menargetkan 52 situs Iran (mewakili 52 sandera Amerika yang diambil oleh Iran beberapa tahun yang lalu), beberapa merupakan (situs) budaya yang sangat tinggi dan penting bagi Iran,” lanjut tweet Trump.


“(Serangan terhadap) target-target itu, dan Iran sendiri, akan sangat cepat dan sangat keras.AS tidak menginginkan ancaman lagi!,” imbuh Trump.


loading…




Sumber Sindonews.com
https://jateng.sindonews.com/read/14854/1/rudal-iran-siaga-tinggi-setelah-amerika-habisi-jenderal-soleimani-1578290473




Hasil Visum Tak Dutemukan Tanda Kekerasan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sosok mayat yang tergantung di jembatan Sungai Gergaji Kelurahan Kotabaru Reteh berhasil diketahui identitasnya.


Korban adalah bernama Hendri. Umur 25 tahun Alamat Jln. Inpres RT. 01 RW. 013 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.


Mayat Hendri pertama kali ditemukan tergantung di jembatan pada Pukul 06.00 Wib Senin (06/01/2020) oleh warga setempat. 


Kemudian warga melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian, Selanjutnya personil Polsek Keritang menuju TKP dan melakukan olah TKP.


Baca juga : Breaking News,  Pria Ditemukan Tergantung di Jembatan Sungai Gergaji Inhil


Kepolisian berkoordinasi menghubungi pihak Puskesmas Kotabaru untuk mengevakuasi korban  menggunakan Ambulance, dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kotabaru untuk dilakukan Visum. 


“Dari hasil pemeriksaan oleh Dokter Puskesmas Kotabaru dan tenaga kesehatan UPT Puskesmas Kotabaru tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada korban,”kata Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK melalui Kasubag Humas AKP warno Akman. 


https://youtu.be/MEX1a9P7Nco


Dijelaskan Kapolres setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan cairan sperma keluar dari kemaluan korban. 


Selanjutnya terhadap jenazah korban diserahkan dari pihak Polsek Keritang kepada pihak keluarga yang diterima oleh Saudara Kandung korban Mistar untuk dimakamkan di Kecamatan Reteh. (rl-Ard)




Breaking News, Seorang Pria Ditemukan Tergantung di Jembatan Sungai Gergaji Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Breaking News, Senin (6/1/2020) sekitar pukul  06.00 warga Kecamatan Keritang dihebohkan dengan penemuan mayat dalam posisi tergantung  di jembatan Sungai Gergaji Kabupaten Indragiri Hilir-Riau


Penasaran dengan pria yang tewas tergantung, lantas warga yang melintas di jembatan tersebutpun ramai berhenti untuk menyaksikan langsung siapa sosok pria tersebut.


Sejumlah warga mengabadikan insiden ini dengan smarphone hingga video dan foto dari pria tergantung ini viral di Medsos. 


https://youtu.be/MEX1a9P7Nco
Video Singkat


Sementara, dari keterangan warga disekitaran lokasi penemuan mayat tergantung, ditemukan sepeda motor yang diduga miliknya.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih belum diketahui, dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.


Untuk diketahui, saat ditemukan tergantung, sosok pria ini menggunakan celana jeans biru dan baju abu-abu serta mengenakan sepatu. 


Lapaoran Arbain




TNI Tambah Kekuatan Siaga Tempur, Kapal China Harus Angkat Kaki dari Natuna

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono. Foto Antara







ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa perairan Laut Natuna adalah milik Indonesia, bukan sebagaimana klaim China.


Karena itu, TNI siap menjaga kedaulatan bangsa dan negara dengan melaksanakan operasi siaga tempur di Natuna Utara tanpa ada batas waktu.


Demikian disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (5/1/2020).


Saat ini, pihaknya menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal-kapal China agar benar-benar angkat kaki dari wilayah Indonesia.


“Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana,” ujarnya dilansir Antara.


Bahkan, pihaknya memastikan akan menambah kekuatan operasi siap tempur itu untuk ditempatkan di Natuna.


“Besok akan ada penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut,” sambungnya.


Dari pengamatan udara, kapal-kapal nelayang China itu menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau yang ditarik dua kapal.


“Berdasarkan pantauan kami dari udara, mereka memang nelayan China (Tiongkok) yang menggunakan pukat harimau,” bebernya.


PUkat harimau sendiri sudah dilarang penggunaannya oleh pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.


Berdasarkan catatan, kali terakhir nelayan China menggunakan pukat Natuna tahun 2016 silam dan menangkap dua kapal.


Sejak saat itu, tidak ada lagi kapal nelayan negeri Tirai Bambu tersebut melanggar wilayah perairan Natuna.


Sekarang, mereka kembali masuk ke wilayah maritim Indonesia untuk menjarah kekayaan laut di Natuna.


“Bahkan aktivitas nelayan mereka kini didampingi dua kapal penjaga pantai (coast guard) dan satu pengawas perikanan China,” jelasnya.


Sejak kembali terdeteksi memasuki wilayah Indonesia, pihaknya sudah melakukan upaya persuasif agar kapal China itu meninggalkan Natuna.


Padahal, merujuk aturan, seharusnya kapal-kapal China itu diseret dan diproses hukum.


Sedangkan kapal perang dan penjaga pantai China diusir keluar dari perairan Indonesia.


“Kami lakukan upaya damai. Meminta mereka keluar dengan sendirinya, di samping upaya negosiasi juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Indonesia dengan China,” ujarnya.


Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD memastikan, Pemerintah Indonesia tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).


Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna adalah milik Indonesia.


Karena itu, tidak ada apapun yang bisa menjadi alasan melakukan negosiasi bilateral.


“Prinsipnya begini, Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan Tiongkok,” ujarnya usai menghadiri Peringatan Dies Natalis Ke-57 Universitas Brawijaya di Kota Malang, Jawa Timur.


Menurutnya, negosiasi dilakukan bila ada masalah bilateral dan ada konflik soal Natuna.


Selama ini, China juga tidak memiliki konflik perbatasan dengan Indonesia. Melainkan dengan Vietnam, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Filipina.


“Nah, perairan Natuna ini tidak ada konflik,” sambungnya.


Guru besar ilmu tata negara ini menyatakan, Indonesia harus bersikap tegas terkait Natuna lantaran berkaitan dengan kedaulatan bangsa dan negara.


Jika dilakukan negosiasi, itu berarti sama saja Indonesia mengakui teori sembilan garis putus-putus yang dibuat negeri Tirai Bambu itu.


“(Natuna) Ini tidak ada sengketa, mutlak milik Indonesia secara hukum. Jadi tidak ada negosiasi,” ucapnya.


Karena itu, Mahfud meminta aparat keamanan mengusir kapal-kapal China yang melanggar batas wilayah kedaulatan Indonesia.


“Kita usir dengan segala kemampuan kita. Kita halau kapal-kapal dan nelayan-nelayan,” tegasnya lagi.


“Kita tidak membentuk tim negosiasi, tidak ada,” pungkasnya.


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/05/tni-tambah-kekuatan-siaga-tempur-kapal-china-harus-angkat-kaki-dari-natuna/4/




Ngeri! Ini Dampak Buat RI Bila Ada World War 3

Foto: Tentara AS menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa di Kedutaan AS, Baghdad, Irak, 31 Desember 2019. Para demonstran bahkan memecahkan pintu utama dan membakar benda di lokasi, letusan senjata terdengar. (Khalid Mohammed/AP Photo)







ARB INdonesia, JAKARTA – Serangan udara Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran. Mayor Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds tewas dalam serangan udara AS di Baghdad pada Jumat (3/1) pagi yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump guna ‘melindungi personel AS di luar negeri’.


Tewasnya Jenderal Iran tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang menjadi rumah bagi negara-negara penghasil minyak. Presiden Iran Hassan Rouhani mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa ia kan membalas kejadian ini. Peristiwa ini disebut-sebut sebagai pemicu perang dunia ketiga.


Tagar world war 3 pun menggema di sosial media dalam beberapa waktu belakangan.


Tak sampai sehari setelah tewasnya Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang memperparah ketegangan antara AS-Iran, harga minyak dunia naik. Harga minyak brent melonjak 3,6% ke level US$ 68,60 per barel pada Jumat (3/1) kemarin. Minyak berjangka AS juga naik 3,1% ke US$ 63,05 per barel. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam sebulan terakhir dan harga tertinggi sejak September 2019.


Lantas, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia?


Ekonom Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, jika perang dunia ketiga meletus karena peristiwa tersebut, perekonomian Indonesia terancam. Melihat proyeksi ekonomi dalam APBN 2020, harga minyak diprediksi US$ 63 per barel. Tentunya, harga minyak yang sudah melampaui prediksi APBN 2020 ini bisa meningkatkan harga bahan bakar minyak (bbm), terutama non subsidi.


“Dampak ketegangan AS dan Iran paling cepat dirasakan ke harga minyak mentah dunia yg meroket lebih dari 4% dan berimbas pada beban subsidi bbm dan tarif listrik yang bengkak di awal 2020. Di sisi lain, harga bbm non subsidi jenis Pertamax, Pertalite maupun Dex pun berisiko mengalami penyesuaian,” kata Bhima, Minggu (5/1/2020).


Pemerintah baru saja menurunkan harga bbm non subsidi di awal 2020 ini. Menurut Bhima, jika perang dunia ketiga meletus, harga bbm diprediksi bisa naik lagi.


“Bisa naik kembali karena harga bbm khususnya non subsidi bergantung pada tren harga minyak dunia,” imbuhnya.


Hal tersebut dapat berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat, yang ujung-ujungnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.


“Ini ujungnya adalah inflasi yang lebih tinggi dibanding tahun 2019. Jika tekanan pada harga kebutuhan pokok naik, ujungnya daya beli tertekan dan pertumbuhan ekonomi diprediksi merosot dibawah 4.8%,” terang Bhima.


Sementara itu, dampaknya di pasar keuangan yakni volatilitas yang berbahaya. Investasi seperti surat berharga bisa sangat berisiko sehingga investor memilih bermain aman.


“Kalau di pasar keuangan dampaknya adalah volatilitas yang membahayakan ekonomi dalam jangka panjang. Investor makin takut berinvestasi ke pasar negara berkembang. Ada kecenderungan makin bermain aman misalnya dengan membeli dolar atau emas. Harga emas dunia telah naik 2.19% dibandingkan tahun lalu dan dollar index menguat tipis 0.51% dalam sepekan terakhir,” jelas dia. (*)


loading…




Sumber detik.com
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4847188/ngeri-ini-dampak-buat-ri-bila-ada-world-war-3/2